Minggu, 31 Mei 2009

Maunya

Apa yang perlu kita bangun saat ini adalah sebuah sistem yang benar-benar manusiawi. Sistem yang pelaksanaannya merujuk pada kelaziman manusia. Tidak ada superioritas dalam sistem yang dapat diterima kebanyakan orang, karena hal ini sistem ini seharusnya berpijak pada realitas kemanusiaan. Apa yang terlihat, itulah kenyataan.

Sistem ini tidak membutuhkan dedikasi spartan ataupun loyalitas dinamit, cukup dedikasi dan loyalitas sampai pada tahapan pragmatis. Apa yang terdengar, itulah kenyataan.

Sistem ini terdengar hipokrit tapi inilah yang paling manusiawi. Universal. Kita tidak bisa mengharapkan seseorang akan terus - terusan memikul berkarung - karung beras setiap hari, hanya karena alasan dedikasi dan loyalitas. Itu tidak manusiawi karena manusia seharusnya memiliki batas, ada kejenuhan yang menanti di ujung setiap perjuangannya. Oleh sebab itu, sebuah sistem yang berguna bagi manusia harus menyediakan ruang untuk kesalahan. Ruang yang tidak dipisahkan dari komponen sistem yang lain, tapi ruang yang melekat pada setiap komponen. Jangan pernah memaksakan kesempurnaan pada manusia.

Sistem ini juga harus mengakomodir inkoherensi dan inkompentensi. Karena di dunia nyata, manusia tidak pernah mendapat hak yang sama. Ada faktor uang, keluarga, dan kebudayaan yang membuat inkompentensi hadir dalam kenyataan.

Jumat, 29 Mei 2009

Ketampanan dan kecantikan adalah hal yang paling didambakan oleh setiap mahluk berjenis manusia. Dan hal ini berlaku umum sejak zaman masih lebih menghargai batu dibanding emas hingga ketika manusia lebih suka menumpuk batu menjadi bangunan pencakar langit,

Hingga kini tidak ada yang berubah, orang tampan atau cantik selalu menjadi pusat perhatian. Tokoh utama. Ada previlege tertentu yang mereka miliki. Wajar saja ada orang yang rela melakukan operasi plastik begitu menyadari dirinya tidak tampan atau cantik. Atau untuk hal yang lebih sederhana, seseorang rela melakukan diet rendah kalori hanya karena kegemukannya-yang diasosiasikan dengan kejelekan, padahal jelek hanyalah sebuah kata sepertihalnya tampan dan cantik.

Minggu, 24 Mei 2009

Kebutuhan: lanjutan

Kehidupan malam di kampus Unhas adalah contoh yang sesuai untuk membicarakan preferensi pemenuhan kebutuhan primer manusia. Kesesuaian ini didukung oleh mayoritas pelaku kehidupan malam di Unhas adalah manusia, meskipun populasi minoritas mahluk gaib cukup signifikan perannya dalam mempengaruhi suasana malam di Unhas. Tapi faktor kegaiban ini dianggap tidak ada karena para pelaku manusia dominan mahasiswa yang-katanya-intelek sehingga tidak perlu berprefensi pada hal - hal gaib.

Oleh karena itu lupakan setan, jin, iblis atau semacamnya ketika membicarakan kebutuhan primer. Itu tidak ada hubungannya dengan hal itu. Meskipun sejumlah orang percaya, hal gaib selalu memberi efek tertentu pada kehidupan. Tapi hingga sekarang belum ada penjelasan ilmiah yang dapat mengungkapkan cara kerjanya. Jadi lupakan hal itu.

Saat malam tiba, di sekitar lingkungan Unhas dapat ditemukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pemenuhan kebetuhan primer yang yang paling mendasar, mencari makan. Ada yang memilih memenuhinya dengan sepiring nasi goreng, ada juga yang lebih suka beberapa potong makanan ringan. Tidak ada yang salah dalam pilihan - pilihan itu.

Hal yang perlu diketahui adalah setiap manusia sepertihalnya mahasiswa Unhas yang berusaha memenuhi kebutuhannya telah mempunyai preferensi tersendiri dalam upaya memperoleh apa yang dibutuhkannya.  Entah preferensi itu berasal dari budaya, agama, ilmu pengetahuan atau bahkan intuisinya.

Yang menjadi masalah kemudian adalah ketika setiap preferensi manusia itu bertolak belakang satu sama lain. Kebutuhan primer yang harus dipenuhi di sini akan melahirkan konflik yang tidak mungkin terhindarkan. Semua orang butuh makan, mana ada orang yang rela mati kelaparan hanya karena pemenuhan kebutuhan itu dihambat oleh manusia lain. Bagaimanapun bentuknya, perlawanan untuk memperoleh kebutuhan itu pasti ada.  




Sabtu, 23 Mei 2009

Kebutuhan

Kebutuhan manusia untuk dapat bertahan hidup hanya memerlukan 3 komponen utama, yakni sandang, pangan, papan. Urutan penempatan ketiga hal ini, seperti yang sering tercantum di buku IPS SD, tidak di dasarkan pada prioritas, karena kalau didasarkan pada hal ini maka yang berada diurutan awal penyebutan adalah pangan. Siapa yang tidak setuju dengan pendapat ini boleh mencoba kelaparan selama 7 hari lalu disodorkan pilihan memperoleh nasi sepiring atau pakaian setoko. Tanpa didesak pun, orang waras pasti tahu apa kebutuhannya pada kondisi seperti itu. Tapi tidak selamanya situasi yang sama berulang.

Pengurutan kebutuhan sandang, pangan dan papan dilakukan karena 3 hal yakni,
1) alasan keindahan irama kalimat
2) kebiasaan. Mungkin dulu ada seseorang yang berinisiatif menulis seperti lalu tulisannya diikuti semua orang
3) alasan kepantasan. Tidak pantas seorang manusia mencari makan saat telanjang. Karena itu pakaian dibutuhkan lebih dahulu untuk mendukung pergerakan.

Terserah mau dipercaya atau tidak, tapi pada kenyataannya semua hal bisa jadi nyata kalau dipaksakan untuk dimengerti.

Selasa, 12 Mei 2009

Sendal yang Hilang

Tidak bisa tidur hingga sekarang. Sendal yang hilang dan insomnia, gabungan peristiwa berkesan. Bisa jadi alasan untuk menghancurkan dunia atau sekedar menjadi kegilaan temporer. Luapan emosi berlebih adalah mesiu bagi semua hal sepele agar menjadi berita di koran pagi.

Tidak boleh meremehkan peristiwa sepele. Sekali pun, tidak ada alasan untuk mengabaikannya. Banyak hal luar biasa dimulai dari hal kecil yang tidak bermakna. Cinta, hal paling gila dalam hidup ini, apakah dapat dipercaya jika ini bermula dari pandangan pertama? Orang waras tidak akan percaya. Mempercayainya, sama gilanya dengan percaya bahwa cinta akan abadi selamanya. Siapa yang bilang seperti itu? Cinta memang penting untuk beberapa hal, memerintah dengan garansi kepatuhan misalnya, tapi tidakkah berlebihan menganggap itu segalanya? Hingga seolah tidak ada hal lain yang dipikirkan selain cinta.

Orang waras cinta kehidupan. Tapi itu tidak menjadikannya terobsesi pada cintanya, dia justru lebih memusingkan hidupnya yang hingga kini tidak kunjung mengarah pada kejelasan.

Dia masih menganggap cinta itu penting, tapi sekali lagi tapi yang kesekian kalinya, cinta itu hanya ungkapan kata, abstrak, bisa jadi itu tidak bermakna sama sekali dalam hidup. Cinta sepertihalnya makan, minum, tidur, hanyalah kata yang digunakan untuk menjembatani materi - materi yang sebenarnya penting tapi sering dilupakan. Saya makan ayam, dalam kalimat ini, makan tidak ada dalam kenyataan, hanya saya dan ayam. Oleh karena itu makan dibutuhkan di sini, untuk dimanfaatkan. Eksploitasi abjad demi kepentingan dan nasib materi, kenyataan. Kepentingan Si Saya dan nasib Si Ayam, nasib Si Saya. Ayam tidak punya kepentingan apa - apa, dia korban.

Hubungan antara personal memang selalu seperti itu, asimetris, sehingga seolah hidup tidak adil. Tapi tidak masalah, ini kenyataan. Kita tidak bisa lari darinya. Seperti kemiskinan materi, itu kenyataan yang tidak akan pernah berubah. Sejak bumi diciptakan hingga kini, kemiskinan materi tetap jadi kenyataan yang sulit diberantas.

Kembali ke masalah cinta, anggap saja selesai.

Sendal yang hilang dan insomnia adalah awal dari semua kegilaan ini.

Minggu, 03 Mei 2009

Mati

Non Omnis Moriar, Horace meradang untuk melawan kecenderungan dan kebiasaan mati manusia. Memang hanya dengan kata - kata dia melawan. Hemat usaha. Wajar belum ada bioteknologi. Jadi apa hendak dikata, pada akhirnya dia juga harus mengecap tanah sejak berabad - abad yang lalu seperti manusia pada zamannya. Tidak ada yang tersisa dari dirinya, kecuali frase itu saja yang mengingatkan kita bahwa dulu di bumi ada orang "gila" yang bilang tidak akan mati.

Manusia punya satu takdir yang sudah pasti, absolut, mati. Sehingga sejauh apapun usaha manusia melawannya, kenihilan adalah ujung yang akan aku, dirimu, dia dan mereka temui.

Jadi buat apa semua usaha kita selama ini? Kebaikan - kebaikan itu, pikiran - pikiran dan tulisan ini. Untuk apa eksistensinya? Toh, pada akhirnya jika Google bangkrut atau servernya bermasalah, semua tulisan di blog ini akan hilang.

Sudahlah, ini kebodohan yang lain lagi.

Sabtu, 02 Mei 2009

Good Bye April

Bulan yang produktif, tapi mematikan. Jika setiap bulan seperti ini, bisa mati. Tidak sehat. Akhir dari bulan April tidak menyenangkan. Sampai jumpa!

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...