Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...

Sabtu, 29 Mei 2010

Fantasi

Aku berencana menyebrangi fantasi untuk menuju kenyataan. Sudah bosan rasanya terjebak dalam kepalsuan dunia fantasi yang melalaikan. Tapi sayangnya, di manapun kaki kulangkahkan, tidak juga kutemukan kenyataan. Kenyataan seolah hilang tertelan fantasi-fantasi abstrak yang nyaris menyerupai kenyataan. Di sekelilingku hanya ada fantasi yang terus berseliweran tanpa ada habisnya, setiap detik, ada saja fantasi baru yang terlahir dan memenuhi lalu lintas nalar hingga tak tahu lagi harus mengarahkan kaki ke mana untuk mencari kenyataan.

Dulu batasan antara kenyataan dan fantasi begitu jelas terlihat karena belum banyak kontaminasi informasi fiksi, ilutif dan eksitatif temporer yang terpapar pada inderaku. Yang kutahu fantasi hanya dapat kutemukan pada tayangan sinetron TV yang ibuku nonton (bukan saya yang nonton), kisah-kisah fantastis dalam buku yang kubaca, ataupun omong kosong yang diumbar pelawak saat tampil di panggung. Intinya, fantasi hanya terdapat dalam karya sastra, dunia pertunjukan ataupun karya seni lainnya. Fantasi hanya menawarkan kepuasan imajinatif pada penikmatnya. Karena bersifat personal, maka, nyaris tidak ada aturan yang mengikat fantasi kecuali pemiliknya sendiri.

Sekarang batasan fantasi seperti itu telah dihancurkan. Fantasi tidak lagi menjadi milik pribadi semata. Fantasi mengalami ekstensi hingga karya seni tidak cukup menampung kegilaan manusia.

Saat ini fantasi tiap orang dapat dialirkan ke semua lini kehidupan, entah itu politik, sosial, budaya, ekonomi ataupun kesehatan, melalui berbagai pipa media, yang paling banter adalah internet. Dunia nyata yang berisi begitu banyak aturan dan kekakuan, serta sejumlah nilai dasar yang ditentukan oleh keputusan oligarki. Tapi kini dunia seperti itu telah terdistorsi oleh fantasi, semua orang bisa menggunakan imajinasinya yang biasanya hanya bekerja dalam ranah privat, untuk mempengaruhi kebijakan publik.

Gabungan fantasi individu dalam dunia maya bisa membebaskan seorang tahanan dari penjara, atau sebaliknya, fantasi seorang diktator dapat merenggut nyawa jutaan orang, adalah fenomena yang niscaya terjadi jika batas antara kenyataan (fakta, aturan, hukum) terkaburkan oleh fantasi (ego, keinginan individu, hasrat, nafsu).

Rencana Libur

Setelah berminggu-minggu dijajah bakteri, cacing, jamur, dan virus, akhirnya hari ini bisa juga kuproklamasikan sebagai hari libur selama seminggu ke depan. Belum ada rencana untuk menjalani hidup ke depan.
Sepertinya olahraga macam push up dan sit up 60 kali tiap pagi dan baca buku tebal tentang Tuhan bisa jadi ide bagus. (soal sit up-push up, pikir-pikir dulu).

Tiba-tiba saja tertarik baca buku tentang Tuhan setelah baca tulisan GM di Tempointeraktif.Judulnya Tertib...
ini kutipannya...

_________________________________________________________________________________

Saya tak tahu benarkah Tuhan hanya menghendaki dunia yang tertib.

Ada sebuah cerita detektif yang ganjil yang ditulis G.K. Chesterton, The Man Who Was Thursday. Buku ini lain dari cerita detektif biasa: ujungnya mirip sebuah renungan tentang Tuhan—bermula dari ketegangan antara anarkisme dan ketertiban, dengan tokoh seorang agen Scotland Yard yang menyamar sebagai penyair.


Cerita dibuka dengan senja di Saffon Park, sebuah wilayah di tepi Kota London. Di lingkungan rumah-rumah berbatu bata warna terang itu hidup sebuah ”dukuh artistik”, artistic colony. Buku ini tak menyebutnya ”dukuh seniman”, sebab tempat itu tak pernah memproduksi karya seni apa pun. Keistimewaannya: enak dipandang.

Tapi kita diantar untuk tak menyukai suasana di sana. Terutama karena penghuninya. Ada orang bertampang penyair yang semenarik syair, tapi ia sendiri bukan penyair. Atau si Fulan yang berlagak filosof tapi sebenarnya sosok yang bisa membuat filosof merenung. Para wanitanya menyatakan diri bebas, tapi suka memuji para lelaki dengan berlebihan. Orang yang memasuki atmosfer sosial tempat itu akan merasa seperti ”memasuki sebuah komedi yang telah ditulis”.

Tokoh sentral di sini bernama Lucien Gregory. Ia seorang penyair berambut merah yang dibelah tengah, dengan keriting kecil bak rambut perawan dalam lukisan Eropa kuno. Chesterton menggambarkan parasnya ”lebar dan brutal” dengan dagu yang menjorok ke depan dan dengan perilaku seperti ”sebuah campuran malaikat dengan monyet”.


Gregory seorang anarkis dengan suara keras. Ia gemar mengulang kecek lamanya tentang seni sebagai kehidupan yang tak mengakui hukum dan tentang seni (atau kiat) untuk tak mematuhi hukum, ”the lawlessness of art and the art of lawlessness”. Baginya, seorang seniman identik dengan seorang anarkis: ia melawan kekuasaan negara dan lembaga lain, ia bahkan bebas dari aturan seni sendiri.

Gregory selalu didengar; tak seorang pun di dukuh itu yang membantahnya.


Tapi senja di Saffon Park itu berubah ketika ke sana datang Gabriel Syme, seorang berambut sedikit kuning berkulit pucat langsat, dan digambarkan sebagai sosok yang menebarkan ”bau kembang leli di sekitarnya”.

Bertentangan dengan Gregory, Syme menyebut diri ”seorang penyair hukum, seorang penyair ketertiban”. Syahdan, kedua penyair yang berbeda sikap itu pun berdebat.


Bagi Gregory, dunia akan mandul dan membosankan bila tertata seperti jaringan kereta api di bawah tanah. Rel dan stasiun-stasiun itu tampak murung, tak ada yang asyik, tak ada kejutan: semuanya sudah diperhitungkan, persis + tepat.


Bagi Syme, justru ketepatan itu puisi. Lihat, katanya, betapa menakjubkan (”epical”, katanya) seorang pemanah burung terbang yang mengenai sasarannya. ”Khaos itu membosankan,” kata Syme. ”Tiap kali kereta api masuk, saya merasa ia telah menerabas deretan para pengepung, dan manusia telah memenangkan satu pertempuran melawan khaos.”


Dari sini, kisah Syme kian aneh. Untuk menunjukkan bahwa dirinya seorang anarkis yang serius, Gregory membawa Syme ke sebuah tempat pertemuan rahasia para tokoh anarkisme. Sebaliknya, Syme mengaku, ia sebenarnya anggota dinas rahasia Scotland Yard. Ia dapat perintah khusus dari seorang bos yang super-rahasia, pemegang peran paling penting dalam cerita ini: seorang yang yakin bahwa dunia seni dan ilmu ”diam-diam bergabung dalam perang suci melawan Keluarga dan Negara”.


Bahkan bagi sang bos, ancaman juga datang dari para filosof. Baginya, ”penjahat paling berbahaya sekarang adalah filosof modern yang sama sekali tak mengakui hukum”. Dibandingkan dengan para filosof, para maling malah manusia bermoral. Sementara para filosof tak mengakui hak milik, para maling menghargainya; hanya milik itu harus diambil jadi kepunyaan mereka. Para pembunuh juga lebih baik, karena sebenarnya mereka secara tak langsung menghargai hidup. Sebaliknya para filosof benci hidup itu sendiri.


Dengan pandangan macam itu, para detektif spesial dikerahkan. Mereka harus datang ke pertemuan seni, ”guna mendeteksi para pesimis”. Mereka juga harus bisa melihat dari buku-buku sajak bahwa kejahatan akan dilakukan. ”Kita mesti menelusuri asal-usul pikiran yang mengerikan itu, yang setidak-tidaknya mendorong orang ke arah fanatisme intelektual dan kejahatan intelektual.”


Demikianlah Syme berangkat bertugas. Dan setelah ia dibawa Gregory ke tempat pertemuan rahasia para anarkis hari itu, ia dengan cepat menyusup. Ia diangkat jadi salah satu anggota Central Anarchist Council, organisasi rahasia yang akan menghancurkan peradaban. Untuk menjaga kerahasiaan, tiap anggota disebut dengan nama hari. Syme jadi ”Thursday”, Kamis. Pemimpin dewan itu disebut ”Sunday”, Ahad.

Kisah ini jadi tambah ajaib ketika akhirnya diketahui, tiap anggota dewan kaum anarkis itu ternyata detektif dari kantor yang sama—dan bahwa Ahad adalah sang bos yang memerintahkan mereka. Dan klimaks yang paling mengejutkan: Ahad itu sesungguhnya Tuhan.


The Man Who Was Thursday lebih rumit dan kaya ketimbang yang saya ringkaskan. Tapi tanpa lebih jauh kita sudah didorong menjawab: benarkah Tuhan berpihak kepada ketertiban? Benarkah dunia seni, ilmu, dan filsafat—yang menerabas batas—sebuah ancaman, bagian dari khaos?


Di Saffon Park, Syme berbicara tentang pemanah yang berhasil membidik burung. Baginya keakuratan itu ”epikal”. Tapi tidakkah ia melihat: sejak saat anak panah lepas dari busur, khaos menyertainya? Senjata itu punya sasaran, tapi angin bisa menyebabkannya gawal. Khaos menegaskan manusia sebagai makhluk yang dengan dan dalam cemas membangun sejarah. Tak adanya garis lurus antara arah dan akhir adalah bagian dari kemerdekaannya. Itu nasib Adam di luar surga.

 _________________________________________________________________________________

Kalimat pembukanya saja sudah provokatif, apa Tuhan hanya menghendaki dunia yang tertib? Saya benar-benar tertegun ketika membaca esai GM (seperti biasanya, saya selalu tertegun kalau membaca karya penulis yang satu ini. Membuat otakku berpikir lebih keras, untuk segera mengasosiasikan pengetahuan terdahulu, pengalaman spritual  sekaligus dalam satu paket yang utuh. Benar-benar penulis yang hebat).

Saatnya membaca tentang Tuhan. Semoga liburan kali ini bisa menyenangkan (masih berpikir, push up dan situ up ide yang bagus?)

Jumat, 28 Mei 2010

Rintihan Jantan

Banyak yang tidak percaya padaku ketika kukatakan pada mereka bahwa aku hamil. Mereka semua menuduhku berbohong hanya karena sebuah anggapan umum hasil sekongkolan dengan ilmu biologi yang menyatakan bahwa pejantan tidak akan pernah bisa menghasilkan keturunan.

Terus terang, saya merasa terhina dengan anggapan seperti itu. Tidak tahukah mereka, di dunia ini banyak juga pejantan yang bisa menghasilkan keturunan, lihat saja Taenia sp., yang jantan pun bisa menghasilkan anak, meskipun sebenarnya cacing ini hermaprodit, setidaknya dalam dirinya terdapat sisi kejantanan.

Lagipula dari dulu sebenarnya saya ingin bertanya, mengapa proses menghasilkan keturunan selalu identik dengan betina, maksudku, sejak kapan betina mendominasi urusan cetak-mencetak keturunan dan kenapa semua jenis mahluk yang bisa melahirkan ataupun bertelur harus dikatakan betina? Kenapa bukan jantan?

Dunia ini tidak adil untuk mereka yang jantan. Asumsi yang dibangun dunia selalu memposisikan hampir semua jantan sebagai buruh yang harus selalu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar dan kotor, donor yang harus terbiasa memberi dan membagi semua yang dipunyai pada betina dan (dianggap sebagai) perusak yang (sering) disalahkan jika ada yang tidak beres di sekitarnya. Tidak tahukah dunia, bahwa yang jantan juga ingin bisa seperti betina.

Nb:

-pasti banyak yang tidak tahu. Karena tidak banyak orang gila di dunia ini

-ada begitu banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga yang pelakunya adalah pria dan korbannya wanita (walaupun tidak sedikit kondisi sebaliknya yang terjadi). Peristiwa itu terjadi karena perbedaan asumsi mengenai kekuasaan dalam rumah tangga. Pria selalu merasa memiliki kekuasaan lebih dari pada wanita. Dan wanita pun merasa seperti itu. Akibatnya terjadi clash. Kalau hal ini sudah terjadi, maka yang menjadi korban adalah mereka yang ingin mengalah dan/atau mereka yang kekuatan fisiknya lebih lemah.

-tidak perlu menanggapi semua hal yang ada di situs ini dengan serius karena situs ini dibuat bukan untuk bermain serius-seriusan

-ini fiksi belaka

Kamis, 27 Mei 2010

Teror Mata

Tiap ada seminar, ceramah ataupun diskusi, saya selalu memilih posisi di belakang, pojok atau bagian mana pun yang letaknya jauh dari pembicara. Alasannya, sederhana saya tidak ingin pembicara memandang mataku dan membaca di situ bahwa saya tidak mempercayai ataupun menyetujui apa yang dikatakannya. Mengetahui orang lain tidak percaya pada apa yang sedang kita sampaikan merupakan hal yang menyakitkan. Ada beberapa manusia di dunia ini yang langsung menonjok wajah orang yang ada di hadapannya, melihat wajah ketidakpercayaan entah itu dalam bentuk cibiran ataupun pandangan mata yang menusuk ketika dia sedang bicara atau menyampaikan sesuatu.

Karena saya tidak pandai memanipulasi tatapan dan ekspresi ketidakpercayaan pada mata dan wajahku serta tidak ingin mendapati pembicara di seminar merasakan hal ini (dan menonjokku), maka saya memilih meminimalisir resiko dengan cara menjauh. (Tapi ujung-ujungnya, kalau pembicara sudah selesai ngomong dan memberi kesempatan memberi tanggapan, nah, itulah kesempatan untuk merajalela mengajukan keberatan, keraguan, kebingungan dan kawan-kawan).

Mata adalah indera manusia yang sifatnya dua arah. Selain menerima sinyal-sinyal visual dari luar, mata juga merefleksikan apa yang pemiliknya pikirkan dan rasakan. Ketika dua manusia bertatapan, terjadi pertukaran impuls ide dan rasa, sehingga tanpa harus disuarakan pun, dengan saling menatap, komunikasi sudah dapat terjalin.

Dengan menatap mata, kita dapat mengenali kebohongan, seperti yang biasa dilakukan McGuyver dan Jean Patrick ketika hendak mencari tersangka. Sekuat apapun manusia berusaha menyembunyikan kebohongannya, tetap saja alam bawah sadar memaksanya untuk melepaskan apa yang ada di pikirannya dalam tatapan.

Mata adalah jendela hati.


Nb:
mungkin karena mata adalah jendela hati, makanya pria dianjurkan menundukkan pandangan ketika berhadapan dengan wanita. Jangan sampai ketidakberesan hati pria terbaca. Entahlah.

Selasa, 25 Mei 2010

Bakat

Ada begitu banyak manusia hebat di luar sana yang dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa, hanya saja semua keistimewaan itu sia-sia belaka karena terbunuh di tanah penuh konflik dan peperangan. Lingkungan tidak memahami mereka, atau lebih tepatnya, mereka terlanjur lahir di tempat (dan waktu) yang salah. Mereka ibarat beringin yang tumbuh di padang pasir.

Orang seperti Galileo adalah contohnya. Seandainya dia hidup ketika terjalin toleransi antara sains dan agama, mungkin saja karya ilmiah yang dihasilkannya bisa lebih banyak dari yang tercatat saat ini.

Mungkin saja Yang Kuasa sengaja menciptakan kondisi di atas untuk menunjukkan pada kita, bahwa hasil akhir semua usaha untuk melepaskan diri dari kunkungan keterbatasan semata-mata tidak bergantung pada bakat. Sekuat apapun orang-orang berbakat itu berjuang, pada akhirnya mereka akan gagal jika hanya mengandalkan kemampuan sendiri.

Berandai-andai lagi, kalau saja dulu Galileo memiliki sekelompok orang yang ahli dalam melakukan propaganda di belakangnya, yang mampu memprovokasi massa, agar mau mengepung ruang pengadilan ataupun balaikota untuk menuntut pembebasan Galileo, bisa jadi hukuman tahanan rumah untuknya ditiadakan.

Sayangnya Galileo waktu itu terlalu asyik menulis dan bereksperimen sehingga lupa mencari banyak teman dan pengikut yang bisa dijadikan "partners of crime". Tapi itu wajar saja, untuk ukuran orang yang tidak menyebarkan agama maupun legislator yang terobsesi pada penggalangan suara konstituen, usaha Galileo untuk memperjuangkan pikirannya terbilang sukses, meskipun kesuksesannya itu secara resmi diumumkan beberapa abad setelah kematiannya. (tapi sekali lagi kisah hidup Galileo mungkin tidak harus berakhir dalam tahanan rumah kalau saja dia punya banyak teman dan pengikut)

Bakat istimewa tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari bakat-bakat lain.

Minggu, 23 Mei 2010

Ujian

Hidup ini penuh dengan ujian. Saat bangun pagi dan mendapati semua kamar mandi pondokan sudah terisi, padahal 5 menit lagi kuliah dimulai, itu adalah ujian. Menyadari kalau ternyata angkot yang kita tumpangi untuk menuju kampus bukannya membawa kita ke tempat tujuan (malah ke pasar sentral) juga termasuk dalam kategori ujian. Dan dalam setiap ujian hanya dua hal yang bisa kita dapatkan, lulus atau gagal.

Dalam kedua kasus di atas, sudah dapat dipastikan, bahwa objek yang terlibat dalam ujian, gagal mencapai tujuannya (kecuali kalau objek memiliki kemampuan bergerak melebihi kemampuan cahaya dan dapat memaksa sopir angkot agar sejenak dapat berperan sebagai Sebastian Loeb saat melakukan drifting untuk putar balik atau dia bisa mengusulkan pada rektor agar memindahkan kampus ke pasar sentral saat itu juga. Tapi itu tidak mungkin).

Yang perlu ditekankan di sini adalah hasil ujian sebenarnya bukanlah yang utama. Mau gagal atau berhasil dalam ujian sebenarnya itu tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan. Yang paling penting adalah bagaimana kita merespon hasil ujian itu. Seseorang yang tidak lulus ujian nasional (UN) tidak mati karena ketidaklulusannya. Dia mati karena tidak mampu memberikan respon yang tepat dalam menanggapi kegagalannya. Ada banyak orang di dunia ini yang berhasil memenangkan lotre tetapi justru tidak bahagia karena mereka tidak merespon keberhasilan itu dengan cara yang tepat.

Gagal dalam ujian bukan akhir dunia, berhasil dalam ujian bukan akhir perjuangan.
Telat datang kuliah masih bisa minta diabsenin.
Salah jurusan angkot anggap saja tamasya.

Kamis, 20 Mei 2010

Senang dan Sedih

Senang rasanya membaca kabar di tempointeraktif.com tentang novel tetralogi Laskar Pelangi yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing.
Semoga saja novel ini bisa mendapat sambutan positif dari dunia internasional.

Namun ada juga berita yang bikin miris di situ, seorang mahasiswa UI dikabarkan meninggal karena tertabarak kereta api.
Semoga saja keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan.

Saatnya belajar lagi untuk ujian.

Selasa, 18 Mei 2010

Cacingan

Salah seorang teman saya di pondokan berencana menggemukkan badannya, alasannya sederhana, dia ingin terlihat lebih gagah (saya tidak pernah tahu bahwa orang gemuk akan terlihat gagah). Dia pun mulai mencari-cari informasi mengenai tips dan trik untuk meraih ambisinya, mulai dari pola diet ala barbar yang tiap hari makan daging hingga pola diet ala ulat bulu yang tiap saat ngemil apapun yang terlihat bisa dimakan (bahkan buah plastik yang jadi hiasan meja pun nyaris disikat), minum susu pagi sore dan puluhan tips aneh bin gokil lainnya (ini gara-gara nyari informasi lewat Google, apapun informasi yang disajikan Mbah Search Engine ini, temanku langsung embat tanpa ba,bi,bu. Akibatnya biarpun informasi yang nggak jelas juntrungannya diikuti juga).

Setelah seminggu menjalani diet gila seperti itu, dia pun menimbang berat badannya dab berharap bisa menyanyikan lagu Dora The Explorer, "berhasil, berhasil, berhasil. Hore!!!" ketika melihat jarum timbangan melonjak ke arah 60 Kg ke atas. Tapi apa daya, saat melihat jarum berhenti bergerak di tempat yang sama dengan tempat perhentian jarum seminggu yang lalu, sontak dia berteriak, "kenyataan itu pahit", persis seperti Iwan Fals yang lagi nyanyi lagu Sesuatu yang Tertunda. "Kenapa Tuhan?"..."Kenapa?"


Ada yang tahu kenapa teman saya bisa gagal dalam diet penggemukan dirinya?
Kalau ada yang jawab, karena pola dietnya salah, itu bisa jadi. Yang terpenting dalam proses penggemukan diri adalah bagaimana membuat kondisi di mana jumlah kalori yang masuk dalam tubuh bisa lebih banyak dari jumlah kalori yang dikeluarkan tubuh. Secara sederhana, dapat dikatakan kalau mau gemuk, banyak makan dan sedikit kerja adalah kunci utamanya.

Tapi kalau sudah melakukan kedua hal itu masih tetap tidak gemuk-gemuk juga, gimana dong? Nah kalau sudah seperti itu tanyakan kembali ke diri Anda atau dokter Anda, mungkin saja Anda mengalami gangguan pencernaan seperti diare, intoleransi zat makanan, atau mungkin Anda terkena cacingan seperti teman saya.

Oh ya, teman pada kasus di atas setelah menemui dokter dan menjalani serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan apusan darah dan pemeriksaan tinja, dia diagnosis cacingan, cacing tambang+cacing ascaris. Menurut saya wajar saja itu, teman yang satu itu memang ndak terlalu meperhatikan sanitasi. Makan tidak cuci tangan, dan sering ndak pake alas kaki kalau keluar rumah atau main bola.



sumber: http://i135.photobucket.com/albums/q138/mbilungndobos/cacing.jpg


Kata dokter sih, kalau cacingan kayak gitu, biarpun banyak makan banyak, tetap ndak bakal berguna, karena ujung-ujungnya semua sari makanan yang sudah capek-capek kita cerna bakal diserap cacing.

Salah satu obat cacingan yang sering dipakai adalah

Albendazole (sumber: http://www.dechacare.com/Albendazole-P570.html)



Indikasi:
Albendazol berkhasiat membasmi cacing di usus yang hidup sebagai parasit tunggal atau majemuk.
Albendazol efektif untuk pengobatan cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing kremi (Enterobius vermicularis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus), cacing pita (Taenia sp.) dan Strongyloides stercoralis.

Kontra Indikasi:
Albendazol menunjukkan sifat teratogenik embriotoksis pada percobaan dengan hewan. Karena itu obat ini tidak boleh diberikan pada wanita yang sedang mengandung. Pada wanita dengan usia kehamilan masih dapat terjadi (15 – 40 tahun), albendazol dapat diberikan hanya dalam waktu 7 hari dihitung mulai dari hari pertama haid.

Komposisi:
Tiap tablet kunyah mengandung albendazol 400 mg.

Cara Kerja:
Hasil percobaan preklinis dan klinis menunjukkan bahwa albendazol mempunyai khasiat membunuh cacing, menghancurkan telur dan larva cacing. Efek antelmintik albendazol dengan jalan menghambat pengambilan glukosa oleh cacing sehingga produksi ATP sebagai sumber energi untuk mempertahankan hidup cacing berkurang, hal ini mengakibatkan kematian cacing karena kurangnya energi untuk mempertahankan hidup.

Dosis:
Dosis umum untuk dewasa dan anak di atas 2 tahun :
400 mg sehari, diberikan sekaligus sebagai dosis tunggal. Tablet dapat dikunyah, ditelan atau digerus lalu dicampur dengan makanan.

Pada kasus dimana diduga atau terbukti adanya penyakit cacing pita atau Strongyloides stercoralis, dosis 400 mg albendazol setiap hari diberikan selama tiga hari berturut-turut.


Efek samping:
Perasaan kurang nyaman pada saluran pencernaan dan sakit kepala pernah terjadi pada sejumlah kecil penderita, tetapi tidak dapat dibuktikan bahwa efek samping ini ada hubungannya dengan pengobatan.

Juga dapat terjadi gatal-gatal dan mulut kering.

Perhatian:
Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
Jangan diberikan pada ibu menyusui.
Sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak di bawah umur 2 tahun.

Cara Penyimpanan:
Simpan di tempat sejuk dan kering.

Kemasan:
Albendazole 400 mg, kotak 5 blister @ 6 tablet kunyah

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Minggu, 16 Mei 2010

Membajaklah: Award

Di suatu siang yang panas, seorang mahasiswa berdiri kokoh di atas tugu pahlawan menenteng TOA masjid yang dipinjam dari amir masjid tetangga pondok. Setelah berehem-ehem sejenak untuk mencari nada dia pun mulai berkoar,

Kawan-kawan seperjuangan, membajaklah! Karena membajak adalah bentuk perlawanan kita pada imprealisme yang telah menggurita di seluruh penjuru muka bumi. Imprealisme mengekang perkembangan pengetahuan dan kreativitas dalam topeng-topeng hak cipta dan royalti. Nyaris tak ada kesempatan bagi mereka yang di luar sistem imperialisme untuk menyentuh apalagi merasakan nikmatnya menjadi pengembang teknologi. Sejak awal imperialisme mengembangkan suatu sistem yang memang sulit untuk ditembus dan dimasuki orang luar, dalam hal ini adalah negara miskin dan berkembang.

Para dedengkot imperialisme memanfaatkan dua senjata utama untuk mengawal semua penemuan dan teknologi baru dalam benteng-benteng kemajuan. Dan kebetulan kedua senjata ini kalau diibaratkan antibiotik, masih sangat sensitif (mematikan) untuk bakteri-bakteri seukuran negara miskin dan berkembang. Kedua senjata itu adalah agama dan bioetik.

Para imperialis tahu bahwa semua negara miskin, karena saking miskinnya, penduduknya tidak bisa melakukan hal lain diluar urusan keagamaan dan kemistisan lainnya. Pola pikir yang teracuni oleh takhayul dan fanatisme buta di negara miskin mudah sekali dicecoki dengan propaganda berbau keagamaan, akibatnya apapun bisa terjadi di sana hanya karena isu agama. Wajar saja di negara miskin, perang agama lebih sering terjadi dibanding di negara maju. Inilah efek utama pengekangan pengetahuan dan teknologi yang sekaligus menjadi tujuan utama kaum imperialis. Mereka ingin negara miskin akan tetap abadi dalam kemiskinannya agar mudah dieksploitasi.

To be continue...


 AWARD


Yeah...Akhirnya dapat Award juga (meskipun tidak tau apa maksudnya). Rasanya senang juga dapat award seperti ini :D
Terimakasih buat Psychosocial yang sudah memberikan Award ini. (katanya sih, dia juga dapat dari  Abdul Hafiz Asri.)

Arigato ya...buat awardnya :D


Karena award ini satu paket dengan Tag, jadi langsung dikerjain aja...(ini copas dari psychosocial)

1. Berapa blog yang kamu punya ? dan berapa umurnya ?

Blog yang saya punya ada 3. Tapi yang benar-benar aktif cuma 1. Umurnya barusan 2 1 tahun lebih.
 

2. Sejak kapan kamu mengenal dunia blog ?
 

Kenal sejak masuk kuliah, pas nyari tugas.

3. Mengapa tertarik membuat blog ? dan untuk apa ?

Tertarik buat blog karena mau bagi informasi tentang bahan kuliah. Rasanya menyenangkan kalau bisa bantu orang saat membuat tugasnya.

4. Apa kelebihan dan kekurangan dari blog kamu ?




Kelebihan blog ini? Ndak tau...Kekurangannya kyknya warna templatenya terlalu suram(sampai sekrang blm tau cara modifikasi template)


5. Award dan tag ini berikan pada 5 teman bloger yang lainnya…

Award dan Tag ini akan saya hibahkan kepada:

Hati-Hati Pada Bercak Putih

Pernah mendapati bercak putih pada tubuh Anda atau teman di sekitar Anda seperti di bawah ini?

sumber gambar:http://images.fabulously40.com/uploadedimage/11283/thumbx320/tinea-01.jpg

Jangan cepat berkesimpulan bahwa itu adalah panu. Karena ada banyak penyakit kulit yang memperlihatkan tanda bercak putih seperti itu. Beberapa di antaranya adalah kusta, ptiriasis alba, ptiriasis versikolor, dan vitiligo. 

Vitiligo

VITILIGO
Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai pigmen. Yang berperan pada penentuan warna kulit adalah karoten, melanin, oksihemoglobin dan hemoglobin bentuk reduksi, yang paling berperan adalah pigmen melanin. Melanosis adalah kelainan pada proses pembentukan pigmen melanin kulit dapat berupa hipermelanosis (melanoderma) bila produksi pigmen bertambah dan hipomelanosis (lekoderma) bila produksi pigmen berkurang.
Sejak jaman dahulu telah dikenal beberapa istilah untuk vitiligo antara lain shwetakustha, suitra, behak dan beras. Vitiligo adalah suatu kelainan didapat yang sering dijumpai dalam praktek sehari – hari.
II. DEFINISI
Vitiligo adalah suatu kelainan kulit akibat gangguan pigmentasi (hipomelanosis) idiopatik yang ditandai dengan adanya makula putih yang dapat meluas. Dapat mengenai seluruh bagian tubuh yang mengandung sel melanosit, misalnya rambut dan mata.
III. EPIDEMIOLOGI
Insidens yang dilaporkan bervariasi antara 0,1 sampai dengan 8,8% penduduk dunia tanpa membedakan ras dan jenis kelamin. Mengenai semua umur, paling banyak umur 20 – 40 tahun. Frekuensi pada kedua jenis kelamin sma, hanya sja penelitian epidemiologik menunjukan bahwa penderita yang datang berobat lebih banyak wanita daripada pria. Terdapat juga pengaruh faktor genetik, dimana pada penderita vitiligo, 5% akan mempunyai anak dengan vitiligo juga.
IV. ETIOLOGI
Penyebab vitiligo masih belum diketahui dengan jelas, namun ada beberapa teori yang berusaha menerangkan patogenesisnya :

1.    Teori Neurogenik
Teori ini berdasarkan atas beberapa pengamatan. Menurut teori ini suatu mediator neurokemik dilepaskan dan senyawa tersebut dapat menghambat melanogenesis serta dapat menyebabkan efek toksik pada melanosit.
2.    Teori Autoimun
Teori ini menganggap bahwa kelainan sistem imun menyebabkan terjadinya kerusakan pada melanosit. Beberapa penyakit autoimun yang sering dihubungkan dengan vitiligo antara lain adalah tiroiditis (Hashimoto), anemia pernisiosa, penyakit Addison, alopesia areata dan sebagainya.
3.    Teori rusak diri (self destruction theory)
Teori menyebutkan bahwa metabolit yang timbul dalam sintesis melanin menyebabkan destruksi melanosit. Metabolit tersebut misalnya kuinon.
4.    Teori Autositotoksik
Sel melanosit membentuk melanin melalui oksidasi tirosin ke DOPA dan DOPA ke dopakinon. Dopakinon akan dioksidasi menjadi berbagai indol dan radikal bebas.
5.    Pajanan terhadap bahan kimiawi
Depigmentasi kulit dapat terjadi terhadap pajanan Mono Benzil Eter Hidrokinon dalam sarung tangan atau detergen yang mengandung fenol.
V. GEJALA KLINIS
Gejala subyektif tidak ada, tetapi dapat timbul rasa panas pada lesi. Gejala atau gambaran klinis vitiligo dimulai dengan bintik – bintik atau makula putih yang makin lama makin lebar hingga mencapai ukuran lentikular atau plakat dengan batas tegas tanpa perubahan epidermis yang lain.. Kadang-kadang terlihat macula hipomelanotik selain macula apigmentasi. Biasanya tidak gatal atau nyeri.
Didalam makula vitiligo dapat ditemukan makula dengan pigmentasi normal atau hiperpigmentasi disebut repigmentasi perifolikular. Kadang – kadang ditemukan tepi lesi yang meninggi, eritema dan gatal disebut inflamatoar.

VI. KLASIFIKASI
Vitiligo mempunyai beberapa pola distribusi yang khas. Ada 2 bentuk vitiligo :
1. Lokalisata
a. Vitiligo Fokal (Localized) : satu atau lebih makula pada satu area, tetapi tidak segmental.
b. Vitiligo Segmental : distribusinya khas, dengan lesi vitiligo yang unilateral dalam suatu distribusi dermatom atau quasidermatom. Tipe ini dikatakan sebagai suatu jenis vitiligo yang bersifat stabil.
c. Vitiligo Mukosal : hanya terdapat pada membrane mukosa.
2. Generalisata
Hampir 90% penderita secara generalisata dan biasanya simetris. Vitiligo generalisata dapat dibagi menjadi :
a. Akrofasial : depigmentasi hanya terjadi dibagian distal ektremitas dan muka, merupakan stadium mula vitiligo generalisata.
b. Vulgaris : makula tanpa pola tertentu di banyak tempat.
c. Campuran : depigmentasi terjadi menyeluruh atau hampir menyeluruh merupakan vitiligo yang total.
I. PREDILEKSI ATAU LOKALISASI
Pada area yang terkena trauma dapat timbul vitiligo. Daerah yang sering terkena adalah :
 Kulit jari tangan
 Fleksura pergelangan tangan
 Siku
 Daerah tulang kering
 Lutut
 Pergelangan kaki
 Genitalia
 Kelopak mata
 Regio perioral

I. DIAGNOSIS
Kriteria diagnosis bisa didasarkan atas pemeriksaan klinis (Anamnesa, pemeriksaan fisik), uji diagnostik (Untuk membedakan dengan penyakit lain yang menyerupai) dan pemeriksaan laboratorium (Untuk membantu mencari adanya kaitan dengan penyakit sistemik, seperti diabetes mellitus, penyakit tiroid dan lain – lain).
 Anamnesa
a. Awitan penyakit
b. Riwayat keluarga tentang timbulnya lesi dan uban yang timbul dini.
c. Riwayat penyakit kelainan tiroid, alopesia areata, diabetes mellitus, dan anemia pernisiosa.
d. Kemungkinan faktor pencetus, misalnya stress, emosi, terbakar surya dan pajanan bahan kimia.
e. Riwayat inflamasi, iritasi atau ruam kulit sebelum bercak putih.
 Pemeriksaan Fisik
Perlu dilakukan pemeriksaan umum, adanya depigmentasi yang asimptomatik, tanpa gejala inflamasi, ada tidaknya batas inflamasi sekitar lesi, tempat lesi pertama kali muncul (tangan, lengan, kaki, muka dan bibir), pola vitiligo (fokal, segmental, universal atau akral/akrofasial).
 Tes Diagnostik
Dilakukan untuk membedakan dengan penyakit yang menyerupai, misalnya limfoma kutan sel-T, LED/LES, lepra, pinta, nevus anemikus, depigmentosus, skleroderma, tinea versikolor dan lain – lain.
 Tes Laboratorium
Dilakukan untuk mendeteksi penyakit – penyakit sistemik yang menyertai seperti insufisiensi adrenal, diabetes mellitus. Tes – tes yang mungkin membantu antara lain biopsi.
 Pemeriksaan Histopatologi
Dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE) tampaknya normal kecuali tidak ditemukan melanosit, kadang – kadang ditemukan limfosit pada tepi makula.
II. DIAGNOSIS BANDING
Sebagai diagnosis banding ialah
1. Piebaldisme
2. Sindrom Wardenburg dan Sindrom Woolf.
3. Vitiligo segmental perlu dibedakan dengan nevus depigmentosus, tuberosklerosis, hipomelanositosis
4. Lesi tunggal harus dibedakan dengan tinea versikolor, pitiriasis alba, hipomelanosis gutata dan hipopigmentasi pasca inflamasi.
III. PENGOBATAN
Umum
1. Seseorang yang akan mengobati vitiligo, harus mengenal dan mengetahui beberapa hal misalnya : tentang sifat dan biologi sel melanosit, tentang farmakologi obat – obat yang digunakan, prinsip - prinsip terapi sinar, resiko serta hasilnya.
2. Penderita vitiligo perlu periksa KGD.
3. Pada lesi, oleh karena mudah terbakar sinar matahari, dianjurkan memakai tabir surya.
4. Melanosit sangat lamban dalam merespon pengobatan, untuk mencapai hasil yang optimal terapi harus dilanjutkan sampai 6 – 12 bulan.
Khusus
Tidak ada terapi yang memuaskan, bila perlu dianjurkan untuk penggunaan kamufalse agar kelainan tersebut tertutup dengan cover mask.
Psoralen (PUVA)
Bahan aktif yang sering digunakan adalah trimetoksi psoralen (TPM) dan 8 metoksi psoralen yang bersifat photosensitizer.
Cara pemberian : Obat psoralen 20-30 mg (0,6 mg/kgBB) dimakan 2 jam sebelum penyinaran, selama 6 bulan sampai setahun. Obat psoralen topikal dioleskan lima menit sebelum penyinaran, tetapi sering menimbulkan dermatitis kontak iritan .
Lama Penyinaran : mula-mula sebentar kemudian setiap hari dinaikan perlahan – lahan ( antara ½ samapai 4 menit ). Ada yang menganjurkan pengobatan dihentikan seminggu setiap bulan.
Obat psoralen topikal dioleskan lima menit sebelum penyinaran, tetapi sering menimbulkan dermatitis kontak iritan .
Kontra indikasi : hipertensi, gangguan hati, kegagalan ginjal dan jantung.
Helioterapi
Helioterapi merupakan salah satu bentuk fotokemoterapi, yang merupakan gabungan antara trisoralen dan sinar matahari
Prosedur pelaksanaan :
- Trisoralen diberikan dengan dosis 0,3mg/kgBB, kemudian lesi disinari selama 15 menit.
- Obat dimakan 2-4 jam sebelum penyinaran
- Pengobatan diberikan 2-3 kali setiap minggu tidak boleh dua hari berturut – turut
- Tidak dianjurkan memberikan terapi vitiligo di daerah genitalia, kecuali pada keadaan khusus.
Kortikosteroid
Pemakaian kortikosteroid ini kemungkinan didasarkan pada teori rusak diri maupun teori autoimun. Dalam hal ini kortikosteroid dapat memperkuat mekanisme pertahanan tubuh pada auto destruksi melanosit atau menekan perubahan imunologik.
Penggunaan kortikosteroid topikal dapat dilakukan dengan prosedur Drake dkk :
a. Krim kortikosteroid (KST) dioleskan pada lesi sekali sehari selama 3-4 bulan.
b. Setiap minggu sekali dilakukan evaluasi dengan menggunakan lampu Wood.
c. Penggunaan diteruskan apabila ada repigmentasi, namun harus segera dihentikan apabila tidak ada respons dalam waktu 3 bulan.
Depigmentasi
Jika lesi vitiligo sangat luas, jauh lebih luas dari kulit normalnya (lebih dari 50%) ada yang menganjurkan untuk memberikan monobenzil hidrokuinon 20% dua kali sehari pada kulit normal sehingga terjadi bleaching dan diharapkan warna kulit menjadi sama.
Tindakan Bedah
Tindakan bedah yang dapat dilakukan adalah autologous skin graft yakni memindahkan kulit yang normal (2-4 mm) ke ruam vitiligo. Efek samping yang mungkin timbul antara lain parut, repigmentasi yang tidak teratur, Koebnerisasi dan infeksi
UVB Gelombang Pendek
Sinar ultraviolet B gelombang pendek adalah teknologi yang relative baru dalam pengobatan vitiligo. Dahulu kebanyakan dokter menggunakan sistem PUVA namun efek samping tidak dapat dihindarkan. Panel dan kabinet sinar UVB gelombang pendek memecahkan masalah paparan berlebihan sinar UV dengan memaksimalkan pengiriman radiasi UVB gelombang pendek (dalam kisaran 311 sampai 312 nanometer).
Jarak optimum kulit ke lampu UV adalah 7 inchi, waktu pemaparan tergantung warna kulit dan telah berapa mendapatkan pengobatan.
UVB gelombang pendek hanya memancarkan sinar 311 sampai 312 nanometer. Studi klinis menunjukkan panjang gelombang yang paling efektif bersifat therapeuik adalah 295 sampai 313 nanometer, namun panjang gelombang dibawah 300 nm dapat menyebabkan eritema atau luka bakar parah dan meningkatkan resiko kanker kulit.
UVB gelombang pendek lebih efektif untuk penanganan vitiligo anak-anak.
I. PROGNOSIS
• Biasanya merupakan keadaan yang bersifat progesif lambat.
• Dapat berkurang secara spontan.

Pitiriasis Versikolor / Panu


Definisi
Pitiriasis versikolor adalah infeksi ringan yang sering terjadi disebabkan oleh Malasezia furfur. Penyakit jamur kulit ini adalah penyakit koronis yang ditandai oleh bercak putih sampai coklat yang bersisik. Kelainan ini umumnya menyerang badan dan kadang- kadang terlihat di ketiak, sela paha,tungkai atas, leher, muka dan kulit kepala. Nama lainnya adalah tinea versikolor atau panu.

Epidemiologi
Pitiriasis versikolor lebih sering terjadi di daerah tropis dan mempunyai kelembabab tinggi. Walaupun kelainan kulit lebih terlihat pada orang berkulit gelap, namun angka kejadian pitiriasis versikolor sama di semua ras. Beberapa penelitian mengemukakan angka kejadian pada pria dan wanita dalam jumlah yang seimbang. Di Amerika Serikat, penyakit ini banyak ditemukan pada usia 15-24 tahun, dimana kelenjar sebasea (kelenjar minyak) lebih aktif bekerja. Angka kejadian sebelum pubertas atau setelah usia 65 tahun jarang ditemukan. Di negara tropis, penyakit ini lebih sering terjadi pada usia 10-19 tahun

Ptiriasis Alba

PITIRIASIS ALBA
Definisi
Pitiriasis Alba merupakan suatu kelainan kulit yang biasanya terdapat pada anak-anak dan dewasa muda. Yang ditandai dengan adanya gambaran hipopigmentasi bulat sampai oval, macula halus. Bercak dalam berbagai ukuran biasanya diameternya beberapa centimeter, berwarna putih ( tetapi bukan depigmentasi ) atau merah muda terang. Biasanya bercak tampak jelas, tetapi mungkin dan sedikit  meninggi di luar area hipopigmentasi
Epidemiologi
Pitiriasi Alba bukanlah penyakit musiman, tetapi biasanya muncul pada musim dingin dimana kondisi udara di dalam rumah relative lebih kering. Sebagai tambahan, paparan sinar matahari bisa membuat lesi lebih jelas pada musim semi dan musim panas.
    Pitiriasis Alba bisa mengenai semua ras, pada suatu studi ditemukan timbulnya sedikit lebih tinggi pada orang-orang yang berkulit lebih terang. Dan kebanyakan lebih menggangu dari segi kosmetik pada orang yang berkulit lebih gelap. Tingkat kejadian pada anak laki-laki dan perempuan sama, dan biasanya menngenai pada anak-anak yang berusia 3 – 16 tahun, 90 % kasus ini terjadi pada anak yang berusia dibawah 12 tahun. Pitiriasis Alba kadang-kadang juga  terjadi pada orang dewasa.
Etiologi
Penyebab pasti Pitiriasis Alba belum diketahui secara pasti, kulit yang kering sering diperburuk oleh lingkunagn kering yang dingin dan Nampak seperti suatu factor umum. Lesi terutama Nampak berlawanan dengan kulit hitam dan kelihatan  lebih jelas akibat paparan sinar matahari pada musim semi dan musim panas. Keadaan ini tidak menular dan belum ditemukan penyebab penyebaran penyakit ini. Pitiriasis Alba juga merupakan manifestasi dermatitis non sfesifik , yang belum diketahui penyebabnya.
Patogenesis
Pada suatu studi terhadap 9 pasien dengan Pitiriasia Alba yang luas, kapadatan dari fungsi melanosit dikurangi dalam area yang berpengaruh tanpa perubahan dalam aktivitas sitoplasma  melanososm cenderung lebih sedikit dan lebih kecil, tetapi distribusinya terpola dalam keratinosit normal.
    Perpindahan melanosom ke keratinosit biasanya tidak terganggu. Gambaran histologinya tidak spesifik. Hyperkeratosis dan parakeratosis tidak memperlihatkan secara konsisten, dan keduanya tetap memegang peranan penting dalam pathogenesis hipomelanosit. Suatu derajat variable dari edema interseluler dan lemak intrasitoplasma droplet ada. Hipopigmentasi mungkin terkait dengan pengurangan jumlah melanosit yang aktif dan penurunan ukuran dan jumlah melanosom dalam kulit yang terpengaruh.
Gambaran Klinis
Pitiriasi Alba umumnya asimptomatis, pasien biasanya aka mengalami tiga tahapan : lesi papual eritem, lesi papula hopokrom, dan lesi smooth hipokrom.
Pitiriasi Alba sering dijumpai pada anak berumur 3 – 16 tahun. Wanita dan pria sama banyak. Lesi berbentuk bulat, oval, atau plakat yang tak teratur. Warna merah muda atau sesuai warna kulit dengan skuama halus. Setelah eritema menghilang, lesi yang dijumpai hanya depigmentasi dengan skuama halus. Pad astadium ini penderita dating berobat terutama pada orang dengan kulit berwarna. Bercak biasanya multiple, 4 – 20 dengan diameter antara 1,5 – 2 cm. pada anak-anak lokasi kelainan pada muka ( 50 – 60 % ), paling sering di sekitar mulut, dagu, pipi serta dahi. Lesi dapat dijumpai pada ekstremitas dan badan. Dapat simetris pada bokong, paha atas, punggung dan ekstensor lengan, tanpa keluhan. Lesi umumnya menetap, terlihat sebagai leukoderma setelah skuama menghilang. 
Histopatologi
    Perubahan  histopatologi hanya di jumpai adanya akantosis ringan, spongiosis dengan hyperkeratosis sedang dan parakeratosis setempat. Tidak adanya pigmen disebabkan karena efek penyaringan sinar oleh stratum korneum yang menebal atau oleh kemampuan sel epidermal mengangkut granula pigmen melanin berkurang.
    Pada pemeriksaan mikroskop electron terlihat penurunan jumlah serta berkurangnya ukuran melanosom.
Diagnosis
    Untuk mendiagnosis penderita yang dicurigai Pitiriasis Alba dapat dilakukan anamnesis terhadap riwayat sebelum timbulnya gejala seperti riwayat keluarga, riwayat makanan, obat-obatan serta lingkungan yang mungkin menjadi penyebab timbulnya kelainan kulit, serta pemeriksaan fisis terhadap kelainan kulit yang timbul dengan mengidentifikasi effloresensi serta lokalisasi terjadinya lesi.
    Untuk menyingkirkan diagnosa banding yang mungkin menyerupai gejala pada Pitiriasis Alba ini, dapat dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya seperti pengujian kalium hidroksida (KOH) untuk menyingkirkan tinea versicolor dan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya. Setelah melewati tahapan tersebut maka diagnosis Pitiriasis Alba dapat ditegakkan.
Diagnosis Banding  
        Hipopigmentasi akibat jamur, pada beberapa proses inflamasi pada kulit seperti dermatitis kontak dapat meninggalkan bekas hipopigmentasi setelah penyembuhan. Ini bisa terjadi pada kelainan kulit lainnya misalnya yang disebabkan oleh jamur ( seperti Tinea Versicolor ), hypopigmentasi postinflamasi atau gangguan idiopatik (seperti vitiligo). Hipopigmentasi juga bisa terjadi akibat efek samping dari pengobatan seperti penggunaan asam retinoic, benzoil peroksida dan steroid topical.
Penatalaksanan
        Tidak ada perawatan khusus, skuama dapat dikurangi dengan krim emolien. Dapat dicoba dengan preparat ter, misalnya likuor karbones detergens 3 – 5% dalam krim atau salep, ssetelah dioleskan harus banyak terkena sinar matahari.
Prognosis
        Pitiriasis Alba biasanya sembuh sendiri setelah beberapa bulan sampai beberapa tahun. 

Melawan Kebosanan

Mempelajari bahan kuliah adalah latihan melawan kebosanan yang paling berat. Membaca kalimat yang kaku, nyaris tanpa humor maupun tampilan visual, bisa langsung meng-KO mahasiswa yang tanpa kemauan kuat ke dalam tidur panjang yang lelap.

Sepertinya membaca bahan kuliah merupakan seleksi alam paling sempurna untuk menyingkirkan mahasiswa malas dari ajang pencarian ilmu.

Pahit rasanya mengetahui kenyataan bahwa menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan ketampanan/kecantikan serta kecerdasan kognitif saja. Malah nampaknya, menjadi mahasiswa memang tidak butuh dua hal itu (ketampanan sebenarnya cukup dibutuhkan pada saat-saat tertentu).

Mahasiswa hanya perlu rajin dan sabar. Selebihnya, improvisasi.

Jumat, 14 Mei 2010

Blogroll Pindah

Karena ada masalah dengan template situs ini maka terpaksa blogroll/link rekan-rekan blogger yang selama ini nongkrong di sudut kanan bawah situs dipindahkan ke sini.

Jadi, bila ada teman-teman blogger yang ingin tukaran link, bisa langsung berkunjung ke situ.

Terimakasih sebelumnya.

Semoga Sukses.

Kamis, 13 Mei 2010

Kegiatan-Kegiatan yang Dapat Merusak Otak

                                            
Saya dapat artikel menarik ini dari gajahwhite.
Yang dimodifikasi sedikit.


sumber gambar:http://iwandahnial.files.wordpress.com/2009/03/otak.jpg

Otak merupakan salah satu organ vital manusia. Organ ini berfungsi untuk mengatur hampir semua kegiatan tubuh manusia, mulai dari berjalan, makan, lari, belajar, berpikir hingga tidur. Nyaris tidak ada kegiatan yang lepas dari pantauan otak.

Karena pentingnya organ ini maka Tuhan menciptakan sebuah tulang keras bernama tengkorak untuk melindunginya. Selain itu pada hampir semua kondisi yang mengancam jiwa, otak selalu menjadi prioritas pertama yang diselamatkan oleh tubuh, misalnya pada saat perdarahan hebat, secara otomatis, tubuh akan menghentikan pasokan darah ke organ lain dan dialihkan ke otak, agar otak bisa tetap bekerja normal. Otak jadi semacam anak kesayangan bagi organ lain.

Namun sayangnya tidak semua orang menyadari pentingnya otak bagi diri mereka sendiri. kebanyakan dari mereka menyia-nyiakan otak dengan cara melakukan hal-hal seperti dibawah ini:

1. Tidak Sarapan
Orang yang tidak sarapan akan mengakibatkan rendahnya gula darah dalam tubuh mereka. Ini berakibata pada kurangnya suplai nutrisi ke otak. Jika hal ini terus menerus terjadi, maka otak akan mengalami degenerasi/rusak. Karena itu rajin-rajinlah sarapan (terutama buat mahasiswa)

2. Banyak Makan
Terlalu banyak makan, apalagi makanan yang berlemak dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah tubuh (aterosklerosis) terutama di otak. Hal ini juga bisa menyebabkan suplai darah ke otak berkurang dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan stroke.
Yang berlebihan itu selalu tidak baik.

3. Merokok
Tidak perlu berbicara banyak soal kegiatan yang satu ini. Keburukanya terlalu banyak, bukan saja untuk otak tapi juga organ lain.
So, stay away from smoke.

4. Konsumsi Gula yang Terlampau Tinggi
Terlalu banyak gula dapat mengganggu proses penyerapan protein dan zat gizi lain yang dibutuhkan otak sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya.
Sumber gula tidak selamanya berasal dari gula pasir yang dijual kiloan, tapi beras, jagung dan kentang merupakan salah satu sumber gula.

5. Polusi Udara
Otak merupakan konsumen oksigen paling besar dalam tubuh kita. Menghirup udara kotor dapat menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat mengakibatkan defisiensi fungsi otak.

6. Kurang Tidur
Tidur merupakan mekanisme yang dapat mengistirahatkan otak. Kurang tiduir dalam waktu lama dapat mempercepat kematian sel otak. Dan sekali sel otak mati, tidak ada proses regenerasi lagi.

7. Menutup wajah saat tidur
Tidur dengan wajah tertutup dapat meningkatkan konsentrasi karbon dioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen, hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak..

8. Memaksa Otak Bekerja Selama Sakit
Belajar atau bekerja keras saat sakit dapat mengakibatkan rusaknya otak karena kelelahan bekerja. Kalau lagi sakit, istirahat adalah yang terbaik.

9. Kurang Memberikan Stimulasi pada Otak
Berpikir merupakan cara terbaik untuk melatih otak. Kurang memberikan stimulasi pada otak dapat menyebabkan pengecilan otak.

10. Jarang Bicara
Diam tidak selamanya emas. Percakapan merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan efisiensi otak. Jadi, jangan takut dikatakan cerewet. Selama apa yang ktai bicarakan bermanfaat dan berbobot, tidak ada salahnya terus-menerus bicara.

Lepra

LEPROSY

Definisi :
Penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae (M.leprae) dimana bakteri tahan asam tersebut menyerang  saraf tepi, kulit, mukosa sal. napas atas, mata, tulang, testis , kecuali SSP.

SINONIM:
Lepra, Morbus Hansen, Lionthiasis, Elephanthiasis graecorum, Zaraath, Hansenosis, Lepra arabum.

EPIDEMIOLOGI
•     Terdapat di Asia, Afrika, Amerika latin.
•     Daerah tropis & sub tropis
•     Masyarakat  sosial - ekonomi rendah.
•     WHO: eliminasi kusta thn 2000  1 / 10.000 penduduk.
•     Indonesia : EKT 2000  1,57/10.000.

ETIOLOGI
-    M.leprae pertama kali ditemukan   oleh G.A.Hansen (Norwegia, 1895).
-    Dapat diinokulasi pada binatang   mencit, tikus armadillo, hamster.
-    Menyukai daerah lembab  sekret hidung kering bertahan 9 hari  suhu kamar 46 hari.
-    Masa tunas   umumnya 2 - 4 thn (40 hari - 40 thn).

PATOGENESIS
-    Transmisi belum diketahui pasti --> kulit, sal. napas, sal. cerna.
-    Sebagian besar infeksi subklinis --> sembuh spontan.
-    Sebagian kecil --> timbul gejala klinis.
-    Tipe ditentukan --> imunitas seluler.
-    Predileksi kuman --> saraf tepi (sel Schwann).
DIAGNOSIS
•    Anamnesis, gejala klinis, bakterioskopis, histopatologis, imunologis.
•    Cardinal sign:
           1. Hilang  rasa (anastesi).
           2. Pembesaran saraf tepi.
           3. Lesi kulit yang khas.
           4. Adanya M.leprae pada  sediaan hapus kulit.

A. Anamnesis
•     Gangguan sensibilitas, pengobatan     terdahulu, riwayat keluarga

B. Pemeriksaan fisis
•     Penerangan ruang baik.
•     Seluruh permukaan kulit (buka  pakaian seluas mungkin)

Periksa :
*Lesi kulit
•     Perubahan warna, bercak, benjolan penebalan kulit.
•     Gangguan berkeringat, kekeringan, skuama & alopesia.
*Saraf tepi
•    Raba : ukuran, konsistensi, nyeri     bandingkan ka-ki
•    Penebalan saraf tepi : N.aurikularis     magnus, N.ulnaris, N.radialis     kutaneus, N.medianus,     N.poplitea lateralis & tibialis posterior.
•    Gangguan sensibilitas : kapas, tabung reaksi, jarum.
•    Gangguan motorik : Voluntary muscle test (VMT).
•    Gangguan otonom : tes Gunawan, histamin, pilokarpin.

*Pemeriksaan komplikasi
•     Organ lain yg terkena : mata, hidung, laring, testes.
•     Reaksi kusta.
•     Gangguan sensorik, motorik, otonom.

*Pemeriksaan fisis umum  Sebelum pengobatan  ada / tidaknya  KI pemberian obat

C. Pemeriksaan bakterioskopis
•    Membantu menegakkan diagnosis & pengamatan     pengobatan
•    Tempat yg padat kuman : cuping telinga bagian bawah, lesi yg paling aktif (plg eritem & infiltratif).

D. Pemeriksaan Histopatologis
-    Tipe Tuberkuloid : tuberkel, kerusakan saraf lebih nyata, BTA – atau hanya sedikit & non solid.
-    Tipe Lepromatous : Subepiderma clear zone à berisi sel Virchow, banyak basil.
-    Tipe Borderline : campuran unsur tersebut.

E. Pemeriksaan Imunologis
Tes lepromin  membantu klasifikasi: * Fernandez        * Mitsuda

KLASIFIKASI (RIDLEY & JOPLING)
A. Tipe Tuberkuloid (TT)
•    Klinis: lesi tunggal, makula / plakat, ukuran bermacam- macam,  batas tegas, anastesi (kecuali pada muka), alopesia, kulit kering & kadang-kadang bersisik, penebalan saraf.
•    Bakteriologis : BTA (–)
•    Histopatologis : atropi epidermis, granuloma epiteloid, limfosit, sel raksasa, BTA -, dekstruksi adneksa
•    Tes lepromin positif kuat ( +++)

B. Tipe Borderline Tuberkuloid (BT)
•    Klinis: lesi 2-5, makula/plakat, ukuran bervariasi, asimetris,   batas tidak selalu tegas, kurang xerotic sensibilitas & pertumbuhan rambut terganggu,  bebera saraf menebal, disfungsi sensorik & motorik.
•    Bakteriologis : BTA –, kadang sedikit kuman.
•    Histopatologis : mirip TT, sel epiteloid  lebih difus dari TT, kuman hanya pada saraf.
•    Tes lepromin positif lemah (+ atau ++).
C. Tipe Mid-Borderline (BB)
•    Lesi beberapa buah (> BT), punch out, asimetrist, ukuran bervariasi, permukaan mengkilap,  pertumbuhan rambut & sensibilitas berkurang, penebalan saraf ringan tanpa kelainan motorik.
•    Bakteriologis: BTA  (+) sedang sediaan kulit, kerokan hidung (-).
•    Histopatologis : granuloma sel epiteloid difus dgn limfosit sedikit tanpa sel raksasa, kelim sunyi jelas, kuman dalam jumlah sedang dalam dermis dan saraf,
•    Tes lepromin : (-).
D. Tipe Borderline Lepromatosa (BL)
•    Klinis : lesi  btk plakat, banyak asimetri, permukaan mengkilap, pertumbuhan rambut & sensitifitas hanya berkurang sedikit.
•    Bakteriologis : BTA (+) kuat pada sediaan hapus kulit, kerokan hidung sama dengan BB.
•    Histopatologis : granuloma makrofag, limfosit berkelompok / tersebar pada granuloma, kadang ada sedikit sel epiteloid, perineurium à onion skin, kelim sunyi (+), basil banyak, tersebar satu-satu / berkelompok
•    Tes lepromin : (-).
E. Tipe Lepromatosa (LLp)
•    Klinis : lesi sangat banyak, bilateral simetri, ukuran kecil,  bentuk; makula, papul, nodul, mengkilap, batas tdk jelas, kadang serupa warna kulit,  tdk ada ggn sensibilitas & pertumbuhan rambut, anastesi glove and stocking.
•    Bakteriologis : (+) kuat ada globi pada sediaan dapus & kerokan hidung.
•    Histopatologis :  epidermis menipis, rete ridges mendatar, kelim sunyi nyata, dermis bagian bawah ditemukan sel eproma difus, limfosit & sel plasma sedikit.
•    Tes lepromin : (-).
F. Tipe Indeterminate
•    Klinis: makula tunggal, batas jelas/ tidak, sensibilitas tidak terganggu.
•    Bakteriologis: BTA (-).
•    Histopatologis : tidak khas, infiltrasi limfositik & histiositik non spesifik yg tersebar.
•    Tes lepromin : tidak tentu.

WHO (1981):
•     PB   I, TT, BT dgn IB < 2+
•     MB  LL, BL, BB dgn IB > 2+

WHO (1987):
•     PB   BTA -  , I, TT, BT
•    MB   LL, BL, BB (BTA +)

WHO 1995
PB
Lesi : makula, papul, nodus à 1-5
          Hipopigmentasi, eritem
          distribusi tidak simetris
          hilangnya sensasi jelas
Saraf : Hanya satu cabang saraf yang  rusak.

MB
Lesi kulit : > 5 lesi
                  distribusi > simetris,
                  hilangnya sensasi tidak jelas
Saraf : banyak cabang saraf
Diagnosis banding 
•    Makula hipopigmentasi  T.versikolor, vitiligo, P.alba, hipopigmentasi pasca inflamasi.
•    Plakat & anular eritem dermatofitosis, tbc kutis, psoriasis.
•    Nodus  neurofibromatosis,     sarkoma kaposi
•    Infiltrat difus  mikosis fungoides, retikolusis.
•    Anastesi  trauma saraf, neuritis perifer

PENGOBATAN
MB
Rifampisin : 600 mg sekali sebulan
Klofasimin :
    300 mg/bln     (pengawasan)
    50 mg/hari tanpa pengawasan
DDS : 100 mg/hr atau 1-2 mg/kgbb tanpa pengawasan
Pengobatan selama 1 thn atau 12 dosis dlm 12 – 18 bln

PB
Rifampisin & DDS à seperti diatas
•    Lesi kulit 2 – 5  diberikan 6 dosis dalam 6-9 bln
•    Lesi tunggal : Rifampisin 600 mg, Ofloxasin 400 mg & Minocin     100     mg dosis tunggal.

Kontra indikasi
Rifampisin : ggn fungsi hati & ginjal  berat
Klofazimin :  Nyeri perut berulang
DDS : hanya diberikan jika Hb normal

Selasa, 11 Mei 2010

Lima Tipe Wanita yang Dijauhi Pria

 sumber gambar: http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/muslimah/ilustrasi-hantu-di-film.jpg

Dapat berita menarik dari VIVAnews mengenai tipe-tipe wanita yang biasanya dihindari pria. Awalnya cuma iseng saja bacanya, ternyata setelah dibaca baik-baik, isinya cukup menarik. Selamat membaca.

Dalam memilih pasangan, pria juga pilih-pilih seperti wanita. Mereka juga menjauhi wanita tipe tertentu, dan sebisa mungkin tidak akan menjadikan kriteria wanita ini sebagai pasangan mereka.
Sebuah situs psikologi, psico.it kemudian membuat survei tipe wanita yang dijauhi pria. Survei tersebut dilakukan pada 4.000 pria di Eropa. Berikut lima tipe wanita yang dijauhi pria, seperti dikutip dari Genius Beauty. Semoga Anda tidak termasuk didalamnya.

1. Wanita yang tidak bahagia (mood selalu buruk, tidak pernah puas dengan apa yang dicapai, selalu mengeluh dan berpikiran negatif)

2. Wanita terobsesi dengan berat badan ideal (wanita yang selalu diet dan berpikir berbagai cara untuk menurunkan berat badan)

3. Wanita terobsesi pada karier (wanita yang lebih mengutamakan karir dibandingkan keluarga)

4. Wanita yang tidak menghormati orangtua pasangan (wanita yang berusaha menjauhi pasangan dari orangtuanya, serta tidak menunjukkan rasa hormat)

5. Wanita dominan (selalu mengintervensi dan mengatur pasangannya dalam segala hal) (umi)


Pembajakan

Kalau mau mencari bajakan suatu software berbayar di internet seperti Adobe Photoshop dan Microsoft Office, yang mahalnya minta ampun, maka yang perlu kita lakukan hanyalah mengetik keyword software yang diinginkan lalu embeli dengan kata crack, gratis, free download, serial key dkk di Google, tanpa harus menunggu lama, preferensi program bajakan yang kita inginkan bisa ditemukan dengan mudah. Meskipun ada begitu banyak situs yang menyediakan program bajakn seperti itu, belum banyak kutemukan orang di dunia maya yang dengan berani menyatakan secara gamblang bahwa dirinya mendukung pembajakan dengan sepenuh hati. Mereka yang melakukan pembajakan software pada umumnya lebih suka bermain perang dingin, tak perlu banyak komentar soal moralitas, yang penting, bajak sebanyak-banyaknya, lalu bagikan segratis-gratisnya (ada juga sejumlah pihak yang berupaya meraup keuntungan dari proses ini).

Karena cara kerja (bagi-bagi program gratis) yang menyerupai Robinhood, para pembajak ini tidak pernah dicela ataupun dikutuk (yang mengutuk hanyalah mereka yang merasa dirugikan, kebanyakan berasal dari korporasi raksasa yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari, sehingga semua kutukan itu dianggap insignifikan, tidak penting, jadi abaikan saja). Malahan mereka dipuja dan terus-menerus diencourage agar lebih rajin  membajak (komentar seperti "kalau ada program gratis, bagi2 lagi yach..." atau "mantaps bro..." sering menghiasi halaman situs para pembajak ulung).

Rasanya sulit untuk membenci para pembajak ini. Kalau sudah begini, apa mungkin pembajakan diberantas?

Jumat, 07 Mei 2010

Catatan Kuliah

Tiap kali kulangkahkan kaki menuju kampus tidak pernah sekalipun kulepaskan dua hal dari tentenganku, pulpen dan buku. Keduanya menjadi semacam tanda pengingat bagiku bahwa saat ini aku adalah seorang mahasiswa yang tengah berjuang di kampus untuk merebut selembar kertas berlaminating yang nantinya bisa dipakai sebagai pembungkus kacang maupun tiket masuk ke dunia kerja (kenapa kerja selalu butuh ijazah? Jawabnya, untuk memudahkan screening. Dalam hal ini, Machivielli benar, manusia hanya melihat tampilan luar untuk menilai keseluruhan sesuatu. Judge book from it cover).

Ya, buku dan pulpen hanya jadi penanda kemahasiswaanku. Alih-alih memfungsikannya untuk menangkap pengetahuan baru, saya justru menggunakannya untuk mengipas badan ketika panas menyengat ataupun mengubahnya jadi payung saat hujan mengguyur. Dan pulpen, kugunakan hanya untuk mengisi absen atau meminjamkannya tanpa bunga pada mereka yang membutuhkan.

Betapa berdosanya diriku. Aparat keilmuan seperti mereka kualihfungsikan menjadi semacam unskilled tools. Fenomena yang nyaris setali tiga uang dengan kisah sebuah daerah di Sulawesi, seorang sarjana agama menjabat sebagai kepala departemen kesehatan, buku dijadikan payung.

Tapi aku punya alasan memperlakukan mereka seperti itu. Aku muak melihat tulisanku sendiri. Meskipun aku seorang mahasiswa teknik, tapi tulisanku lebih menyerupai tulisan seorang dokter di daftar resep. Alhasil, tidak pernah sekalipun kumencatat di kampus.

Kuliah tidak harus mencatat kan...

Minggu, 02 Mei 2010

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun

New Delhi: Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. Kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.

Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Prahlad Jani mengaku telah meninggalkan rumah sejak umur 7 tahun dan hidup sebagai pengembara Sadhu atau orang suci di Rajasthan. Jani disebut sebagai breatharian yang dapat hidup sendiri secara spiritual.
Jani meyakini hidupnya telah ditopang oleh seorang dewi yang menuangkan ramuan gaib melalui langit-langit mulutnya. Pengakuan Jani ini didukung oleh seorang dokter India yang ahli dalam bidang studi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural.

Pihak militer India tampaknya tertarik untuk mempelajari ilmu Prahland Jani dan berharap bisa diterapkan pada anggota pasukannya atau pada korban bencana sebelum bantuan tiba.

"Jika klaim itu bisa diverifikasi, itu akan menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran," kata Dr G. lavazhagan, Direktur Ilmu Fisiologi & Ilmu Terpadu, Institut Pertahanan. "Kita bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi buruk dengan sedikit makanan dan air atau tidak sama sekali" tambahnya

Di India memang sudah menjadi hal yang umum bagi umat Hindu menjalankan puasa tanpa makan dan minum bahkan selama delapan hari penuh. Secara teori, manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 50 hari. (MLA)

 sumber:

Sabtu, 01 Mei 2010

Fakta Mengenai Kreatin

Kreatin

Kreatinin dibentuk dari asam amino dan memainkan peranan penting dalam mengubah makanan menjadi energi. Kreatin selain dapat diproduksi oleh tubuh, kita juga bisa mendapatkannya dari ikan dan daging. Kreatin cukup populer saat ini karena hampir semua minuman bersuplemen mengandung zat ini. Selain itu di kalangan atlit penggunaannya masih controversial karena ada yang menganggap zat ini meningkatkan performa atlit..

Struktur Kimia Kreatin. Dikutip dari Wikipedia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...