Minggu, 16 Mei 2010

Hati-Hati Pada Bercak Putih

Pernah mendapati bercak putih pada tubuh Anda atau teman di sekitar Anda seperti di bawah ini?

sumber gambar:http://images.fabulously40.com/uploadedimage/11283/thumbx320/tinea-01.jpg

Jangan cepat berkesimpulan bahwa itu adalah panu. Karena ada banyak penyakit kulit yang memperlihatkan tanda bercak putih seperti itu. Beberapa di antaranya adalah kusta, ptiriasis alba, ptiriasis versikolor, dan vitiligo. 

Dari keempat penyakit di atas, yang harus diwaspadai adalah kusta. Karena tingkat kerusakan yang dapat diakibatkan penyakit ini sangat luar biasa dahsyatnya, bahkan dapat berujung pada kematian jika terlambat ditangani.

Meskipun sama-sama bercak putih, ada sejumlah perbedaan yang khas dari tiap penyakit di atas. Beberapa di antaranya adalah:

1. Dari semua penyakit di atas, hanya kusta yang menunjukkan gejala anestesia (tidak bisa merasakan rangsangan apapun) pada bercak putihnya. Jadi biarpun bercak putihnya ditusuk dengan jarum, ataupun dibakar, pasien kusta tidak akan merasakan apapun. 
2. Dari semua penyakit di atas Ptiriasis versikolor/panu yang dapat menimbulkan rasa gatal yang tidak ketulungan terutama saat berkeringat dan malam hari.

3. Sisanya...silhakan baca pada external link tiap penyakit di atas dan tanya dokter kulit :D (cuma itu yang teman saya tahu)

Yang pasti jika Anda curiga bahwa bercak putih pada tubuh Anda tidak teratasi meskipun sudah berikan antijamur, sebaiknya segera hubungi dokter.

1. Beberapa Tanda dan Gejala lepra (selengkapnya mengenai Lepra, ada sini)
           a. Hilang  rasa (anastesi).
           b. Pembesaran saraf tepi.
           c. Lesi kulit yang khas.(bercak putih)
           d. Adanya Mycobacterium.leprae pada  sediaan hapus kulit.(untuk memeriksa ini, diperlukan tes laboratorium)
           e.. Terjadi pembesaran saraf entah itu saraf di tangan, kaki maupun bagian tubuh yang lain. Hal ini terjadi karena bakteri lepra senang menyerang saraf.


2. Beberapa tanda dan gejala panu/Ptiriasis versikolor ( selengkapnya mengenai Panu/Ptiriasis versikolor, ada di sini)
Kelainan kulit pitiriasis versikolor ditemukan terutama di punggung, dada, leher dan lengan walaupun dapat terjadi di bagian tubuh lain. Pada anak-anak, terkadang dapat timbul di daerah wajah. Timbul bercak putih atau kecoklatan yang kadang-kadang gatal bila berkeringat. Bisa pula tanpa keluhan gatal sama sekali, tetapi penderita mengeluh karena malu oleh adanya bercak tersebut. Pada orang kulit berwarna, kelainan yang terjadi tampak sebagai bercak hipopigmentasi (warna kulit lebih terang dibanding kulit sekitarnya), tetapi pada orang yang berkulit pucat maka kelainan bisa berwarna kecoklatan ataupun kemerahan. Di atas kelainan kulit tersebut terdapat skuama (sisik halus).


3. Beberapa tanda dan gejala ptriasis alba (selengkapnya mengenai ptiriasis alba, ada di sini)
Pitiriasi Alba umumnya asimptomatis (tidak bergejala), pasien biasanya aka mengalami tiga tahapan : lesi papual eritem (kemerahan), lesi papula hopokrom (putih), dan lesi smooth hipokrom.
Pitiriasi Alba sering dijumpai pada anak berumur 3 – 16 tahun. Wanita dan pria sama banyak. Lesi berbentuk bulat, oval, atau plakat yang tak teratur. Warna merah muda atau sesuai warna kulit dengan skuama halus. Setelah eritema menghilang, lesi yang dijumpai hanya depigmentasi dengan skuama halus. Pad astadium ini penderita dating berobat terutama pada orang dengan kulit berwarna. Bercak biasanya multiple, 4 – 20 dengan diameter antara 1,5 – 2 cm. pada anak-anak lokasi kelainan pada muka ( 50 – 60 % ), paling sering di sekitar mulut, dagu, pipi serta dahi. Lesi dapat dijumpai pada ekstremitas dan badan. Dapat simetris pada bokong, paha atas, punggung dan ekstensor lengan, tanpa keluhan. Lesi umumnya menetap, terlihat sebagai leukoderma setelah skuama(sisik) menghilang.

4. Beberapa tanda dan gejala vitiligo (selengkapnya mengenai vitiligo, ada di sini)
Gejala subyektif tidak ada, tetapi dapat timbul rasa panas pada lesi. Gejala atau gambaran klinis vitiligo dimulai dengan bintik – bintik atau makula putih yang makin lama makin lebar hingga mencapai ukuran lentikular atau plakat dengan batas tegas tanpa perubahan epidermis yang lain.. Kadang-kadang terlihat macula hipomelanotik selain macula apigmentasi. Biasanya tidak gatal atau nyeri.
Didalam makula vitiligo dapat ditemukan makula dengan pigmentasi normal atau hiperpigmentasi disebut repigmentasi perifolikular. Kadang – kadang ditemukan tepi lesi yang meninggi, eritema dan gatal disebut inflamatoar.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...