Jumat, 25 Juni 2010

Kekerasan

Aku tidak percaya pada perbaikan yang tercipta dari jalan kekerasan seperti halnya ketidakpercayaanku pada cinta yang katanya bisa menjadi solusi dan tujuan segala persoalan. Meskipun jalan sejarah telah melukis kanvas bumi ini dengan begitu banyak peperangan yang berujung damai seperti pada Perang Dunia ke 2 di sabuk Pasifik dan Eropa, maupun Perang Vietnam dan Korea di Asia. Perdamaian yang dirintis dari jalan kekerasan selalu menyisakan kesedihan dan penderitaan pada orang-orang yang menjadi korban dalam jalan menuju perubahan.


Jargon yang menyatakan bahwa revolusi ataupun perubahan selalu membutuhkan tumbal selalu membuatku mual tiap kali kudengarkan diucapkan mereka yang begitu percaya pada jalan kekerasan.


Kemualan itu makin menjadi ketika mereka menganalogikan kedamaian yang diraih melalui jalan revolusi penuh kekerasan sama halnya dengan membuat telur ceplok atau menyajikan ayam panggang lezat, untuk mendapatkan keduanya, seseorang harus memecahkan sebuah telur dan menjagal seekor ayam.

Tapi aku tidak bisa mengajukan pendapat maupun bukti yang dapat menyanggah mereka yang percaya pada jalan kekerasan. Karena hingga saat ini, belum ada satu pun contoh ideal yang dapat menunjukan jalan lain yang lebih efektif dalam menciptakan perubahan selain kekerasan. Konstelasi kepentingan dan kekuasaan selalu menjadi kunci pembuka celah-celah kekerasan dalam setiap persoalan hidup. Seperti intimidasi yang sering ditunjukan seorang majikan pada pembantu untuk mendapatkan kepatuhan maupun upaya penyingkiran bangsa kecil oleh negara besar dalam dialog berondongan senapan mesin, kekerasan selalu tampil dalam wajah-wajah yang berbeda di tiap belahan bumi ketika membungkam kaum lemah tak berdaya yang berdalih perdamaian publik.

Meskipun begitu, tidak ada salahnya untuk terus percaya bahwa kekerasan bukanlah satu-satunya jalan untuk memperbaiki dunia seperti percayanya seorang Gandhi yang berulang kali dikecewakan akibatnya banyaknya pertumpahan darah di negerinya.

Tua

Semua proses pengurusan berkas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P) beserta segala bumbu-bumbu sampingannya, telah membuatku merasa lebih tua dari yang semestinya. Padahal, kata salah seorang senior, usia 20 tahun adalah usia di mana gelora masa muda mendekati puncaknya dan tidak ada lagi kata terlalu muda ataupun terlalu tua untuk melakukan segala hal yang diinginkan. Itulah masa di mana segala cita-cita yang dibentuk sejak kita mengerti dunia mulai terpenuhi satu demi satu. Umur 20 tahun merupakan momen yang tepat untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar. Masih banyak toleransi yang diberikan lingkungan pada manusia-manusia yang berada pada usia ini, kelonggaran untuk melakukan hal-hal yang bisa membawa rasa sayu dan penyesalan di kemudian hari masih terbuka di sana-sini, beda dengan ketika kita sudah berusia 30 tahun ke atas, peluang melakukan hal-hal seperti itu mengandung implikasi sosial yang begitu besar. Semua kesalahan yang dilakukan manusia 20 tahun hanya akan dicap sebagai efek ego masa muda yang wajar.

Karena itulah, seharusnya orang-orang yang berusia 20 tahun, tidak perlu ragu dan takut untuk berkarya. Pengampunan masih tersedia.

Minggu, 20 Juni 2010

Dunia yang Tercipta dalam Bahasa

Perkenalan

Wittgenstein mungkin benar soal alam semesta ini terbentuk oleh ribuan dunia paralel mini yang masing-masing dunia itu berbeda satu sama lain karena penggunaan bahasa. Para pemain sepakbola menciptakan dunianya sendiri dengan menggunakan sekumpulan kata yang disusun menjadi sebuah peraturan bermain dalam dunianya seperti para pemain basket, ekonom, agamawan, budayawan, sastrawan serta wan-wan lainnya yang juga melakukan hal serupa dalam membentuk dunia baru dalam semesta raya ini. Akibat perbedaan penggunaan kata, semua kewajiban yang mesti dilakukan dalam permainan sepak bola akan dianggap sebagai pelanggaran ketika dilakukan dalam permainan basket. Kita bisa saja bermain kartu remi di atas meja pimpong, namun tidak mungkin bermain pimpong di atas meja permainan kartu remi. Tendangan dalam karate adalah kelaziman, namun ketika di atas ring tinju, itu tidak dibenarkan.

Dari semua contoh di atas, Wittgenstein nampaknya menunjukkan bahwa, universalitas dalam semua lini kehidupan, menyamaratakan semua persoalan, menghukumi suatu masalah dalam satu perspektif tertentu saja adalah suatu usaha yang hanya akan menciptakan benturan serta konflik berkepanjangan. Para penghuni dunia-dunia mini yang sudah terlanjur tercipta dalam aturan-aturannya sendiri, tidak akan begitu saja menerima gerhana di atas langit dunia mereka yang diakibatkan oleh rongrongan dari dunia mini lainnya. Dan implikasi hal ini dapat kita temukan pada debat lintas agama yang tidak kunjung menunjukan titik temu (karena hal itu memang tidak akan pernah terjadi), terus menjamurnya bisnis pelacuran, perampokan dan penipuan meskipun norma agama, kesusilaan serta hukum bergentayangan di sekitarnya. Masing-masing dunia mini punya logika dan sistematika kerjanya sendiri yang terus-menerus dipertahankan dan diperjuangkan para penghuninya agar dunia mini itu tetap eksis serta tidak diinvasi oleh penghuni dunia mini di luar mereka.

Para pelacur dan perampok menggunakan logika kebutuhan hidup dan himpitan ekonomi untuk terus bergelut dengan dunianya, sedangkan para rohaniwan dan penegak hukum menggunakan logika wahyu dan peraturan untuk memberantasnya. Dalam interaksi antar dunia mini inilah, drama kehidupan terjadi. Pengejaran, penangkapan, pengucilan, penyuapan, pembebasan dan pe-pe lainnya terjadi secara bergantian di antara masing-masing penghuni dunia mini yang terlibat konflik. Sekali lagi, dunia mini yang sudah terlanjur tercipta tidak akan mungkin sirna begitu saja selama penghuninya masih menggunakan logika berpikir yang sama.



Perdamaian Dunia

Karena adanya banyak dunia mini itulah sehingga seorang teman mengatakan tidak akan ada kedamaian abadi di muka bumi ini. Sebab katanya, hanya keseragaman yang dapat membuat kehidupan ini harmonis. Tapi seorang teman lain berpendapat, justru karena keragaman dunia mini itulah sehingga para penghuni bumi ini tidak terjerumus dalam perang berkepanjangan. Kalau semua orang memiliki kepentingan yang sama, justru iklim persaingan yang tercipta dalam upaya pengejarannya dapat menimbulkan lebih banyak lagi konflik. Banyaknya jumlah pesaing yang tidak sebanding ketersediaan pilihan (apalagi kalau hanya ada satu pilihan), hanya akan menyebabkan pembantaian akibat seleksi alam, siapa kuat itu yang dapat.


Arah Kehidupan

Tidak seorang pun manusia yang mampu bertahan membayangkan sebuah dunia yang hanya terdiri dari satu jenis makanan, satu model dan warna pakaian, satu bentuk rumah, satu rutinitas pekerjaan, dan sebuah pemikiran yang seragam. Sebab pada prakteknya dalam kenyataan, jalan kehidupan, dalam hal ini manusia dengan segala interaksinya, katanya, akan selalu menuju keberagaman untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi semua umat manusia. Dan bahasa diciptakan untuk menginterpretasikan, mewakili, dan mengidentifikasi setiap varian keberagaman kehidupan itu, sehingga kita dengan mudah mengenali seorang pengacara dengan tukang kayu hanya dengan mendengarkan instrumen bahasa yang menceritakan kehidupan mereka. Permainan bahasa yang berimplikasi pada perbedaan logika berpikir pula yang membuat kita tidak perlu melihat kejadian seorang dokter menilang pengemudi yang mabuk, polisi membedah penderita tumor atau presiden yang memulung sampah di tempat pembuangan akhir.


Nb:bahasa tercipta di dunia untuk menciptakan dunia.

Back To Nature

Kembali ke template model lama, setelah kemarin coba-coba fitur baru dari blogger.

Fitur baru blogger dalam membuat rancangan template yang lebih aplikatif memang menarik tapi tetap saja, tidak ada yan lebih baik dari kembali ke asal.

Jumat, 18 Juni 2010

KB

Sejak pertama kali diciptakan, Amir sudah digariskan menjadi manusia yang berlainan jalan dengan manusia-manusia lainnya. Kalau manusia lain suka mencari kedamaian dari sunyinya suasana, sambil ditemani musik klasik karya Mozart dan Brahm, dia justru menemukan hal seperti itu dalam hingar bingar palu yang memecahkan batu di area pertukangan serta umpatan-umpatan rutin di rumah lelang ikan. Simponi ketidakteraturan dan keberantakan yang mampu memecahkan gendang telinga, terdengar bagaikan harmoni orkestra merdu di telinganya.


sumber:http://bandung.detik.com/images/content/2009/09/10/486/kb-dal.jpg


Senin, 14 Juni 2010

After Peak

Hingga kini, tidak pernah dapat kubayangkan apa yang nanti kulakukan setelah aku mencapai semua cita-citaku. Tiap kali kubahas persoalan ini pada rekan-rekan yang lain, mereka biasanya hanya memberi masukan beruapa, cari aja cita-cita baru, dan terkadang mereka menjatuhkan mental dengan mengatakan bahwa cita-cita idela yang diperjuangkan manusia tidak akan pernah tercapai, sebab ketercapaian maupun kesempurnaan hanyalah ungkapan literer, sastrawi, yang menggambarkan upaya terus-menerus manusia yang nyaris tanpa akhir untuk meraih apa yang tidak pernah bisa diraih. Ada juga yang hanya tertawa lalu mengatakan, tidak usah bertanya hal-hal pelik seperti itu, jalani saja kehidupan ini, kejakan tugas gambarmu dan rajin-rajinlah memotret ketika tugas survey memanggil. Mau tercapai atau tidak cita-cita nantinya, urusan belakangan, hiduplah hanya untuk hari ini. Semenjak mendapat berbagai respon itu, saya pun berhenti bertanya pada orang lain. Kubiarkan persoalan ini sebagai ide yang untuk sementara tak terjamah dalam pikiranku.


Jumat, 11 Juni 2010

Pers dan Penyakit

sumber: http://www.med.wayne.edu/studentorgs/lgbtpm/images/AIDsRibbon.jpg

Masih banyak pihak yang belum menyadari  bahwa tingkat kesadaran masyarakat akan suatu penyakit sangat ditentukan oleh penilaian dan publikasi media massa atau pers. Dan nampaknya pemerintah termasuk dalam beberapa pihak itu. Padahal sudah banyak contoh kasus yang menunjukkan kegagalan penanggulangan sejumlah penyakit di negara ini disebabkan oleh kurang padunya sinergitas antara pemerintah dengan media massa. Padahal jika potensi media dapat dimanfaatkan dengan baik, sejumlah program pemerintah yang memiliki tujuan dan prosedur terarah, kemungkinan besar dapat berhasil dan menyentuh hampir semua segmen masyarakat yang menjadi sasarannya.

Rabu, 09 Juni 2010

Postingan 333

Sebenarnya sudah lama mau posting tulisan ini, tapi karena kontennya tidak terlalu berisi dan isunya sudah lama lewat (sejak kapan situs ini menyajikan konten yang berbobot dan update). Tapi untuk memperingati postingan blog ini yang sudah mencapai 333 buah, akhirnya diposting juga (memaksa untuk diganjilkan).

Semua tahu Dian Sastro kan, artis yang ngetop lewat film Ada Apa Dengan Cinta dan Pasir Berbisik (sebenarnya masih ada sejumlah film lain, tapi cuma itu yang penulis tahu :D). Sejak membintangi film pertamanya, Ada Apa Dengan Cinta, Dian Sastro langsung menyedot begitu banyak perhatian publik. Terpusatnya perhatian publik pada sosok Dian tidak saja disebabkan oleh kemampuannya berakting, tapi juga karena parasnya yang memang di atas rata- rata. (memangnya ada ya, wanita di bawah rata-rata?). Akibatnya, jumlah fans Mbak Dian langsung menanjak drastis (terutama yang berasal dari kaum Adam).

Selasa, 08 Juni 2010

AIDS, Pariwisata, Kelompok Moral

http://geekzendaddyreviews.files.wordpress.com/2006/12/aids_front_big.jpg


AIDS pertama kali ditemukan tahun 1979 di Kopenhagen, Denmark. Setelah itu sindrom perontok kekebalan tubuh ini, menyebar dan ditemukan lagi di Amerika Serikat pada tahun 1981. Pada waktu itu, kebanyakan lembaga ilmiah terkemuka di negara itu tidak terlalu menaruh perhatian pada penyakit ini. Akibatnya, epidemi meluas hingga ke semua benua kecuali antartik. Dan tercatat, hingga tahun 1990, Thailand menjadi negara berpasien tertinggi di dunia, sumber pemerintah mengatakan bahwa pada tahun itu ditemukan 20.000 kasus. Namun beberapa ahli menyatakan bahwa jumlah sebenarnya yang tidak terdata bisa mencapai 5 kali lipat dari data yang ada. Waktu itu Indonesia hanya memiliki 22 kasus. Sungguh perbandingan yang luar biasa.

Minggu, 06 Juni 2010

Kutukan yang Harus Dihadapi Mahasiswa Teknik

 http://krosceknews.com/assets/%2527kutukan_suster_ngesot%2527__kcnews_45940.jpg


Ada beberapa kutukan yang selalu membayangi perjalanan hidup seorang mahasiswa teknik. Tiap kutukan ini sesungguhnya hanyalah efek tak langsung dari sugesti berlebih yang dicetuskan oleh mahasiswa setelah melakukan tindakan-tindakan bodoh seperti melanggar pesan orang tua, melakukan tindakan kriminal dan semacamnya ataupun hanya kumpulan kebiasaan aneh yang terakumulasi menjadi budaya.

Berikut ini adalah daftar beberapa kutukan yang siap menghantui mahasiswa teknik, hasil kompilasi dari bincang-bincang tak terarah selama kuliah.

1. Kutukan Jomblo Sepanjang Masa Kuliah.

Beberapa mahasiswa teknik menganggap kutukan ini adalah kutukan paling mengerikan sepanjang hidup mereka di kampus. Sejumlah kalangan menilai, kutukan ini terjadi karena citra yang dibangun mahasiswa teknik selama ini yang terkenal dengan hobi tawuran, jarang mandi dan keawut-awutannya, menyebabkan rating mereka buruk di mata para wanita. (korespondensi, hanya mahasiswa pria)

Tapi citra buruk yang jadi sumber kutukan ini nampaknya mulai diberangus pelan-pelan oleh mahasiswa teknik. Mungkin saja, dalam beberapa tahun ke depan, kutukan ini akan terhapuskan.

2. Kutukan Menjadi Musuh Abadi Fakultas Non-Exact

Bukan rahasia lagi kalau mahasiswa fakultas teknik doyan tawuran dengan fakultas non-exact, entah itu sospol, ekonomi, hukum ataupun sastra. Dan fenomena ini terjadi hampir di semua universitas (terutama di Makassar).

Menjadi mahasiswa teknik, sama artinya dengan meneken kontrak untuk perang melawan mahasiswa jurusan-jurusan sosial. Selalu ada alasan bagi mahasiswa teknik untuk berperang, entah itu alasan wilayah kekuasaan, inaugurasi maupun wanita. Dan nampaknya ini adalah kutukan yang tidak akan pernah berakhir hingga akhir zaman.

Karena sifatnya yang nyaris abadi, sebetulnya kutukan ini bisa menduduki posisi yang pertama, namun karena banyaknya mahasiswa teknik yang justru menyukai hal ini (atas dasar alasan olahraga lah, refreshing lah, melepaskan stress lah), maka posisinya digeser oleh kutukan jomblo seumur kuliah.

3. Kutukan Jadi MA (Mahasiswa Abadi)

Kalau jalan-jalan di fakultas teknik, cobalah sempatkan diri Anda untuk bertanya ke mahasiswa-mahasiswa di sana mengenai angkatan masuk mereka. Jangan kaget kalau ada yang menjawab, dia masuk fakultas teknik tahun 1998. Itu fenomena yang biasa ditemukan di teknik.

Berlarut-larutnya masa kuliah mereka, disebabkan oleh banyak faktor, ada yang memang punya masalah dengan mata kuliahnya, ada yang merasa punya ikatan batin yang terlampau kuat dengan kampus hingga tidak rela lulus, ada juga yang sekedar mau bersantai-santai, menghabiskan waktu di fakultas teknik. (fenomena ini tidak saja terjadi di teknik)

Tapi untunglah kutukan ini mulai coba dihapuskan oleh banyak pihak, terutama pihak akademik yang mulai membuat batasan lama kuliah, dan nampaknya hal itu berhasil. Mulai banyak mahasiswa teknik yang mampu wisuda dalam waktu 3 setengah tahun.

Kebiasan-Kebiasan yang Bisa Bikin Sakit

Banyak yang bilang, rumah adalah tempat paling nyaman di dunia ini, di mana semua kesenangan berada. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa 65% penyakit terutama yang penularannya lewat makanan terjadi dalam rumah. Hal ini terjadi karena ada sejumlah kebiasaan yang sering kita lakukan di rumah, berdampak besar terhadap kesehatan. Berikut ini adalah 6 kebiasaan yang dapat membuat kita sakit:

1. Menggunakan spons yang sama untuk mencuci peralatan makan setiap hari.

sum. gamb: http://www.kellyskindergarten.com/Games/GamestoMake/images/SpongeBob-standup.jpg


Kata Dokter Philip Terno, dapur adalah tempat paling kotor di rumah, karena di tempat seperti itu kita sering berusan dengan cuci-mencuci serta mahluk mati, dan mahluk-mahluk mati ini, seperti daging dapat menjadi media yang sangat disukai Salmonella, E. coli serta sejumlah bakteri dan virus

Dan parahnya adalah kebanyakan orang membersihkan hampir semua peralatan di dapur, entah itu pring, pisau, gelas dan meja dengan menggunakan satu spons yang sama, tidak pernah diganti. Akibatnya, bakteri, jamur dan virus menyebar dengan mudah. Sungguh ironis, semakin kita berusaha membersihkan, semakin kita menambah kekotorannya.

Solusi: Ganti-ganti sponsmu tiap seminggu sekali. Atau gunakan spons berbeda untuk peralatan makan yang berbeda.

2. Tidur di bantal dan kasur yang jarang dicuci.


sumber:http://4.bp.blogspot.com/_OLk_oOmotBU/SzkOYwU1tCI/AAAAAAAABkE/3KLBWcxBVcw/s1600/Semuanya+Dari+Kaca+Kecuali+Kasur+Dan+Bantal.jpg
 
Tahukah Anda, berat bantal dan kasur dapat mengalami pertambahan 2 kali lipat jika tidak pernah dicuci? Pertambahan ini disebabkan oleh akumulasi sekitar 1,1 juta sel kulit mati yang mati tiap jam, rambut dan keringat yang kita hasilkan selama tidur di bantal dan kasur yang sama selama bertahun-tahun. Dan karena semua sel mati yang kita hasilkan mengandung protein, otomatis serangga, tungau dan jamur akan ikut-ikutan berdiam di bantal dan kasur itu untuk hidup.

Organime-organisme asing itu dapat memicu terjadinya serangan asma, gatal-gatal sejulah penyakit kulit lainnya.

Jumat, 04 Juni 2010

Kebebasan

Semua orang punya cara masing-masing untuk mengekspresikan kebahagiaan dan kebebasannya, ada yang berlari telanjang keliling kota, melempar diri ke sungai penuh buaya (ini pasti gila), atau sekedar berteriak kencang hingga pita suara nyaris putus (nyiksa diri). Seperti halnya diriku yang terbebas dari jebakan penantian hasil ujian yang begitu lama. Hari ini pecah sudah semua penantian itu, pengumuman sudah ditempel dan hasilnya tidak buruk. (yeah...benar apa yang dikatakan ~Bruce Feirstein, "The distance between insanity and genius is measured only by success"). Hanya ini yang bisa kulakukan untuk mengekspresikannya.


Mau bilang terimakasih pada rekan blogger seperti
 Adib from kompinter
 richoyul,
ami mizuno,
~Srex~,
aura pelupa,  
Girant_31,  
ajeng,
Ram,
Ketawa Bersama Oby,
daniledan,
adedosol,
Seiri Hanako, 
 Miss Rinda - Personal Blog,
Tour, Food, and Health

 
yang sudah memberikan komentar-komentar dukungan selama saya menjalani masa ujian. Dukungan kalian memberiku semangat untuk berusaha lebih baik dalam ujian. (Dan terimakasih juga buat semua blogger lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu di sini).


Oh ya, di postingan perdana bulan ini, saya ingin mengucapkan beribu maaf pada semua rekan blogger yang sudah berkunjung ke blog ini namun belum saya kunjungi balik, benar-benar sorry...akhir-akhir ini sibuk sekali. Jadi tidak sempat berkunjung balik dan postingan baru (dan sepertinya kesibukan ini akan kembali berlanjut), lagian sekarang memang lagi kekeringan ide.





Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut