Minggu, 31 Januari 2010

Kebetulan Sama Lumpuhnya

Birun mengeluh. Katanya, kakinya lemah. Sulit untuk bertumpu. Teman sekamarnya mengeluhkan hal yang sama. Begitu pula dengan tetangga kamarnya. Mereka semua menderita keluhan yang sama.

Bicara soal lumpuh, hari ini pun, jaringan internet kawasan pondokan mengalaminya juga. Sejak kemarin malam jaringan tidak bisa diajak kompromi, bahkan untuk sekedar membuka halaman Google. Mungkin karena hujan kilat, ada satu dua petir yang menghantam komponen penyambung jaringan.

Yang jadi masalah sekarang adalah kelumpuhan orang-orang di pondokan. Belum jelas sebabnya. Apa mungkin mereka kena polio, tetanus atau polimielitis? Tapi mereka tidak demam. Miastenia gravis massal? Apa mungkin, janjian? Kenapa baru sekarang?
Ada kemungkinan lain, malas. Tapi tidak mungkin mengatakannya pada mereka. Harus dibuat dramatis, sindrom lethargipathy.

Ganti

Melakukan hal tidak berguna selama 3 jam. Harus diganti dengan berbuat kebaikan dua kali lipat durasi ketidakbergunaan itu. Spirit On...

Sabtu, 30 Januari 2010

Sopan Itu Penting

Dulu waktu lagi marak-maraknya kasus penyadapan oleh KPK, beragam pendapat pro dan kontra bermunculan. Kubu yang pro KPK beranggapan bahwa penyadapan seperti itu penting untuk memberantas korupsi. Sedangkan yang kontra menganggap hal itu melanggar kesopanan. Tapi ada juga yang nampaknya mengambil jalan tengah, seperti yang dilakukan oleh salah seorang aparat, dia punya niatan baik memberantas korupsi sekaligus tetap menjaga kesopanan. Bagaimana caranya? Jawabnya, "kalau mau nyadap, bilang-bilang dulu!" Ide yang jenius, kenapa hal seperti itu tidak dipikirkan sejak awal? Supaya kasus cicak vs buaya tidak terjadi lagi.

Nb:
1. Apa definisi menyadap?
2. Menyadap tapi minta izin dulu, apa istilah kerennya?
3. Jagalah kesopanan di mana pun otakmu berada.

Sapi: Mengkhayal

Kalau saja bumi itu semangkok soto dengan kuah melimpah, sudah dari dulu kuhabisi bumi ini. Sayangnya, bumi bukan soto dan aku vegetarian. Pengandaian tadi hanya bisa tersimpan dalam dunia ide, seperti negara ideal ciptaan Plato dan tokoh-tokoh delusi dalam pandangan seorang penderita schizophrenia. Tapi sisi kesapianku selalu berharap pengandaian itu bisa jadi nyata karena kalau itu terjadi, pembantaian terhadap sapi bisa berkurang bahkan tidak akan adalagi. Bayangkan, benua Eropa jadi seonggok daging sehingga orang-orang yang tinggal di atasnya hanya perlu memakannya saat lapar dan Samudra Pasifik berubah menjadi lautan kuah berminyak dengan aroma rempah yang menggugah selera sehingga orang yang berlayar kapan pun dapat meminumnya. Tidak akan adalagi yang memasak soto. Sapi-sapi bisa bebas dari penjajahan jagal.

Tapi kalau bumi memang menjadi soto, itu sama artinya dengan kiamat. Manusia yang serakah bakal menghabisi rumahnya sendiri. Khayalan sapi tingkat tinggi.

Saya terbangun dari tidur dan mimpi aneh soal soto. Mendapati kandang sudah kosong. Sunyi. Saya merindukan teman angkotku.

M-M

Mereka bilang jangan bawa urusan dunia maya ke dunia nyata begitu pula sebaliknya. Tapi itu hal yang sebenarnya sulit diwujudkan. Kesulitan pertama, dunia maya itu yang mana? Kedua siapa yang diperintahkan untuk melakukannya, ini sebenarnya berkaitan dengan yang pertama. Ketiga, dan lain-lain.

Perlu dipahami, meskipun mungkin semua sudah memahaminya, setiap orang punya dunianya masing-masing. Apa yang dianggap nyata oleh seseorang bisa jadi terlihat maya di mata orang lain.

Stiker dan Angkot: Harus Jadi Ferrari

Saya memiliki banyak kekhawatiran. Kebanyakan kekhawatiran itu berasal dari cara pandangku yang ambivalen terhadap kehidupan. Di satu waktu saya begitu menghargai hidup, menyanjungnya dan memandangnya dengan kemuliaan tak terkira. Namun pada waktu yang lain pandangan itu berbalik 180 derajat, mungkin tidak perlu menyebutkan bagaimana bentuk pandangan yang lain ini, karena sekarang saya sedang dalam suasana hati yang menyenangkan.

Ambivalensi seperti ini selalu menyulitkanku ketika aku harus diperhadapkan dengan kenyataan hidup yang membutuhkan ketegasan dalam menentukan sikap. Seperti ketika seseorang mengkhianatiku, kira-kira apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengutuk kehidupan yang kejam? Ataukah menganggap bahwa pengkhianatan itu manusiawi lalu berkata, "siapa manusia yang tidak berkhianat?" sebagai pembenaran dan pelegaan hati?
Ketika sudah berada di persimpangan seperti itu, aku mulai khawatir, bingung menentukan sikap. Haruskah aku memilih pandangan kehidupan sebagai nice guy atau mengambil pilihan sebaliknya? Ataukah aku tidak perlu memilih sama sekali, membiarkan itu menggantung tanpa pilihan pasti? Karena tidak memilih juga kan salah satu bentuk pilihan yang pasti. Dan kekhawatiran itu muncul lagi setelah pilihan itu dibuat, benarkah pilihan itu? Apakah nanti saya akan menyesal karena sudah memilih?

Kekhawatiran seperti itu selalu saja menempel di setiap momen dalam hidupku. Seperti stiker iklan toko baju di mobil angkot, terus saja melekat meskipun supir angkotnya berganti, penumpangnya naik turun, dan toko bajunya bangkrut. Dalam perumpamaan yang memang nyata ini, saya yang jadi angkotnya. Mobil angkot tidak bisa melepas stiker yang menempel pada dirinya, mungkin orang yang menempel angkot dengan stiker tak bisa lepas sendiri perlu dikutuk karena melakukan hal bodoh seperti itu. Mestinya ada stiker yang dapat terlepas dengan sendirinya.

Kekhawatiran pada diriku harusnya dapat terlepas dengan sendirinya seperti stiker yang terlepas sendiri begitu terpasang. Kalaupun tidak bisa terlepas sendiri, mungkin ada baiknya sopir angkot atau penumpangnya rela melepaskan stiker khawatir dari diriku. Atau sekalian ganti saja diriku jadi Ferrari atau BMW supaya tidak ada yang berani menempel stiker toko baju bangkrut padaku. Tapi kalau hal itu terjadi, saya tidak akan bernama angkot lagi. Mana ada angkot merek Ferrari? Kalau bus kota merek Mercedes-Benz, memang ada, tapi angkot Ferrari? Semoga saja nanti ada.

Kekhawatiranku belum juga reda. Mungkin aku harus menemui teman lamaku, sapi peternakan tak bertuan. Aku, angkot yang khawatir.
Bagaimana seandainya jika tidak ada kebohongan di dunia ini? Tidak ada kebenaran dan kesalahan.

Tentang Kesetiaan

Tidak banyak orang di dunia ini yang mampu bertahan memegang janji. Biasanya hanya dalam waktu beberapa bulan, pengkhianatan langsung terjadi.

Setia memegang janji itu berat.
Tapi mengetahui orang yang kita percayai melanggar janji, itu lebih berat lagi.

Diam itu...

Omong kosong rasanya mulut hari ini. Betul-betul omong kosong secara harfiah. Tidak bicara sama sekali.

Hemat energi, hemat pikiran.

Remaja mengekspresikan dirinya dalam bentuk perkataan dan perbuatan agar menjadi pusat perhatian. Remaja selalu ingin terkenal. Apapun resikonya. Betul-betul ingin dikenal meskipun harus memalukan. Lagi banyak setan berkeliaran.

Jumat, 29 Januari 2010

Laporan Online Awal Tahun 2010

Online tahun ini tidak jauh berbeda dengan online tahun sebelumnya. Masih perlu WiFi dan harus beli pulsa supaya bisa terus mengakses jaringan. Tidak ada penemuan fantastis yang bisa membuat online terus tanpa harus menyalakan komputer ataupun telepon selular. Sepertinya inilah akhir penemuan teknologi baru.

Lanjut ke laporan selanjutnya. Nyaris 2 tahun akun skyunhas terdaftar di situs multiply, rencananya akan dilakukan penggantian nama akun untuk mematenkan kata skydrugz tapi sayangnya tidak ada fasilitas seperti itu di MP beda sekali sama blogspot, scrib, fb dan twitter yang bisa bebas ganti nama akun.
Sudahlah.
Intinya, meskipun sudah 1 tahun lebih 9 bulan, jumlah kontak di multiply hanya 50an.
Laporan MP selesai.

Laporan blogspot. Tidak jelas. Cuma 5 follower, jumlah postingan 200an. Peringkat di blog kategori hobi 106. Tapi kalau overall, peringkat ribuan. Laporan blogspot selesai.

Laporan twitter. Lupa kapan buatnya. Tapi hingga saat ini hanya ada 40 follower. Jumlah tweet lupa. Jarang digunakan. Tidak jelas. Laporan twitter selesai.

Laporan Scribd. Lumayan bagus. File-file kuliah yang sudah terupload banyak yang pakai. Empat puluh ribuan pembaca. Kayaknya harus lebih banyak lagi bahan kuliah yang diupload. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Laporan Scribd selesai.

Laporan Facebook. Ini mengerikan. Dibuat tahun lalu bulan Februari. Jumlah teman 1.666 orang tapi yang dikenal cuma sekitar seratusan. Akibat asal add orang tanpa berpikir.
Laporan facebøok selesai.

Secara umum, selama 1 tahun terakhir ini situs emedicine.com, onemanga.com, goal.com dan tempointeraktif.com menjadi situs yang paling sering membuat duduk berjam-jam di internet selain situs jejaring sosial.

Sekian laporan online tahun ini.

Proyeksi online tahun ini, kurangi online. Belajar yang banyak. Sekian.

Kamis, 28 Januari 2010

Act I: The Pledge

Dia tidak membutuhkan seseorang yang hanya bisa membuatnya menunggu. Dia sudah memiliki keluarga yang selalu menyayanginya, teman-teman pria dan wanita yang selalu memperhatikannya, orang-orang yang selalu mengaguminya. Apa yang membuatmu berpikir dia akan membutuhkan seseorang yang bisa bahagia meskipun hanya melihat gambaran dia dari kejauhan lalu berpura-pura tak melihatnya.

Sebaiknya kamu berhenti bermimpi dan lihatlah sekelilingmu. Apa kamu punya sesuatu yang lebih baik dari apapun yang telah dimilikinya saat ini?

Karbohidrat: Sebuah Ringkasan

Karbohidrat adalah aldehida atau keton dengan dua atau lebih gugus hidroksil. Aldosa adalah karbohidrat dengan gugus aldehida (seperti pada gliseraldehida dan glukosa), sedangkan kotsa mengandung gugus keto (seperti dihidrooksiaseton dan fruktosa). Gula termasuk seri D jika konfigurasi absolut karbon asimetriknya yang paling jauh dari gugus aldehida atau gugus ketonya sama seperti yang dari D-Gliseraldehida.

Sebagian besar gula yang terdapat dalam alam termasuk seri D. Aldehida C-1 pada rantai terbuka glukosa bereaksi dengan gugus hidroksil C-5 membentuk cincin enam piranosa. Gugus keto C-2 pada bentuk rantai terbuka fruktosa bereaksi dengan gugus hidroksil C-5 membentuk cincin lima furanosa. Pentosa seperti ribosa dan deoksiribosa juga membentuk cincin furanosa.

Selebihnya baca saja di sini
atau download saja di sini

Selasa, 26 Januari 2010

Yang Patut Disalahkan dalam Kasus Century


Sudah berpekan-pekan rasanya, kasus Century dibahas semua orang. Anggota DPR, ahli hukum, mahasiswa, tukang becak, tukang ojek bahkan anak pemilik pondokan tetangga yang masih TK ikut-ikutan bilang Century (benar-benar cuma bilang, tapi tidak dipahami. Kalau dipahami, pasti sudah banyak pelaku yang dipenjara).

Dari semua pembicaraan itu, ada sejumlah hal yang perlu dicatat. Pertama, ini kasus yang mahal, karena menyangkut uang trilyunan jadi wajar tampang-tampang mengamuk sering nongol di TV tiap kali kata Century diucapkan. Kata ini sudah seperti mantra ajaib untuk mengubah mood. Tinggal menunggu lisensi dari Merlin agar bisa muncul di buku Harry Potter 8 yang mungkin naik cetak tahun 2012. Tunggu saja, kalau pada akhirnya tidak muncul di edisi 8, berarti kata Century tidak lulus verifikasi Merlin.

Kedua, para aktor dalam kasus Century ini seperti Menkeu, Wapres baru-mantan, Robert Tantular (ini cucunya Mpu Tantular?) dan kawan-kawan tidak ada yang ingin menjadi kambing hitam (hanya manusia pengidap waham kebinatangan yang mau melakukannya), jadi jangan pernah coba-coba menuduh mereka tanpa bukti yang jelas. Bisa-bisa kasus Prita kedua terjadi. Tapi kalau kasusnya berakhir bahagia juga, okelah kalau begitu. Ada yang mau jadi volunteer untuk menuduh?

Ketiga, berhubung tidak ada manusia yang mau mengaku bertanggung jawab dalam kasus Century. Jadi untuk sementara kita salahkan saja dulu keserakahan manusia yang merupakan biang kerok timbulnya masalah ini.
Seandainya tidak ada orang serakah di dunia ini, kasus Century tidak akan pernah terjadi.

Keempat, seandainya tim pansus Century tidak bisa mengungkap orang yang bisa mempertanggungjawabkan kasus itu. Ada baiknya tim pansus mempertimbangkan jasa ahli hipnotis seperti Romy Rafael atau Uya Kuya, mungkin saja mereka bisa memaksa para aktor Century agar mengaku. 

Mandiri: Definisi dan Penjelasan

Mandiri itu harus bisa mandi sendiri, harus mampu jalan sendiri dan kalau bisa gali juga kuburan sendiri.

Mandiri adalah usaha aktif seorang individu untuk memenuhi kebutuhannya tanpa bergantung pada pertolongan orang lain. Jadi kalau sifatnya pasif, masih disuruh-suruh, itu bukan mandiri namanya, tapi diperbudak. Kalau orangnya belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain itu namanya parasit.
Dan banyak anak muda yang masuk kategori ini. Kalau orang yang hanya bisa memenuhi keinginannya tanpa bisa memenuhi kebutuhannya, itu disebut disorientasi, "ke mana aja loe, disuruh beli nasi malah beli gelang, makan tuh gelang."

Dan kategori terakhir, bila orang itu mampu memenuhi kebutuhannya sendiri secara aktif serta mampu membantu memenuhi kebutuhan orang lain dan niatnya baik, itu disebut dermawan, malaikat.
Tapi kalau niatnya jahat ingin mengendalikan orang yang sudah ditolongnya, itu disebut penjahat, penjajah, diktator.

Sekian pelajaran bahasa hari ini. Jumpa lagi nanti...kapan ya?

Nb: kebutuhan=segala hal yang dibutuhkan :D, kalau itu tidak ada, kelangsungan hidup bisa terganggu bahkan musnah. Contoh mudah, makanan.

Minggu, 24 Januari 2010

Menghibur Kekasih

Bagi pasangan yang belum menikah, sebaiknya jangan pernah melakukan percakapan lewat telepon yang dapat mengarah pada hal-hal negatif seperti pengalaman seorang pria yang pernah menelepon pacarnya di suatu pagi.
"Sayang, aku lagi BT nih di rumah. Sendirian. Kamu ke sini dong! Hibur aku..."

Kebiasaan pasangan umumnya, kalau ada ajakan seperti itu, sudah pasti akan segera dipenuhi. Kecuali kalau pasangan itu menjalin hubungan jarak jauh, satu di kutub utara, sisanya di Majalengka.

Tapi sayangnya kekasih yang ditelepon Si Pria dalam kisah contekan ini meskipun rumahnya hanya berjarak 2 kilometer ternyata bukanlah tipe wanita biasa yang mau diperintah. Dengan tegas dia menanggapi ajakan itu dengan kalimat,
"APA? MENGHIBURMU? EMANGNYA GUE WANITA PENGHIBUR!"

Tiit...tiit...tiit

Skakmat. Si Pria dalam kisah contekan ini hanya terpekur dan menyesal sudah menggunakan telepon untuk berkomunikasi dengan pacarnya.

Pesan moral:
-Hematlah dalam menggunakan jasa telekomunikasi, tagihannya mahal.

-Jangan jadikan orang lain sebagai wanita ataupun pria penghibur, itu sebuah penghinaan.

-Pacaran usia muda tidak baik bagi perkembangan mental.

Sabtu, 23 Januari 2010

Jendral

Dua orang mahasiswa sedang mendengarkan lagu Coldplay. Tiba-tiba, salah seorang mahasiswa menyelutuk. Saya suka Avenged Sevenfold. Dia berharap dengan pernyataan seperti itu, temannya akan bertanya. Tapi sayang, hingga lagu Coldplay habis dan berganti lagu Coldplay lain, reaksi yang diharapkan penyelutuk tidak juga muncul. Karena merasa celutukannya tidak efektif, dia berencana menggunakan strategi dekstruktif untuk menarik perhatian, temannya harus dibuat marah agar bereaksi. Dengan lantang dia berkata, Avenged Sevenfold lebih bagus dibanding Coldplay. Mereka lebih segala-galanya.
Mendengar hal itu, akhirnya mahasiswa pecinta Coldplay bereaksi. Apa maksudmu bilang begitu? Memangnya apa kelebihannya Avenged Sevenfold sehingga lebih bagus dari Coldplay yang selalu dapat penghargaan? Melihat reaksi seperti itu, Si Penyelutuk bahagia. Tanpa menunggu jam berdetak, dia langsung menjawab, karena avenged pandai berbahasa Inggris. Mendengar jawaban sepeti itu, teman penyelutuk langsung bertanya dalam hati, Coldplay itu berbahasa apa?

Rabu, 20 Januari 2010

Orang yang Dibutuhkan

Ada beberapa orang dibutuhkan hanya pada saat yang tidak menyenangkan dan di luar momen itu mereka orang yang tak dianggap. Seperti saat WC mampet, kehujanan, menunggu antrian dan segala kegiatan membosankan lainnya, ada saja alasan yang menyebabkan orang seperti ini dibutuhkan, misalnya karena alasan kompetensi, Tukang WC dipanggil saat WC mampet, ketika WCnya sudah normal, tidak mungkin lagi Tukang WC berlama-lama di dalam WC, menungguinya.

Ada yang dibutuhkan karena alasan kebetulan. Misalnya ketika lagi mengantri, rasanya menyenangkan kalau ada seseorang yang kebetulan mengantri dan punya pembawaan cerewet, mengantri bisa terasa singkat. Tapi setelah mengantri selesai, orang cerewet tidak mungkin lagi dibutuhkan, apalagi ketika momennya diganti dengan momen sedang mengerjakan tugas gambar dan hitungan. Orang seperti malah bisa membuatmu jadi pembunuh.

Jadi orang yang hanya dibutuhkan selama semusim lalu didepak pada musim berikutnya memang bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Dicari hanya ketika angin ribut untuk mengusir, sesudah itu diusir setelah angin tenang. Tapi itulah kehidupan, bukan kehidupan namanya kalau tidak ada orang dan suasana menjengkelkan serta tidak menyenangkan. Nikmati saja dan percaya, musim tidak selamanya hujan. Salah kalau mengatakan banyak orang jahat, yang benar adalah semua orang jahat. Karena itu hukum dibuat. Untuk mengatur tabiat manusia yang jahat.

Selasa, 19 Januari 2010

Sapi: Tradisi

Sudah sebungkus rokok kuhabiskan, dan nampaknya masih akan berlanjut. Daun tembakau selalu lezat saat berbentuk kering dan terbungkus kertas. Sayangnya, tidak semua sapi menyadari hal ini. Sapi-sapi lain begitu terpaku dengan makanan rumput hijau karena sejak pertama kali menyandang gelar sapi dari manusia, hanya makanan seperti itu yang tiap saat dimakan oleh tetua sapi di sekitarnya, jadi meskipun awalnya membenci rumput, mereka tidak punya pilihan selain menumpuk timbunan selulosa dalam usus dan merubahnya jadi daging dan susu untuk dikonsumsi manusia. Sungguh menyedihkan menjadi seekor sapi, harus memakan apa yang tidak selayaknya menjadi tugas makan mereka. Manusia mengkonsolidasikan tugas makan rumput pada sapi karena itu makanan paling murah didapat. Sialnya, tradisi itu terus diturunkan ke generasi selanjutnya

Orang Baik

Orang baik terlihat jelas kebaikannya setelah dia tiada.

Akhirnya, Kakak baik yang satu itu pergi. Tidak ada lagi diskusi tentang ideologi, pertemuan di sabtu pagi dan cerita tentang suramnya kehidupan klinik yang harus dihadapi dengan tegar.

Semoga suatu hari nanti bisa bertemu lagi dengan Kakak yang seperti itu lagi.

Kata Orang

"Bisanya kau mau buang saya di laut. Kau kira saya apa? Kotoran saja, dilarang buang di laut. Apalagi manusia macam saya," dikatakan oleh teman pada petugas kapal yang mengancam hendak membuangnya ke laut karena tak membawa tiket.

Pesan moral: bawalah tiket saat hendak naik kapal pelni agar derajat kemanusiaan tidak turun pangkat.

"Jangan paksa saya pakai itu. Saya tidak suka pakai gamis dan jubah untuk shalat. Kayak apa saja. Agamaku Islam bukan Arabisme," dikatakan oleh seorang anak pada temannya. Si Anak tidak tahu kalau temannya memaksa karena melihat sarung Si Anak robek tepat di bokong.

Pesan moral:
cek dulu sarungmu sebelum berdebat. Kita tidak pernah tahu kapan itu berlubang.

Kalimat

Selalu menyenangkan bisa menemukan beberapa kalimat yang ketika membacanya seketika itu pula seluruh dunia jadi terlihat berbeda.

Mencoba memastikan kembali bahwa kehidupan memang punya harga yang harus diperjuangkan meskipun dari sudut pandang berbeda harga itu bisa lebih rendah dari debu di telapak kaki.

Meyakinkan diri, bahwa setiap penantian pasti memiliki ujung yang akan dicapai. Tidak ada penantian yang selamanya, entah itu dalam janji, cinta dan persahabatan.

Mengharapkan adanya suatu hari yang tidak mengharuskan komunikasi konvensional dalam lisan ataupun tulisan. Hanya ada saling percaya di kepala. Komunikasi konvensional mungkin cara paling tepat untuk menunjukkan perhatian, tapi itu selalu meragukan dapat mendekatkan hati meskipun hanya 1 cm. Terkadang komunikasi konvensional menimbulkan depresi karena begitu banyak pikiran dan perasaan yang sulit terungkap dalam bentuk kata. Selama ada rasa percaya, diam pun mampu bercerita banyak.

Got in the Habit

Membuka handphone. Menulis pesan. Tapi tidak ditujukan untuk siapapun. Terlalu sering seperti ini. Semua pesan itu ditumpuk di konsep. Dibiarkan begitu hingga pada bulan berikutnya semua pesan berisi tentang sesuatu yang tidak ditujukan pada siapa pun itu dihapus karena sudah terlalu banyak. Kebiasaan yang tidak biasa. Entah sejak kapan itu menjadi kebiasaan.

Hanya merasa, tidak ada kebiasaan yang luar biasa, hingga hal seperti itu jadi kebiasaan.

Hari ini cerah. Semoga itu bertahan lama.

Selalu aneh menulis tanpa menggunakan kata subjek. Sepertinya ini juga kebiasaan.

Selasa, 12 Januari 2010

Nyaris

Hari ini nyaris bunuh diri. Setelah malam tidak makan. Paginya pun tidak sarapan lagi. Dan balada kurang nutrisi ini makin semarak dengan praktikum yang tiba-tiba saja memanggil sejak pukul 8 pagi hingga 4 sore. Nyaris mati, setelah seharian teriak-teriak di hadapan ratusan orang tanpa intake nutrisi sama sekali.

Untung saja, Tuhan mengirimkan malaikat berjaket merah. Selamat. Hanya dengan modal roti dan sebantal susu, rasanya seperti mengkonsumsi puluhan piring soto ayam. Lebay, tapi begitulah adanya. Roti paling enak yang pernah ada.

Senin, 11 Januari 2010

Sindrom Ganser

Awalnya tidak pernah berpikir kalau kelainan seperti ini. Tapi setelah membaca buku tentang kebiasaan lupa, barulah jelas, kebiasaan sepele pun ternyata bisa jadi salah satu gejala penyakit parah.

Jika ada seseorang yang punya kebiasaan lupa. Dan ketika ditanya dia selalu memberikan jawaban yang aneh namun mendekati kebenaran, seperti kalau ditanya, "berapa jumlah kaki ayam?" Dia akan menjawab,"tiga" atau "satu", maka hati-hatilah, mungkin saja orang itu menderita Sindrom Ganser, kelainan jiwa. Segera bawa orang itu ke psikiatri.

Dia mungkin terlalu banyak memikirkan hal sulit hingga tidak bisa lagi membedakan antara kebenaran yang bersifat umum dengan kebenaran absolut. Spekulasi.

Orang yang menderita Sindrom Ganser bisa jadi menganggap jawaban tidak biasanya itu, bebek punya 2 buah kepala, normal, karena mungkin satu-satunya bebek yang pernah dilihatnya di dunia ini berkepala dua. Tapi kebanyakan kita yang sering melihat bebek berkepala satu entah itu di TV ataupun halaman rumah akan menyalahkan penderita Sindrom Ganser.

Kasihan, orang seperti ini dituduh mengalami kelainan hanya karena dirinya punya pengalaman dan pemikiran yang melenceng dari kecenderungan umum. Paradigma aneh ilmu pengetahuan, kebenaran adalah statistik.

Ireversible

Ini sudah tidak bisa diperbaiki. Rusak. Harus segera dibuang, agar tidak merusak yang lain.

Sabtu, 09 Januari 2010

Dosa

Kebajikan adalah apa yang membuat jiwa dan hatimu tentram, sedangkan dosa adalah apa yang membuat jiwa dan hatimu gelisah, meskipun orang lain berulang kali membenarkanmu.

Sudah berulang kali terjebak dalam dosa. Hanya Tuhan yang tahu jumlah pastinya. Tapi anehnya, kegelisahan seperti itu tidak lama bertahan. Hanya sekejap terasa, hingga timbul kegelisahan baru pada momen selanjutnya. Apakah ini berarti kebaikan yang tercipta lebih banyak terjadi setelah kegelisahan terjadi, ataukah mata hati sudah buta hingga sulit menahan kegelisahan lebih lama?

Gratitude

Banyak hal yang lupa disyukuri orang ketika semua itu masih ada di sekitarnya. Namun ketika semuanya pergi, penyesalan datang mengganti.

Rasanya bersyukur saja pada Tuhan tidak cukup atas segala karunia yang hadir dalam bentuk orang tua, saudara, guru, kekasih, dan teman. Terimakasih pada kalian semua yang sudah begitu baik dan mau mengerti seseorang yang begitu sering menyusahkan. Kalian adalah yang terbaik dihadirkan oleh Tuhan.

Jumat, 08 Januari 2010

Karbitan

"Kemarin kenapa kamu tidak ke ibadah seperti biasanya?"
"lagi ndak mood"
"What the....Kau kira ibadah itu pacaran ya?"
"Saya hanya tidak ingin mengikuti kebiasaan orang lain."
"Apa maksudmu?"
"Kau tahu kan, orang-orang biasanya ibadah setiap hari. Terlalu biasa. Saya ingin sesuatu yang luar biasa"
"Apa kau kira orang berbuat dosa itu hal yang luar biasa?"
"Saya tidak mengatakan berbuat dosa itu luar biasa. Saya hanya mengatakan  ibadah tiap hari itu terlalu biasa."
"Sama saja. Tidak ibadah itu suatu dosa."
"Beda"
"Sama saja. Agama mengatakan, tidak ibadah itu suatu dosa."
"Agama kenapa selalu buat segala sesuatu jadi sulit."
"itu tidak sulit. Kamu hanya perlu menyempatkan waktumu beberapa menit saja. Tidak perlu lebih dari itu. Agama hanya perlu dilakukan"

Selasa, 05 Januari 2010

Malu-malu ke kampus karena hasil pertandingan yang buruk.

Terlalu kekanak-kanakan. Tapi masalahnya, memang sedang tidak ingin melihat kampus, jadi mending jangan memaksakan diri. Bisa gangguan somatik. Peningkatan aktifitas simpatis, konsentrasi laktat, anion gap, syok.
Kita tidak pernah tahu kejadian buruk apa yang bisa menimpamu karena niat tak tulus saat ke kampus.
Saat seperti ini jadi ingat Yaya, cinta membutakanmu, hingga saat bertindak, bukan lagi logika yang berkuasa. Entah apa maksudnya, dan kenapa itu teringat sekarang. Mungkin kebetulan.

Hari ini cerah. Celana robek semua.

Ambisi

Mahasiswa itu tugasnya belajar dan membuat perubahan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik, bukan mengejar popularitas, meraih gengsi dan mendapat hormat dari orang-orang.

Tapi apa kira-kira orang-orang terdekatmu mengerti hal seperti itu?

Entahlah, mereka hanya tahu, bahwa cita-cita seorang mahasiswa yang masuk fakultas teknik adalah menjadi insinyur handal, dapat pekerjaan top, punya banyak penghasilan, memiliki pasangan hidup atau mungkin juga beberapa pasangan hidup menawan, berketurunan tangguh dan memegang kedudukan terhormat di masyarakat. Cita-cita standar mahasiswa masa kini.

Padahal tidak semua mahasiswa seperti kata lagu dangdut punya cita-cita seperti itu. Betulkah? Tanya sendiri saja ke mereka. Beberapa mahasiswa punya cita-cita sederhana, tidak bombastis, masuk surga. Meskipun cita-cita ini dicemooh kalangan mahasiswa lain karena dianggap naif, terlalu membudak pada agama, kolot, melawan kemajuan, tidak ambisius. Tapi sebenarnya, tidak ada yang salah dengan cita-cita seperti itu. Setidaknya itu lebih baik daripada bercita-cita dapat kedudukan tinggi dengan jalan menjilat penguasa, melanggar aturan agama.

Ambisi bisa memajukan manusia ke arah mana pun, surga tertinggi maupun neraka kenistaan. Tapi apa mencapai surga memang harus berambisi?

Drunken

Manusia diberi kehidupan yang penuh ketidakpastian. Hanya satu hal yang pasti buat manusia, mati. Selebihnya, misteri.

Karena ketidakpastian ini hidup jadi lebih... apa ya? Mau dikatakan menarik, tidak juga, karena buat orang yang sudah punya kehidupan mapan dan berada di puncak kejayaan, ketidakpastian bisa berarti bencana. Mau dibilang juga membosankan, coba katakan ini pada para petualang, mereka mungkin akan membantahnya, ketidakpastian hidup justru menjadi hal paling menarik bagi mereka.

Beragam karakter manusia juga menjadi salah satu variabel yang bikin hidup tambah tidak pasti. Walaupun sebenarnya menyenangkan kalau semua orang punya satu karakter saja, orang shaleh semua. Bayangkan dunia seperti itu. Semua orang bertutur kata sopan, menjaga etika, saling membantu, sulit membayangkannya. Dan rasanya tidak perlu dibayangkan, sampai kapan pun hal seperti itu tidak akan terwujud. Lagipula, sulit untuk menemukan manusia normal yang bisa terus-menerus saleh dan baik sepanjang hidupnya.

Manusia itu bagaikan berjenis-jenis tanaman yang di sebar di segala penjuru dunia. Ada yang tumbuh di tanah subur dengan cuaca mendukung hingga dapat berkembang sempurna. Ada yang terpaksa hidup di tanah gersang tanpa sedikit pun pendukung kehidupan. Ada juga yang terpaksa berevolusi jadi parasit karena hanya menginginkan kemudahan tanpa susah payah. Lingkungan membentuk karakter manusia.

Namun ada juga beberapa manusia yang mampu membentuk lingkungan, seperti beberapa tanaman raksasa di hutan hujan tropis yang membentuk semacam mikro iklim di sekitarnya yang nyaris berbeda dengan lingkungan lain di sekitarnya. Tapi kasus seperti ini jarang terjadi.

Teori mekanika kuantum bisa menjadi penjelasan yang singkat mengenai ketidakpastian rotasi kehidupan. Sedangkan untuk menjelaskan kepastian hidup, Asas Pauli bisa menceritakannya sedikit, dan sebagaimana yang digambarkan asas itu, kepastian dalam hidup lebih sedikit dibanding ketidakpastiannya.
Teori Fisika modern yang menarik. Baca sendiri.


Akhir kata, ini tulisan tidak penting yang terinspirasi oleh kisah seorang anak manusia yang mati-matian belajar namun berakhir tragis.

Keyakinan tidak selalu berarti kepastian.

Minggu, 03 Januari 2010

Namamu

Kamu punya nama yang terlalu banyak dipakai di seluruh belahan bumi. Apa orang tuamu tidak punya daya kreasi menciptakan nama baru untukmu? Saat dirimu dilahirkan, zaman sudah mencapai batas kemajuan yang memungkinkan manusia tidur sambil terus menghasilkan sampah di muka bumi ini karena terlalu banyaknya pengetahuan yang ditampung batok kepala mereka. Harusnya orang tuamu bisa memikirkan nama yang lebih baik dari namamu sekarang. Mereka dapat mencomot nama Albert Einstein terus digabungkan dengan nama Kaisar Nero, lalu dikombinasikan dengan nama James Cook atau Edward Newgate. Kamu tahu kan, nama Barat terdengar lebih intelektual dibanding nama Indonesia seperti Ado, Tonu, Gendeng. Dan yang pasti kombinasi nama yang panjang tidak mudah ditiru. Jarang sekali ada orang tua yang akan menamai anaknya Albert Einstein Gaus Nero James Cook Edward Newgate, hanya orang tua luar biasa yang punya ide gila seperti itu. Mungkin hanya orang tua Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schmeling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown, yang berencana seperti itu dengan menggabungkan nama petinju terkenal. Tapi semestinya, orang tuamu bisa juga memikirkan hal sederhana macam itu, mungkin dengan menggabungkan nama koruptor hebat dari seluruh dunia. Pasti akan jadi nama yang panjang.


Kau tahu kan, kombinasi seperti itu mudah sekali. Entah apa yang ada dipikiran orang tuamu ketika memberimu nama. Apa kamu tidak menyesal punya nama seperti itu? Nama pasaran yang kedengaran tidak ada keren-kerennya. Maaf menghina. Tapi kamu harus mendengarkan pendapatku. Keyakinanku mengatakan semua orang yang mendengar namamu akan mengatakan hal yang sama. Apa kamu tidak pernah melihat orang-orang itu tertawa tiap kali mendengar namamu disebut?

Sabtu, 02 Januari 2010

Herpes Zoster

"kayaknya saya sakit ini, Bos. Apa obatnya kira - kira ini?"
"Apamu yang sakit kah?"
"Tangan kiriku sakit. Leherku juga begitu"
"Sejak kapan itu? Kotidak panas?"
"Sejak muncul luka di leherku."
"Deh...Kau ini kenapa kotidak bilang dari tadi. Coba saya lihat."

"Wow...Luar biasa. Sejak kapan muncul benjolan begitu di lehermu?"
"sudah 3 hari yang lalu. Susah satidur. Muncul juga benjolan di leherku."
"Mana? Yang Ini? (menekan)


"Iya. Yang itu. Sakit sekali."
"ada korasa mual, muntah, atau ada rasa tidak enak lainnya?"
"tidak ada. cuma itu. oh, ada juga di tangan dengan dadaku. muncul yang seperti itu."

 

"apa kobikin terakhir sebelum muncul itu luka di lehermu? ada komakan atau minum yang aneh-aneh?"
"3 hari yang lalu saya minum Mansion. Pagi-paginya langsung muncul luka begitu di leherku."
"kapan muncul demammu?"
"pagi-pagi itu juga. muncul juga benjolan begitu di leherku."
"sakit lukamu itu?"
"sakit. baru menjalar sampai di lengan kananku sakitnya."
"kira-kira saya sakit apa ini?"
"Saya curiga, kamu kena infeksi. Tapi anehnya, kenapa itu muncul habis kominum alkohol di? Koalergi ka?"
"tidak ada alergiku."
"dari model lukamu kayaknya kamu kena cacar. Pernah kokena cacar sebelumnya?"
"iya. waktu smp. saya kena cacar. Harusnya kan tidak kena lagi to!"
"iya. harusnya begitu. Kayaknya saya tahu mi apa penyakitmu ini."
"apa? baru apa obatnya ini?"
"Kamu kena Herpes Zoster. Makankan Acyclovir 2 x sehari dengan Antalgin dalam waktu yang sama juga selama seminggu."
"penyakit macam apa itu?"
"nanti mi saya jelaskan. makan dulu itu obat. kosudah makan siang to!"
"iya. di mana belinya ini?"
"di warung penjual makanan. Ya, di apotek lah..."


Beberapa hari kemudian. Penyakitnya sembuh. Sesungguhnya, untuk menegakkan suatu penyakit yang disebebkan oleh infeksi, dibutuhkan suatu pemeriksaan penunjang. Tapi pada kasus di atas, pasien sejak awal menolak ke dokter karena alasan biaya. Apa mau dikata, Indonesia bukan negara yang tepat bagi seorang manusia untuk sakit. Tidak ada jaminan kesehatan yang memadai di sini.  Untung saja dugaan pemeriksa setelah melihat gejala pasien tepat. Untuk menjadi seorang dokter, pengetahuan dan keterampilan sangat diperlukan.
  

 

Jumat, 01 Januari 2010

Pengangguran Terselubung

"Hei, Kak, hemat. Cepatnya kau habiskan uang."
"sudah hemat ini"
"apanya yang hemat? baru 3 minggu ini, uang 500 ribu sudah habis"
"banyak keperluan"
"bukan cuma kamu yang mau sekolah, Kak"
"Ok. Bakalan hemat ji ini. Tapi kirimkan dulu pulsa."
"parahmu, Kak. Bukannya baru 2 minggu yang lalu dikirimkan pulsa?"
"habismi. sibuk. banyak yang harus dihubungi."
"kau kayak artis saja, Kak. Dasar pengacara!"
"saya bukan pengacara. Mahasiswa."
"Kamu memang pengacara, Kak. Penganggguran banyak Acara. Pasti mau alasan lagi organisasi, asistensi. tidak produktifmu jadi orang, Kak. Saya saja yang masih sekolah sudah bisa hasilkan uang dari bantu-bantu bikin katalog. Punya kakak, tidak ada kelebihan selain berpikir dan belajar. Tapi tidak masalah sih, karena Kakak bisa terkenal gara-gara itu"
"terkenal tidak bisa dimakan. Iya juga di, terlalu banyak kegiatan tidak produktifku di Makassar ini."
"Jadi anggota MLM mi Kak. Tinggalkan itu organisasi. Tidak usahmi jadi asisten. Tidak ada juga gajinya."
"MLM? ndak deh... Saya ragu sama kehalalannya. Ok, deh. Tahun ini satinggalkan ji itu. Tapi bilang sama Mama, kirimkan dulu pulsa."
"Kau ini minta terus pulsa. tapi tidak mau ikuti kata-kata orang tua. Sudah dibilang kuliah saja. Cepat-cepat lulus baru pulang ke kampung. Kalau banyak kegiatan tidak jelasmu di situ, kau hanya habiskan uang. Masih ada 3 adikmu yang mau kuliah itu, Kak."
"bagaimana kabar di Kampung? Jalanannya sudah diperbaiki?"
"jangan alihkan pembicaraan. Selalu saja kau begitu. Jalanannya masih begitu-begitu saja. Lubangnya kayak kawah merapi"
"Mana Bapak dengan Mama kah?
"Mereka lagi bersihkan rumput di kebun. Mau bicara sama mereka?"
"tidak usahmi. ada isinya ka itu kebun? kayaknya batu semua di situ."
"sudah ada mi tanamannya sekarang. tapi cuma pisang dengan ubi..."
"ooo...begitu di...Okelah. Nanti lagi saya telepon. Tapi kirimkan pulsa."
"kau ini tidak jelasnya. Kobisa menelpon tapi masih minta pulsa."
"ini bonus"
"masih ada uang di ATMmu?"
"saya belum cek. tapi kayaknya masih ada.Okelah. Jaga rumah baik-baik. Assalamu alaikum"
"wa alaikum salam. Kak....HEMAT!"
"IYA!"
 
Mahasiswa, pengangguran terselubung.

202

Ini postingan ke 202.

Tidak ada hal penting yang akan dibicarakan. Sekarang sudah tahun baru Masehi. Ada yang bilang, tidak perlu ada perubahan.Sepakat saja, karena setelah bangun pagi ini pun, kamarku tidak juga mengalami perubahan. Diputuskan, tidak ada perubahan tahun ini, tidak ada resolusi.

Hidup ikuti aturan. Sepertinya ini prinsip utama kehidupan.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...