Rabu, 31 Desember 2008

Tips Optimasi Internet

Salah satu cara meningkatkan akses internet adalah mengatur /mengoptimasi konfigurasi atau setting di Sistem Operasi seperti Windows. Meskipun pengaruhnya bisa berbeda-beda karena akses internet juga dipengaruhi oleh banyak faktor seperti dari software, hardware, kesibukan trafik di jaringan yang digunakan dan lainnya.

Untuk Sistem Operasi Windos, kita bisa mengatur beberapa setting di registry atau bisa menggunakan beberapa software optimasi yang sudah tersedia. Berikut beberapa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan/optimasi akses internet.

1. TCP Optimizer

Program gratis ini menyediakan fasilitas untuk mengoptimalisasi koneksi internet yang kita gunakan. Sebelum melakukan perubahan dengan software ini, backup terlebih dahulu registry-nya, melalui menu File > backup Current Setting, sehingga jika nantinya ada masalah, kita bisa mengembalikan setting ke awal, meskipun sudah ada juga menu Restore Windows Default Setting, untuk mengembalikan setting windows bawaannya.

Cara pemakaian mudahnya di bagian/tab General Setting dan Advanced Setting ada pilihan Optimal Setting (bagian bawah) yang bisa diaktifkan. Program ini juga memberikan fitur advanced bagi yang ingin/bisa engedit registry windows yang berhubungan dengan koneksi Internet. Tetapi untuk memanfaatkan fitur ini, perlu banyak membaca Dokumentasi, forum dan penjelasan di websitenya.

Selasa, 30 Desember 2008

Kiri, kiri, kiri.

Sudah lama sekali rasanya ideologi kiri mati suri di Indonesia. Terhitung sejak peristiwa G30S (biasa ditambah PKI, saya tidak mau tambah kata ini karena hingga kini masih jadi perdebatan mengenai fakta peristiwa ini. Untuk menjaga objektivitas. Walaupun kata Kuhn, objektivitas ilmu hanya ilusi tapi tak apalah sementara, kita berpijak dulu pada paham ilmu bebas nilai), secara praktis paham kiri tercerabut dari kancah politik Indonesia.

Masalah Kesadaran

Manusia adalah mahluk yang rumit. Hampir seluruh aspek yang berhubungan manusia adalah kekompleksan yang manusia sendiri tidak mampu memahaminya. Perjalanan panjang sejarah manusia yang penuh tragedi, paradoks, ironi dan euphoria menjadi salah satu kerumitan yang hingga kini belum dapat dipecahkan oleh manusia.

Keselamatan Kerja

Bangsa Indonesia adalah bangsa pemberani. Semangat keberanian ini tercermin dalam setiap dimensi kehidupan. Salah satu dimensi kehidupan yang paling kuat menerima pengaruh keberanian ini adalah etos kerja. Anda dapat lihat sendiri pada gambar - gambar pekerja bangunan di bawah ini. Dengan gagah berani mereka menyabung nyawa untuk memperoleh sesuap nasi. Inilah kehidupan di Indonesia.







Fenomena *...tit...* Sensor

Akhir - akhir ini ada fenomena menarik yang terjadi dalam interaksi kemahasiswaan di kampusku. Hampir semua temanku kini suka mengatakan Shut Up Your *tit* Mouth. Sepertinya atmosfer umpatan ala barat mulai merebak.

Tapi sudahlah. Hal seperti itu tidak perlu dipikirkan. Itu hanya salah satu efek globalisasi. Tidak masalah. Bukan masalah. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Pemerintah saja tidak ambil pusing mengenai hal itu. Laissez Faire.

Urusan moral, urusan ahlak biar kami urus sendiri (Iwan Fals). Pemerintah tidak usah mengurusi moral warga sepertinya bagus juga. Hapuskan saja sensor supaya semua tayangan yang tidak pantas ditonton bisa bebas berseliweran. Toh, pada akhirnya generasi muda juga yang hancur. Tidak masalah generasi muda hancur. Bukan masalah. Itu tidak akan pernah jadi msalah. Yang penting pemerintah bisa tetap menjaga stabilitas negara, ekonomi stabil. Seperti itukan negara yang diidam - idamkan seluruh dunia.


Bebas berpendapat seperti ini tanpa ada sensor. Hidup kebebasan pers dan berpendapat. Tidak perlu ada tanggung jawab. Itukan kebebasan.

Itu yang saya suka dari demokrasi.


Kebebasan saya menuduh orang sebagai agen rahasia. Berpakaian minim, bertindak tidak sopan di khalayak ramai adalah kebebasan juga. Jadi kenapa harus dipersoalkan. Moral, agama dan akhlak adalah urusan individu jadi kenapa harus ada undang - undang mengenai agama dan pornografi. Negara seharusnya hanya boleh memberi perlindungan pada semua hal itu. Tidak boleh ada sensor. Biarkan semua orang bebas berekspresi lalu kitatunggu saja kapan NEGARA KITA INI BERANTAKAN.

Senin, 29 Desember 2008

Eksistensi Paradoks


Hidup adalah kumpulan paradoks. Yang masing – masing komponennya akan terus bertentangan sepanjang kehidupan itu masih berjalan. Benar-salah, kaya-miskin, bahagia-sedih, puas-kecewa. Dari setiap paradoks itu, manusia akan mengambil satu jalan. Jalan apa itu? Hanya manusia yang memiliki eksistensi yang mampu memilihnya. Bukan kawanan, kelompok ataupun fraternity. Manusia adalah subjek kehidupan.

Gambar di atas hanyalah salah satu contoh kasus paradoks. Kedua panda di atas adalah contoh kawanan. Sebagai kawanan, apa yang mereka lakukan itu tidak berarti apapun jika keduanya tidak memiliki kesadaran atas apa yang mereka lakukan. Jika panda yang di bawah tidak sadar dan mengerti esensi dia berada di posisi yang tidak menguntungkan itu maka dia sebagai kawanan hanyalah boneka mekanisitis. Begitu pula dengan panda yang berada di atas jika dia hanya mampu berpikir bahwa dia sudah semestinya berada di atas tanpa berusaha mencari tahu bagaimana caranya membantu panda yang di bawah dengan posisinya yang menguntungkan itu, sama artinya dia telah terjebak dalam kungkungan abstraksionisme. Tidak semestinya manusia yang memiliki eksistensi teralienasi oleh ruang, waktu maupun pikirannya sendiri. Manusia yang bereksistensi mampu menempatkan diri dalam dimensi fisik dalam kesadaran yang dinamis seperti halnya kesadaran yang timbul ketika dia tengah berpikir. Dan eksistensi manusia tidak akan memiliki arti apa - apa tanpa adanya imbalan pada kehidupan. Eksistensi itu untuk kehidupan.

Urusan Tuhan biarlah Tuhan yang mengurus, urusan manusia biarlah manusia yang mengurus. Dan urusanku biar saya sendiri yang mengurusnya. (Hermeneutik)

Anti-Rokok




Tidak sebaiknya manusia merokok.

Terlalu banyak kegiatan di luar sana yang dapat dilkaukan manusia selain merokok. Sebenarnya ada keuntungan tersnediri dari merokok. Beberapa dapat anda lihat pada gambar di samping.



Sumber gambar: http://www.kamusmalesbanget.com/forum/PIC-Iklan-Antirokok-Paling-Bagus

Minggu, 28 Desember 2008

Resolusi Akhir Tahun

2008, berakhir. Tahun yang indah untuk sebuah fase kehidupan. Tahun yang penuh kesia - siaan masa muda. Tahun pengembaraan panjang filosofis.
Tapi semua sama saja, berapakali pun tahun berganti kebodohan akan selalu menyertai.
Bicara resolusi akhir tahun, tidak ada hal yang khusus. Tidak ada rencana menjadi pemain terbaik Eropa seperti Lionel Messi. Apalagi sampai berpikir meraih hadiah Nobel Kedokteran. Segila apapun pemikiran yang bersemayam di otak, kerealistisan harus tetap meraja.
Untuk sejumlah alasan filosofis, tahun ini tidak ada resolusi yang bombastis. Penyerangan Israel atas Palestina, ekonomi dunia yang tidak stabil, dan sejumlah masalah dunia serta pribadi menjadi alasan utama untuk tidak berbombastis ria dalam resolusi akhir tahun.


Tidak ada perbaikan diri, pewarisan atau motivasi diri.

Yang penting. Selamat menempuh hidup baru. Berjalan sejauh mungkin dan jgn lupa kemabli.
Gila dan gila. Apa lagi yang bisa terpikirkan oleh manusia saat ini. Zaman meleset. Jurang lebar antara kebebasan dan keterikatan begitu luas terbentang. Apalagi yang bisa diharapkan. Pada akhirnya tertidur adalah tujuan.
Tidur panjang.
Sampai jumpa!

Sabtu, 27 Desember 2008

Harus Berbeda

Manusia tercipta di dunia dalam bentuk yang sama. Meskipun ini generalisasi. Karena itu fitrah manusia adalah menjadi crowd, kerumunan yang tidak berarti. Anggota kerumunan tidaklah memiliki makan apa - apa bagi anggota yang lain. Mereka semua setara.

Crowd, memiliki pola berpikir yang sama, kebiasaan yang sama. Tidak ada yang istimewa dari Crowd selain jumlah dan keteraturannya. Intinya membosankan. Dari kebosanan yang mematika itu lahir sejumlah anggota kerumunan yang mengingingkan level yang lebih tinggi dari sekadar anggota.

Mereka melepaskan atribut crowd dengan menciptakan nilai - nilai sendiri yang berbeda dari nila - nilai crowd. Jika crowd mengangap keadilan adalah semua harus diperlakukan sama, para pembangkang crowd menganggap ini lelucon.

Keadilan tidak mungkin tercipta dari kesamaan. Keadilan adalah tidak ada yang sama. Karena atribut ekstrem ini mereka dainggap mush oleh crowd. Jadilah mereka mahluk kesepian. Seperti bintang - bintang di malam gelap. Mereka bukan bagian dari langit gelap meskipun sama - sama bagian dari malam.

Manusia sudah seharusnya berbeda satu sama lain.

Harus Berbeda

Manusia tercipta di dunia dalam bentuk yang sama. Meskipun ini generalisasi. Karena itu fitrah manusia adalah menjadi alter-ego bagi dirinya sendiri.

Jumat, 26 Desember 2008

Persepsi Menguasai

Malam dingin. Siang panas. Apa lagi yang bisa diharapkan? Kebalikannya? Tidak perlu berkeluh kesah untuk segala fenomena alam yang sudah terjadi sejak dahulu kala. Bahkan meskipun bersinar dengan warna yang berbeda, panas tidak akan berubah menjadi dingin. Secara kualitatif, bagi persepsi manusia, panas adalah panas. Terlalu lama hidup di dunia ini membuat manusia merasa memiliki dunia ini. Betapa posesifnya manusia. Tanpa berusaha meminta izin dari siapapun, manusia mengeksploitasi dunia ini berdasar persepsinya. Seperti mempersepsikan panas, dunia dibuat dengan sesederhana itu.

Tidak ada pewarisan. Yang ada hanyalah generalisasi. Semua yang ada di dunia ini harus sesuai dengan kostumisasi yang mampu dimengerti manusia. Tidak lebih tidak kurang. Ilmu dan segala aturan aalam yang dapat dimengerti harus mampu dikuasai manusia. Bahkan untuk hal yang tidak mungkin dimengerti pun, mau tidak mau harus tunduk pada kemauan manusia. Meskipun harus menjadi variabel tak terdefenisi.


Jadi manusia itu menjijikan pada satu sisi namun memiliki kemuliaan pada sisi yang lain. Intinya siapa yang mampu berkuasa, dialah yang mampu mengubah dunia ini sesuai persepsinya. Itulah pemberi izin manusia untuk berkuasa di muka bumi ini (bahkan sekarang mulai merambah ke luar angkasa dan dasar bumi.

Rabu, 17 Desember 2008

Teknologi

Teknologi adalah candu baru. Setelah sebelumnya agama, teknologi kini meyandang gelar yang sama. Saat ini teknologi menasbihkan diri sebagai sesuatu yang tidak boleh dilepaskan oleh manusia. Transportasi, bersenang - senang hingga kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Hendak ke rumah tetangga yang jaraknya beberapa langkah pun, orang - orang harus menggunakan kendaraan. Makan tidak lagi nyaman tanpa adanya penerangan.

Sungguh hebat daya tarik teknologi mengikat manusia. Apa yang menjadikan teknologi begitu memikat bagi manusia? Kemudahan jawabannya. Dengan teknologi manusia dengan mudah memperoleh apa yang diinginkannya. Ini berakibat pada perubahan perilaku dan pola pikir manusia. Marx bicara. Materialisme itu yang mempengaruhi idealisme. 

Cukup untuk saat ini. Ketidakteraturan tulisan jangan sampai menjadikan makna yang terkandung lenyap tertelan pikiran. 


Sampai Jumpa!
Maaf tersiksa.

Merapat

Merapat bersama imajinasi.

Imajinasi merupakan berlian yang terlupakan. Setelah sekian lama ilmu pengetahuan didominasi oleh akal dan memori.

Minggu, 14 Desember 2008

Desakralisasi Fenomena

Peristiwa alam apa yang paling menarik untuk dibahas saat ini?

Tidak ada . Semua persitiwa alam tidak lagi menarik untuk saat ini sebab ilmu pengetahuan telah begitu lancang membedah semua itu hingga tidak ada lagi yang tersisa untuk dibicarakan. Angin puting beliung, gempa, banjir, bahkan peristiwa kelahiran dan kematian sudah menjadi lahan jajahan ilmu pengetahuan.

Perkembangan ilmu pengetahuan hingga saat ini saya akui begitu pesat. Begitu banyak penemuan baru yang berhsail mengungkap segala keanehan alam yang dulunya dianggap sebagai misteri. Begitu banyak keajaiban alam yang tidak lagi ajaib di mata ilmu pengetahuan. Seolah - olah ilmu pengetahuan mendidik manusia di zaman sekarang sekarang sebagai manusia - manusia skeptis . Tidak berimajinasi. Ilmu pengetahuan menghilangkan mistisme. Desakralisasi fenomena alam. Akibatnya, Anda bisa lihat sendiri. Saya tidak akan memaksa Anda percaya ataupun setuju pada tulisan ini. 

Sampai Jumpa! 

Jumat, 05 Desember 2008

Jalan manusia

Jalan manusia tidak akan pernah selalu sama. Seperti halnya idealisme dengan materialisme. Jika saya hidup di bumi yang isinya manusia selalu berjalan beriringan, sepertinya saya akan jadi alien di sana. Kecuali dalam kondisi tertentu, saya sudah ada di bumi aneh itu sejak saya pertama kali dilahirkan.

Sudahlah. Kita hentikan saja tulisan ini untuk saat ini. Sampai jumpa.


Kegilaan itu tidak akan pernah terlihat sama di mata manusia ketika waktu ikut campur di dalamnya. Tan Malaka menyebutnya dalam Madilog sebagai dialektika, empat dimensi kehidupan.

Sampai Jumpa.
Jangan Lupa Kembali.

Rabu, 03 Desember 2008

Masa Depan Bagi Manusia

Apa jadinya masa depan bagi seorang manusia? Perang, kemiskinan, penderitaan? Atau Perdamaian, kemakmuran, kebahagiaan? Kita tidak akan pernah tahu mengenai hal itu.

Mungkin saja dunia menanti kehancuran manusia.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut