Rabu, 31 Maret 2010

Penanganan Gawat Napas

Ini slide tentang penanganan gawat nafas. Cukup sederhana tapi komprehensif. Selamat menggunakan, semoga bermanfaat.

Selasa, 30 Maret 2010

March Guest

Tidak pernah menemukan tamu sekurang ajar kamu. Tidak sedikit pun hormat kau tunjukan padaku. Padahal sudah kusuguhkan semua logistik yang kupunya hanya untukmu hingga nyaris aku kelaparan di bulan Maret yang dingin ini. Tidak tahukah kamu, aku juga mahluk hidup yang bisa mati kalau tidak mendapat asupan nutrisi selama berhari-hari.

Kamu seperti mahluk tak beragama, tidak memiliki kesopanan sama sekali. Apa kamu pernah mendengar kabar kalau semua orang yang kurang ajar akan masuk neraka lalu dibakar berulang-ulang hingga mereka lupa bagaimana caranya kurang ajar. Saya yakin kamu belum pernah mendengar hal seperti itu. Mana mau orang yang membenci ceramah dan khutbah di saat jum'at dan enam hari lain dalam seminggu merelakan waktu untuk sekedar mendengar sesuatu yang kau bilang "omong kosong tentang sesuatu yang tidak pernah nyata. Pembicaraan para penceramah selalu bernada surealis yang sok protektif terhadap perilaku kemanusiaan. Semuanya kelakuan orang lain dianggap dosa. Dan kejahatan sendiri dibilang terpaksa, darurat. Kemunafikan sok gaib tentang masa depan." dan bla...bla...bla... lain yang sudah ingin aku lupakan.

Kuingat saat pertama kau ketuk pintuku dengan moncongmu. Kau berkata tentang hawa dingin yang mematikan dan kelaparan yang membunuh untuk menarik simpatiku. Dengan gaya khas seorang pengemis yang sekarat, kau memasang wajah memelas tanpa tahu malu. Tidak tahukah kamu, saat memasang wajah seperti itu, kamu lebih menyerupai hantu yang wajahnya remuk, beserta otak terburai yang nyaris sulit kubedakan dengan cendol merah yang biasa kumakan saat cuaca panas. Kamu betul-betul memuakan saat itu. Tapi aku bisa apa? Aku terpaksa menerimamu sebagai tamu bulan Maret karena agama yang kuanut memaksaku untuk menolong orang yang memelas, apapun alasannya. Berikan perkatan dan penerimaan yang layak meskipun mereka yang meminta punya temperamen tidak bersahaja.

Maret Remuk

Hukum buatan manusia lebih menyerupai orang tua yang terkena fraktur Colles akibat proses degeneratif dan dialektika yang tak terkendali. Maksudnya baik ingin menggenggam manusia dengan cara merenggangkan semua kuku kekejaman dan kekerasan tanpa harus mengoyak kesenangan manusia, tapi niat baik macam itu justru mendekstruksi kebaikan hukum itu sendiri.

Keinginan manusia selalu berupaya melindungi dirinya dari segala tindakan yang dapat mengungkung kebebasannya. Dia akan merusak semua penghalang yang dapat menghentikan perwujudannya. Tidak ada hukum yang bisa melarang manusia.

Matahari Maret

Aku adalah bayi prematur yang dipaksa segera bernapas dengan pencecokan steroid. Disenteri dengan USG setiap saat untuk memastikan aku bisa ditarik ke bumi dengan seksio cesar.

Begini nasib jadi bayi yang punya orang tua freak, tergila-gila sama tanggal cantik, bulan cantik, nomor selular cantik. Orang tua yang terobsesi pada keteraturan sebenarnya cukup menyenangkan walaupun kadang mereka bisa berubah jadi monster yang menjengkelkan begitu keteraturan itu dipaksakan pada anak. Tidak tahukah mereka, tidak ada keteraturan mutlak yang bisa diciptakan seorang manusia. Hukum yang diciptakan untuk mengatur toh, bisa juga dilanggar. Tapi apa yang bisa kulakukan, aku hanya janin kecil yang tidak berdaya. Aku bahkan tidak punya hak untuk menentukan hidup mati dan waktu lahirku.

Seandainya bisa, aku ingin melihat bumi saat Maret menjelang. Menyaksikan garis perak di cakrawala merah Maret yang mendung. Maret itu kemarau atau hujan ya? Entahlah, pokoknya aku ingin melihat cahaya matahari Maret saat menghirup nafas pertama. Tidak peduli aku lahir di ketinggian Menara Chrysler ataupun di kolong jembatan Brazilia, punya orang tua freak ataupun normal, aku ingin menjadi mahluk Maret.

NB: USG=ultrasonografi, salah satu alat yang digunakan untuk melihat organ dalam tubuh manusia dengan menggunakan gelombang suara. biasanya digunakan untuk melihat janin dalam kandungan karena tidak adanya efek radiasi seperti yang dapat ditemukan pada sinar X.

Anatomi Toraks

Anatomi Toraks: Surface Anatomy - Dinding Toraks

Toraks adalah daerah pada tubuh manusia (atau hewan) yang berada di antara leher dan perut (abdomen). Toraks dapat didefinisikan sebagai area yang dibatasi di superior oleh thoracic inlet dan inferior oleh thoracic outlet; dengan batas luar adalah dinding toraks yang disusun oleh vertebra torakal, iga-iga, sternum, otot, dan jaringan ikat.

Sedangkan rongga toraks dibatasi oleh diafragma dengan rongga abdomen. Rongga Toraks dapat dibagi kedalam dua bagian utama, yaitu : paru-paru (kiri dan kanan) dan mediastinum. Mediastinum dibagi ke dalam 3 bagian: superior, anterior, dan posterior. Mediastinum terletak diantara paru kiri dan kanan dan merupakan daerah tempat organ-organ penting toraks selain paru-paru (yaitu: jantung, aorta, arteri pulmonalis, vena cavae, esofagus, trakhea, dll.).

Thoracic inlet merupakan "pintu masuk" rongga toraks yang disusun oleh: permukaan ventral vertebra torakal I (posterior), bagian medial dari iga I kiri dan kanan (lateral), serta manubrium sterni (anterior). Thoracic inlet memiliki sudut deklinasi sehingga bagian anterior terletak lebih inferior dibanding bagian posterior. Manubrium sterni terletak kira-kira setinggi vertebra torakal II.

Batas bawah rongga toraks atau thoracic outlet (pintu keluar toraks) adalah area yang dibatasi oleh sisi ventral vertebra torakal XII, lateral oleh batas bawah iga dan anterior oleh processus xiphoideus.

Diafragma sebagai pembatas rongga toraks dan rongga abdomen, memiliki bentuk seperti kubah dengan puncak menjorok ke superior, sehingga sebagian rongga abdomen sebenarnya terletak di dalam "area" toraks.

SURFACE ANATOMY

Pada garis tengah dibagian anterior terletak sternum yang terdiri dari 3 bagian, manubrium, korpus, dan prosesus xiphoideus. Titik paling atas sternum dikenal sebagai sternal notch atau insisura jugularis, yang tampak berupa lekukan antara kedua kaput klavikula. Insisura ini setinggi batas bawah dari vertebra torakal ke-2.

Angulus ludovici adalah tonjolan yang terjadi oleh karena pertemuan bagian korpus dan manubrium sterni yang membentuk sudut. Sudut ini tampak nyata pada orang yang kurus. Angulus ludovici adalah penanda anatomi permukaan oleh karena terletak setinggi iga ke-2 dan vertebra torakal 4-5. Setinggi angulus ini terdapat organ-organ penting: arkus aorta dan karina.

Bagian terakhir sternum adalah processus xiphoideus yang dapat diraba sebagai ujung bawah yang lunak dari sternum; kira-kira setinggi vertebra torakal 9.

Lateral terhadap sternal terdapat iga dan sela iga yang dapat dibedakan dan dihitung melalui palpasi. Hampir seluruh iga tertutup oleh otot, tetapi hanya iga I yang tidak dapat teraba oleh karena tertutup oleh klavikula.

Batas bawah rongga iga di sebelah anterior dibentuk oleh processus xiphoideus, rawan kartilago dari iga VII-X, dan ujung kartilago dari iga XI-XII.

Papilla mammae pada pria yang kurus berada di sekitar sela iga V kiri sedikit lateras garis mid-klavikula.

Triangulus auskultatorius adalah area segitiga yang dibentuk oleh skapula di lateral, superior oleh batas inferior m.trapezius dan inferior oleh batas superior m. latissimus dorsi yang terjadi saat skapula tertarik ke lateral-anterior pada posis lengan melipat ke depan dada dan ke depan. Area ini merupakan petunjuk klinis penting karena sela-sela iga di tempat ini hanya tertutup oleh jaringan sub-kutan dan merupakan tempat yang baik untuk pemeriksaan auskultasi toraks.

Klavikula dapat dengan mudah diraba atau dilihat karena hanya ditutupi oleh subkutis dan kulit.

Skapula dapat diraba dari permukaan dengan margo vertebralis, angulus inferior, dan spina.

Untuk vertebra, sebagai patokan hanya dapat diraba prosesus spinosus vertebra; pada bagian atas yang terbesar dan paling menonjol adalah vertebra servikalis ke-7 dan dibawahnya adalah vertebra torakalis pertama.

Garis-garis (imajiner) yang penting adalah linea midsternalis (midline), linea parasternalis, dan midklavikularis. Di toraks lateral ada garis aksilaris anterior (sesuai sisi lateral M.pektoralis mayor), linea aksilaris medius (sesuai dengan puncak aksila) dan linea aksilaris posterior (sesuai dengan M.latissimus dorsi)

Biasanya otot yang diinsisi pada waktu melakukan torakotomi posterolateral hanya otot latissimus dorsi. Bila diinginkan lebih lebar: ke posterior dapat dipotong muskulus trapezius dan rhomboideus mayor dan minor; ke anterior dapat dipotong muskulus seratus anterior di origonya (bagian depan otot) untuk menghidari kerusakan nervus torakalis longus.

Untuk torakotomi anterior dilakukan pemotongan dari M.pektoralis

Area Pre-cordial adalah area proyeksi dari jantung ke dinding dada anterior, yaitu daerah dengan :

batas superior: iga II kiri
batas inferior : pinggir bawah toraks (iga) kiri
batas kanan : garis parasternal kanan
batas kiri : garis mid-klavikula kiri


DINDING TORAKS

Costae

Rangka toraks terluas adalah iga-iga (costae) yang merupakan tulang jenis osseokartilaginosa. Memiliki penampang berbentuk konus, dengan diameter penampang yang lebih kecil pada iga teratas dan makin melebar di iga sebelah bawah. Di bagian posterior lebih petak dan makin ke anterior penampang lebih memipih.

Terdapat 12 pasang iga : 7 iga pertama melekat pada vertebra yang bersesuaian, dan di sebelah anterior ke sternum. Iga VIII-X merupakan iga palsu (false rib) yang melekat di anterior ke rawan kartilago iga diatasnya, dan 2 iga terakhir merupakan iga yang melayang karena tidak berartikulasi di sebelah anterior.

Setiap iga terdiri dari caput (head), collum (neck), dan corpus (shaft). Dan memiliki 2 ujung : permukaan artikulasi vertebral dan sternal.

Bagian posterior iga kasar dan terdapat foramen-foramen kecil. Sedangkan bagian anterior lebih rata dan halus. Tepi superior iga terdapat krista kasar tempat melekatnya ligamentum costotransversus anterior, sedangkan tepi inferior lebih bulat dan halus.

Pada daerah pertemuan collum dan corpus di bagian posterior iga terdapat tuberculum. Tuberculum terbagi menjadi bagian artikulasi dan non artikulasi.

Penampang corpus costae adalah tipis dan rata dengan 2 permukaan (eksternal dan internal), serta 2 tepi (superior dan inferior). Permukaan eksternal cembung (convex) dan halus; permukaan internal cekung (concave) dengan sudut mengarah ke superior.

Diantara batas inferior dan permukaan internal terdapat costal groove, tempat berjalannya arteri-vena-nervus interkostal.

Iga pertama merupakan iga yang penting oleh karena menjadi tempat melintasnya plexus brachialis, arteri dan vena subklavia. M.scalenus anterior melekat di bagian anterior permukaan internal iga I (tuberculum scalenus), dan merupakan pemisah antara plexus brachialis di sebelah lateral dan avn subklavia di sebelah medial dari otot tersebut.

Sela iga ada 11 (sela iga ke 12 tidak ada) dan terisi oleh m. intercostalis externus dan internus. Lebih dalam dari m. intercostalis internus terdapat fascia transversalis, dan kemudian pleura parietalis dan rongga pleura. Pembuluh darah dan vena di bagian dorsal berjalan di tengah sela iga (lokasi untuk melakukan anesteri blok), kemudian ke anterior makin tertutup oleh iga. Di cekungan iga ini berjalan berurutan dari atas ke bawah vena, arteri dan syaraf (VAN). Mulai garis aksilaris anterior pembuluh darah dan syaraf bercabang dua dan berjalan di bawah dan di atas iga. Di anterior garis ini kemungkinan cedera pembuluh interkostalis meningkat pada tindakan pemasangan WSD.

Vertebra

Untuk bedah toraks sebetulnya tidak banyak yang harus diketahui mengenai vertebra kecuali bahwa persendiannya dengan kosta. Vertebra torakalis pertama (T 1)mempunyai satu persendian yang lengkap dengan iga I dan setengah persendian dengan iga II. Selanjutnya T2-T8 mempunyai dua persendian, di atas dan di bawah korpus vertebra (untuk iga II sampai dengan VIII). Sedang dari T9-T12 hanya mempunyai satu persendian dengan iga. Semua ini penting untuk melepaskan iga dari korpus vertebra pada waktu melakukan torakotomi.

Yang perlu juga diketahui adalah ligamentum longitudinalis anterior; di depan ligamentum ini terdapat suatu ruangan (space) dengan susunan jaringan ikat yang longgar dan merupakan "jalan" untuk descending infection dari daerah leher menuju mediastinum.


Trauma Toraks I : Umum

Trauma toraks mencakup area anatomis leher dan toraks serta dapat menyebabkan kelainan pada sistem respirasi, sistem sirkulasi, dan sistem pencernaan. Menurut salah satu buku rujukan disebutkan angka mortalitas pada trauma toraks mencapai 10%. Akan tetapi kematian akibat trauma toraks merupakan 1/4 jumlah kematian total akibat kasus-kasus trauma.


Klasifikasi dan Mekanisme

Trauma toraks dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu trauma tembus atau tumpul.

1. Trauma tembus (tajam)

Terjadi diskontinuitas dinding toraks (laserasi) langsung akibat penyebab trauma
Terutama akibat tusukan benda tajam (pisau, kaca, dsb) atau peluru
Sekitar 10-30% memerlukan operasi torakotomi


2. Trauma tumpul

Tidak terjadi diskontinuitas dinding toraks.
Terutama akibat kecelakaan lalu-lintas, terjatuh, olahraga, crush atau blast injuries.
Kelainan tersering akibat trauma tumpul toraks adalah kontusio paru.
Sekitar <10% yang memerlukan operasi torakotomi

Mekanisme

Akselerasi

Kerusakan yang terjadi merupakan akibat langsung dari penyebab trauma. Gaya perusak berbanding lurus dengan massa dan percepatan (akselerasi); sesuai dengan hukum Newton II (Kerusakan yang terjadi juga bergantung pada luas jaringan tubuh yang menerima gaya perusak dari trauma tersebut.
Pada luka tembak perlu diperhatikan jenis senjata dan jarak tembak; penggunaan senjata dengan kecepatan tinggi seperti senjata militer high velocity (>3000 ft/sec) pada jarak dekat akan mengakibatkan kerusakan dan peronggaan yang jauh lebih luas dibandingkan besar lubang masuk peluru.


Deselerasi

Kerusakan yang terjadi akibat mekanisme deselerasi dari jaringan. Biasanya terjadi pada tubuh yang bergerak dan tiba-tiba terhenti akibat trauma. Kerusakan terjadi oleh karena pada saat trauma, organ-organ dalam yang mobile (seperti bronkhus, sebagian aorta, organ visera, dsb) masih bergerak dan gaya yang merusak terjadi akibat tumbukan pada dinding toraks/rongga tubuh lain atau oleh karena tarikan dari jaringan pengikat organ tersebut.


Torsio dan rotasi

Gaya torsio dan rotasio yang terjadi umumnya diakibatkan oleh adanya deselerasi organ-organ dalam yang sebagian strukturnya memiliki jaringan pengikat/fiksasi, seperti Isthmus aorta, bronkus utama, diafragma atau atrium. Akibat adanya deselerasi yang tiba-tiba, organ-organ tersebut dapat terpilin atau terputar dengan jaringan fiksasi sebagai titik tumpu atau poros-nya.
Blast injury

Kerusakan jaringan pada blast injury terjadi tanpa adanya kontak langsung dengan penyebab trauma. Seperti pada ledakan bom.
Gaya merusak diterima oleh tubuh melalui penghantaran gelombang energi.

Faktor lain yang mempengaruhi

Sifat jaringan tubuh

Jenis jaringan tubuh bukan merupakan mekanisme dari perlukaan, akan tetapi sangat menentukan pada akibat yang diterima tubuh akibat trauma. Seperti adanya fraktur iga pada bayi menunjukkan trauma yang relatif berat dibanding bila ditemukan fraktur pada orang dewasa. Atau tusukan pisau sedalam 5 cm akan membawa akibat berbeda pada orang gemuk atau orang kurus, berbeda pada wanita yang memiliki payudara dibanding pria, dsb.


Lokasi

Lokasi tubuh tempat trauma sangat menentukan jenis organ yang menderita kerusakan, terutama pada trauma tembus. Seperti luka tembus pada daerah pre-kordial.


Arah trauma

Arah gaya trauma atau lintasan trauma dalam tubuh juga sangat mentukan dalam memperkirakan kerusakan organ atau jaringan yang terjadi.
Perlu diingat adanya efek "ricochet" atau pantulan dari penyebab trauma pada tubuh manusia. Seperti misalnya : trauma yang terjadi akibat pantulan peluru dapat memiliki arah (lintasan peluru) yang berbeda dari sumber peluru sehingga kerusakan atau organ apa yang terkena sulit diperkirakan.

Kondisi Yang Berbahaya

Berikut adalah keadaan atau kelainan akibat trauma toraks yang berbahaya dan mematikan bila tidak dikenali dan di-tatalaksana dengan segera:

1. Obstruksi jalan napas

Tanda: dispnoe, wheezing, batuk darah
PF:stridor, sianosis, hilangnya bunyi nafas
Ro toraks: non-spesifik, hilangnya air-bronchogram, atelektasis


2. Tension pneumotoraks

Tanda : dispnoe, hilangnya bunyi napas, sianosis, asimetri toraks, mediastinal shift
Ro toraks (hanya bila pasien stabil) : pneumotoraks, mediastinal shift


3. Perdarahan masif intra-toraks (hemotoraks masif)

Tanda: dispnoe, penampakan syok, hilang bunyi napas, perkusi pekak, hipotensif
Ro toraks: opasifikasi hemitoraks atau efusi pleura


4. Tamponade

Tanda: dispnoe, Trias Beck (hipotensi, distensi vena, suara jantung menjauh), CVP > 15
Ro toraks: pembesaran bayangan jantung, gambaran jantung membulat


5. Ruptur aorta

Tanda: tidak spesifik, syok
Ro toraks: pelebaran mediastinum, penyempitan trakhea, efusi pleura


6. Ruptur trakheobronhial

Tanda: Dispnoe, batuk darah
Ro toraks: tidak spesifik, dapat pneumotoraks, hilangnya air-bronchograms


7. Ruptur diafragma disertai herniasi visera

Tanda: respiratory distress yang progresif, suara usus terdengar di toraks
Ro toraks : gastric air bubble di toraks, fraktur iga-iga terbawah, mediastinal shift


8. Flail chest berat dengan kontusio paru

Tanda: dispnoe, syok, asimetris toraks, sianosis
Ro toraks: fraktur iga multipel, kontusio paru, pneumotoraks, effusi pleura


9. Perforasi esofagus

Tanda: Nyeri, disfagia, demam, pembengkakan daerah servikal
Ro toraks: udara dalam mediastinum, pelebaran retrotracheal-space, pelebaran mediastinum, efusi pleura, pneumotoraks

Penatalaksanaan Trauma Toraks

Prinsip

Penatalaksanaan mengikuti prinsip penatalaksanaan pasien trauma secara umum (primary survey - secondary survey)
Tidak dibenarkan melakukan langkah-langkah: anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan diagnostik, penegakan diagnosis dan terapi secara konsekutif (berturutan)
Standar pemeriksaan diagnostik (yang hanya bisa dilakukan bila pasien stabil), adalah : portable x-ray, portable blood examination, portable bronchoscope. Tidak dibenarkan melakukan pemeriksaan dengan memindahkan pasien dari ruang emergency.
Penanganan pasien tidak untuk menegakkan diagnosis akan tetapi terutama untuk menemukan masalah yang mengancam nyawa dan melakukan tindakan penyelamatan nyawa.
Pengambilan anamnesis (riwayat) dan pemeriksaan fisik dilakukan bersamaan atau setelah melakukan prosedur penanganan trauma.
Penanganan pasien trauma toraks sebaiknya dilakukan oleh Tim yang telah memiliki sertifikasi pelatihan ATLS (Advance Trauma Life Support).
Oleh karena langkah-langkah awal dalam primary survey (airway, breathing, circulation) merupakan bidang keahlian spesialistik Ilmu Bedah Toraks Kardiovaskular, sebaiknya setiap RS yang memiliki trauma unit/center memiliki konsultan bedah toraks kardiovaskular.

Primary Survey

Airway

Assessment :

perhatikan patensi airway
dengar suara napas
perhatikan adanya retraksi otot pernapasan dan gerakan dinding dada


Management :

inspeksi orofaring secara cepat dan menyeluruh, lakukan chin-lift dan jaw thrust, hilangkan benda yang menghalangi jalan napas
re-posisi kepala, pasang collar-neck
lakukan cricothyroidotomy atau traheostomi atau intubasi (oral / nasal)

Breathing

Assesment

Periksa frekwensi napas
Perhatikan gerakan respirasi
Palpasi toraks
Auskultasi dan dengarkan bunyi napas


Management:

Lakukan bantuan ventilasi bila perlu
Lakukan tindakan bedah emergency untuk atasi tension pneumotoraks, open pneumotoraks, hemotoraks, flail chest

Circulation

Assesment

Periksa frekwensi denyut jantung dan denyut nadi
Periksa tekanan darah
Pemeriksaan pulse oxymetri
Periksa vena leher dan warna kulit (adanya sianosis)


Management

Resusitasi cairan dengan memasang 2 iv lines
Torakotomi emergency bila diperlukan
Operasi Eksplorasi vaskular emergency

Tindakan Bedah Emergency

Krikotiroidotomi
Trakheostomi
Tube Torakostomi
Torakotomi
Eksplorasi vaskular


Trauma Toraks II: Kelainan Spesifik

TRAUMA PADA DINDING DADA

FRAKTUR IGA


Fraktur pada iga (costae) merupakan kelainan tersering yang diakibatkan trauma tumpul pada dinding dada. Trauma tajam lebih jarang mengakibatkan fraktur iga, oleh karena luas permukaan trauma yang sempit, sehingga gaya trauma dapat melalui sela iga.

Fraktur iga terutama pada iga IV-X (mayoritas terkena)

Perlu diperiksa adanya kerusakan pada organ-organ intra-toraks dan intra abdomen.

Kecurigaan adanya kerusakan organ intra abdomen (hepar atau spleen) bila terdapat fraktur pada iga VIII-XII

Kecurigaan adanya trauma traktus neurovaskular utama ekstremitas atas dan kepala (pleksus brakhialis, a/v subklavia, dsb.), bila terdapat fraktur pada iga I-III atau fraktur klavikula.

Penatalaksanaan

Fraktur 1-2 iga tanpa adanya penyulit/kelainan lain : konservatif (analgetika)
Fraktur >2 iga : waspadai kelainan lain (edema paru, hematotoraks, pneumotoraks)
Penatalaksanaan pada fraktur iga multipel tanpa penyulit pneumotoraks, hematotoraks, atau kerusakan organ intratoraks lain, adalah:
Analgetik yang adekuat (oral/ iv / intercostal block)
Bronchial toilet
Cek Lab berkala : Hb, Ht, Leko, Tromb, dan analisa gas darah
Cek Foto Ro berkala

Penatalaksanaan fraktur iga multipel yang disertai penyulit lain (seperti: pneumotoraks, hematotoraks dsb.), ditujukan untuk mengatasi kelainan yang mengancam jiwa secara langsung, diikuti oleh penanganan pasca operasi/tindakan yang adekuat (analgetika, bronchial toilet, cek lab dan ro berkala), sehingga dapat menghindari morbiditas/komplikasi.

Komplikasi tersering adalah timbulnya atelektasis dan pneumonia, yang umumnya akibat manajemen analgetik yang tidak adekuat.

FRAKTUR KLAVIKULA

Cukup sering sering ditemukan (isolated, atau disertai trauma toraks, atau disertai trauma pada sendi bahu ).
Lokasi fraktur klavikula umumnya pada bagian tengah (1/3 tengah)
Deformitas, nyeri pada lokasi taruma.
Foto Rontgen tampak fraktur klavikula

Penatalaksanaan

Konservatif : "Verband figure of eight" sekitar sendi bahu. Pemberian analgetika.
Operatif : fiksasi internal

Komplikasi : timbulnya malunion fracture dapat mengakibatkan penekanan pleksus brakhialis dan pembuluh darah subklavia.

FRAKTUR STERNUM

Insidens fraktur sternum pada trauma toraks cukup jarang, umumnya terjadi pada pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan.
Biasanya diakibatkan trauma langsung dengan gaya trauma yang cukup besar
Lokasi fraktur biasanya pada bagian tengah atas sternum
Sering disertai fraktur Iga.
Adanya fraktur sternum dapat disertai beberapa kelainan yang serius, seperti: kontusio/laserasi jantung, perlukaan bronkhus atau aorta.

Tanda dan gejala: nyeri terutama di area sternum, krepitasi

Pemeriksaan

Seringkali pada pemeriksaan Ro toraks lateral ditemukan garis fraktur, atau gambaran sternum yang tumpang tindih.
Pemeriksaan EKG : 61% kasus memperlihatkan adanya perubahan EKG (tanda trauma jantung).

Penatalaksanaan

Untuk fraktur tanpa dislokasi fragmen fraktur dilakukan pemberian analgetika dan observasi tanda2 adanya laserasi atau kontusio jantung
Untuk fraktur dengan dislokasi atau fraktur fragmented dilakukan tindakan operatif untuk stabilisasi dengan menggunakan sternal wire, sekaligus eksplorasi adanya perlukaan pada organ atau struktur di mediastinum.

DISLOKASI SENDI STERNOKLAVIKULA

Kasus jarang
Dislokasi anterior : nyeri, nyeri tekan, terlihat "bongkol klavikula" (sendi sternoklavikula) menonjol kedepan
Posterior : sendi tertekan kedalam
Pengobatan : reposisi

FLAIL CHEST

Definisi

Adalah area toraks yang "melayang" (flail) oleh sebab adanya fraktur iga multipel berturutan = 3 iga , dan memiliki garis fraktur = 2 (segmented) pada tiap iganya.

Akibatnya adalah: terbentuk area "flail" yang akan bergerak paradoksal (kebalikan) dari gerakan mekanik pernapasan dinding dada. Area tersebut akan bergerak masuk saat inspirasi dan bergerak keluar pada ekspirasi.

Karakteristik

Gerakan "paradoksal" dari (segmen) dinding dada saat inspirasi/ekspirasi; tidak terlihat pada pasien dalam ventilator
Menunjukkan trauma hebat
Biasanya selalu disertai trauma pada organ lain (kepala, abdomen, ekstremitas)

Komplikasi utama adalah gagal napas, sebagai akibat adanya ineffective air movement, yang seringkali diperberat oleh edema/kontusio paru, dan nyeri. Pada pasien dengan flail chest tidak dibenarkan melakukan tindakan fiksasi pada daerah flail secara eksterna, seperti melakukan splint/bandage yang melingkari dada, oleh karena akan mengurangi gerakan mekanik pernapasan secara keseluruhan.

Penatalaksanaan

sebaiknya pasien dirawat intensif bila ada indikasi atau tanda-tanda kegagalan pernapasan atau karena ancaman gagal napas yang biasanya dibuktikan melalui pemeriksaan AGD berkala dan takipneu
pain control
stabilisasi area flail chest (memasukkan ke ventilator, fiksasi internal melalui operasi)
bronchial toilet
fisioterapi agresif
tindakan bronkoskopi untuk bronchial toilet

Indikasi Operasi (stabilisasi) pada flail chest:

Bersamaan dengan Torakotomi karena sebab lain (cth: hematotoraks masif, dsb)
Gagal/sulit weaning ventilator
Menghindari prolong ICU stay (indikasi relatif)
Menghindari prolong hospital stay (indikasi relatif)
Menghindari cacat permanen

Tindakan operasi adalah dengan fiksasi fraktur iga sehingga tidak didapatkan lagi area "flail"

TRAUMA PADA PLEURA DAN PARU

PNEUMOTORAKS

Definisi : Adanya udara yang terperangkap di rongga pleura.
Pneumotoraks akan meningkatkan tekanan negatif intrapleura sehingga mengganggu proses pengembangan paru.
Terjadi karena trauma tumpul atau tembus toraks.
Dapat pula terjadi karena perlukaan pleura viseral (barotrauma), atau perlukaan pleura mediastinal (trauma trakheobronkhial)
Diklasifikasikan menjadi 3 : simpel, tension, open

Pneumotoraks Simpel

Adalah pneumotoraks yang tidak disertai peningkatan tekanan intra toraks yang progresif.

Ciri:

Paru pada sisi yang terkena akan kolaps (parsial atau total)
Tidak ada mediastinal shift
PF: bunyi napas ? , hyperresonance (perkusi), pengembangan dada ?

Penatalaksanaan: WSD

Pneumotoraks Tension

Adalah pneumotoraks yang disertai peningkatan tekanan intra toraks yang semakin lama semakin bertambah (progresif). Pada pneumotoraks tension ditemukan mekanisme ventil (udara dapat masuk dengan mudah, tetapi tidak dapat keluar).

Ciri:

Terjadi peningkatan intra toraks yang progresif, sehingga terjadi : kolaps total paru, mediastinal shift (pendorongan mediastinum ke kontralateral), deviasi trakhea ? venous return ? ? hipotensi & respiratory distress berat.
Tanda dan gejala klinis: sesak yang bertambah berat dengan cepat, takipneu, hipotensi, JVP ?, asimetris statis & dinamis
Merupakan keadaan life-threatening ? tdk perlu Ro

Penatalaksanaan:

Dekompresi segera: large-bore needle insertion (sela iga II, linea mid-klavikula)
WSD

Open Pneumothorax

Terjadi karena luka terbuka yang cukup besar pada dada sehingga udara dapat keluar dan masuk rongga intra toraks dengan mudah. Tekanan intra toraks akan sama dengan tekanan udara luar.

Dikenal juga sebagai sucking-wound

Terjadi kolaps total paru.

Penatalaksanaan:

Luka tidak boleh ditutup rapat (dapat menciptakan mekanisme ventil)
Pasang WSD dahulu baru tutup luka
Singkirkan adanya perlukaan/laserasi pada paru-paru atau organ intra toraks lain.
Umumnya disertai dengan perdarahan (hematotoraks)

HEMATOTORAKS (HEMOTORAKS)

Defini: Terakumulasinya darah pada rongga toraks akibat trauma tumpul atau tembus pada dada.
Sumber perdarahan umumnya berasal dari A. interkostalis atau A. mamaria interna. Perlu diingat bahwa rongga hemitoraks dapat menampung 3 liter cairan, sehingga pasien hematotoraks dapat syok berat (kegagalan sirkulasi) tanpa terlihat adanya perdarahan yang nyata, oleh karena perdarahan masif yang terjadi terkumpul di dalam rongga toraks.
Penampakan klinis yang ditemukan sesuai dengan besarnya perdarahan atau jumlah darah yang terakumulasi. Perhatikan adanya tanda dan gejala instabilitas hemodinamik dan depresi pernapasan

Pemeriksaan

Ro toraks (yang boleh dilakukan bila keadaan pasien stabil)
Terlihat bayangan difus radio-opak pada seluruh lapangan paru
Bayangan air-fluid level hanya pada hematopneumotoraks

Indikasi Operasi

Adanya perdarahan masif (setelah pemasangan WSD)

Ditemukan jumlah darah inisial > 750 cc, pada pemasangan WSD < 4 jam setelah kejadian trauma.
Perdarahan 3-5 cc/kgBB/jam dalam 3 jam berturut-turut
Perdarahan 5-8 cc/kgBB/jam dalam 2 jam berturut-turut
Perdarahan > 8cc/kgBB/jam dalam 1 jam

Bila berat badan dianggap sebagai 60 kg, maka indikasi operasi, bila produksi WSD:

= 200 cc/jam dalam 3 jam berturut-turut
= 300 cc/jam dalam 2 jam berturut-turut
= 500 cc dalam = 1 jam

Penatalaksanaan

Tujuan:

Evakuasi darah dan pengembangan paru secepatnya.
Penanganan hemodinamik segera untuk menghindari kegagalan sirkulasi.

Tindakan Bedah : WSD (pada 90% kasus) atau operasi torakotomi cito (eksplorasi) untuk menghentikan perdarahan


--------------------------------------------------------------------------------

Water Sealed Drainage

Fungsi WSD sebagai alat:

Diagnostik
Terapetik

Follow-up

Tujuan:

Evakuasi darah/udara
Pengembangan paru maksimal
Monitoring

Indikasi pemasangan:

Pneumotoraks
Hematotoraks
Empiema
Effusi pleura lainnya
Pasca operasi toraks
Monitoring perdarahan, kebocoran paru atau bronkhus, dsb.

Tindakan :

Lokasi di antara garis aksilaris anterior dan posterior pada sela iga V atau VI.
Pemasangan dengan teknik digital tanpa penggunaan trokar.

Indikasi pencabutan WSD :

Tercapai kondisi: produksi < 50 cc/hari selama 3 hari berturut-turut, dan undulasi negatif atau minimal, dan pengembangan paru maksimal.
Fungsi WSD tidak efektif lagi (misal: adanya sumbatan, clot pada selang, dsb.)


--------------------------------------------------------------------------------

KONTUSIO PARU

Terjadi terutama setelah trauma tumpul toraks
Dapat pula terjadi pada trauma tajam dg mekanisme perdarahan dan edema parenkim ? konsolidasi
Patofisiologi : kontusio/cedera jaringan ? edema dan reaksi inflamasi ? lung compliance ? ? ventilation-perfusion mismatch ? hipoksia & work of breathing ?

Diagnosis : ro toraks dan pemeriksaan lab (PaO2 ?)

Manifestasi klinis dapat timbul atau memburuk dalam 24-72 jam setelah trauma

Penatalaksanaan

Tujuan:

Mempertahankan oksigenasi
Mencegah/mengurangi edema

Tindakan : bronchial toilet, batasi pemberian cairan (iso/hipotonik), O2, pain control, diuretika, bila perlu ventilator dengan tekanan positif (PEEP > 5)

LASERASI PARU

Definisi : Robekan pada parenkim paru akibat trauma tajam atau trauma tumpul keras yang disertai fraktur iga.

Manifestasi klinik umumnya adalah : hemato + pneumotoraks

Penatalaksanaan umum : WSD

Indikasi operasi :

Hematotoraks masif (lihat hematotoraks)
Adanya contiuous buble pada WSD yang menunjukkan adanya robekan paru
Distress pernapasan berat yang dicurigai karena robekan luas

RUPTUR DIAFRAGMA

Ruptur diafragma pada trauma toraks biasanya disebabkan oleh trauma tumpul pada daerah toraks inferior atau abdomen atas.
Trauma tumpul di daerah toraks inferior akan mengakibatkan peningkatan tekanan intra abdominal mendadak yang diteruskan ke diafragma. Ruptur terjadi bila diafragma tidak dapat menahan tekanan tersebut.
Dapat pula terjadi ruptur diafragma akibat trauma tembus pada daerah toraks inferior. Pada keadaan ini trauma tembus juga akan melukai organ-organ lain (intratoraks ata intraabdominal).
Ruptur umumnya terjadi di "puncak" kubah diafragma (sentral)
Kejadian ruptur diafragma sebelah kiri lebih sering daripada diafragma kanan
Akan terjadi herniasi organ viseral abdomen ke toraks
Dapat terjadi ruptur ke intra perikardial

Diagnostik

Riwayat trauma tumpul toraks inferior atau abdomen
Tanda dan gejala klinis (sesak/respiratory distress), mual-muntah, tanda abdomen akut)
Ro toraks dengan NGT terpasang (pendorongan mediastinum kontralateral, terlihat adanya organ viseral di toraks)
CT scan toraks

Penatalaksanaan

Torakotomi eksplorasi (dapat diikuti dengan laparotomi)

TRAUMA ESOFAGUS

Penyebab trauma/ruptur esofagus umumnya disebabkan oleh trauma tajam/tembus.

Pemeriksaan Ro toraks: Terlihat gambaran pneumomediastinum atau efusi pleura

Diagnostik: Esofagografi

Tindakan: Torakotomi eksplorasi

TRAUMA JANTUNG


Kecurigaan trauma jantung :

Trauma tumpul di daerah anterior
Fraktur pada sternum
Trauma tembus/tajam pada area prekordial (parasternal kanan, sela iga II kiri, grs mid-klavikula kiri, arkus kosta kiri)

Diagnostik

Trauma tumpul : EKG, pemeriksaan enzim jantung (CK-CKMB / Troponin T)
Foto toraks : pembesaran mediastinum, gambaran double contour pada mediastinum menunjukkan kecurigaan efusi perikardium
Echocardiography untuk memastikan adanya effusi atau tamponade

Penatalaksanaan

Adanya luka tembus pada area prekordial merupakan indikasi dilakukannya torakotomi eksplorasi emergency
Adanya tamponade dengan riwayat trauma toraks merupakan indikasi dilakukannya torakotomi eksplorasi.
Adanya kecurigaan trauma jantung mengharuskan perawatan dengan observasi ketat untuk mengetahui adanya tamponade

Komplikasi

Salah satu komplikasi adanya kontusio jantung adalah terbentuknya aneurisma ventrikel beberapa bulan/tahun pasca trauma


Sumber: http://sudarmono.com/traumatoraks.html

Rabu, 24 Maret 2010

March Wildness

A friend have told me,"Real man will stop try everything by the book and get shafted. They stop to be what others want them to be."

I think he is right. Why i have to be someone that wasn't me? Try to be cool. What a crap idea. A human who become reliable, mature and domesticated will get bored.

Don't treat your friend like a pet. Like you can control them. Told them for doing something that strive against their nature. If you still want to do that despostism, why don't you buy a fraudulent labrador?

A real human won't do pet acting. Being told to sit, lie down, roll over and play dead.

If you a human, from now on, what you see is what you get!

Gitar

Kutemukan kamu tak lagi beresonansi padaku seperti pertama kali kita bertemu. Dulu, setiap rasa yang ada padaku dengan mudah kuterjemahkan padamu dalam petikan-petikan dawaimu. Semua nada yang kamu senandungkan saat itu adalah rasaku. Hingga sulit aku memilah, apa rasa yang kurasa berasal dari nadamu ataukah rasaku yang menciptakan nadamu.

Kini resonansi itu hilang. Gema hatiku tak lagi mampu kau terjemahkan dalam nadamu. Dan dentingan dawaimu tak lagi mampu mengubah rasaku.

Ah, pantas jelek bunyinya ternyata senar 2 dan 3 putus. Mana mau bunyi kalau begini. Harus beli lagi. Makin cepat diganti, makin cepat jalan menjadi gitaris kelas dunia. Viva drummer!

Selasa, 23 Maret 2010

Don't put your life in narrow bandwith.

Internet

"Di internet, tak ada yang tahu bahwa kamu anjing."
-Dua anjing mengobrol di kartun New Yorker oleh Peter Steiner, 5 Juli 1993-

Belasan tahun lalu Pak Peter sudah bisa memperkirakan masa depan interaksi manusia di dunia maya ketika World Wide Web dan Internet baru berusia 2 tahun.

Entah apa yang ada di kepala Tim Berners-Lee ketika dia pertama kali meluncurkan Website pertama di http://info.cern.ch pada tanggal 6 Agustus 1991. Mungkinkah dia sudah memikirkan segala implikasi penemuannya itu di masa yang akan datang? Hanya dia sendiri dan Tuhan yang mengetahuinya.

Bisa jadi sekarang Berners-Lee tertawa riang ketika mengetahui orang-orang di Ghana bisa mengetahui berita pelengseran Perdana Mentri Thailand dan mempelajari materi kuliah teknik rekayasa MIT Amerika tanpa harus meninggalkan kamar, cukup mengklak-klik hyperlink, dan keajaiban terjadi. Atau mungkin saja, Pak Berners bersedih atas penemuannya karena apa yang ditemukannya dapat disalahgunakan untuk menciptakan teror, penipuan, subversi dan pembodohan masif entah itu dalam bentuk konten pornografi, kekerasan, dan teori konspirasi kosong.

Tapi begitulah resiko menjadi seorang penemu, apa yang ditemukannya pasti punya dua wajah berbeda. Terlepas dari itu semua, manusia abad ini patut berterimakasih pada Tim Berners-Lee, karena apa yang ditemukannya, benar-benar telah menciptakan banyak pintu baru bagi manusia untuk mencoba berbagai dimensi lain kehidupan. Kita bisa menjadi apa saja di internet. Berinteraksi dengan orang dan cara baru yang tidak pernah terbayangkan.

Diinternet seseorang bisa menjadi seorang anak muda berusia 17 tahun meskipun sesungguhnya dia mungkin sudah punya beberapa cucu dan cicit. Internet juga memungkinkan seorang
anak muda Makassar yang tidak pernah kursus bahasa Bantu dan Swahili, serta tidak pernah melihat tanah Afrika, seketika mampu menggunakan kedua bahasa itu ketika bercakap-cakap dengan sahabatnya di Kenya.

Internet betul-betul dunia yang penuh keajaiban.

Senin, 22 Maret 2010

Globalisasi Wajah Lupus

Globalisasi punya wajah seperti Lupus Eritematosus, ribuan jumlahnya. Hanya persoalan di mana kita memandangnya, yang membedakan satu wajah dengan wajah lainnya. Kalau pada penyakit Lupus, saat memandang ginjal, kita bisa menganggapnya sebagai glomerulonefritis dan saat memandang jantung, Lupus berganti wajah jadi miokarditis. Tapi intinya, di manapun organnya, lupus tetap lupus, ada Butterfly Appearance pada wajah saat terpapar mentari.

Hal yang sama berlaku pada globalisasi. Bila kita memandang pada masyarakat kelas menengah yang punya keahlian, keterampilan, infrastruktur dan lingkungan yang punya regulasi hukum konstruktif, globalisasi bisa menjelma menjadi kekayaan dan kejayaan. Namun bila kita mengalihkan pandangan pada negara yang jumlah penduduk kelas menengahnya masih bisa dihitung jari dan sempoa, infrastruktur jalan, listrik serta airnya tidak karuan ditambah regulasi yang bisa memaksa seseorang menunggu berbulan-bulan hanya untuk mendapat surat pengesahan izin usaha, maka pada tempat-tempat dengan karakteristik seperti ini akan mendapati globalisasi akan berwajah seperti Malaikat Malik.

Gambaran paling bagus mengenai wajah neraka globalisasi terjelaskan oleh Lalita Law. Dia orang India yang tinggal di pinggiran Silicon Valey India, Bangalore, kota emas tempat berdirinya berbagai industri raksasa dunia, Microsoft dan IBM beberapa di antaranya. Di kota emas itu potret kesenjangan ekonomi terlihat begitu jelas.

Lalita menyatakan,"orang miskin di kota ini adalah buruh dan kuli. Mereka berasal dari kasta terendah, nyaris tak tersentuh dan sudah pasrah pada takdir. Anak-anak mereka tak tahu rasanya minum air bersih. Mereka belum pernah melihat toilet." Luar biasa bukan.

India meskipun bersinar kemilau di mata dunia. Tapi tidak benar-benar kemilau di desa pinggirannya. Lalita menambahkan,"India bersinar di majalah mengkilap, tetapi jika keluar dari Bangalore Anda akan melihat semua hal tentang India yang bersinar akan terbukti salah. Alkoholisme menyebar, pembunuhan wanita, kriminalitas meningkat. Anda harus menyogok untuk mendapat listrik dan air. Anda harus menyogok penilai pajak agar menilai rumah Anda dengan benar. Ya, kelas menengah dan atas telah lepas landas, tapi 700 juta orang tertinggal di belakang, semua yang mereka lihat adalah kesuraman, kegelapan dan keputusasaan. Satu-satunya yang bersinar di India adalah matahari, dan ini panas dan tak tertahankan, hingga banyak yang meninggal karena serangan panas. Satu-satunya "mouse" yang pernah ditemui anak-anak, bukan yang ada di samping komputer tetapi dalam arti yang sebenarnya."

Begitulah wajah globalisasi di India sana. Ada beberapa orang terkaya di dunia lahir dan hidup di sana selama era baru ini, tapi orang termiskin pun dapat ditemukan juga di sana. Benar-benar paradoks yang mengagumkan.
Bagaimana dengan wajah globalisasi di Indonesia?

Minggu, 21 Maret 2010

Mencari Game Terbaik

Sudah lama tidak memainkan game bermutu. Sejak masuk di fakultas yang kerjaannya jarang main-main, sepertinya kreatifitas yang ada dalam diriku mulai menumpul. Selama dua tahun ini, ide-ide eksplosif sudah jarang masuk dalam kelas otakku. Mereka lebih sering singgah di otak kroni-kroni Steve Jobs dan Bill Gates, akibatnya mereka makin kaya dengan penemuan iPhone dan Windows 7 dan aku masih terjebak di sini dalam siklus 36 hari yang nyaris tiada akhir. Yah, mau diapa lagi, ide-ide besar hanya mau hadir di kepala orang-orang yang menikmati hidupnya. Ide-ide itu paling anti dengan kepala orang-orang yang picik dan tidak tahu membahagiakan dirinya sendiri. Sebetulnya, saya tidak masuk golongan seperti itu, i enjoy my life, dan ide-ide kadang mampir walaupun hanya sebentar. Masalahnya, ide-ide itu tidak bertahan lama di kepalaku. Begitu cepat menghilang, datang tanpa salam, pulang tanpa bilang. Persis seperti pencuri.

Karena itu saya membutuhkan game bagus sekarang. Bukan game tidak jelas, yang memanjakan pikiran seperti selama ini yang saya lihat dimainkan orang-orang di fakultasku. Game yang scenenya itu-itu saja, jalan cerita yang mudah ditebak, nyaris tanpa ketegangan yang bisa membuat tidak tidur semalaman, hingga bisa membuat diriku bisa berdo'a dalam shalat agar bisa diberi petunjuk menyelesaikan game itu.

Di masa lalu, ada Final Fantasy IX dan Tomba yang bisa membuatku senang seperti seseorang yang dibius morfin sekarang, tidak kutemukan lagi game seperti itu. Kuakui game sekarang punya grafik bagus tapi sayang jalinan cerita yang ada dalam game itu tidak menarik. Skenarionya kaku nyaris tanpa kejutan. Tidak ada pesan moral. Dan parahnya lagi, ada juga game-game yang mengekploitasi kekerasan dan seksualitas. Sungguh buruk.

Game yang baik adalah game yang bisa meningkatkan kreatifitas dan intelegensia. Serta dapat melatih persistensi juga semangat kompetisi. Dan yang penting adalah game tersebut dapat mengajarkan nilai-nilai luhur kehidupan. Di mana bisa mendapatkan game seperti itu?

Whacky

Shine creates darkness in shadow why i should worry about that? Kindness creates villains, maybe i needn't worry too. That's simple rule for acting cool.

Keluar

I'm out of range. There is no intention to do that. Stuck in no coverage area by design. Although it's March, still, narrow bandwith sucked my spirit up. Maybe i should make some coffee for straightening my nerve, vein and spirit. Cheers.

Pertanyaan Terlarang

Isidor I. Rabi, salah satu manusia yang pernah menikmati uang krone Swedia karena berhasil memukau juri hadiah Nobel dengan gelontoran konsep juga teori yang rumit, pernah berkata kesuksesan yang diraihnya tidak dirintis dari kelihaiannya mencari jawaban atas semua pertanyaan sulit, tapi dari keranjingannya menciptakan pertanyaan bagus tanpa henti. Socrates, sudah membuktikan hal ini ribuan tahun sebelumnya, dia mengunjungi gang-gang sempit, becek, pengap Athena dan menemui semua orang untuk mempertanyakan keyakinan mereka lalu meluluhlantakan orang-orang itu dalam berondongan nasehat dan kata mutiara. Sayangnya, usaha yang Socrates lakukan tidak dihargai dengan Krone Swedia ataupun emas. Alih-alih mendapat untung dia malah dapat lelah karena harus sering-sering mencuci kaki yang belepotan lumpur, serta bonus beberapa teguk racun mematikan dari negara karena dianggap melakukan subversi. Itulah hidup, tiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda meskipun metode yang mereka ambil sama. Metode hanya satu variabel, di luar sana ada begitu banyak variabel yang bisa mengubah jalan hidup hanya karena perubahan sebesar biji sawi. Berlebihan mungkin, tapi sebelum mengatakannya begitu, cobalah berbincang-bincang dengan ahli rekayasa molekul di Prancis yang tiap hari kerjanya menubrukan elektron dan quark hanya untuk menemukan partikel baru yang tidak lebih besar dari biji sawi. Atau kalau bertanya pada ilmuwan fisika nuklir membuatmu alergi pada radiasi, cobalah berbincang-bincang dengan biologiwan molekuler yang akan dengan senang hati menjelaskan bahwa satu asam amino saja bisa membuat perbedaan yang luar biasa bagi kehidupan, dan asam amino tidak lebih besar dari biji sawi. Jadi masihkah itu berlebihan?

Lanjut soal pertanyaan. Sebagai seorang manusia yang beradab dan punya hati, keahlian berkomunikasi adalah tuntutan. Komunikasi secara dasar terdiri atas disusun atas pertanyaan dan pernyataan. Tidak perlu bahas cara membuat pernyataan karena hal ini berkaitan dengan kompetensi pribadi. Tapi untuk membuat pertanyaan tidak seperti itu. Semua orang bisa melakukannya tidak perlu kompetensi khusus. Semua orang bisa bertanya kenapa seorang Presiden harus dihormati dan mengapa gaji wakil rakyat harus lebih tinggi dari gaji rakyat tanpa harus menjadi seorang ahli pemerintahan ataupun ekonomi.

Membuat pertanyaan yang cerdas dan sadar kondisi penting dalam komunikasi agar Si Penanya tidak terjebak dalam kompleks Socrates, terbunuh karena bertanya. Kalau bisa, pertanyaan itu bisa menggiring pada keuntungan finansial maupun non-finansial seperti yang Isidora I. Rabi dapatkan.

Pertanyaan cerdas bermula pada prinsip dasar, bertanyalah secara relevan pada orang yang relevan. Jangan bertanya cara mengkonfigurasi VPN dan TCP/IP pada seorang petani, itu menyinggung, tanyalah pada ahli IT. Tapi prinsip dasar itu tidak berlaku umum karena ada beberapa keaadan di mana sebaiknya kita tidak usah bertanya sama sekali. Contoh, jangan tanyakan kapan wisuda pada seorang mahasiswa teknik yang setelah 7 tahun kuliah masih saja berkutat dengan mata kuliah umum tingkat 1, karena jawabannya bisa jadi gamparan sayang di wajah atau makian lembut yang memekakan telinga.

Prinsip lain bertanya, jangan bertanya dengan kesan menuduh. Contoh kasus, saat permen Anda hilang, coba tanya orang di sekitar Anda,"apa kamu yang mencuri permenku?". Itu pertanyaan yang bisa menyulut perang dunia.

Sabtu, 20 Maret 2010

March and Prospect

I life on March without sorrow and fear. Being an empty bucket that waiting for rain of hopes. But now it's drought. There is no gloomy cloud and rainy die. Should I wait for the rain that will never fall? I guess so, what else i should do? I'm just an empty bucket in dry March. Maybe i'll die soon with so many regrets that've settled in my unconsciousness because of this waiting, i've passed a lot of chances. But that was just a prospect not a prophecy. I can it if rain falls now.

But there is no sign and sing about rain now only dust and drought. Wind flow away leaves fall down. And i still here as empty bucket.

Harapan Maret

Ada banyak nasib di dunia ini yang lebih buruk dari kematian. Salah satunya adalah hidup tanpa tujuan dan ditinggalkan sendiri dalam keadaan seperti itu tanpa harapan.

Tidak ada yang bisa dilakukan orang tanpa tujuan.

Malam Maret

Kehidupan malam di bulan Maret, tidak berbeda jauh dengan malam di bulan lain. Sama gelapnya, sama hitamnya. Kecuali untuk malam Januari yang basah, malam Maret lebih kering, nyaris tanpa hujan. Bintang terlihat lebih jelas saat Maret, mungkin karena alasan ini, bulan ketiga penanggalan Masehi dinamai dengan nama Dewa Perang Yunani, kau tahu kan saat perang, semua terlihat gemerlap. Api, darah, dan kilatan refleksi benda-benda logam saat perang terlihat cerah dan gemilang, persis seperti bintang bulan Maret.

Malam bulan Maret adalah cerita tentang dunia kegelapan yang diliputi kebosanan yang membunuh terutama bila tiap detik hidupmu, hanya ada kepelikan tentang urusan melodrama keakuan dan kekinian, seolah kau hidup tanpa orang lain di muka bumi ini. Dan pikiran tentang aku, aku, aku di bulan Maret bukanlah ide yang bagus. Dunia berisi juga manusia lain

Jumat, 19 Maret 2010

Maret

Ini Maret. Tak ada pesta bulan ini. Hanya perang. Antara matahari yang memanggang dan air yang membekukan. Sulit menentukan sikap untuk mendukung siapa yang harus tetap berkuasa di bumi ini saat bulan merah. Walaupun sebenarnya bulan tidak pernah merah bahkan ketika darah menghambur bersama hujan bersama Maret.

Sabtu, 13 Maret 2010

Ideologi

Saat sedang membaca buku tentang pemikiran-pemikiran Haji Agus Salim, salah seorang junior datang mendekat lalu bertanya, "Kak, sebetulnya ideologi Kakak apa sih?"
Pertanyaan seperti itu mengejutkanku. Aneh, pikirku. Biasanya adik tingkat kalau bertanya tidak jauh dari persoalan kapan ujian, ada tidaknya tenteran ataupun soal penyakit-penyakit sistem. Tapi kali ini pertanyaannya lain sekali. Untuk menutupi keterkejutan, aku melakukan counter attack, balik bertanya,"Apa maksudmu bertanya seperti itu?" Dengan nada tak bersalah, Si Adik tingkat itu lalu menjawab,"Selama ini kalau saya perhatikan, bahan bacaan Kakak pasti selalu berkaitan dengan masalah sosialisme, kapitalisme dan kalau sudah diskusi pasti akan menyinggung kedua hal itu juga. Tapi hari ini saya lihat Kakak justru baca buku yang berkaitan dengan agama. Itu aneh sekali. Jadi ideologi apa yang Kakak usung sebenarnya?"

Rabu, 10 Maret 2010

PEM Kwashiorkor

MODUL 2
MALNUTRISI MENERGI PROTEIN

SKENARIO
Seorang anak lelaki umur 1 tahun 11 bulan masuk rawat inap di Rumah Sakit karena demam dan batuk berulang 6 bulan terakhir. Sekarang dengan sesak napas. Nafsu makan sangat kurang. Kaki,tungkai serta perut membengkak secara berangsur 1 bulan ini. Anak mencret berulang dan berlanjut, kadang tinja disertai darah dan lendir. Kondisi sosio-ekonomi kurang. Kontak dengan penderita TB paru tidak jelas.
Pemeriksaan fisik: anak nampak sakit berat, gizi buruk, apati. BB 8,1 kg, PB 76 cm. nampak sesak, pernapasan cuping hidung, takipneu, retraksi, sianosis. Paru ronkhi basah halus, namun tidak jelas. Jantung dalam batas normal. Nampak muka, telapak tangan dan kaki pucat. Hati 3cm b.a.c dan limpa SI. Edema dorsum pedis dan pretibial serta tungkai atas dan ascites. Skor dehidrasi 10.

KLARIFIKASI KATA SULIT
Hati 3 cm b. a. c  hati terletak tiga cm di bawah arcus costa
Limpa S1  limpa membesar sampai scuffner 1.
Takipneu  pernapasan yang sangat cepat
Sianosis  diskolorasi kebiruan pada kulit dan membrana mukosa akibat
meningkatnya hemoglobin tereduksi dalam darah
Ascites  akumulasi cairan serosa berlebihan pada cavum peritonium
Edema  akumulasi cairan abnormal pada ruang intertisial

KATA – KATA KUNCI
Anak ♂ 1 thn 11 bln (23 bln)
Demam+batuk berulang, 6 bln terakhir.
Sesak napas
Nafsu makan sangat kurang
Mencret berulang & berlanjut
Tinja kdng2 +darah&lendir.
Sosio ekonomi kurang
Kontak dgn TB tidak jelas.
Skor dehidrasi 10
Pemeriksaan Fisis :
Inspeksi : -Nampak sakit berat
- Gizi buruk
- Apati
- BB 8,1 kg ; PB 76 cm.
- Nampak sesak
- Pernapasan cuping hidung, takhipneu, retraksi, sianosis.
- Muka,telapak tangan,kaki pucat.
Palpasi : -Limpa S1
- Edema dorsum pedis, pretibial, tungkai.
- Ascites
Perkusi : - Jantung batas normal
- Hepar 3cm b.a.c
Auskultasi : -Paru ronkhi basah halus

ANALISIS & DIAGNOSIS KERJA
Setelah dianalisa, dengan melihat gejala dan hasil pemeriksaan fisis pada skenario, kelompok kami memutuskan untuk memasukkan beberapa diagnosis kerja :
BRONKOPNEUMONIA
Bronkopneumonia dimasukkan ke dalam salah satu diagnosis kerja kami karena pada scenario terdapat bebrapa gejala sebagai berikut :
- Demam+batuk berulang, 6 bln terakhir.
- Sesak napas
- Nafsu makan sangat kurang
- Sosio ekonomi kurang
- Kontak dgn TB tidak jelas.
- Pernapasan cuping hidung, takhipneu, retraksi, sianosis.
- Limpa S1
- Paru ronkhi basah halus

TB PARU
TB paru dimasukkan ke dalam salah satu diagnosis kerja kami karena pada scenario terdapat bebrapa gejala sebagai berikut :
- Demam+batuk berulang, 6 bln terakhir.
- Sesak napas
- Nafsu makan sangat kurang
- Sosio ekonomi kurang
- Kontak dgn TB tidak jelas.
- Pernapasan cuping hidung, takhipneu, retraksi, sianosis.
- Limpa S1
- Paru ronkhi basah halus

KWASHIORKOR
Kwashiorkor dimasukkan ke dalam salah satu diagnosis kerja kami karena pada scenario terdapat bebrapa gejala sebagai berikut :
- Nafsu makan sangat kurang
- Mencret berulang & berlanjut
- Sosio ekonomi kurang
- Skor dehidrasi 10
- Nampak sakit berat
- Gizi buruk
- Apati
- BB 8,1 kg ; PB 76 cm.
- Muka,telapak tangan,kaki pucat
- Edema dorsum pedis, pretibial, tungkai.
- Ascites
- Hepar 3 cm b.a.c

DISENTRI
Disentri dimasukkan ke dalam salah satu diagnosis kerja kami karena pada scenario terdapat beberapa gejala sebagai berikut :
- Demam
- Nafsu makan sangat kurang
- Mencret berulang & berlanjut
- Tinja kdng2 +darah&lendir
- Sosio ekonomi kurang
- Skor dehidrasi 10
- BB 8,1 kg
- Muka,telapak tangan,kaki pucat

MEMBUAT PERTANYAAN PENTING
1. Apa etiologi dan bagaimana patogenesis PEM ?
2. Sebutkan klasifikasi PEM
3. Patofisiologi gejala-gejala klinis
4. Anamnesa tambahan apa yang diberikan untuk dapat menegakkan suatu diagnosa?
5. Skoring Dehidrasi
6. Pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan tambahan yang dapat mengarahkan ke suatu diagnosa
7. Penatalaksanaan penyakit primer beserta komplikasi yang ada

JAWABAN PERTANYAAN
1. PEM (PROTEIN ENERGY MALNUTRITION)
Etiologi : Defisiensi protein & kalori dalam waktu yang cukup lama.
Gizi buruk dapat disebabkan oleh :
• Asupan yang kurang karena makanan yang jelek atau penyerapan yang buruk dari usus (malabsorbsi)
• Penggunaan berlebihan dari zat-zat gizi oleh tubuh
• Kehilangan zat-zat gizi yang abnormal melalui diare, pendarahan, gagal ginjal, atau keringat yang berlebihan
Adapun faktor-faktor yang berpengaruh antara lain :
• Sosio ekonomi
• Ketidaktahuan
• Tahyul /tabu/kepercayaan tentang makanan
• Kondisi lokal dan musim
• Gangguan saluran pencernaan, dsb.

Patofisiologi :
a. PEM Primer : Asupan makanan yang tidak adekuat.
b. PEM Sekunder :
1. Gangguan absorbsi (malabsorbsi)
2. Kebutuhan yang meningkat.
3. Kehilangan secara berlebihan (penyakit kronik dengan demam).

2. Klasifikasi PEM
Ada beberapa jenis klasifikasi PEM, diantaranya
Klasifikasi Gomez
BB anak dibandingkan BB baku menurut umur
1. PEM ringan : BB = 76 - 90 % BB baku
2. PEM sedang : BB = 61 - 75 % BB baku
3. PEM berat : BB <> 80 % ( - ) N
PEM ringan +
sedang
(gizi kurang)

Underweight atau
Undernourished atau
Undernutrition

60 – 80 %


( - )





Kwashiorkor 60 – 80 % ( + ) ↓
PEM berat
(gizi buruk) Marasmic-kwashiorkor < tktp =" 1"> 1 tahun
~ 100.000 SI 6 bulan -1 tahun
~ 50.000 SI <>
• Vitamin D + B kompleks + C
Mineral:
• KCI :
~ Minggu I : 2 - 4 mEq/kgBB/hari
~ Minggu II + III: 1 - 2 mEq/kgBB/hari
1 mEq = 75 mg
• MgCI2 : 2 - 3 mEq/kgBB/hari 2 - 3 minggu
• ZnSulfat: 1 mg/kgBB/hari
• Fe bila ada anemia defisiensi Fe
~ 3 mg/kgBB/hari Fe elemental / peroral
~ dimulai minimal 1 minggu bebas diare
• Cairan ReSoMal

 ATASI INFEKSI
Pada kasus ini terdapat beberapa penyakit infeksi sebagai penyakit penyerta, diantaranya penyakit infeksi saluran pernapasan ( bronkopneumonia/TB paru ) dan saluran cerna (disentri). Penyakit infeksi ini dapat diatasi dengan antibiotic spectrum luas seperti penicillin.
 PENYULUHAN GIZI + KESEHATAN









INFORMASI TAMBAHAN

KWASHIORKOR
Etiologi:
Defisiensi protein bernilai biologik tinggi dalam waktu yang lama
Insidens umur: 1 - 3 tahun
Gejala - gejala
 Wujud umum
• Pucat, kurus atrofi extremitas superior + bokong
• Edema (pedis / pretibial) + ascites
• Moon face
 Retardasi pertumbuhan
• Tidak khas
• BB kurang atau menurun
 Perubahan mental + motorik
• Mental: cengeng, kesadaran menurun, pasif.
• Motorik : gangguan fungsi-fungsi statis
 Edema
• Pedis, pretibial, ascites, anasarka
• Bersifat pitting
• Koreksi edema :
Laten + pedis + pretibial : 10 - 15 %
Ascites ringan : 15 - 20 %
Ascites berat : 20 - 25 %
• Kausa edema :
Hipoalbuminemia
Gangguan dinding kapiler
Hormonal (gangguan eliminasi ADH)
Fe bebas dalam serum katalisis reaksi peroxidasi membrane
endotel rusak
 Kelainan rambut
• Kelainan bentuk : mudah dicabut, lurus, kering, halus, rapuh
• Kelainan warna : hipopigmentasi, depigmentasi, flag sign
• Bulumata : panjang, lentik
 Kelainan kulit dan mukosa
• Kulit :
~ Crazy-pavement dermatosis :
Gejala spesifik / patognomonik
Pada kwashiorkor dgn edema berat
Pada bagian dengan tekanan BB
Penyembuhan cepat dengan protein
~ Hipopigmentasi, hiperpigmentasi
~ Deskuamasi, mosaic skin, pellagra-like
~ Purpura, sianosis
• Mukosa
~ Akibat def. B2 yg sertai kwashiorkor
 Kelainan Gigi + Tulang
• Tulang : dekalsifikasi, osteoporosis, hambatan pertumbuhan
• Gigi : karies
 Kelainan hati
• Fisik : hepatomegali
• PA : perlemakan, nekrosis, fibrosis
• Fungsi :
~ Hipoproteinemia ringan - berat (<>
normal atau ↑.
• Kausa
~ Perlemakan akibat defisiensi faktor lipotropik
 Kelainan darah + sumsum tulang
• Anemia (selala ada): ringan - berat
Etiologi ganda:
~ defisiensi protein
~ defisiensi mineral, terutama Fe
~ defisiensi vitamin B kompleks (B12, folat, B6)
~ infestasi parasit (ankilostomiasis, amoebiasis)
~ infeksi berulang
• Darah perifer
~ Lekosit :
Normal
Lekositosis + shift to the left
Lekopeni
Vakuolisasi + granulasi toksik pada PMN
~ Kolesterol menurun
~ Hipoglikemi & hipoalbuminemia
• Respon imunologik
~ Defek imunitas seluler
~ Gangguan sistim komplemen
~ Defek IgA terutama sIgA
 Kelainan pankreas + kelenjar lain
• Pankreas :
~ Perlemakan, fibrosis, atrofi
~ Lipase, tripsin, amilase menurun
• Parotis, lakrimal, saliva, usus halus :
~ Perlemakan + hipoplasia
 Kelainan Jantung
• Miodegenerasi jantung
• Gangguan fungsi jantung karena hipokalemia + hipomagnesemia
• Penyakit jantung anemia: perlu pemeriksaan foto toraks, EKG dan
elektrolit serum
 Kelainan Gl
• Diare berulang :
~ Infeksi / infestasi usus
~ Intoleransi laktose (def. laktase)
~ Malabsorpsi lemak: Defisiensi lipase pankreas
Defisiensi garam empedu konjugasi hati
Atrofi villi mukosa usus halus

Kelainan / penyakit yang sertai kwashiorkor
 Diare / gastroenteritis berulang
 Infeksi - infeksi berulang
• Saluran kemih (ISK)
• Saluran napas ( Bronkopneumoni / KP )
• THT
 Penyakit defisiensi gizi:
• Defisiensi vit. A
• Defisiensi Fe
• Defisiensi B kompleks (terutama B2)

ANALISIS DAN SINTESIS INFORMASI

Dengan melihat gejala-gejala yang ada pada scenario, kami mengambil diagnosa kerja yaitu PEM (kwashiorkor) yang disertai bronkopneumonia/TBC dan disentri. Kemudian kami memilih Kwashiorkor, bukan dua jenis PEM lainnya yaitu Marasmus dan Marasmus-Kwashiorkor dengan alas an :
• Pada Marasmus tidak ditemukan adanya edema
• Marasmus-Kwashiorkor termasuk dalam PEM berat dimana
BB anak <>
73 %. (8,1 kg * 100 %).
11 kg
Untuk mendiagnosa lebih lanjut, diperlukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Tes tuberkulin dan pemeriksaan radiologi yaitu foto thoraks dilakukan untuk mendiagnosa apakah anak tersebut menderita TB paru atau bronkopneumonia. Selain itu perlu juga dilakukan kultur tinja untuk mengetahui mikroorganisme penyebab dari diare yang dialami anak tersebut agar dapat diberikan pengobatan yang sesuai.
Dalam menangani pasien ini, kita harus mencari penyebab utama dari penyakitnya. Dalam hal ini, kami mengambil kesimpulan bahwa masalah utama dari pasien ini adalah PEM (kwashiorkor). Maka pengobatan dimulai dengan menangani kwashiorkornya.Sedangkan untuk masalah infeksi lainnya dapat diberikan antibiotik spektrum luas. Dan jika dari hasil pemeriksaan tambahan terdiagnosa penyakit penyerta bronkopnemoni/TBC maka ditambahkan pengobatan spesifik untuk penyakit tersebut.

Jatuh

JATUH

Skenario 2:

Laki-laki, 69 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan kedua tungkai tak dapat digerakkan, tetapi kalau disentuh masih dapat dirasakan. Sebelumnya penderita jatuh terduduk akibat terpeleset. Menurut penderita, dia tidak melihat genangan air di depannya sehingga menyebabkan dia terpeleset. Sejak seminggu penderita terdengar batuk-batuk dan agak sesak napas serta nafsu makan sangat berkurang tetapi tidak demam. Penderita selama ini mengidap dan minum obat penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi.

Kata Kunci:


- Laki-laki 69 tahun

- Tidak melihat genangan air

- Jatuh terduduk akibat terpeleset

- Kedua tungkai tak dapat digerakan tapi jika disentuh masih dapat dirasakan

- Batuk-batuk dan agak sesak napas sejak seminggu

- Nafsu makan sangat berkurang

- Tidak demam

- Riwayat minum obat DM dan Hipertensi


Analisis Masalah:

1.Tentukan dahulu apakah pasien merupakan pasien geriatri.

Batasan usia lanjut di Indonesia menurut WHO South East Asia Regional adalah > 60 tahun

Jadi pasien termasuk pasien dengan usia lanjut karena telah berusia 69 tahun.

PASIEN USIA LANJUT tapi apakah merupakan pasien geriatri?

Text Box: Karakteristik Pasien Geriatri •	Multipatologi •	Daya cadangan faal menurun •	Tampilan klinis menyimpang •	Penurunan Status Fungsional •	Perubahan Status Gizi

Dari karakteristik di atas kami menyimpulkan bahwa pasien adalah PASEIN GERIATRI karena pasien memenuhi beberapa syarat diatas yaitu:

- MULTIPATOLOGI = menderita DM dan hipertensi (masih ada kemungkinan ditemukan penyakit lain lagi)

- TAMPILAN KLINIS MENYIMPANG = timbul karena adanya multipatologi dan cadangan faal menurun sehingga tampilan klinis tidak khas seperti pada gejala penyakit saluran nafas pasien tidak khas (batuk dan sesak tapi tidak demam).

-+Kondisi akut sering tampil dalam bentuk JATUH, Sindrom delirium, TIDAK ADA NAFSU MAKAN, kelemahan umum.

- DAYA CADANGAN FAAL MENURUN

- PENURUNAN STATUS FUNGSIONAL = Status fungsional merupakan kemampuan seseorang melaksanakan aktivitas hidup tiap hari.

- PERUBAHAN STATUS GIZI

2.Apakah yang dimaksud dengan instabilitas dan jatuh?

Instabilitas adalah ketidakstabilan berdiri atau saat berjalan yg menyebabkan warga usia lanjut jatuh. Sedangkan jatuh adalah suatu kejadian yg dilaporkan penderita atau saksi mata, yg melihat kejadian sehingga penderita mendadak terbaring / terduduk dilantai / tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa hilang kesadaran.

Pada pasien ini adalah hal penting bagi dokter untuk menanyakan:

- LOKASI JATUHNYA, = genangan air, kemungkinan di dekat kamar mandi tapi masih perlu digali kemungkinan lainnya

- BAGAIMANA CARA JATUHNYA, = terpeleset lalu terduduk

- APAKAH PASIEN BERAPA DALAM KONDISI SADAR SAAT JATUH.= tidak melihat genangan air apa karena kesadaran saat itu sedang menurun atau karena faktor lain.

-

Jatuh adalah salah satu GERITRIC GIANT, yang sering terjadi pada usia lanjut.

3. Faktor -faktor apa saja yang menyebabkan pasien terjatuh?

Faktor resiko intrinsik (yang berasal dari diri pasien sendiri)

- Sistem Sensorik = visus pasien curiga terganggu sehingga tidak melihat genangan air tersebut (mungkinkah ada kaitanya dengan DM dan hipertensi, misalnya retinopati diabetik). Pendengaran, fungsi vestibuler, dan proprioseptif masih perlu dikaji lebih lanjut.

- Sistem Saraf Pusat (SSP) = stroke, Parkinson, hidrosefalus tekanan normal = masih perlu dikaji

- Kognitif = depresi (pasien berusaha mencari perhatian keluarga) ,demensia, dll è MASIH PERLU DIKAJI

- Muskuloskeletal = gangguan gaya berjalan oleh :

-*Kekakuan jaringan penghubung *Penurunan visus/lapang pandang

-*Berkurangnya massa otot (hiperkatabolisme) *Kerusakan proprioseptif

-*Perlambatan konduksi saraf

Faktor resiko ekstrinsik :

- Obat-obatan

Obat-obat DM à pasien hipoglikemik à pasokan glukosa otak turun à pasien tidak stabil (kesadaran menurun) dan terjatuh.

Obat-obat antihipertensi à penurunan curah jantung maupun bradikardia, sehingga pasien hipotensi. Beberapa contoh obat antihipertensi dan efeknya :

*diuretik :menyebabkan vasodilatasi vaskuler otot polos,

*beta blocker: menurunkan cardiac output à fatigue, kelemahan otot, bradicardia,

*ACE inhibitor : menekan vasokonstriksi sehingga menyebabkan severe hypotension.

- Alat bantu jalan, kalau tidak tepat ukuran, berat, maupun cara penggunaannya akan meningkatkan resiko pasien terjatuh.

- lingkungan yang tidak mendukung / berbahaya misalnya: lampu ruangan yang kurang terang sehingga pasien tidak melihat genangan air, lantai tidak rata sehingga genangan air tidak terlihat, dan faktor lingkungan lainnya.

Proses oksidasi, excitotoxicity, inflamasi, kegagalan mitochondria mengakibatkan interferensis pada substansia nigra pars compacta dimana pusat koordinasi semua aktivitas gerakan berada sehingga pasien usia lanjut tak dapat mengontrol keseimbangan, reflex postural, serta koordinasi neural. Inilah yang menyebabkan usia lanjut berbeda dengan usia produktif terutama dalam menjaga tubuh tetap seimbang manakala terjadi perubahan posisi.

4. Apa saja penyebab-penyebab yang bisa menyebabkan pasien terjatuh?

- Kecelakaan (penyebab jatuh terbanyak pada lansia). Ada yang murni kecelakaan dan ada pula gabungan antara lingkungan yang jelek dengan kelainan akibat proses penuaan seperti pada pasien dimana mungkin mata kurang awas sehingga tidak melihat genangan air dan akhirnya terpeleset.

- Proses penyakit spesifik = kardivaskular, neurologi, muskuloskeletal

- Hipotensi ortostatik. Ada beberapa penyebab tapi pada pasien penyebab yang mungkin antara lain : karena pengaruh obat hipertensi, hipotensi sesudah makan (jadi perlu ditanyakan apa pasien sempat makan sebelum terjatuh). terlalu lama berbaring.

- Obat-obatan = selain diuretik / antihipertensi dan obat hipoglikemik perlu juga ditanyakan mengenai riwayat penggunaan obat lain seperti antidepresan, sedativa, antipsikotik, dan alkohol.

- Nyeri kepala atau vertigo = perlu ditanyakan pada pasien apakah sebelum terjatuh sedang dalam keadaan sakit kepala atau vertigo.

- Sinkope : kesadaran menurun tiba-tiba, penurunan darah ke otak secara tiba-tiba, dll

- Idiopatik.

5. Apa saja komplikasi yang dapat dialami pasien karena terjatuh?

- PERLUKAAN (injuri) = Kerusakan jaringan lunak yang terasa sangat sakit berupa robek atau tertariknya jaringan otot, robeknya arteri / vena atau PATAH TULANG / fraktur terutama pada pelvis, femur terutama bagian collum mengingat yang tidak bisa digerakkan pasien adalah extremitas inferiornya, atau patut dicurigai pasien mengalami fraktur kompresi pada vertebra sehingga saraf motorik untuk extremitas inferior terjepit dan menyebabkan tidak dapat digerakkannya tungkai 9tapi keluhan utama kpmpresi vertebra biasanya nyeri à perlu ditanyakan). HAL INI PERLU DIKAJI MELALUI PEMERIKSAAN RADIOLOGI.

- Disabiliti = pasien akan merasa terisolasi, sulit bersosialisasi dan bisa depresi

- Perawatan Rumah Sakit = bisa mengakibatkan berbagai komplikasi lebih lanjut seperti imobilisasi, atrofi otot, pneumonia ortostatik, hipoalbuminemia, dekubitus.

- Kematian

6. Bagaimana penanganan yang harus diberikan pada pasien?

Kita harus melakukan “Comprehensive Geriatric Assessment yaitu analisis multi-disiplin yang dilakukan oleh geriatris atau suatu tim interdisipliner geriatri atas seorang penderita usia lanjut untuk mengetahui kapabilitas medis, fungsional, dan psiko-sosial agar dapat dilakukan penatalaksanaan secara menyeluruh dan berkesinambungan, mencakup:

ANAMNESA TAMBAHAN

Data diri lengkap, riwayat medis umum, tingkat mobilitas, riwayat jatuh sebelumnya, obat lain yang dikonsumsi, apa yang dipikir pasien sebagai penyebab jatuh (sadar tidak bahwa akan jatuh), lingkungan sekitar tempat jatuh, gejala terkait, hilangnya kesadaran.

PEMERIKSAAN FISIK:

* Tanda vital :frekuensi nafas, nadi serta tekanan darah (saat baring, duduk, dan berdiri masing-masing berselang 1-2 menit), status gizi.

* Pemeriksaan sistem : saraf cranialis, panca indra, saluran nafas, gigi mulut, leher, tiroid, kulit (ada tidaknya tanda trauma, pucat, dll), kardiovaskular (aritmia, bruti karotis, tanda stenosis aorta, sensitivitas sinus karotis), extremitas (khususnya untuk menilai ada tidanya penyakit degeneratif sendi, fraktur, diformitas, dll), dan neurologis (kelemahan atau kekakuan otot, saraf perifer, propioseptif, gejala ekstrapiramidal, refleks.

PEMERIKSAAN TAMBAHAN

* Radiologi è melihat ada tidaknya fraktur, perlu juga foto thoraks untuk melihat ada tidaknya pneumonia.

* Laboratorium: pemeriksaan darah rutin, GDS, elektrolit, urin, albumin, SGOT & SGPT, fraksi lipid, fungsi tiroid, dll.

PEMERIKSAAN FUNGSI:

* PENAPISAN DEPRESI è skor GDS 15 (Geriatric Depression Scale 15)

* PEMERIKSAAN KEMAMPUAN MENTAL DAN KOGNITIF è Dgn skor AMT (Abbreviated Mental Test) atau MMSE (Mini Mental State Examination)

* PENILAIAN STATUS FUNGSIONAL = Dgn Indeks ADL’s Barthel (Activity Daily Living)

ASESMEN LINGKUNGAN untuk menilai secara objektif keadaan lingkungan hidup pasien, menilai hambatan, halangan bagi pasien dalam mobilitas, penerangan, dll.

DAFTAR MASALAH : disusun berdasar skala prioritas, keluhan utama, dan penyakit yg saling berkaitan juga harus diperhatikan. Jadi pada pasien ditemukan beberapa keluhan tetapi yang menjadi prioritas utama adalah komplikasi yang terjadi akibat jatuhnya pasien dimana pasien tidak dapat menggerakkan kedua tungkainya. Selain itu perlu diingat bahwa JATUH merupakan salah satu GERIATRIK GIANT yang merupakan masalah utama pada geriatri yang memerlukan penanganan.

MENENTUKAN TUJUAN PENATALAKSANAAN

Target utama penatalaksanaan untuk saat ini pasien dapat menggerakkan kedua tungkainya lagi ( bisa ditempuh melalui operatif atau konservatif, bergantung dari hasil pemeriksaan dan keadaan pasien). Perlu utnuk menghindari polifarmasi, serta menyusun daftar konsumsi obat-obatan berdasar skala prioritas.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Obaidi, Siva, dan Noble, 2006, Crash Course Cardiology, Mosby, Spanyol.

Guyton dan Hall, 2006, Medical Physiology 11th Edition, Elsevier, Philadelphia.

Kasper, Dennis L., dkk, 2005, Harrison’s Principle of Interna Medicine 16th Edition,Mc-Graw Hill New York.

Lüllmann, Heinz dkk, 2000, Color Atlas of Pharmacology,. Thieme, New York.

Martono, Hadi, dkk, 2009, Buku Ajar GERIATRI (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), Balai Penerbit , Jakarta

Price, A. Sylvia, dan Wilson, Lorraine M., 2006, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 6 Volume 1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Sherwood, Lauralee., 2001, Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Sudoyo, Aru, dkk, 2009, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V, Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut