Minggu, 03 Juni 2018

I Provide Micin In This Blog

FG


Saya baru sadar kalau ternyata nama alay saya termention dalam deskripsi baru blog ini. Terima kasih kepada sang pemilik blog yang telah membiarkan saya untuk mengutak-atik blog ini tanpa protes apapun pada semua tulisan micin saya.

Blog ini adalah blog favorit saya semenjak saya tau ada platform yang bernama blogspot yang bisa dipakai sebagai tempat mencari referensi saat kita malas untuk membuka web resmi dengan bahasa asing. Sekalipun si pemilik sudah mewanti-wanti para pengunjung untuk tidak pernah digunakan blog ini sebagai referensi sains, toh nyatanya saat mata kuliah tentang muskuloskeletal dulu saya melihat nama blog ini terpampang di salah satu slide presentasi teman saya sebagai sumber tinjauan pustaka. Orang Indonesia memang sepertinya kurang memahami dengan baik makna kata "Jangan".

Saat saya akhirnya dibiarkan untuk menulis apapun di blog ini, rasanya rada tidak tega juga harus menambah tulisan micin di blog yang sangat kental dengan artikel kesehatan dan tulisan-tulisan berat lainnya dengan judul yang harus membuat kita membuka kamus dulu baru bisa ngeuh sama maksudnya.
Tapi, layaknya ciki dan jajanan tepung-tepungan di luar sana, mereka tidak akan ada apa-apanya tanpa micin. That's why I provide micin in this blog.

Walaupun saya tidak terlalu yakin sih apakah micin saya ini adalah micin yg enak atau micin yg bikin eneg.

Selasa, 23 Januari 2018

Be A Mother

Menjadi seorang ibu adalah hal yang berat. Proses inisiasinya benar-benar harus mempertaruhkan nyawa. Melihat pengorbanan seorang wanita, saya jadi merasa kalau dunia ini seharusnya dipimpin oleh wanita.

Minggu, 21 Januari 2018

Perubahan dan Perjalanan

Jika 2018 berjalan tanpa peristiwa yang menghancurkan bumi seperti perang nuklir atau tenggelamnya bumi akibat Antartika yang mencair, maka ini akan menjadi kali ke 27 saya menyaksikan bumi mengintari mentari. Mungkin hal itu bukanlah sebuah prestasi yang istimewa karena ada banyak orang yang sudah menyaksikannya lebih banyak dari aku. Malah ada yang sudah melakukannya hingga seratus kali. Saya belum pernah menemui manusia yang dapat melihat revolusi bumi mengintari matahari hingga lebih dari 1000 kali. Luar biasa jika ada yang dapat melakukannya hingga sebanyak itu tanpa mengalami kerentaan, katarak, ataupun atropi otot.
Tubuh manusia tidak dirancang untuk bertahan melawan gempuran waktu. Semua kekuatan dan vitalitas yang dimiliki oleh manusia pada akhirnya akan terhisap oleh kejamnya waktu. Seolah-olah ada bom waktu yang telah tertanam di tubuh manusia sejak kelahirannya namun limitnya tak diketahui bahkan oleh manusia itu sendiri. Sungguh aneh rasanya memiliki tubuh namun kita sendiri tak tahu batasan penggunaannya.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut