Kamis, 29 Januari 2009

Blog Rest

Untuk sementara, blog ini tidak akan menghasilkan hal baru sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Berhubung, pengurusnya (Skydrugz) sedang kehabisan inspirasi untuk menulis (tidak mood). Mencari inspirasi tidak semudah mencari istri (maksudnya?), jadi mohon maaf yang sebesar - besarnya kepada para penggemar tulisan saya (adakah?) atas ketidaknyamanan ini.

Semoga rest ini tidak berlangsung lama (supaya tetap exists). Sekali lagi maafkanlah (lirik lagu).


Sampai jumpa!

Senin, 26 Januari 2009

Passed

I have passed away three new year in a year, what an awesome experience. But still there is no change in my life, what an awful man. But keep on motto, there is no regret for everything that gone. Let it pass.

Manusia selalu suka hal baru ketika perubahan itu berefek baik baginya. Namun jika hal sebaliknya yang terjadi, jangan berharap banyak manusia akan menjadi struggler menghadapi hal itu. Padahal itu juga hal baru. Manusia bisa berubah jadi apa saja. Bagaimanapun jadinya manusia setelah memilih, never have regret.

Senin, 12 Januari 2009

12 Januari 2009,...

Apa yang istimewa dari 12 Januari? Tidak ada yang istimewa dengan hari ini. Kecuali mungkin bagi orang sedang berulang tahun pada hari yang sama. Sebenarnya tanggal 12 Januari berpotensi menjadi hari berarti seandainya Gigi bersedia mengganti judul lagunya yang 11 Januari menjadi 12 Januari. Atau KPU bersedia memindahkan hari Pemilu Nasional menjadi hari ini. Jadi...

Kita bicarakan nanti saja apa pentingnya tanggal 12 Januari 2009.

Jangan marah!
Sampai Jumpa.

12 Januari 2009...RIP

For the last time, there is no more excuse. Life in beautiful world still.

Dunia itu tidak tercipta untuk orang bodoh, kata siapa ini? Ini pasti mengada-ada. Bagaimana mungkin bisa lahir pernyataan seperti itu di tengah banyaknya kebodohan manusia?

Sabtu, 10 Januari 2009

at Last in Google

Pada akhirnya setelah perjuangan beberapa hari mendirikan blog, kini eksistensi Ultra Vital sudah diakui Google. Pengakuan ini meskipun terkesan dipaksakan (karena pakai software tertentu) dan tidak menjadi sejarah yang benar - benar pantas dicatat di ranah per-web-an dunia (memang begitu keadaannya), hal itu tidak masalah. Yang penting prosesnya.

Maaf dalam beberapa hari tidak bisa mengirimkan postingan yang bermanfaat. Tolong jangan sungkan - sungkan marah. Toh, saya juga tidak akan pernah menggubrisnya.

Blog ini hanyalah masalah eksistensi. Apa yang bisa ditinggalkan selama masih bisa bernapas. Tidak lebih.

Eksistensi tidak selamanya terlihat baik di mata orang lain. Karena eksistensi itu bukanlah milik bersama. Itu adalah hal yang singular, tunggal. Karena itu kejelekan di matamu bisa jadi tidak berarti apa - apa di mataku.

Yang penting...
apa yang indah di mataku.


Merasa bingung?
Kalau begitu lupakan saja.
Sampai jumpa!

------------

No commnent

Selasa, 06 Januari 2009

Terpengaruh Filsafat Kiri

Filsafat kiri, bahaya yang menarik.

Setelah beberapa lama terpapar hujaman filsafat kiri, tidak ada lagi yang dapat kukatakan mengenai filsafat kiri selain cool. Bagi sejumlah orang yang belum tahu tentang filsafat kiri, ada baiknya membaca sedikit mengenai Karl Marx, Ali Syariati, atau Tan Malaka. Sebetulnya masih banyak tokoh lain yang bisa di jadikan acuan untuk bacaan filsafat kiri. Tapi penulis merekomendasikan mereka karena karya yang telah dihasilkan oleh para tokoh itu sangat mengesankan hati penulis. Ini memang subjektif.

Tapi tak apalah untuk sekadar pengenalan. Hanya saja untuk mengenal lebih dalam mengenai filsafat ini, ada baiknya perkuat keimanan bagi yang masih beragama dan buka pikiran seluasanya bagi mereka yang picik. Karena dalam filsafat kiri, segala sistem yang telah mapan akan mendapat kritikan tajam yang mampu menghancurkan keseluruhan pola pikir para pemuja status quo.

Tapi penulis perlu ingatkan, hidup itu pilihan. Anda bebas memilih untuk mempercayai filsafat jenis ini atau langsung saja melemparnya ke tempat sampah (tapi jangan lempar komputer anda, kalaupun Anda berhasrat melakukannya, tolong lemparkan itu ke depan kamarku).

Sampai jumpa nanti!

Jumat, 02 Januari 2009

Indahnya Menjadi Manusia

Menjadi manusia adalah kesempatan yang sangat sulit didapatkan. Sejak awal penciptaannya, manusia sudah harus bertarung untuk menjadi sesuatu. Perjalanan yang dimulai dari pembentukan sel - sel bakal yang disebut gametogenesis hingga terbentuk manusia seutuhnya bukanlah suatu proses yang mudah.
Kesalahan yang terjadi proses ini bisa berakibat fatal pada keseluruhan manusia yang akan tercipta nantinya. Dengan melibatkan berbagai macam reaksi biokimiawi, fisika bahkan mungkin metafisis, manusia akhirnya dapat menjejakkan kaki di permukaan bumi.

Dialektika dalam pembentukan awal manusia mengandung makna pertarungan melawan dunia yang berbeda dengannya sekaligus pertarungan melawan materi yang serupa dengannya. Dan dialektika ini terus berlaku hingga manusia menjadi sesuatu yang lain dari pembentukan awalnya.

Manusia mungkin tidak menyadari bahwa menjadi dirinya adalah hal terindah yang pernah terjadi di alam semesta. Bayangkan saja, ada begitu banyak molekul unsur di dunia ini tapi hanya beberapa saja yang diberikan mandat untuk menjadi manusia. Dan dari sekian banyak molekul yang telah diberi mandat tersebut, tidak semua mampu memenuhi amanatnya menjadi manusia yang sempurna secara lahir.
Dialektika. Berjuang dan terus berjuang untuk mencapai kesempurnaan.

Namun yang paling dahsyat dari semua itu adalah manusia diberikan kewenangan untuk berpikir bebas dan kreatif. Bebas untuk memikirkan tentang hakikat dirinya, mengapa dirinya ada bahkan sampai mempertanyakan kenapa semua ini termasuk tulisan yang sedang Anda baca harus ada bukannya tiada?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanyalah bentuk lain dari dialektika yang terus menerus berlangsung sepanjang hayat manusia. Pada masa sebelum berkembangnya pemikiran, dialektika berjalan tanpa simbol dan tanda yang dapat dipahami oleh manusia itu snediri. Dialektika dalam masa pra-pemikiran ini berwujud aksi - aksi yang didorong oleh keterpaksaan, fait accompli. Saya menganggapnya keterpaksaan karena manusia belum memahami sepenuhnya apa yang terjadi dengan dirinya.

Karena bosan dengan keterpaksaan ini, manusia mulai mengembangkan dirinya. Dialektika aksi yang bersifat acak ini kemudian mulai disistematisasi oleh manusia melalui pewarisan. Cara ini benar - benar efektif dalam mengembangkan kebudayaan dan pemikiran manusia ke tahap yang lebih tinggi.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...