Jumat, 31 Desember 2010

Gosip

Mahluk apa yang paling ganas dalam menyebarkan kerusakan pada manusia?
Virus yang ultra kecil? Bakteri yang rupa-rupa macamnya? Atau jamur yang saprofit? Well, kalau jawabanmu berada di antara tiga mahluk di atas, berarti kamu sudah salah.

Ada mahluk lain yang lebih infeksius dan patogen dalam menyebabkan kerusakan. Mahluk tersebut menjadi parasit di otak dan menyebarkan diri ke manusia lain melalui otot-otot orbicularis oris dan membrana tympani yang tak terkontrol. Epidemiologinya paling sering menyerang orang-orang yang lagi kehabisan topik diskusi.
Dan patogenitasnya lebih mematikan dibanding sebuah pisau yang menghujam dada. Mahluk tersebut bernama, gosip.

Gosip merusak manusia dengan cara sistemik sehingga upaya keras tubuh untuk mengompensasinya nyaris tidak berarti apa-apa.

Android

Selamat datang di duniaku. Dunia yang penuh kegilaan dan perjuangan yang bercampur aduk dengan kegiatan-kegiatan yang terjadwal. Di mana rutinitas, ketepatan dan ketaatan menjadi kewajiban yang harus mewarnai setiap tindakan. Kreativitas yang menggebu tidak boleh muncul di permukaan, bahkan gelembung kecilnya pun harus disingkirkan ke palung terdalam lautan pikiran. Jangan sekalipun memikirkannya, apalagi melakukannya. Itu kesalahan, kesalahan, kesalahan.

Hidup diduniaku, tidak sesulit hidup di dunia para seniman atau sastrawan yang setiap saat harus menciptakan hal baru atau memodifikasi hal lama agar eksistensinya diakui. Yang perlu kau lakukan di duniaku hanyalah mengikuti semua aturan yang telah digariskan sejak awal, jangan bertanya, atau melanggar. Tidak perlu menciptakan inovasi atau pun hal baru karena tindakan macam itu hanya akan merusak sistem dan itu berarti pelanggaran.

Jamsosnas

Jaminan Sosial, hingga hari ini dua kata ini masih terlalu asing di telinga kebanyakan birokrat bangsa ini. Pada umumnya mereka, birokrat yang kita hormati, terlalu sibuk mengurusi studi banding dan hal-hal politis lainnya sampai tidak menyempatkan diri untuk memaknai dan memikirkan dua kata sederhana ini, Jaminan Sosial. Bahkan dalam hampir semua seremonial pemilihan pemimpin dan wakil rakyat, dua kata singkat ini nyaris tidak pernah diucapkan. Mereka semua terlalu fokus pada ide dasar memberantas kemiskinan dan mensejahtrahkan rakyat tanpa pernah memikirkan metodologi yang tepat untuk melakukannya.

Kebanyakan dari mereka yang telah dipilih untuk mengurusi rakyat senantiasa memikirkan cara menumpuk sebanyak-banyaknya modal dari rakyat dan perusahaan swasta, entah itu lewat pajak atau pun inflasi yang dipaksakan seperti pajak warteg, pajak penghasilan maupun penentuan paksa harga komoditas. Dan kemudian modal itu segera dialirkan ke sektor-sektor yang justru tidak penting untuk kemaslahatan orang banyak seperti biaya rumah dan mobil dinas pejabat, atau pun ongkos jalan-jalan dan studi banding yang tidak esensial.

Mayoritas dari mereka lupa bahwa negara semestinya mengumpulkan modal bukan saja dari pihak lain tapi juga dari pihak sendiri, seperti BUMN untuk menciptakan cadangan jaminan nasional, bukannya untuk memperkaya aparatur negara.

Selasa, 28 Desember 2010

Sekolah



Eko Prasetyo pasti sengaja berironi, ketika memilih kalimat Orang Miskin Dilarang Sekolah sebagai penghias sampul depan bukunya. Karena mungkin, dia ingin menggugah semua kalangan agar mau memikirkan pendidikan orang-orang yang termarjinalisasi. Tapi ironi yang biasanya bermakna terbalik dengan kalimat yang diungkapkan, bukanlah merupakan suatu ironi ketika dibenturkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Orang miskin memang sebaiknya tidak sekolah karena saat ini hampir semua sekolah didirikan atas landasan mengais keuntungan sebanyak-banyaknya. Dengan landasan macam itu, sekolah menjadi tempat yang haram buat orang miskin, karena orang miskin bukanlah objek yang dapat memberikan keuntungan materil seperti halnya para pemilik modal sekelas Gayus dan Arthalyta.

Orang miskin yang memaksa diri untuk tetap sekolah, hanya akan menyusahkan pemerintah yang sejak dulu memang sudah capek mengurusi orang miskin hingga mau lepas tangan dari tanggung jawab mendidik dengan menciptakan UU BHP, merugikan sekolah yang akan dimasuki karena memasukan satu orang miskin sama artinya dengan membuang satu kursi yang bisa menjadi lahan panen uang dan menyiksa diri sendiri sebab menuntut ilmu di sekolah-sekolah yang memiliki kultur pendidik dan siswa berorientasi uang akan memaksa Si Miskin berupaya keras menyesuaikan diri dengan keadaan itu.

Untung kalau upaya keras itu disalurkan ke jalan yang benar dengan berwirausaha legal. Coba kalau hal sebaliknya yang terjadi, bisa jadi ruangan penjara tidak mampu lagi menampung semua orang miskin yang residivis atau mungkin saja, penjara tidak dibutuhkan lagi karena semua orang miskin sudah jadi kriminal semua, sehingga semua upaya memperkaya diri dengan cara kotor, tidak dianggap lagi sebagai kriminalitas.

Pendidikan berorientasi uang hanya akan menghasilkan orang-orang rakus. Jadi sebaiknya orang miskin jangan sekolah, supaya tidak menambah populasi manusia rakus negara.
#ditulis di atas angkot yang melaju dengan kecepatan menyerupai laju Ferrari yang dikemudikan Schumacher saat bersaing dengan McLaren-nya Hakkinen.

Senin, 27 Desember 2010

Anniversary

Ternyata tanggal 20 Desember sudah lewat. Padahal di tanggal itulah saat 2008 yang lalu, blog ini menancapkan alamatnya di direktori Blogger milik Google. Sebenarnya mau bagi-bagi award dan hadiah untuk semua rekan blogger yang sering berkunjung di blog ini. Tapi sayangnya kesempatan dan dana belum memadai. Mohon dimaklumi, pemilik blog ini masih mahasiswa yang tak berpenghasilan tetap selain dari kiriman orang tua yang jumlahnya tidak sampai 1% dari gaji Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Selain itu, waktu kuliah pemilik blog yang kadang tidak mengenal kata libur dan rotasi bumi (sampai-sampai lupa kalau tanggal 20 Desember sudah lewat), sehingga desain award tidak pernah bisa dibuat.
Sekali lagi maafkanlah pemilik blog yang tidak pernah sempat ini.

Sebagai resolusi akhir tahun yang tidak ada hubungannya dengan paragraf atas dan bawah postingan ini, pemilik blog hanya ingin berbagi renungan tentang hidup yang terlalu singkat untuk dijalani. Apa rekan blogger sudah memikirkan sampai umur berapa rencananya mau hidup di bumi yang penuh polusi ini?
Itu saja.

Sebagai penutup, sampai jumpa lagi di tahun berikutnya. Semoga saat bertemu nanti, kita semua punya keahlian dan keterampilan baru yang berguna bagi orang banyak.


http://www.commentsgraphic.com/anniversary/anniversary_comment_01.gif

Sabtu, 25 Desember 2010

Bola 2

Sepertinya kecerewetanmu mulai menulariku. Otot-otot mulutku bergerak lebih aktif dari biasanya. Dan kebanyakan suara yang keluar dari tenggorokanku tidak lebih penting dari kicauan gagak di kala lapar. Yang membedakanku dengan burung berbulu hitam itu hanyalah tinggi nada dan nilai mitosnya. Ocehan gagak lebih tinggi satu oktaf dari dengungan bass-ku serta kicauannya bernilai lebih mistis dan horor dibanding celotehanku. Maka dengan tampangku yang sekarang beserta ocehan cerewet yang kau tularkan, lengkap sudah kesempurnaanku sebagai mahluk aneh dari galaksi antah berantah berbintang lima.

Padahal dulu aku adalah wanita pendiam sediam gunung batu, Jabal Nur. Berbicara hanya ketika ditanya, bertanya saat diminta. Keluhan dan ocehan adalah tabu yang tidak boleh diucapkan. Keduanya lebih hina dari feses melena yang hitam dan bau, sehingga hanya bokong bernanah yang boleh mengeluarkannya, bukan bibir merahku.

Mestinya dulu kujauhi dirimu, pria kurang ajar pembawa wabah perilaku buruk, sejauh Pluto yang mengintari Sang Surya. Sayangnya kita hidup di planet dan lingkungan yang sama, hingga sulit bagiku untuk menjauhimu. Medan lapangan gravitasi menjadikan kita tak mungkin terpisahkan. Andai saja saya punya uang untuk pindah ke Eropa atau kamu diberi kesempatan mencicipi nikmatnya Antartika, maka gravitasi hubungan ini, tidak perlu dibicarakan. Dan saya tidak harus ikut-ikutan jadi cerewet sepertimu.

Kamis, 23 Desember 2010

Manis

Wajahmu manis seperti satu kilogram gula ketika inflasi masih di bawah 1%. Betul-betul manis, meskipun hanya memandangi label harganya, sudah bisa kurasakan manisnya di persepsi otakku. Aku jadi berpikir, apa mahluk sepertimu memang ada. Manusia dengan paras semanis sekilo gula yang hingga kini masih tergolek sendiri di atas tatakan penjual, tanpa seorang pun yang pernah melirik dan menyentuhnya.
http://ksupointer.com/wp-content/uploads/2010/09/gula_pasir.jpg

Kusta

Untuk pertama kalinya ku melihat dan menyentuh pasien kusta.
Takut dan penasaran datang silih berganti mengisi ruang hatiku. Mengingat kusta, yang dikenal juga sebagai morbus hansen, merupakan salah satu penyakit kulit yang memiliki efek merusak paling hebat kalau sudah tertular, mulai dari kulit, saraf hingga hampir semua organ bisa terkena. Tapi pada akhirnya semua ketakutan sirna karena adanya dorongan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Sentuhan terhadap mereka yang kusta merupakan satu-satunya cara untuk meyakinkan kalau masih ada harapan sembuh.

Kutuan

Kutu merupakan salah satu binatang yang paling akrab dengan manusia. Saking akrabnya, kedekatan manusia dengan mahluk yang satu ini, ke mana-mana, kebanyakan manusia-terutama yang tinggal di daerah kurang higienis-selalu membawa mahluk itu ke mana pun kakinya melangkah. Di mana ada manusia -yang kurang higienis- di situ pasti ada kutu.

Kutu ditakdirkan untuk hidup di tiga lokasi tubuh manusia yakni di rambut kepala, rambut badan dan rambut kemaluan. Di luar tiga tempat itu, kutu tidak bisa hidup. Entah kenapa kutu suka sama rambut. Mungkin saat diciptakan dulu, ada gen kutu yang tersesat di rambut, jadinya sepanjang hidup, kutu harus mencari rambut untuk menemukan gen sesat itu. Tapi itu hanya teori konyol yang tidak jelas kebenarannya.

Kutuan sangat menular. Sekali tertular, sulit untuk melepaskan diri. Untuk itu, penting sekali upaya menemukan orang yang kutuan agar tidak menjangkiti semua manusia yang masih normal. Caranya pun macam-macam, mulai dari observasi biasa, pembotakan hingga minta jasa cenayang. Terserah, intinya, temukan orangnya, bersihkan.

Property

Hak milik adalah persoalan paling esensial dalam hidup ini. Perang dan semua konflik terjadi karena persoalan ini. Upaya untuk mencari batasan
milikku, milikmu, milik kita, milik kalian dan milik mereka menjadikan uang dan surat kontrak yang masih famili dengan tisu pembersih toilet menjadi bernilai.

Hak milik, karena begitu sakralnya, sampai harus dipagari dengan tembok beton berlistrik, janji setia dan cincin kawin, hingga Tuhan pun harus menurunkan banyak firman mengenai larangan mencuri hak milik orang lain.

Oleh karena itu, hati-hatilah dengan kepemilikan. Hormati semua yang menjadi milik orang lain agar tidak terjadi perang.

Menyebrang

Menyebrang jalan, bagi sebagian orang merupakan sebuah perkara yang pelik. Sama peliknya dengan memilih untuk ikut perang Irak atau bermain XBox ketika panggilan wajib militer dari George Bush datang.

Dalam peristiwa menyebrang ada begitu banyak kesadaran kolektif yang bermain. Kesadaran penyebrang, kesadaran pengendara, kesadaran ketidaksadaran. Pergulatan keinginan, realitas dan antisipasi membuat peristiwa menyebrang menyerupai upaya investasi jangka pendek beresiko besar.

Pembajak

Semua kebudayaan memiliki apresiasi tersendiri dalam menyikapi inovasi dan kreatifitas. Apresiasi itu boleh jadi berbentuk sanjungan dan insentif yang menguntungkan seperti anugerah hadiah Nobel dan pembayaran royalti. Tapi hal yang sama tidak terjadi pada inovasi yang dilakukan para pembajak. Kreatifitas mereka tidak pernah diapresiasi dalam bentuk formal. Hanya ucapan salut dari mulut ke mulut yang kadang anonim, untung-untung kalau ada donasi gelap yang tak jelas jumlahnya. Padahal dibanding para inventor asli, para pembajak tidak kalah berperan dalam menyediakan hal bermanfaat bagi kemanusiaan. Para pembajak itulah yang memungkinkan suatu produk dan jasa ekslusif menjadi inklusif, semua kalangan dapat menikmati. Tidak perlu ada syarat punya 5 kartu kredit dan rekening Swiss untuk dapat merasakan nikmatnya memakai handphone, TV layar datar, kendaraan bermotor maupun jasa spa.

Para pembajak dapat memaksa para inventor untuk memikirkan kembali upaya menaikan harga komoditas yang akan dilempar di pasar. Karena saat suatu barang dibajak, otomatis tidak akan ada lagi penguasa tunggal yang memonopoli pasar, sehingga produsen, entah itu inventor maupun bajakan, akan mengupayakan produk yang murah dan berkualitas dalam jumlah banyak. Kalau ini terjadi, tentu saja konsumen dapat diuntungkan. (meskipun kadang dirugikan kalau ternyata harga murah tidak sebanding dengan kualitas).

KKNPK Angkatan 35

Tulisan ini sengaja dibuat atas permintaan Kak Maya yang ingin tahu bagaimana kehidupanku waktu melakukan KKN Profesi Kesehatan dulu.

Sayangnya, setelah saya ingat kembali masa-masa itu, tenyata tidak ada hal spesial yang perlu diceritakan karena semua waktu yang kuhabiskan di lokasi KKN hanya berkisar pada kegiatan monoton yang sama sekali tidak memicu adrenalin. Tidak ada peristiwa lazim seperti dikejar-kejar warga primitif atau terlibat dalam kegiatan spektakuler macam menyiapkan landasan untuk lokasi pendaratan alien.

Sepanjang hari, hidupku hanya disibukkan oleh masalah jamban, penyuluhan, baksos dan penarikan peserta lokasi. Tidak ada hal lain. Untung saja KKN profesi hanya dilaksanakan 2 bulan, coba kalau lebih dari itu, mungkin jiwaku sudah dimakamkan karena mati kebosanan.

Bagi kebanyakan teman-teman lain, KKN bisa jadi momen paling membahagiakan dalam masa mahasiswa mereka. Tapi bagiku, masa KKN lebih menyerupai upaya menjerang jiwa dalam tungku kebosanan yang berefek pada kebahagiaan tak terkira begitu programnya berakhir.

Hanya satu hal yang menyenangkan dari KKN, menemukan teman-teman senasib yang merasakan kebosanan akut yang sama, ingin cepat ditarik dan melupakan masalah jamban.

Selasa, 21 Desember 2010

Rencana

Mungkin aku harus lebih sering menonton iklan di TV karena baru ku saari kalau ternyata kotak elektronik itu selalu menyajikan informasi terbaru mengenai cara menghabiskan isi dompet. Beberapa hari lalu, kulihat di TV, seorang wanita yang nampak seumuran denganku berhasil mengatasi wajah penuh jerawat di mana - mana seperti kawah bulan yang diterjang meteor hanya dengan mengoleskan krim yang katanya mengandung vitamin macam-macam. Lalu ada lagi iklan yang menampilkan seorang remaja yang kepingin dapat pacar hanya dengan merubah warna kulit. Dan hanya di skenario iklan TV, hal gila macam itu dapat terwujud dengan mudahnya. Semudah mengedipkan mata.

Saya selalu menganggap hebat metode-metode yang dijalankan media TV untuk menarik perhatian. Mereka menampilkan wanita-wanita semacamku di hampir setiap segmen acara agar para pria yang punya kuasa dan uang lebih, rela berlama-lama memandangi kotak elektron lalu rela merogoh kocek untuk membeli produk yang mereka tawarkan.

ah... malas nonton

Kamis, 16 Desember 2010

Palsy

Selama ini aku selalu merasa kalau dirimu adalah ksatria berzirah perak yang telah menyelamatkanku dari invasi alien, gempuran android, dan terkaman serigala yang senantiasa merajalela di kampus, pondokan dan perpustakaan. Tapi ternyata perasaanku selama ini salah, kamulah sebenarnya alien yang menginvasiku, android yang menggempurku, dan serigala yang menerkamku.

Sungguh hebat caramu memperdayaiku. Kamu merusak dengan cara membuatku berpikir bahwa dirimu penyelamat lalu pelan-pelan... me-lisis-kanku seperti racun tetanolisin kemudian menyergapku dalam kejang tak terkendali bagai tetanospasmin yang merusak interneuron. Setelah sesak nafas dan sukar menelan, barulah kusadari kalau kamu adalah mahluk yang semestinya tidak boleh kutemui di sepanjang hayatku. Tapi sekarang terlambat sudah. Kamu sudah merusak otak dan perasaanku hingga tak dapat lagi diperbaiki bahkan oleh psikolog dan psikiater handal sekalipun.

Hanya satu hal yang kurasa bisa mengobati luka mental dan perasaanku. Dan itu bukan metode psikoanalisa Freud, Jung ataupun Henry. Bukan pula cara-cara beradab seperti memaafkan, pasrah, atau cuek bebek. Yang kubutuhkan untuk mengisi lubang otak, hati, serta perasaanku hanyalah satu hal, yakni melihat orang yang menyiksaku tersiksa di penjara guantanamo lalu dipaksa kerja rodi di kamp konsentrasi Nazi kemudian dicincang pelan-pelan oleh Jason dan Fredy Elm Street hingga tidak ada lagi niatmu untuk hidup. Sayangnya, hal macam itu tidak dibenarkan oleh hukum yang berlaku.

Seandainya dulu saya mengikuti saran teman, untuk tidak mempercayai pria, mungkin hal macam ini tidak akan pernah terjadi.
Wanita mungkin bisa tahan terhadap godaan ketampanan dan uang, tapi hal itu tidak berlaku ketika tipu daya dan argumentasi ikut bermain. Nasib menjadi wanita. Apa aku harus bersyukur karena menjadi wanita?

Rabu, 15 Desember 2010

Belanja

Satu bungkus susu kental manis, seribu rupiah. Satu rim kertas HVS, dua puluh delapan ribu rupiah. Ditambah lima potong roti yang masing-masing seharga seribu lima ratus rupiah dan sepasang kaus kaki seharga lima ribu rupiah. Inflasi makin menaikan harga komoditas pokok hingga ke batas yang tidak masuk akal.

Senin, 13 Desember 2010

Bola

Betapa pun kuatnya usahaku mengingatmu, selalu saja ingatanku akan saldo atm dan jumlah pulsa yang tersisa di sim card hpku lebih mendominasi memoriku dibanding dirimu. Bukannya bermaksud matre ataupun sok ekonomis, tapi begitulah adanya kenangan tentang dirimu di otakku, tidak lebih penting dari digit-digit angka di layar lcd yang senantiasa berubah seiring dengan transaksi ekonomi.

Dulu dirimu mungkin teramat berkuasa atas diriku, hingga bernapas pun terkadang aku harus minta izin padamu terutama ketika sepiring jengkol telah kulalap habis tanpa sempat menyikat gigi. Tiada hari tanpa kehadiran dan perintahmu. Nyaris tanpa koma, kamu memerintahkan ini itu kepadaku seperti kerja mesin seismograf di saat tsunami. Bahkan di mimpi pun, terkadang kau menyempatkan mampir dan memerintahkanku untuk berhenti bermimpi, hingga tak dapat kubedakan lagi alam khayal dan realita. Intinya, dirimu adalah segalanya di masa lalu.

Namun semenjak kumenguasai keahlian baru ini, arti dirimu tidak lagi sebesar dulu. Kemandirian dan kerja kerasku lebih terasa efeknya dibanding saat diriku berada di bawah jajahanmu. Kini diriku terbebas dari bayang gelap kelicikan dan keculasanmu. Tidurku lebih nyenyak karena tidak ada lagi yang menyuruhku berhenti mimpi di tengah jalan.

Sekarang kamu tidak lebih dari sekadar debu yang terhempas jauh dari bola yang ditendang Beckham. Tidak penting dan insignifikan dalam menentukan hasil pertandingan.

#2 jam menjelang gempa

Minggu, 12 Desember 2010

Lupa Itu

Ada banyak hal yang sudah tak mampu lagi kuingat dengan baik. Pelajaran SMA yang dulu sering kuulangi hingga titik komanya kuhafal, nama teman-teman yang semasa SD selalu menjadi partner bermain sepanjang hari serta sejumlah hal lain seperti janji penting yang dulu kutetapkan dengan keyakinan penuh tanpa sedikit pun terpikir untuk kulanggar, juga sejumlah hal-hal lain yang di masa lalu kuanggap berarti namun kini seperti menguap dari otakku. Seolah semua hal itu tidak pernah sekali pun hadir dalam hidupku, meskipun hanya untuk sekedar lewat dan meninggalkan jejak.

http://2.bp.blogspot.com/_jCjXcQ3rGgo/S2Iq6nQPEbI/AAAAAAAABUw/Diq_tgDgHc8/s400/dont-forget.jpg


Sungguh hebat mekanisme tubuh manusia dalam menciptakan lupa. Semua hal yang dianggap oleh alam bawah sadar sebagai hal tidak berarti serta menyakitkan, segera saja dilenyapkan hingga tak berbekas lagi. Padahal hal-hal menyakitkan dan tak berguna tersebut merupakan beberapa fragmen terpenting dalam sejarah kehidupan kita. Tidak banyak orang yang dapat mengingat kembali bagaimana sakitnya jatuh saat pertama kali belajar berjalan, sulitnya saat pertama kali belajar membaca, maupun perasaan penasaran dan kegembiraan saat pertama kali melakukan suatu hal baru. Yang mampu diingat kebanyakan orang hanyalah, saat ini mereka sudah bisa berjalan, membaca ataupun memperagakan jurus-jurus karate tanpa mau lagi mencoba merenungkan semua kesulitan yang pernah mereka lalui serta cara mengatasinya saat mempelajari semua keterampilan tersebut.

Padahal semua proses belajar yang penuh kesakitan dan penderitaan meruapakan salah satu fase kehidupan yang paling penting dalam hidup ini. Dengan merenungkan kembali semua hal tersebut, maka akan terbuka kemungkinan untuk menciptakan metode belajar maupun cara adapatasi baru yang dapat memudahkan diri sendiri maupun orang lain dalam mempelajari suatu keahlian baru.

Lagipula dengan cara seperti itu, kita bisa lebih menghargai semua keahlian lain meskipun itu terlihat sepele. Menjahit sepatu, menambal ban, membordir, dan menjahit butuh kerja keras juga lho buat dipelajari. Jadi jangan pernah remehkan profesi serta keahlian orang lain.

Selasa, 07 Desember 2010

Saraf


Aku terjebak dalam keruwetan susunan saraf yang membelit. Membuatku harus berputar selama sebulan dalam labirin jaras-jaras piramidalis yang senantiasa bersilangan, menenggelamkanku dalam cairan serebrospinalis yang deras lalu menidurkanku bersama gumpalan substantia nigra dan griseus di thalamus.

Hanya akson, ependim dan schwan yang tahu bagaimana rasanya tersesat dalam kurungan kerangkeng kranium yang kerasnya hanya dapat ditandingi benturan keras. Dan kurasa hanya mereka juga yang mampu memahami rasanya berhari-hari terperangkap dalam gelap yang pengap bersama kilatan-kilatan impuls yang terus-menerus dipicu asetilkolin, GABA dan dopamin. Jika sudah begitu mempertanyakan kembali hakikat kemanusiaan menjadi hal yang biasa, apakah benar manusia begitu istimewa?



Betapa anehnya manusia, hanya dengan mengubah sedikit isi otaknya, entah dengan menyumbat arteri cerebi anteriornya pakai emboli atau pun menghentikan produksi neurotransmiternya, sudah cukup untuk mengubah karakter manusia menjadi mahluk yang berbeda. Apakah karakter manusia memang begitu istimewa?

Senin, 06 Desember 2010

Batu

Coldplay bilang, Tears stream down your face when you lose something you can't replace.
Well, siapa yang tidak? Hanya batu dan air comberan yang tidak mengalami pengalaman emosional seperti itu.
Bahkan bangunan pun yang notabene terdiri dari gabungan banyak batu pun dapat runtuh jika beberapa pilar pentingnya raib. Apalagi jika kondisi yang sama, kehilangan hal yang berharga, terjadi pada manusia yang jelas-jelas tidak lebih keras dari batu. Namun pengecualian diberlakukan untuk manusia yang lahir dari mutasi batu dan comberan yang mengalami fusi nuklir. Mahluk macam itu bisa jadi lebih batu dari batu sejati.

When you sad, just show your feeling. That's not a shame because tears on face won't lose your elegance.

http://distractible.org/wp-content/uploads/2009/07/river-stone.jpg

Sabtu, 04 Desember 2010

Delusional Happiness

Entah mengapa hari ini kelihatan lebih cerah dibanding hari-hari sebelumnya. Padahal mendung menggelayut sepanjang hari, nyaris tak ada celah bagi mentari untuk menunjukkan keperkasaan pancaran radiasi partikel foton-nya yang benderang.

Kamarku pun terasa lebih luas dibanding 3 tahun yang lalu ketika pertama kali kumeneken kontrak seharga satu juta dua ratus ribu rupia untuk menyewanya dulu. Padahal, baru - baru ini, kesesakan kamar sudah kutambah dengan menjejalkan kardus-kardus, printer dan kipas angin.

Cerah dan lapang, benar-benar hanyalah kata. Pemaknaannya relatif pada isi pikiran dan perasaan penggunanya, seperti saat menggunakan kata lucky untuk menggambarkan kecelakaan yang menghancurkan kendaraan namun tidak melukai dan mengantarkan pengemudinya ke Yang Maha Kuasa.

http://www.hillbilly-acres.com/images/delusional1.jpg


Sungguh hari yang aneh, merasakan perasaan yang berbeda dengan kenyataan yang terjadi. Apa ini yang dinamakan delusi? Entahlah. Well, apa pun nama kondisiku saat ini, kebahagiaan yang tak terperi benar-benar memenuhi volume dadaku hingga bukan hanya hari dan kamarku yang bertransformasi kondisinya. Semua yang bergerak dan tak bergerak seolah ikut merayakan kebahagiaanku dalam cara yang berbeda. Seperti sapu kamar dan emberku yang tiba-tiba jadi begitu akrab bagai sepasang saudara kembar yang tengah berlatih karaoke untuk menyemangatiku. Lalu buku-buku dan pakaian di lemariku yang tidak mau kalah dengan mengambil peran menjadi hewan buas dan pawangnya untuk membuatku terkesan. Dan saya akui, mereka mengesankanku dengan peran-peran tak masuk akal itu.

Kamis, 02 Desember 2010

Untung

Keberuntungan adalah produk pikiran. Istilah itu sengaja diciptakan korteks otak, untuk mengungkapkan kegembiraan yang datang dengan cara tak terduga.

http://1.bp.blogspot.com/_LPPRsVJOEQ4/S1cXtVTGiuI/AAAAAAAABIs/kyJdUOx-4ok/s320/untung.jpg

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut