Rabu, 09 Desember 2009

Atoderus

Terus-menerus melakukan kesalahan yang sama bukan hal yang bijak. Tapi itu manusiawi. Kebijaksanaan itu manusiawi juga tapi tidak selamanya bisa dilakukan manusia.

Selengkapnya...

Selasa, 01 Desember 2009

Promotheon


Dan dunia tercipta. Lalu dihancurkan. Takdir.



Kalimat yang tepat untuk mengucapkan perpisahan dengan dunia ini.


Selamat tinggal.

Selengkapnya...

Senin, 30 November 2009

Gastroenterohepatologi (GEH): Falling in Love Again


Mungkin ini kumpulan fakta yang tidak penting (memangnya, sejak kapan ada hal penting yang dibahas blog ini). Tapi ada baiknya diinformasikan saja.


Sebagai pendahuluan, Gastroenterohepatologi adalah salah satu mata kuliah sistem di Fakultas Kedokteran yang mengajarkan pada mahasiswa mengenai ilmu dasar dalam mengidentifikasi dan mendiagnosis penyakit serta hal lain yang berkaitan dengan organ pencernaan. (meskipun ini semua rasanya mengawang-awang, karena belajar dari teksbuk tanpa melihat langsung kasusnya). Kuliahnya berlangsung 4 minggu. Praktikum selama 1 minggu. PBL (diskusi kasus) dan CSL (keterampilan klinik) di sela-sela kuliah. Lalu masa ujian dalam 1 minggu akhir. Semua prosesi itu berakhir hari Jum'at 26 November 2009 yang lalu.


GEH itu mata kuliah yang menarik. Selain karena materinya mudah dan tidak terlampau bertumpuk, pengajarnya juga mumpuni serta murah senyum. Mata kuliah ini secara tampilan superfisial adalah salah satu mata kuliah sistem yang nyangar karena jumlah kreditnya maksimal, 7 SKS. Oleh karena itu, saat sistem ini berlangsung, hampir semua mahasiswa memasang antena paling sensitif untuk menangkap materi pengajaran. Dan banyak mahasiswa membeli buku yang berkaitan dengan materi, buku-buku yang mahal dan tebal. (jarang mahasiswa yang mengandalkan buku perpustakaan karena berbahasa Inggris. Padahal semua yang ada di situ gratis dan buku-bukunya punya materi komprehensif). Penampilan luar selalu menipu.


Bagi mahasiswa angkatan 2007, mata kuliah GEH adalah mata kuliah sistem ke-15 setelah LS-IT, BIOMEDIK, BMD, DDT, IMUNOLOGI, ENDOKRINOLOGI, MUSKULOSKELETAL, NEUROPSIKIATRI, KARDIOVASKULER, HEMATOLOGI, RESPIRASI, UROGENITALIA, REPRODUKSI, dan SS.
(wow, ternyata sudah banyak ilmu yang harusnya masuk di kepala)


Cukup pendahuluannya. Sekarang ke intinya. 

Fakta Gastroenterohepatologi (GEH): 

1. Tahun 2009 adalah tahun pertama sistem GEH menerapkan pleno sebanyak 4 kali. Biasanya, sistem terdahulu, pleno hanya berlangsung 2 kali. Akibatnya, harus belajar dan kerja laporan ekstra.


Pleno adalah semacam pertemuan akbar antara mahasiswa dan pakar, di mana ada beberapa mahasiswa bertugas menjelaskan suatu kasus lalu kemudian dibantai dengan pertanyaan dari mereka yang hadir. Selalu menyenangkan berada dalam sesi pembantaian ini, terutama kalau kita yang jadi pembantainya. 


Di sesi pleno kita bisa bermain drama. Itu menarik. 


2. Barusan sistem GEH yang berani memberikan 120 nomor soal dalam ujian Final teori. Sistem lain biasanya hanya mampu membuat 100 nomor soal. Tapi biarpun banyak begitu, kita bisa menyelesaikan soal itu dalam 45 menit, karena kebanyakan soalnya mudah dijawab.


3. Di antara semua sistem yang punya praktikum, GEH adalah satu dari 2 sistem angkatan 2007(sistem lain, BMD) yang tidak memberlakukan ujian remedial praktikum. (skrg BMD sdh py ujian remedial jg)


4. Praktikum sistem GEH adalah yang terbanyak dari semua sistem. Tercatat 9 buah praktikum harus dilalui mahasiswa dalam sistem ini. Anatomi, Histologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Biokimia, dan Gizi. Untung saja tidak ada praktikum Farmakologi dan Fisiologi, kalau tidak, lengkap sudah semua penderitaan praktikum. Meskipun praktikumnya sebanyak itu, materi dan laporan praktikumnya tidak menyita waktu. Rasanya seperti liburan. Sama sekali tidak melelahkan.


5. Karena sedang dalam masa renovasi, laboratorium terpadu tidak dapat dipergunakan. Sehingga ujian praktikum terpaksa dilakukan di laboratorium biokimia dan laboratorium farmakologi. Ini adalah kali ketiga, ujian praktikum sistem diadakan bukan di laboratorium terpadu.


Sebelumnya sistem Muskuloskeletal dan Hematologi yang lebih dulu melakukan hal ini. Tapi alasan kedua sistem ini berbeda dengan GEH. Preparat yang rumit untuk dipindahkan adalah alasan utama kedua sistem itu.


6. Meskipun banyak materi yang diajarkan selama kuliah, tidak semua masuk dalam ujian. Banyak sekali kasus penyakit yang harus diketahui tapi setiap tahunnya, soal ujian GEH tidak pernah lari dari materi dasar praktikum. Hal ini tidak pernah berubah hingga kini.


7. Salah satu dosen pengampu sistem GEH meninggal dunia saat sistem ini sementara berlangsung, Prof. Rifai Amiruddin. Beliau sempat mengajarkan tentang hepatitis sebelum akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir di Jakarta. Semoga Allah memberkatinya. 

 

Itu faktanya, dan ini opininya. 

1. Malam sebelum ujian bacalah novel. Dan itu tidak mempengaruhi hasil ujian. Siapa pun bisa lulus ujian. Belajar pada malam sebelum ujian tidaklah efektif. Belajar sejak awal sistem adalah yang terbaik.


Pelajari semua bahan sedikit demi sedikit. Nikmati kehidupan. Dan saat ujian, voila, tinggal bergumam dan memikirkan jalan cerita novel, dan biarkan tanganmu menari sendiri di lembar jawaban. Dan setelah itu kumpul. Nikmati gumam kekaguman orang-orang yang melihatmu keluar lebih dahulu.


2. Semua dosen pengampu di sistem GEH punya antusiasme. Mereka mudah diajak berdiskusi dan menghargai pendapat. Bahkan pendapat paling bodoh pun mereka apresiasi agar mahasiswa tetap semangat belajar. Dan itu bagus untuk perkembangan mental mahasiswa


3. Bangun kerjasama kelompok belajar dengan penuh kehangatan. Itu sangat membantu proses belajar.
I have good group. Not the best. But they always make me feel like in home. We respect each other, exchange information, help each other. It's really nice.


Dunia tidak pernah sama.




Ini sistem terbaik yang pernah ada selain BMD dan DDT.

Selengkapnya...