Sabtu, 20 Februari 2010

Logia: Mengetahui Segalanya

Okelah kalau kau bilang jangan menutup diri dari arus informasi. Tapi aku tak akan mengikuti perkataanmu. Selain karena tidak ingin didikte, aku juga merasa, untuk mencapai kebahagiaan saya tidak perlu untuk mengetahui semua hal. Saya tidak harus menyimak semua orang karena bisa jadi kebanyakan informasi itu adalah sampah yang tidak berarti apa-apa selain obrolan tidak penting penyita waktu.

Dulu saya berpikir mengetahui semua hal itu baik. Tapi semua peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini telah menghapus persepsi naif itu. Apa kau ingat kejadian aku berteriak padamu ketika kumelihatmu mencoleng celana dalam di supermarket? Saya berharap kejadian itu tidak pernah terjadi. Mengetahui kebiasaanmu yang fetish seperti itu membuatku jijik padamu. Padahal sebelumnya aku menghargaimu seperti Thomas Jeferson menghargai Washington. Dan apa kau ingat ceritaku tentang Apollo 11 yang ternyata tidak pernah mendarat di bulan, mengetahui kenyataan itu mematikan semangatku. Dan itu sama mematikannya dengan mengetahui fakta bahwa kamu seorang fetish.

Seandainya saja saya tidak mengetahui semua kenyataan itu, mungkin saja saat ini kita masih berjalan bersama menyusuri trotoar kampus yang penuh beling tanpa memakai alas kaki dan aku masih bisa bermimpi untuk mencuri batu bulan yang dibawa Armstrong. Tapi semua itu hanya tinggal pengandaian tanpa makna. Kini aku hanyalah seseorang yang takut bertemu seorang penderita disorientasi seksual dan tidak ada lagi niatku mencuri batu. Semua sia-sia.

Dan sejak penghapusan persepsi naif itu, aku putuskan untuk tidak lagi membaca karya-karya Nieztsche, semua pendapatnya mengenai pentingnya kekuasaan atas ilmu pengetahuan dan semua hal membuatku merasa hidup ini hanya menjadi perlombaan untuk merebut panggilan Bos.

Malam ini ketika hujan membasahi replika patung David karya Michaelangelo di halaman rumah orang Eropa yang tidak pernah kutemui, aku termenung memandangi motor temanku yang tidak pernah bisa kukendarai.

Di momen tanpa frekuensi audiotorik ini, aku bersyukur karena terlahir sebagai manusia yang tidak harus mengetahui semua hal seperti Tuhan yang mengetahui bahwa saat ini ada seorang anak yang tengah kelaparan karena ada pejabat yang melakukan korupsi. Dan saya juga tidak harus mengetahui bahwa kemarin ada beberapa teman yang mengoceh tentang diriku soal gaya rambut dan pakaianku. Untung saja aku tidak pernah mengetahui hal seperti itu karena aku bisa mencegah tanganku melayang dengan energi dan kecepatan tinggi di tempat-tempat yang tidak semestinya.

Mencoba membayangkan bagaimana murkanya Tuhan yang mengetahui ada mahluk ciptaanNYA yang berencana membunuhNYA.

Selasa, 09 Februari 2010

Contracture 1

Contracturenya diralat.

Pengelola situs ini sedang dihadapkan pada kesibukan yang tidak dapat ditunda. Kemungkinan besar, situs ini akan vakum selama beberapa minggu atau bisa juga lebih lama.

Terimakasih

Minggu, 07 Februari 2010

Vaksin Malaria Baru Menunjukkan Prospek yang Bagus

Chicago (Reuters) 4 Februari 2010 - Sebuah vaksin baru menunjukkan prospek yang menjanjikan dalam melindungi anak dari malaria, peneliti Amerika mengemukakannya pada hari Rabu, 3 Februari 2010.

Penelitian yang dilakukan terhadap 100 anak di Afrika Barat yang berusia 1-6 tahun menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan vaksin, mampu memproduksi respon imun terhadap malaria yang setara dengan respon imun orang dewasa yang pernah terjangkit malaria.

"Yang membuatku terkejut terhadap vaksin baru ini adalah respon imun yang dihasilkan seorang individu setelah mendapatkannya, "kata Dr. Christopher Plowe dari Universitas Maryland di Baltimore.

"Ketika Anda melihat pada antibodi sebelum Anda mengimunisasi siapapun, sangat banyak ditemukan orang dewasa di Mali yang sudah terpapar malaria seumur hidupnya, mereka tidak pernah lagi sakit meskipun telah terinfeksi, "kata Dr. Plowe saat diwawancarai lewat telepon.

"Nah, seperti itulah yang kami inginkan terhadap vaksin ini"

Dr. Plowe mengatakan awalnya anak-anak yang akan divaksinasi memiliki sedikit antibodi namun setelah divaksinasi, antibodinya meningkat bahkan beberapa anak yang antibodinya lebih tinggi dari antibodi orang dewasa pada komunitas mereka."

Hasil ini cukup untuk memulai tes putaran kedua terhadap 400 anak untuk melihat apakah vaksin ini dapat menghentikan infeksi.


Vaksin baru ini menyerang parasit malaria setelah organisme ini memasuki hati, yakni ketika parasit ini mengalami transformasi menjadi merozite, yang dapat menginfeksi sel darah merah barudan dapat mengakibatkan demam dan sakit.

Dr. Plowe mengatakan adjuvant dari Glaxo, salah satu vaksin malaria yang dikembangkan lebih dulu, sama dengan adjuvant yang digunakan pada Mosquirix, yakni menjadi semacam cat dasar bagi bangunan sistem imun anak agar tetap kokoh.

Bulan lalu dikatakan bahwa diharapkan vaksin baru ini, Mosquirix dapat mencapai tes akhir pada 2011, jika terbukti efektif, makan perusahaan farmasi akan meminta persetujuan peredaran pada 2012.

Lebih dari 1 juta lebih penderita malaria yang mati tiap tahun. Dan kebanyakan korban adalah anak kecil dan mereka yang tinggal di Afrika. WHO mengatakan, seorang anak mati karena malaria dalam setiap 30 detik.

emedicine.com

Mahasiswa Universitas Hasanuddin Kuliah Lagi

Besok, Senin 8 Februari 2010, libur semester ganjil Universitas Hasanuddin (Unhas) akan berakhir. Tapi hingga saat ini suasana kampus masih saja sepi. Sepertinya mahasiswa belum bisa menerima kenyataan bahwa malam ini adalah malam perpisahan mereka dengan masa - masa santai selama sebulan lebih. Ketidakrelaan itu bisa diamati dari komentar-komentar mereka seperti,

"Oiii, kuliah lagi besok. Padahal masih mau lagi liburan."
"Tidak bisa ka ini ditambah liburannya?"
dan bla...bla...bla..bla...

Komentar seperti itu mungkin masih biasa, yang luar biasa adalah ternyata masih ada juga sejumlah mahasiswa pondokan yang belum balik juga ke pondokannya hingga hari ini, Minggu 8 Februari 2010. Seperti contohnya salah satu mahasiswa bernama Budi (nama disamarkan) hingga saat ini dia belum juga pulang dari kampungya, Pulau Muna. Mahasiswa elektro angkatan 2007 ini nampaknya masih ingin berlama-lama melepas rindu bersama keluarganya. Tapi tidak ada yang bisa melarangnya melakukan itu. Semoga saja dia membawa oleh-oleh buat teman pondokannya.

Masa liburan sudah berakhir, saatnya bersiap untuk menghadapi aktivitas baru. Spirit On!

Psikologi Umum: Macam - Macam Motif

Tiap manusia tentu memiliki motif dasar, yaitu merupakan motif biologis, yang merupakan motif untuk kelangsungan hidup manusia sebagai organisme. Tetapi di samping manusia sebagai organisme biologis, manusia juga merupakan mahluk sosial. Karenanya manusia juga memiliki motif sosiologis, yakni motif yang membuat manusia melakukan hubungan dengan orang lain. Motif ini berkembang atas dasar interaksi individu dalam masyarakat.

Di samping itu Kuypers mengemukakan bahwa manusia selain mahluk biologis dan sosiologis juga merupakan mahluk teologis, yakni mahluk yang senantiasa mencoba untuk mengadakan hubungan dengan Tuhan.

Woodworth dan Marquis mengemukakan bahwa motif itu dapat dibedakan menjadi:
1. Motif yang berhubungan dengan kejasmanian (organic needs), yaitu merupakan notif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu atau organisme, misalnya motif minum, makan, kebutuhan pernapasan, seks, kebutuhan istirahat.

2. Motif darurat (emergency needs), yaitu motif untuk tindakan-tindakan yang harus segera dilakukan karena keadaan sekitar menuntutnya, misalnya motif untuk melepaskan diri dari bahaya, motif melawan, motif untuk mengatasi rintangan, motif untuk bersaing.

3. Motif obyektif (objective motives), yaitu merupakan motif untuk mengadakan hubungan dengan keadaan sekitarnya baik terhadap orang-orang atau benda-benda misalnya motif eksplorasi, manipulasi, minat. Minat merupakan motif yang tertuju kepada sesuatu yang khusus. Bila individu telah memiliki minat terhadap sesuatu, maka perhatiannya akan dengan sendirinya tertarik pada obyek itu.


Bila individu menghadapi bermacam-macam motif maka respon yang dapat diambil, yaitu:

1. Pemilihan atau penolakan

Dalam menghadapi bermacam-macam motif, individu dapat mengambil keputusan yang tegas. Dalam pemilihan yang tegas individu dihadapkan kepada situasi di mana dia harus memberikan salah satu respon (pemilihan atau penolakan) dari beberapa macam obyek atau situasi yang dihadapi. Kalau antara bermacam-macam obyek atau situasi itu begitu jelas bedanya maka pemilihan yang tegas tidak akan menghadapi banyak kesulitan tetapi makin kecil perbedaan antara bermacam-macam obyek itu maka akan sulitlah individu dalam mengambil keputusan.

2. Kompromi

Jika individu menghadapi dua macam obyek atau situasi yang memungkinkan dia mengambil respon yang bersifat kompromis, maka dia akan menggabungkan kedua macam obyek itu. Tetapi tidak semua obyek atau situasi dapat dikompromikan.

3. Bimbang (Ragu-ragu)

Jika individu diharuskan mengadakan pemilihan atau penolakan di antara dua obyek atau hal yang baik atau buruk, maka sering timbul kebimbangan atau keragu-raguan pada individu, seakan-akan individu berayun dari satu pol ke pol yang lain. Individu hampir memutuskan mengambil yang satu, tetapi dia juga ingin mengambil keputusan yang lain, sehingga individu itu susah melepaskan masing-masing keputusan. Kebingungan terjadi karena masing-masing obyek memiliki sifat-sifat positif atau sifat-sifat yang merugikan.

Misalnya, seorang pemuda menghadapi pemilihan antara dua gadis yang sama-sama baiknya. Kedua gadis itu menarik perhatiannya dan semua diinginkannya, semua mempunyai sifat-sifat yang sama kuatnya. Keadaan inilah yang menimbulkan kebimbangan atau keragu-raguan pada si pemuda tersebut. Pemilihan secara kompromistis tidak mungkin diambil. Seakan-akan pemuda itu berayun dari satu obyek ke obyek yang lainnya, dia mengalami konflik.

Kebimbangan atau keragu-raguan umumnya tidak menyenangkan bagi individu dan kadang menimbulkan perasaan yang mengacaukan hingga keadaan psikis individu mengalami hambatan-hambatan atau gangguan-gangguan. Keadaan ini dapat diatasi dengan cara individu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dan menginspeksi seteliti-telitinya segala aspek dari obyek tersebut, segala untung ruginya, sehingga mungkin perlu membuat suatu daftar alasan hingga keputusan terbaik dapat diambil.

Tetapi kadang kebimbangan itu berlangsung lama sekali hingga sangat mengganggu individu. Karena itu kadang-kadang individu mengambil keputusan secara serampangan saja, sebab individu beranggapan bahwa adanya suatu keputusan akan lebih baik dari pada tidak ada keputusan sama sekali. (Abu Ahmadi)

Hipernatremia

Hipernatremia dan hiponatremia sering terjadi pada usia lanjut. Hpernatremia pada usia lanjut paling sering disebabkan oleh kombinasi dari asupan cairan yang tidak adekuat dan bertambahnya kehilangan asupan kehilangan cairan. Gangguan mekanisme dari rasa haus dan hambatan akses terhadap cairan (sekunder dari gangguan mobilitas atau menelan) terur berkontribusi dalam timbulnya hipernatremia pada usia lanjut selain adanya keterlambatan eskresi natrium. Kehilangan air murni pada keadaan demam, hiperventilasi dan diabetes insipidus. Lebih sering, kehilngan airhipoteonik disebabkan oleh problem saluran cerna. , luka bakar, terapi diuretika atau dieresis osmotic. Seringkali deteksi hipernatremia pada usia lanjut terlambat dilakukan sehingga usia lanjut yang lemah dapat jatuh pada keadaan hipernatremia yang bermakna.

Pada penderita dengan demensia sangat mudah mengalami hipernatremia karena penurunan rasa haus, gangguan kemampuan untuk meminta air karenan penurunanrasa haus, gangguan kemampuan untuk meminta air dan mungkin, rendahnya kadar vasopressin. Penyebab penting lainnya adalah hiperkalsemia yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan sel pada gelung Henle dan berinteraksi dengan vasopressin pada tingkat duktus kolektus. Hipokalemia yang bermakna juga dapat menyebabkan hipernatremia.

Gejala Klinis

Manifestasi klinis hipernatremia pada usia lanjut sering tidak khas dan samar-samar. Gejala-gejala system saraf pusat utama adalah iritabilitas, restlessness, letargi, kejang otot,spastisitas, dan hiperrefleks, yang merupakan gejala sekunder dari berkurangnya cairan sel-sela otak. Air keluar dari sel sehingga sel mengkerut. Di otak, hal ini mengakibatkan traction on vessel sehingga timbul perdarahan.

Tatalaksana

Terapi hipernatremia adalah mengganti kehilangan cairan atau hentikan pemberian natrium pada kasus dengan pemberian natrium yang berlebihan. Karena adapatasi susunan saraf pusat terhadap pengerutan sel dank arena koreksi terlalu cepat dapat menyebabkan edema serebral yang berbahaya, hipernatremia kronik harus diatasi perlahan dan hati – hati. Aturan umum

Defisit cairan = [(Na Plasma – 140)/140] X Air tubuh total

Adalah pengoreksi 50% deficit cairan dalam 12-24 jam pertama dan sisanya diberikan dalam satu hingga dua hari berikutnya. Pada hipernatremia akut deficit cairan harus diganti lebih cepat. Defisit air bersih dikalkulasi dengan memperkirakan air tubuh total dalam liter.
Memburuknya status neurologis selama pemberian cairan dapat menunjukkan terjadinya edema serebral dan membutuhkan reevaluasi segera dan pengehantian sementara cairan.

Sabtu, 06 Februari 2010

Hipertermia Geriatri

Definisi

Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas titik pengaturan hipotalamus bila mekanisme pengeluaran panas terganggu (oleh obat dan penyakit) atau dipengarhui oleh panas eksternal (lingkungan) atau internal (metabolik)

Sengatan panas (heat stroke) per definisi adalah penyakit berat dengan ciri temperatur inti > 40 derajat celcius disertai kulit panas dan kering serta abnormalitas sistem saraf pusat seperti delirium, kejang, atau koma yang disebabkan oleh pajanan panas lingkungan (sengatan panas klasik) atau kegiatan fisik yang berat.

Patofisiologi

Sengatan panas didefinisikan sebagai kegagalan akut pemeliharaan suhu tubuh normal dalam mengatasi lingkungan yang panas. Orang tua biasanya mengalami sengatan panas yang tidak terkait aktifitas karena gangguan kehilangan panas dan kegagalan mekanisme homeostatik. Seperti pada hipotermia, kerentanan usia lanjut terhadap serangan panas berhubungan dengan penyakit dan perubahan fisiologis.

Fungsi Kelenjar Keringat

Gangguan sistem termoregulasi dengan berkurang atautidaknya keringat merupakan penyebab terpenting sengatan panas pada lingkungan panas. Respon berkeringat terhadap stimulus panas dan neurokimia berkurang pada usia lanjut dibanding pada usia dewasa muda. Juga terdapat ambang batas lebuh tinggi pada usia lanjut untuk berkeringat. Pada kondisi stres panas, manusia mengaktifkan kelenjar ekrin (di bawah kontrol kolinergik simpatis) dan kemampuan kelenjar itu megneluarkan keringat untuk mengatur suhu tubuh. Meskipun terdapat variasi luas antara individu dalam respon kelenjar keringat terhadap stimulus farmakologis, terdapat pula stimulus yang berasal dari proses penuaan.
Pengaruh penuaan terhadap menurunnya fungsi kelenjar keringat terlihat jelas di daerah dahi dan ekstremitas daripada di badan.

Aliran Darah Kulit

Respon aliran darah kulit terhadap pemanasan lokal langsung pada kulit nonakral berkurang pada usia lanjut. Berkurangnya perfusi kulit pada usia lanjut berkaitan dengan berkurangnya unit fungsional pleksus kapiler. Pada usia tua, terjadi transformasi kulit dimana kulit menjadi lebih datar akibat berkurangnya pembuluh darah mikrosirkuler di papilaris kulit dan pleksus vaskular superfisial.



Klinis

Sengatan panas memiliki ciri khas di mana suhu tubuh inti lebih dari 40,6 derajat celcius disertai disfungsi sistem saraf pusat yang berat (psikosis, delirium, koma) dan anhidrosis (kulit yang panas dan kering). Manifestasi dini, disebut kelelahan panas (heat exhaustion), tidak khas dan terdiri dari rasa pusing, kelemahan, sensasi panas, anoreksia, mual, muntah, sakit kepala dan sesak napas.

Komplikasi serangan panas mencakup gagal jantung kongestif dan aritmia jantung, edema serebral dan kejang serta defisit neurologis difus dan fokal, nekrosis hepatoseluler dan syok.

Terapi

Kunci mengatasi hipertermia adalah pendinginan. Hal ini dimulai segera di lapangan dan suhu tubuh inti harus diturunkan mencapai 39 derajat Celsius dalam jam pertama. Lamanya hipertermia adalah yang paling menentukan hasil akhir. Berendam dalam es lebih baik dari pada menggunakan alkohol maupun kipas angin. Komplikasi membutuhkan perawtan di ruang intensif.



Jumat, 05 Februari 2010

Pertemuan di Depan WC Desa: Sebuah Kisah Tentang Dugaan



Ini perpisahan. Begitu kau mengatakannya padaku ketika kita bertemu, saling berhadapan namun tidak sekalipun kuarahakan pandanganku kepadamu. Bukan mahram.

"Ini perpisahan."

Kau mengulangi kata itu. Entah apa tujuannya. Saya menduga, kamu sengaja melakukannya agar aku mengangkat wajahku lalu memandangi wajahmu dan dengan cara seperti itu kamu mungkin dapat memandangi wajahku. Lagi-lagi kumenduga, ketika saya menunduk seperti ini, kamu pun sedang tertunduk, tidak memandangku. Saya tidak bisa jelaskan mengapa saya punya dugaan seperti itu. Mungkin saat ini kita berdua sibuk dengan pikiran kita masing-masing yang bersanding bersama praduga-praduga tentang apa yang akan dan sedang terjadi saat ini. Sekarang sunyi, hanya ada kamu dengan kata perpisahan, gemercik air dalam WC Desa dan aku diam.

Tadi pagi seseorang menelepon. Aku merasa itu dirimu. Suaramu di ujung sana mengatakan ingin bertemu. Aku yakin itu dirimu, suaramu. Suara yang selama ini menemani malam-malamku dengan kisah hidup yang biasa tentang pekerjaan, tetangga dan pasar yang tak pernah sepi. Sudah kukatan sejak dulu, pasar akan selalu ramai. Itu hukum alam seperti air yang harus memadamkan api. Tapi kamu selalu mengulangi kisah itu lagi dan lagi. Seperti tape recorder tua di kamarku yang memainkan lagu X & Y dari Coldplay, “When something is broken. And she try to fix it.Trying to repair it. Anyway you can’t” tapi tidak pernah ada suara Chris Martin dalam suaramu. Dan pagi ini pun ketika kumenjawab telepon darimu, suara vokalis Coldplay itu masih tidak terdengar darimu. Aku yakin itu kamu meskipun dalam impuls suara yang telah terkonversi dalam kotak elektromagnetik ini suaramu serak, tidak seperti biasanya. Kamu menangis, ini dugaan yang pertama kali kubuat seharian ini. Tapi aku tak mengatakan dugaan itu padamu. Aku hanya mendengarkanmu bicara. Mencoba memahami situasimu. “Aku ingin bertemu denganmu hari ini”, kamu terisak. “Ada hal yang ingin kubicarakan”, masih terisak. “Di samping WC umum desa. Jam 8 pagi”, kamu mengakhiri percakapan ditelepon. Kebetulan yang aneh, kamu meneleponku ketika aku sedang ingin buang hajat. Tapi begitu kamu mengatakan WC dalam isakan seperti itu, panggilan alam itu tidak lagi terdengar mendesak. Aku pun bergegas, situasi kita saat ini benar-benar spekulatif.

Aku mengganti pakaianku dengan praduga, apakah baju ini sudah dicuci dan berpikir mungkinkah kamu akan memperhatikan hal seperti ini dalam pertemuan kita nanti. Dan dalam perjalanan menuju ke WC desa, kepalaku masih dipenuhi praduga, mengapa kamu harus mengajakku bertemu di WC desa. Bukan di meja restoran mewah yang biasanya kamu suruh aku memesannya seminggu sebelumnya. Aku masih menduga ada seseorang yang mencuri kemewahan dari kepalamu atau mencuci otakmu dari konsumerisme. Tapi menurutku tidak ada salahnya memilih WC desa. Pilihan ini begitu tepat, setelah urusanku selesai denganmu, kuyakin panggilan alam akan kembali mengusikku. Sungguh pemilihan tempat yang strategis, aku menduga lagi, kamu memilih tempat itu karena tahu, aku sedang mengalami masalah pencernaan, kamu bisa menebaknya dari diamku di gagang telepon. Dalam pikir kubertanya, apa mungkin kamu memang bisa menduga hal seperti itu? Ini hari yang penuh dugaan. Kumelirik jam tangan, untuk memastikan, aku belum terlambat sambil terus berjalan dengan kecepatan yang kuduga kecepatannya 3 meter per detik. Ini dugaan, karena saat ini aku suka angka tiga jadi kuanggap saja kecepatanku seperti itu. Siapa yang peduli dengan Fisika ketika terburu-buru?

Terus berjalan, telah kulewati beberapa blok rumah menuju WC desa. Kali ini kuyakin, 3 blok lagi aku akan mencapai tempat janjian kita. Meskipun aku tidak yakin itu sebagai janjian, karena saat ditelepon tadi pagi, aku tidak mengatakan apa-apa. Kamu menentukan tempat secara sepihak, padahal sebenarnya sempat terlintas dalam kepalaku mengusulkan sungai desa sebagai tempat pertemuan. Tapi kamu keburu mengakhiri pembicaraan, saya menduga kamu menganggapku seperti wanita pingitan yang apabila diajak bicara dan terus-menerus diam, berarti aku menyetujui semua yang kamu katakan. Pasti kamu tidak menduga diamku adalah panggilan alam. Atau kamu sudah menduganya?

Tetap berjalan. Satu blok lagi, aku mencapai tempat itu. Kembali kuberpikir, karena aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Mengajak orang cerita, tidak seorang pun di sekelilingku saat ini. Memprediksi cuaca berdasarkan awan sirus yang kulihat melayang juga tidak mungkin, aku bukan klimatolog. Kutemukan apa yang pantas kupikirkan. Mengapa kamu terisak, atau aku anggap saja menangis. Mengapa kamu melakukan hal seperti itu? Bukankah aku selalu setia padamu dan bersedia melakukan apa saja untuk membuatmu senang? Bukankah bulan lalu kita masih sempat tertawa bersama ketika melihat wajah bingung seorang badut yang tidak bisa membuat satu pun penontonnya tertawa, tapi setelah kupikir kembali, sepertinya dia berhasil melakukannya. Saya mulai berprasangka, apakah orang tuamu sudah menjodohkanmu dengan orang lain? Tiba-tiba saja aku merasa beberapa gunung jatuh dari langit menimpa kedua kakiku. Dadaku sesak. Nafasku tersengal-sengal. Psikosomatik. Kalau aku menjadi dokter sekarang dan memeriksa seseorang yang seperti diriku pasti akan kutemukan seorang pasien dengan tampang yang benar-benar menyedihkan. Seseorang yang terkena serangan cemas dengan gejala somatik khas karena kerja saraf simpatis berlebih. Intinya, tampangku saat ini pasti tidak sampai seperduanya Brad Pitt ketika sedang berakting patah hati. Harus kusembunyikan wajahku. Tidak boleh kutatap wajahmu. Seorang pria tidak boleh menunjukkan kelemahan di hadapan siapa pun, kata bijak bodoh ini tiba-tiba menjadi motoku hari ini. Siapa yang menciptakan kata bijak yang tidak bijak seperti ini? Manusia lemah itu takdir, tidak peduli jenis kelamin. Tapi sudahlah, saat ini aku harus tetap terlihat gagah di hadapanmu.

WC desa, aku sampai. Saya melihatmu sudah di sana, di depan pintu WC Desa. Memakai topi dan kaca mata yang sama hitamnya hitamnya, dan berjaket kedodoran yang tidak kutahu warna dan mereknya nya serta celana jeans hitam yang juga kedodoran dipadu dengan sepatu kats. Gaya pakaian yang entahlah, modis atau tidak, saya bukan pengamat fashion. Kamu menunduk dan melangkah maju. Saya pun menunduk dan melangkah maju. Kita terus begitu hingga ketika berjalan dengan gaya begitu, aku bisa melihat katsmu dan kamu berhenti. Aku pun melakukannya. Ikut-ikutan sekali pikirku. Dan dalam ketundukan seperti itu, kamu berkata dengan serak, soal perpisahan dan hamil.

HAMIL? Begitu mendengar kata mengerikan itu, seketika itu juga aku berteriak mengulangi kata itu dan mengangkat wajahku memandangnya. “HEI! Kamu siapa?…” teriakku. Dia terlihat kaget dan melakukan hal yang sama sepertiku, memandang wajahku dan ikut-ikutan berteriak, “Kamu bukan Mas Karyo!”
“Siapa Karyo?” tanyaku.

Membuat Auto Scroll di Blog



Kalau punya Anda punya Blog yang postingannya banyak dan panjang seperti situs ini , ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk membuat Auto Scroll di Blog Anda agar memudahkan pembaca kembali ke halaman atas paling atas blog Anda. Tentu Anda tidak ingin menyiksa pembaca Anda karena kelelahan menekan mouse untuk mengklik scroll bar pada samping halaman situs kan! Menyiksa orang itu bisa dosa lho...

Kalau Anda berminat membuatnya, ikuti langkah berikut ini:

- Login ke Blogger dengan account kamu.
- Pergi ke "Tata Letak" kemudian "Edit HTML".

- Copy paste code berikut dan letakkan persis dibawah <head>

<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

<script src='http://raezen.fileave.com/scrolltop.js' type='text/javascript'>
</script>

- Simpan template kamu.


Kalau sudah melakukannya, coba kembali ke halaman awal blog Anda, lalu turunkan scroll bar hingga ke halaman paling bawah, Anda akan melihat ikon panah seperti di bawah ini:

coba klik ikon seperti itu pada halaman kanan bawah web Anda.
Keajaiban akan terjadi.

Selamat Mencoba!!!



SKYDRUGZ Format Baru


Setelah berdiri selama setahun lebih satu bulan dengan tampilan template default, akhirnya pengelola SKYDRUGZ memutuskan untuk mengubah format situsnya. Format situs ini dibuat sedemikian rupa agar menyerupai sebuah situs majalah. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Cahaya Biru yang telah menyediakan template blog Chronic Magazine.

Beberapa hari terakhir ini memang, SKYDRUGZ sempat mengalami beberapa perubahan template dikarenakan setelah mengamati perjalanan situs ini di statistik, pengelola situs menemukan hal yang cukup aneh. Ternyata banyak orang yang mengunjungi situs ini untuk mendapatkan informasi yang objektif. Seperti bahan kuliah, cara memperbaiki komputer, definisi istilah filsafat dan karya sastra. Itu kabar baik yang membuat pengelola SKYDRUGZ merasa berdosa karena selama ini situs SKYDRUGZ tidak pernah berniat menyediakan hal-hal seperti itu. Awalnya situs SKYDRUGZ dibuat sebagai wadah penampung segala isi pikiran pengelolanya. Namun setelah mengetahui fakta-fakta yang telah berlangsung selama ini, pengelola SKYDRUGZ bermaksud merubah format situs ini.

Rencananya, mulai tahun ini SKYDRUGZ akan berupaya menyediakan informasi yang bermanfaat dan lebih objektif (tapi kita lihat saja nanti :D). Semoga saja bisa. Amiiin.

Terimakasih atas perhatiannya.
 

Bagi yang rekan blogger yang bersedia tukaran link, langsung saja berkomentar di postingan ini. Penulis akan mengkonfirmasi pertukaran link dengan berkomentar balik di blog Anda.

Melalui blog dan postingan, semoga kita bisa mempererat tali silaturahim.Viva Bloggers.

link download template blog

Kamis, 04 Februari 2010

Anak Muda Dulu dan Sekarang

“Bangun Pemalas!” Sapaan manis berfrekuensi tinggi merusak mimpi indahku tentang diriku yang tengah melayang melintas langit biru. Aku membuka mata, kulihat seorang pria berdiri memandangiku. Setelah menatapnya sejenak, aku menutup mata lagi. Melihat kelakuanku yang seperti minta dihajar, pria yang memandangiku tadi langsung menampar wajahku sambil mengucapkan kata lembut yang sesuai dengan moodnya saat itu, “Kamu mau mati?” Plak…plak..plak…

Mendapat perlakuan seperti itu, mau tak mau saya pun bangun sambil menjerit,”apa kau tahu, menampar orang saat tidur melanggar konvensi Jenewa? Sakit tau.”
Orang yang sudah memperlakukanku dengan semena-mena begitu santai menanggapi keluhanku dengan kalimat,” Jenewa itu apa? Konvensi? Kamu mau jadi tukang jahit?”

Itu reaksi yang tidak saya harapkan. Seharusnya dia minta maaf setelah mendengar jeritanku tadi. Nampaknya saya harus berteriak lagi agar dia menyadari keberingasannya sudah menyebabkan gangguan fisik dan mentalku. Ya, fisik dan mental, sakit diwajahku dan interupsi mimpiku. Apa orang tua ini tidak tahu, gangguan fisik dan mental secara bersamaan dapat menyebabkan kegilaan permanen seperti yang dialami oleh para tahanan di Guantanamo.

Sayang saya tidak berani berteriak lagi dan berceramah soal defenisi konvensi dan di mana letak kota Jenewa. Nanti saya kualat. Tidak boleh diriku macam-macam di hadapan pria beringas ini. Soalnya manusia beringas inilah yang ikut andil dalam menjebloskanku di dunia yang penuh kekacauan ini. Kalau saja dia tidak ikut menyumbang DNA di kuku-kuku dan rambutku, sudah kubalas gamparan lembut di pipiku dengan pengaduan delik ke Komnas HAM. Akhirnya kuputuskan untuk berkata,

“Bapak… Ini saya sudah bangun. Ada apa sih, pagi-pagi sudah memborbadir wajah tampanku dengan tamparan bertubi-tubi? Kalau wajah saya lecet, kan Bapak juga yang rugi. Lagian ini kan masih pagi, Pak. Tuh, kan masih gelap”

Telunjukku kuarahkan ke sekeliling kamarku yang memang masih terlihat gelap.

“Apa kau bilang? Masih pagi? Kamu pakai jam zona waktu mana? Kiribati dan sekitarnya? Kamarmu memang dari dulu gelap tau! Siapa suruh tinggal di lantai bawah. Cepat mandi sana, pergi kuliah. Dan segera cuci wajah tampanmu yang penuh belek dan iler itu. Anak muda zaman sekarang, kerjanya molor terus.”

Bapakku meneriakannya seperti ledakan meriam Colombus saat merayakan penemuan Benua Amerika. Dan itu terus berlanjut dalam bentuk ceramah panjang yang bernuansa Nuklir, makin lama makin kencang. Sepertinya kamarku bakal menjadi Hiroshima dan Nagasaki selanjutnya dan Bapakku menjadi Enola Gay yang siap menghancurkannya.

Rabu, 03 Februari 2010

Acylovir

Acyclovir (Nama Dagang Zovirax).

Zovirax yang tersedia dalam bentuk kapsul, larutan dan tablet. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati sejumlah infeksi yang berkaitan dengan virus Herpes. Termasuk herpes kelamin, cacar dan cacar air. Tidak semua orang cocok dengan obat ini, dan penggunaannya biasanya harus melalui resep dokter.

BBeberapa dokter menggunakan Zovirax bersama dengan penggunaan obat lain seperti pada kasus AIDS dan herpes yang terjadi pada pasien transplantasi ginjal dan sumsum tulang.

Cara Penggunaan Obat
 
 Penggunaan Zovirax sebaiknya tidak dibagi dengan orang lain dan juga tidak boleh melebihi resep yang sudah ditentukan sejak awal. Salep Zovirax tidak boleh digunakan dekat dengan mata.

Zovirax dapat digunakan baik sebelum maupun sesudah makan. Obat ini sebaiknya disimpan di tempat yang kering.

Efek Samping yang Dapat Timbul

Jika terjadi efek samping setelah menggunakan obat ini, sebaiknya segera hubungi dokter. Adapun beberapa efek samping dari Zovirax antara lain:
O Efek samping yang paling sering ditemukan: diare, perasaan tidak nyaman, mual dan muntah.
O Efek  samping lain: perilaku agresif, agitasi, reaksi alergi, darah padaurin, koma, bingung, penurunan kesadaran, delirium, pusing, demam, gagal ginjal, mengantuk, psikosis

Jika terdapat alergi terhadap obat ini, ada baiknya penggunaannya dihentikan.

Selasa, 02 Februari 2010

Amir, Cucian dan Hujan

Aku Amir. Ini kisahku tentang hujan dan cucianku. Entah apa kelebihanku, tapi aku merasa ada sesuatu dari pakaianku yang begitu mempesonakan hujan. Dan itu terlalu sulit untuk dipahami.

Hari ini hujan lagi. Padahal sudah berencana mencuci pakaian ketika bulan lalu hari masih cerah. Tapi sekarang, mau apalagi? Sepertinya hujan tahun ini begitu menyukai pakaianku sehingga ketika tidak berencana mencuci, mereka tidak juga hadir. Tapi begitu berencana merendam pakaian, mereka berbondong-bondong jatuh dari awan. Mestinya aku bersyukur, karena ada bagian diriku- meskipun pakaian hanyalah perluasan semu keakuanku-yang nampaknya dicintai fenomena alam.

Dan nampaknya cinta itu bersifat abadi karena cinta hujan pada cucianku terus menerus diperjuangkan, dipertanyakan, "Cintakah kemeja pada diriku? Cintakah kutang padaku?" dan penuh misteri. Bukti jelasnya, hujan terus saja membasahi pakaianku padahal mereka sudah bergelantungan di kabel kawat loteng lebih dari 2 minggu.

Ini gila. Lebih gila dibanding teori chaos ilmu pengetahuan alam.

Sapi Perah

Aku selalu bertanya, dari mana tetangga-tetangga kandangku mengambil bahan untuk bercerita. Seolah-olah mereka sudah punya bakat ngalor ngidul sejak jabang bayi. Mengapa mereka tidak masuk fakultas sospol saja dan minggat dari kandangnya, pikirku. Tiap kali mendengar mereka berbicara, perasaan mual selalu saja menyodok perutku, sok tahu pikirku, sok intelek anggapku. Kalian hanya kambing, bukan manusia, hentikan bicara seperti itu, selalu saja nyaris membuatku muntah tiap kali mulut kalian mulai membuka dan mengeluarkan suara-suara tentang budaya, politik, mahasiswa, musik. Kalian hanya kambing, tahu apa kalian urusan penjagal kalian?

Tidak bisakah kalian diam dan tenang sepertiku. Berbicara hanya ketika diminta, berkomentar bila ada yang membutuhkan. Aku rasa, pantas saja mahluk-mahluk seperti kalian harus berakhir di meja makan. Kalian terlalu banyak bicara. Mengkritik dan mencerca dalam suara. Itu tidak baik bagi telinga penjagal.

Coba kalian tenang sepertiku, mungkin kalian bisa juga menjadi hewan perahan.

Sapi dan Angkot

Tidak banyak yang bisa kukatakan tentang hari ini. Karena hari ini tidak jauh berbeda dengan hari kemarin. Sejak kepergian angkot biru itu, praktis, diriku menjadi sapi yang paling kesepian di kandang peternakan tak bertuan ini.

Aku memang jarang bicara. Lagian kalau harus melakukannya, kepada siapa aku akan melakukannya? Pada kerbau tua di seberang kandangku? Meskipun sama-sama melenguh, nampaknya titian nada yang dipakai kerbau tua itu satu oktaf di atas lenguhanku, dan perbedaan seperti itu betul-betul memberikan makna yang sama sekali berbeda, bahasa lenguhan sangat rumit memang.

Bicara pada kuda dan kambing pun tidak mungkin. Ringkikan serta embikan memiliki enkripsi makna yang lebih rumit lagi untuk didekodefikasi. Apalagi kokokan ayam, saya bahkan tidak bisa membedakan kokokan pagi dengan kokokan sore, betul-betul terdengar sama persis. Entah bagaimana ayam bisa membedakannya.

Dalam kesendirian seperti ini, kehadiran angkot biru di masa lalu kembali mengetok-ngetok pintu memoriku. Seolah itu meminta izin untuk berkuasa sejenak agar sepiku lenyap. Biasanya, saya tidak mengizinkannya, segera kuusir memori lama itu dengan gambaran hijaunya rerumputan sungai peternakan yang menanti mamahan. Tapi hari ini berbeda, kuizinkan memori kusam itu menelusup girus dan sulkus otakku, kupikir sapi sepertiku sekali-sekali butuh juga nostalgia.

Dan, ya! Angkot biru itu kembali tampak dalam pikiranku, begitu nyata seperti kumelihatnya pertama kali dengan mata lentikku, bahkan lecet-lecet pada cat biru angkot itu juga jelas terlihat. Kuteringat kembali masa-masa ketika diriku berdialog dengan angkot tak bertuan itu.

Sungguh aneh, aku bisa memahami semua hal yang ingin diungkapkan angkot biru itu. Padahal dia, aku mulai menganggapnya seperti mahluk hidup, adalah benda mati. Sudah berkali-kali kucoba memahami apa yang dikatakan oleh semua mahluk di peternakan tapi tidak pernah bisa. Namun hal itu tidak terjadi pada angkot biru itu. Begitu memandangnya, aku paham, dia kesepian sama sepertiku. Hasratnya menggunung sama sepertiku. Jalan pikirannya sok pintar sama sepertiku. Dia betul-betul menyerupaiku.

Sejak saat itu kami selalu menghabiskan waktu bersama. Bercerita tentang banyak hal. Mengungkapkan cita-cita yang terdengar muskil seperti diriku yang ingin menjadi Jenghis Khan dan dirinya yang ingin menjadi Ferrari berwarna biru.

Dalam diri angkot itu, kutemukan diriku. Memandangnya sama seperti memandang diriku. Dia adalah diriku dalam wujud logam.

Entah di mana dirinya kini.

Tujuan Hidup

Hampir setengah tahun kondisi mentaluku tidak juga membaik. Masih malas, tidak bergairah, dan tidak punya tujuan. Mungkin tujuan itu ada, menjadi seseorang yang besar tapi saya tidak tahu bagaimana cara menuju tujuan itu. Beberapa bulan ini aku memikirkannya, apa menjadi orang besar itu adalah tujuan yang benar? Karena selama masa hidupku yang baru belasan tahun ini, orang besar seperti Jenderal Sudirman, Syafruddin Prawiranegara, Bung Hatta, Al Fatih Sang Penakluk, hingga Jenghis Khan selalu membuatku berpikir menjadi orang besar seperti mereka pasti menyenangkan. Memiliki banyak pengagum, melakukan hal-hal luar biasa yang menyangkut hajat hidup orang banyak serta memiliki kisah hidup yang heroik. Sungguh tujuan hidup yang ideal.

Tapi setahun yang lalu, tujuan hidupku untuk menjadi orang besar mendapat cobaan. Memang bukan cobaan yang luar biasa keparahannya seperti cobaan yang dialami Bilal ketika terpaksa menghadapi kegetiran karena keyakinan yang dianutnya mendapat tentangan dalam bentuk batu yang menindih dan terik yang membakar.Namun cobaannya juga tidak juga seremeh memilih baju yang pantas untuk ke pasar, memakai kemeja atau kaos. Ujian itu hadir dalam bentuk pertanyaan singkat, " apakah aku harus menjadi orang besar?" pertanyaan seperti itu diontarkan oleh pikiranku sendiri setelah diriku bertemu banyak orang, meneliti kisah hidup mereka serta menerawang prospek masa depan mereka, dan kutemukan, semua orang itu sama sepertiku mereka juga ingin menjadi orang besar. Ingin kuterkejut, sayangnya tidak mampu kulakukan, saya sudah menyadari hal seperti ini sejak dulu. Tidak ada yang perlu dikejutkan. Menjadi orang besar memang tujuan yang menyenangkan ketika hal itu menjadi nyata, meskipun ketika memperjuangkannya, tidak sedikit kenyataan hidup yang harus dikorbankan seperti kenyataan bahwa sebenarnya dirinya tidak perlu melakukan semua hal itu dan kenyataan lain berupa konsekuensi hidup atas semua hal yang telah terlewatkan dan terkorbankan untuk mencapai tujuan hidup sebesar itu.

Aku tak ragu dengan pengorbanan. Apapun dapat kuserahkan demi mencapai cita-cita. Andai saja semangat seperti ini masih tertanam di hatiku. Andai saja tidak ada satu pun mahluk yang mengatakan padaku kebenaran. Andai saja ku tak terlahir sebagai sapi.

Bahaya Tidur dengan Lampu Menyala

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia.Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.

Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam

Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam.

Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.

Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke senatero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.

Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.

Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.

Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.

Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai. Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.

Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.

Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam. Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya. (sa/iol)

eramuslim.com [Senin, 01/02/2010 13:37 ]

Senin, 01 Februari 2010

Old Talk


Kemarin hasrat berjanji pada jiwa dengan janji yang takkan pernah ditepati
Sekarang apa lagi yang hasrat janjikan?
Sekuat apa dirimu? Apakah sekuat bumi yang menghujam lengkung dimensi ruang dan waktu?
Bahkan bumi pun tak mampu menahan hasrat ketika itu ditimpakan padanya, apalagi manusia yang hanya berupa daging dan tulang.
Kemarin hasrat berjanji pada jiwa, hari ini dia berhenti meminta. Hari ini ambisi berjanji pada raga dengan suara yang sama, sebentar akan menjauh.

Hasrat dan ambisi mengendalikan kelemahan
Meminta sedikit dalam penundaan
Merengek untuk perulangan
Tak melihat resiko dalam kematian
Membutakan pikiran tanpa kesakitan
Dalam kesenangan semu tak bertuan
Mati manusia dibuatnya, dalam penasaran dan kesesatan

Cinta terpancar dari harapan akan esok yang lebih baik
Membuai jiwa dengan rindu, membelai dengan sayang
Kata tak mampu mengungkapnya, lalu mengapa harus bicara?
CInta tak butuh kata untuk berkata.
Cinta, semu, dalam keterasingannya, bagi jiwa yang mendamba.
Terlihat nyata dalam kepalsuan
Menipu mata, digilakan hasrat tak tertahankan
Terus menuntut hingga terpenuhi

Hasrat dan ambisi selalu meminta sedikit
Namun berulang dan terus-menerus


Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...