Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...

Jumat, 18 Februari 2011

Refarat Gondongan

Refarat Parotitis/Mumps

BAB I
PENDAHULUAN

Parotitis merupakan penyakit pada anak-anak yang pada 30-40 % kasusnya merupakan infeksi asimptomatik. Infeksi ini disebabkan oleh virus. Inveksi terjadi pada anak-anak kurang dari 15 tahun sebelum penyebaran imunisasi. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung, percikan ludah, bahan mentah mungkin dengan urin. Sekarang penyakit ini sering terjadi pada orang dewasa muda, sehingga menimbulkan epidemi secara umum. Pada umumnya parotitis epidemika dianggap kurang menular jika dibanding dengan morbili atau varicela, karena banyak infeksi parotitis epidemika cenderung tidak jelas secara klinis.1

Dalam perjalanannya parotitis epidemika dapat menimbulkan komplikasi walaupun jarang terjadi. Komplikasi yang terjadi dapat berupa : Meningoencepalitis, artritis, pancreatitis, miokarditis, orchitis, mastitis, dan ketulian. Insidensi parotitis epidemika dengan ketulian adalah 1:15.000. Meningitis yang terjadi berupa meningitis aseptik. Insidensi dari parotitis meningoencephalitis sekitar 250/100.000 kasus. Sekitar 10 % dari kasus ini penderitanya berumur kurang dari 20 tahun. Angka rata-rata kematian akibat parotitis meningoencephalitis adalah 2 %. Kelainan pada mata akibat komplikasi parotitis dapat berupa neuritis opticus, dacryoadenitis, uveokeratitis, scleritis dan thrombosis vena central retina. Gangguan pendengaran akibat parotitis epidemika biasanya unilateral, namun dapat pula bilateral. Gangguan ini seringkali bersifat permanen.1

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

I.    DEFINISI
Mumps (Gondongan dan Parotitis) adalah suatu penyakit virus menyeluruh akut dan menular dimana seseorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) dintara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah. Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemik atau epidemik. Penyakit ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. 1,2

Pada orang dewasa, infeksi ini dapat menyerang testis, sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara, dan organ lainnya. Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat iodium dalam tubuh. 2

Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh, akut, yang kelenjar ludahnya membesar nyeri, terutama kelenjar parotis, merupakan tanda-tanda yang biasa ada. Nama parotitis epidemika kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah dan merupakan penyakit menular yang akut.2

II.    ETIOLOGI
Mumps virus adalah ssRNA virus yang termasuk dalam genus Rubulavirus. Virus ini merupakan virus yang memiliki amplop dan pada sepanjang permukaannya terdapat tonjolan-tonjolan yang terlihat menyerupai paku-paku yang besar. Penyakit akibat infeksi dari mumps virus ini akan menyerang kelenjar air liur (kelenjar parotis). Umunya penderita mumps adalah anak-anak usia 5 sampai 15 tahun. Cara penularan mumps adalah melalui droplet ludah, bahan muntah, atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi. 3

Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus. Mumps virus hidup juga dikultur dalam embrio ayam. Mumps virus mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutinin-neuramidase dan perpaduan protein. Mumps virus sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet. Tetapi sangat menyukai suasana asam, misalnya ketika air ludah sebagai media hidupnya dalam keadaan asam oleh air liur dari makanan yang mengandung banyak asam, seperti jus buah. Virus masuk tubuh mungkin via hidung atau mulut dan proliferasi terjadi di parotis atau epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Pada manusia selama fase akut, virus mumps dapat diisoler dari saliva, darah, air seni dan liquor. Dalam ilmu taksonominya klasifikasi Mumps virus adalah sebagai berikut: 3,4

a.    Klasifikasi
Group    :    V (-) ssRNA
Ordo    :    Mononegavirales
Famili    :    Paramyxoviridae
Genus    :    Rubulavirus
Spesies    :    Mumps Virus   

b.    Morfologi
Merupakan virus yang beramplop dan memiliki suatu nukleokapsid/kapsid. Kapsid ditutupi oleh amplop. Berdiameter 150-300 nm dan panjang 1000-10000 nm. Permukaannya tertutupi oleh tonjolan-tonjolan yang terlihat menyerupai paku-paku yang besar. Kapsidnya berfilamen dan memiliki panjang 600-1000 nm dan lebar 18 nm.3

III.    EPIDEMIOLOGI
Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemik atau epidemik. Parotitis adalah endemik pada kebanyakan populasi perkotaan (urban). Virus tersebar dari reservoir manusia dengan kontak langsung, tetes-tetes yang dibawa udara, benda-benda yang terkontaminasi dengan ludah, dan kemungkinan dengan urin. Virus ini tersebar tersebar ke seluruh dunia dan mengenai kedua jenis kelamin secara sama, 85% infeksi terjadi pada anak yang lebih muda dari umur 15 tahun sebelum penyebaran imunisasi.5

Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis, virus dapat pula diisolasi dari faring. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun, kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun, kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun.5,6

IV.    PATOGENESIS
Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut; proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Pada manusia selama fase akut, virus mumps dapat diisoler dari saliva, darah, air seni dan liquor. Mumps ialah suatu infeksi umum. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan.7

V.    MANIFESTASI KLINIS
Tidak semua terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut. Masa tunas (masa inkubasi) sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sebagai berikut:2,5
1.    Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
2.    Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
3.    Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
4.    Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan  testis karena penyebaran melalui aliran darah.

VI.    DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis. Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.2,5,7
- Keterangan klinis berupa :
- ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya
- gambaran klinis serupa parotitis
- tanda-tandaaseptoc meningitis
- Isolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumps antibodi:
1) Complement fixation antibodies (CF)
2) Hemagglutination inhibitor antibodies (HI)
3) Virus neutralizing antibodies (NT)
CF paling praktis dan paling dipercaya. Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas. Titer meningkat lebih dari 4 kali atau lebih berarti mumps. Kadar amylae dalam serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis. Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits, puncaknya tercapai di minggu ke-1, berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3. kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi.7

VII.    DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain, seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV), influenza, parainfluenza 1 dan 3, sitomegalovirus, atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik:
-  Parotitis supuratif, dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus
- Parotitis berulang, suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui, tetapi mungkin    bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas
- Kalkulus salivarius, menyumbat saluran parotis, atau lebih sering saluran  submandibuler dimana pembengkakan intermitten,
- Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun,
- Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang
- Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika, misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik, atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya.7

VIII.    PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita demam dan kelenjar (parotis) membengkak antipiretik dan analgesik misalnya parasetamol dan sejenisnya, aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye. Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.2,5,7

Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya. Mumps sebenarnya tergolong dalam "self limiting disease" Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.2

IX.    PROGNOSIS
Pada umumnya bagus sekali, kematian sangat jarang. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dan jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan. Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen.7

X.    PENCEGAHAN
a.    Perlindungan pasif
Gammaglobulin biasanya tidak efektif dalam mencegah parotitis atau mengurangi komplikasi
b.    Imunisasi aktif
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...