Jumat, 26 Desember 2008

Persepsi Menguasai

Malam dingin. Siang panas. Apa lagi yang bisa diharapkan? Kebalikannya? Tidak perlu berkeluh kesah untuk segala fenomena alam yang sudah terjadi sejak dahulu kala. Bahkan meskipun bersinar dengan warna yang berbeda, panas tidak akan berubah menjadi dingin. Secara kualitatif, bagi persepsi manusia, panas adalah panas. Terlalu lama hidup di dunia ini membuat manusia merasa memiliki dunia ini. Betapa posesifnya manusia. Tanpa berusaha meminta izin dari siapapun, manusia mengeksploitasi dunia ini berdasar persepsinya. Seperti mempersepsikan panas, dunia dibuat dengan sesederhana itu.

Tidak ada pewarisan. Yang ada hanyalah generalisasi. Semua yang ada di dunia ini harus sesuai dengan kostumisasi yang mampu dimengerti manusia. Tidak lebih tidak kurang. Ilmu dan segala aturan aalam yang dapat dimengerti harus mampu dikuasai manusia. Bahkan untuk hal yang tidak mungkin dimengerti pun, mau tidak mau harus tunduk pada kemauan manusia. Meskipun harus menjadi variabel tak terdefenisi.


Jadi manusia itu menjijikan pada satu sisi namun memiliki kemuliaan pada sisi yang lain. Intinya siapa yang mampu berkuasa, dialah yang mampu mengubah dunia ini sesuai persepsinya. Itulah pemberi izin manusia untuk berkuasa di muka bumi ini (bahkan sekarang mulai merambah ke luar angkasa dan dasar bumi.

2 komentar:

AMey mengatakan...

when you wish
upon a star
there's no different who you are.
when you wish
upon a star
your dream comes true.

(lupa penyanyinya,copy from album "disney refresh!")

Skydrugz mengatakan...

Thanks for Your Poetry (not putri)


kita semua tidak berbeda dengan manusia lain.

tapi masalahnya saya mau berbeda. jadi bagaimana itu?

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut