Rabu, 27 September 2017

Probabilitas dan Lucky Fool

Saya merasa kalau manusia bukanlah mahluk yang terbiasa dengan probabilitas. Entah mengapa, pikiran manusia cenderung suka mencari pola dari segala kejadian yang ada di sekitarnya lalu menganggap pola-pola temannya sebagai suatu kepastian, entah itu untuk menjelaskan masa lalu ataupun untuk memprediksi masa depan. Padahal banyak peristiwa di muka bumi ini yang bersifat acak, tanpa aturan dan kepastian, terjadi begitu saja tanpa bisa dijelaskan secara rasional. Namun semua keacakan itu jadi terlihat masuk akal ketika kita melihatnya dalam kacamata probabilitas, seperti berapa kemungkinan seseorang mendapatkan angka 6 dari sebuah dadu yang dilemparkan di meja judi atau berapa kemungkinan seseorang memenangkan hadiah dari lotere berkombinasi 6 angka. Atau lihat contoh lain pada kanker, suatu kondisi yang ditakuti oleh semua orang di dunia ini. Puluhan tahun dokter mencari tahu apa penyebab timbulnya kanker, dengan harapan setelah mengetahui penyebabnya maka insidensinya dapat diturunkan melalui tindakan pencegahan. Dan para ahli memang berhasil mengidentifikasi banyak karsinogen, zat yang dapat memicu kanker, mulai dari rokok, nitrosamin, hingga asbestos. Namun banyak pasien kanker yang meskipun sudah berupaya keras menghindari paparan dengan karsinogen, tetap saja terkena kanker. Yang sering dilupakan oleh banyak orang adalah kanker bersifat multifaktorial. Kanker ibarat sebuah mesin judi Monte Carlo yang besar, di mana umur manusia dan kanker menjadi slot-nya. Jika beruntung, maka bola Monte Carlo tidak akan jatuh ke slot kanker hingga akhir hayat, tiap kali mesinnya berputar. Namun jika keberuntungan itu berakhir, maka slot kanker yang akan berdering. Oleh karena itu tidak perlu heran ketika ada seorang perokok berat yang bertahan hidup hingga 80 tahun tanpa terkena kanker paru-paru namun justru mati karena tersedak bakso. Yang juga sering dilupakan dari persoalan probabilitas adalah ergoditas, Nasem Taleb menjelaskan hal ini dengan sangat baik dalam serial bukunya Incerto. Ergoditas adalah suatu kondisi di mana dua sampel yang berada di dua ekstrim yang berbeda akan sampai pada kondisi yang sama pada suatu titik waktu. Jadi perokok ataupun non-perokok, memiliki probabilitas terkena kanker entah itu dalam 1 tahun, 10 tahun, 100 tahun, 1000 tahun, 10.000 tahun, 100.000 tahun, atau bahkan 1.000.000 tahun. Hanya saja, perokok memiliki probabilitas yang lebih besar jika dibandingkan dengan non-perokok. Karena itu berdoa lah agar senantiasa menjadi orang yang beruntung.

Senin, 25 September 2017

Is It Free Will?

Free will ataupun free choice mungkin hanya eksis di tataran ideal yang abstrak. Di kehidupan nyata, kehendak ataupun kebebasan memilih sungguh sulit untuk terwujud. Selalu ada constraint eksternal dan internal yang mengekang manusia untuk bebas memilih.
Contoh constraint dalam kebebasan memilih dapat terlihat ketika hendak membeli tiket pesawat. Constraint itu dapat berupa kemampuan budget kita untuk membayar biaya tiket maskapai, alih-alih ingin naik kelas bisnis, dompet mampunya naik kelas ekonomi. Constraint lainnya bisa berupa jadwal penerbangan, kita inginnya naik penerbangan pagi, namun maskapai hanya memiliki jadwal penerbangan sore. Kalau mau disebutkan, masih banyak kendala lain yang dapat menghambat kebebasan kita dalam memilih. Semesta tidak selalu merestui keinginan kita, mulai dari keinginan untuk hidup 1000 tahun lagi hingga keinginan untuk menciptakan perdamaian di seluruh dunia. Perdebatan mengenai kebebasan memilih sudah menjadi tema klasik sejak zaman dulu kala. Al Ghazali, Ibnu Sina, Kant, dan banyak ahli lainnya sudah pernah membahasnya dengan mengaitkannya pada konsep takdir dan moralitas. Meskipun banyak ilmuwan moderen yang menganggap bahwa free will hanyalah sebuah ilusi, tetap saja sulit untuk menafikan bahwa tema ini begitu seksi untuk dibahas karena ketika diulas, romansa dan melankoli dapat dibangunkan dari tidur panjang. Rasanya romantis jika memikirkan bahwa kita punya kehendak bebas untuk memilih jalan hidup kita sendiri tanpa intervensi dari siapapun, namun romantisme itu berubah menjadi melankolis ketika menyadari bahwa pilihan kita tidak pernah benar-benar bebas dari pretensi dan fakta-fakta a priori. Nature versus nurture.

Sabtu, 26 Agustus 2017

When You Take a Bath

Di masa lalu, saya pernah beberapa kali menulis artikel disorientatif yang temanya adalah mandi. Namun jika ditelisik lebih jauh sebenarnya tema mandi bukanlah hal yang terlalu urgent untuk dibahas karena hampir semua orang yang pernah mendengarkan penyuluhan sanitasi, sudah mempraktikan ritual mandi tanpa pernah sekalipun menemui rintangan ataupun ujian yang berat ketika melakukannya. Memangnya siapa sih orang yang ketika mandi tiba-tiba harus menghadapi ujian berupa soal matematika yang isinya rumus integral dan diferensial. Bahkan Isaac Newton yang menjadi teladan di dunia matematika tidak pernah bertemu hal macam itu. Kalau ada yang tiba-tiba bertanya, "Kok bisa tahu tentang urusan mandi Newton sih?"(meskipun rasanya mustahil akan ada orang yang mengajukan pertanyaan konyol seperti ini) Jawabannya sih simpel, dari hasil baca buku (semoga ini bukan congkak terselubung). Hal incredible seperti mengerjakan ujian matematika ketika sedang mandi semestinya dicatat dalam buku-buku biografi Newton, tapi  sejak masih muda dulu, saya tidak pernah menemukan adanya catatan mengenai hal ini. Paling banter sih catatan anekdot tentang bagaimana apel bisa menjadi inspirasi teori gravitasi Newton atau tentang kontroversi kalkulus Newton-Leibniz.
Mungkin dulu saya bukanlah seorang penganjur mandi teratur karena saya selalu menganggap mandi teratur hanyalah suatu cara yang tidak efektif dalam memanfaatkan air. Namun setelah beberapa tahun menjalani kehidupan dengan mandi teratur, saya menyadari bahwa ternyata tiap kali selesai mandi, bad mood tiba-tiba bisa sedikit berkurang. Dan saya semakin yakin dengan efek tersebut setelah membaca beberapa penelitian mengenai hydrotherapy. Sejak zaman dulu, air sudah digunakan oleh manusia sebagai media terapi dan mandi merupakan salah satu metode untuk melakukan hydroterapi. Untuk sementara itu saja dulu perkara mandi yang akan saya bahas di blog ini guna mengisi kekosongan.

Blog ini sudah terlalu lama tidak diupdate.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut