Selasa, 27 September 2011

Abdomen: Bab I Pendahuluan

ABDOMEN

PENDAHULUAN
            Materi mata kuliah Abdomen terdiri dari dinding cavum abdominis dan viscera abdominis. Cavum abdominis merupakan bagian dari cavum abdominopelvicum. Viscera abdominis terdiri dari organ-organ dari sistema digestivus dan sistema uropoetica. Pada wanita gravidarum uterus membesar dan masuk ke dalam cavum abdominis, demikian pula dalam keadaan retinsi urinae vesica urinaria bisa masuk ke dalam cavum abdominis. Lien adalah viscera abdominis, yang tidak termasuk sistema digestivus, dan juga tidak dalam system cardiovascular. Di klinik lien bisa memberi kelainan berupa ruptura lienalis dan spelenomegalli.
            Dengan membagi cavum abdominis menjadi beberapa regiones maka lokalisasi viscera dapat ditentukan dari luar [ anamnestis dan palpasi ].
            Antara cavum abdominis dengan cavum thoracis ada batas yang tegas, yakni deaphragma thoracis, sedangkan antara cavum abdominis dengan cavum pelvicum tidak ada batas yang tegas, hanya sebuah batas imaginer [ Apertura Pelvis Superior ].



BAB I

CAVUM ABDOMINIS


            Cavum abdominis adalah bagian dari cavum abdominopelvicum yang dibentuk oleh skeleton, otot dan fascia. Cavum abdominis terletak di sebelah cranial dari cavum pelvicum. Batas cranial dari cavum abdominis dibentuk oleh diaphragma thoracis, dan bagian caudal dari cavum abdominopelvicum dibentuk oleh diaphragma pelvis. Oleh apertura pelvis superior cavum abdominis dipisahkan secara imaginer dari cavum pelvicum. Antara cavum abdominis dan cavum pelvicum terbentuk sudut yang hampir tegak lurus.

STRUKTUR DINDING CAVUM ABDOMINIS
Terdiri dari superficial ke profunda :
  1. Kulit
  2. Jaringan lemak
  3. Fascia superficialis abdominis
  4. Vertebra lumbalis 1 – 5
  5. Otot
  6. Fascia transversalis abdominis
  7. Jaringan lemak extrperitoneal
  8. Peritoneum.

Pada facies externa dinding abdomen dapat dipalpasi :
q  Processus xiphoideus
q  Arcus costarum
q  Spina iliaca anterior superior
q  Ligamentum inguinale
q  Tepi cranialis symphysis ossis pubis
q  Otot dinding ventral abdomen.

KULIT
            Pada linea mediana anterior mulai dari processus xiphoideus sampai pada tepi cranialis symphysis osseum pubis terdapat linea alba dan umbilicus. Linea alba dibentuk oleh aponeurose dari otot dinding ventra abdomen, yang saling menyilang, kurang mengandung pembuluh darah, terutama jelas terlihat di sebelah caudal umbilicus.
Umbilicus [ = navel ] berada pada linea alba, lebih dekat ke arah pubis daripada ke arah processus xiphoideus, merupakan sisa [ cicatrix ] dari umbilical cord, yang pada masa embyonal berisi vena umbilicalis dan arteria umbilicalis.

JARINGAN LEMAK dan FASCIA SUPERFICIALIS ABDOMINIS
            Fascia superficialis abdominis terdiri dari dua lapisan yang mudah dipisahkan satu sama lain. Lapisan superficialis berisi jaringan lemak [ adipose layer ], disebut Fascia Camperi. Lapisan ini sangat tebal pada orang yang gemuk. Lapisan yang profunda tidak mengandung lemak [ membranous layer ], disebut Fascia Scarpai.
Fascia Camperi melanjutkan diri menjadi fascia superficialis di bagian ventral regio femoris; Fascia Scarpai melanjutkan diri menjadi fascia profunda pada regio femoris [ = fascia lata ] dan fascia perinea.

OTOT
            Terdiri dari otot-otot di bagian ventro-latero-dorsal dan otot yang melekat pada columna vertebralis, berada di sebelah kiri kanan columna vertebralis.
Otot-otot dinding ventro-latero-dorsal adalah m.rectus abdomis, m.pyramidalis, m.obliquus axternus abdominis, m.obliquus internus abdominis dan m.transversus abdominis.

FASCIA TRANSVERSALIS ABDOMINIS
            Merupakan fascia yang tipis, terletak pada facies interna m.transversus abdominis. Pada facies interna dari fascia transversalis abdominis terdapat jaringan lemak extraperitoneal, yang memisahkan fascia tersebut dari peritoneum. Fascia ini turut membentuk dinding posterior canalis inguinalis.
Fascia transversalis abdominis berhubungan / melanjutkan diri menjadi fascia yang melapisi diaphragma thoracis. Ke arah dorsal menjadi fascia renalis. Melanjutkan diri menjadi fascia iliaca.

PERITONEUM
            Peritoneum adalah suatu membrana serosa yang tipis, halus dan mengkilat, terletak pada facies interna cavum abdominis. Terdiri dari peritoneum parietale yang meliputi facies interna cavum abdominis dan peritoneum viscerale yang langsung membungkus viscera, serta membentuk lipatan/alat penggantung dari viscera pada dinding abdomen. Alat penggantung tersebut tadi merupakan peralihan antara peritoneum parietale dan parietoneum viscerale. Antara peritoneum parietale dan peritoneum viscerale terbentuk cavum peritonei. Cavum ini merupakan suatu ruangan yang kosong, berisi cairan sereus yang berfungsi untuk membasahi permukaan peritoneum. Pada keadaan pathologis cavum peritonei dapat terisi udara, cairan exudat [ = ascites ] dan sebagainya. Pada pria cavum peritonei merupakan ruangan tertutup, sedangkan pada wanita cavum peritonei mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui ostium tubae uterinae.
Cavum peritonei mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui ostium tubae uterinae.
Cavum peritonei terdiri dari dua rongga, yaitu [1] cavum peritonei s.s. = greater sac dan [2] bursa omentalis = lesser sac. Kedua rongga tersebut saling berhubungan melalui foramen epiploicum Winslowi.
            Greater sac terletak sepanjang cavum abdominis, mulai dari diaphragma thoracis sampai ke dasar pelvis, terbagi menjadi bagian anterior-superior dan bagian postero-inferior yang dipisahkan oleh gaster, omentum majus, colon transversum dan mesocolon. Bagian cranial dari bagian antero-superior dibagi oleh ligamentum falciforme hepatis menjadi pars dexter dan pars sinister.
Bagian postero-inferior dibatasi di sebelah superior oleh perlekatan mesocolon transversum pada pancreas, dan bagian ini dibagi dua oleh intestinum tenue bersama mesenterium menjadi pars dexter dan sinister.
            Bursa omentalis adalah suatu ruangan yang irregular, terletak di sebelah dorsal dari lobus caudatus hepatis, omentum minus dan gester, dan berada di dalam omentum majus. Batas-batas bursa omentalis di sebelah ventral adalah :
q  peritoneum yang melapisi lobus caudatus hepatis ;
q  omentum minus ;
q  peritoneum yang melapisi paries posterior ventriculi ;
q  omentum majus.
Dinding posterior dibentuk dari caudal ke cranial oleh :
q  omentum majus ;
q  peritoneum yang meliputi colon transversum ;
q  mesocolon transversum ;
q  peritoneum yang meliputi struktur di bagian posterior cavum abdominis, misalnya pancreas, glandula suprarenalis sinistra, polus superior ren sinister.
Foramen epiploicum Winslowi dibatasi di sebelah :
q  ventral oleh ductus cysticus, a.hepatica, vena portae
q  cranial oleh hepar
q  caudal oleh pars superior duodeni
q  dorsal oleh peritoneum yang melapisi dinding posterior abdomen dan vena cava inferior.
Bursa omentalis membentuk recessus superior, recessus inferior dan recessus lienalis. Recessus superior berada di sebelah dorsal hepar; recessus inferior berada di sebelah dorsal gaster dan di dalam omentum majus, sebagian dari recessus ini meluas ke arah sinister membentuk recessus lienalis.
            Bagian dari peritoneum yang membentuk reflexi peritoneum berfungsi sebagai alat penggantung viscera abdominis pada dinding abdomen, seperti mesenterium, mesocolon transversum, ligamentum hepatogastricum, ligamentum falciforme hepatis.
Reflexi peritoneum dapat juga berbentuk plica, seperti plica rectouterina dan plica umbilicalis lateralis.
Reflexi peritoneum yang berbentuk lembaran disebut omentum.

Dinding dorsal abdomen dibentuk oleh :
q  corpus vertebrae L 1 – 5
q  m.psoas major
q  m.quadratus lumborum.
Fascia transversalis abdominis melanjutkan diri menjadi ventral fascia thoracolumbalis, dan selanjutnya menjadi fascia psoas [ di cranialis ] dan fascia iliaca [ caudalis ]. Fascia psoas disebut psoas sheath yang melekat pada processus transversus vertebra lumbalis dan pada corpus vertebrae lumbalis, ke arah caudal menjadi fascia iliaca di dalam fossa iliaca.

DIAPHRAGMA THORACIS
            Dinding cranial cavum abdominis dibentuk oleh diaphragma thoracis yang memisahkan cavum thoracis daripada cavum abdominis. Bentuk diaphragma thoracis melengkung ke atas membentuk cupula; cupula diaphragmatica sinistra terletak setinggi ruang intercostalis ke-5 dan cupula diaphragmatica dextra terletak setinggi costa 5.
Diaphragma thoracica terdiri dari [1] pars muscularis, terletak di bagian luar dan [2] pars tendineus [ = centrum tendineum ], yang terletak di bagian tengah.
Pars muscularis dibagi menjadi [1] pars sternalis, [2] pars costalis dan [3] pars lumbalis, dan ketiga bagian ini melekat pada centrum tendineum.
Pars sternalis melekat pada permukaan dorsal processus xiphoideus.
Pada setiap sisi terdapat sebuah lubang berbentuk segitiga, disebut trigonum sternocostalis yang dibentuk oleh pars sternalis dan pars costalis. Lubang ini dilalui oleh vasa epigastrica superior dan pembuluh lymphe. Pada lubang ini sering terjadi hernia diaphragmatica.
Pars costalis melekat pada facies interna costa 7 – 12 dan mengadakan insertio pada bagian antero-lateral centrum tendineum.
Pars lumbalis atau pars vertebralis mengadakan perlekatan pada vertebra lumbalis. Menurut perlekatannya pars lumbalis dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
  1. crus mediale, melekat pada dataran ventral corpus vertebrae L 3 – 2 ;
  2. crus intermedius, melekat pada dataran ventral corpus vertebrae L 2 – 1 ;
  3. crus laterale, melekat pada arcus lumbocostalus medialis et lateralis.
Arcus lumbocostalis adalah penebalan fascia lumbalis yang melekat pada dataran lateral corpus vertebrae Lumbalis 1 menuju ke processus transversus vertebrae Lumbalis 1. Arcus lumbocostalis lateralis melekat dari processus transversus Lumbalis 1 menuju ke costa 12.
Di antara pars costalis dan pars lumbalis terdapat celah yang dinamakan trigonum costolumbalis.
Hiatus aorticus dibentuk oleh crus mediale sinister dan dexter, letaknya setinggi vertebra Th.12 – L 1. di sebelah ventral hiatus aorticus agak kiri terdapat foramen oesophageum [ = hiatus oesophageus ], setinggi vertebra Th.10, dilalui oleh oesophagus dan N.vagus.
Foramen venae cavae yang dilalui oleh vena cava inferior terletak setinggi vertebra Th.8, di sebelah anterior foramen oesophageum agak ke kanan.
Vena azygos dan nn.splanchnici berjalan melewati celah yang terdapat di antara crus mediale dan crus intermedius. Antara crus intermedius dan crus laterale terdapat celah yang dilalui oleh truncus sympathicus.
            Pada inspirasi abdominal maka cavum thoracis menjadi lebih luas secara vertical yang disebabkan oleh berkontraksinya diaphragma thoracis. Bilamana pars muscularis berkontraksi maka diaphragma thorachis bentuknya menjadi lebih mendatar dan mendorong viscera abdominis sehingga dinding abdomen menonjol ke anterior.

INNERVASI DIAPHRAGMA THORACIS
  1. N.phrenicus [ C 3-4-5 ] yang mengandung komponen motoris, sensibel dan sympathis. Komponen sympathis merupakan serabut postganglioner dari ganglion cervicale.
  2. Nervus intercostalis bagian caudal.

VASCULARISASI DIAPHRAGMA THORACIS
1.    Arteria pericardiacophrenica, dipercabangkan pada pangkal a.mammaria interna, jalan bersama-sama dengan n.phrenicus.
2.    Arteria musculophrenica, merupakan cabang terminal dari a.mammaria interna; arteria ini selain memberi vascularisasi kepada diaphragma thorachis juga memberikan suplai darah kepada dinding ventral abdomen.
3.    Arteria phrenica sebagai cabang dari Ao.abdominalis, berada pada facies inferior diaphragma. Arteria ini mempercabangkan a.suprarenalis superior. Vena phrenica bermuara ke dalam vena cava inferior; vena phrenica sinistra seringkali bermuara ke dalam v.suprarenalis sinistra.
4.    Cabang-cabang kecil dari Aorta thoracalis.

VASCULARISASI DINDING CAVUM ABDOMINIS
1.      A.epigastrica superior, merupakan salah satu cabang terminal dari a.mammaria interna, berjalan melalui trigonum sternocostalis, berada di sebelah dorsal m.rectus abdominis, dan memberikan aliran darah kepada otot ini dan kulit di daerah tersebut. Mengadakan anastomose dengan a.epigastrica inferior.
2.      A.epigastrica inferior, dipercabangkan oleh a.iliaca externa, berjalan ascendens di sebelah lateral m.rectus abdominis, tembus fascia transversalis abdominis, berjalan di sebelah dorsalis m.rectus abdominis. Memberikan suplai darah kepada m.rectur abdominis dan kulit di daerah tersebut.
3.      A.circumflexa ilium superficialis, dipercabangkan oleh a.femoralis, berjalan ascendens menuju ke spina iliaca anterior superior.
4.      A.epigastrica superficialis, cabang dari a.femoralis, berjalan menuju ke umbilicus dan mengadakan anastomose dengan a.epigastrica inferior.
5.      A.circumflexa ilium profunda, dipercabangkan oleh a.iliaca externa, berjalan menembusi m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis, memberikan cabang-cabang kepada m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis.

Aliran darah venous di sebelah caudal umbilicus mengalir menuju ke vena saphena magna dan yang berada di sebelah cranial dari umbilicus bermuara ke dalam vena thoraco epigastrica, selanjutnya bermuara ke dalam vena thoracalis lateralis.

LYMPHE DRAINAGE
            Aliran lymphe dari kulit dinding cavum abdominis mengikuti aliran vena superficialis, yaitu yang berada di sebelah caudalis umbilicus mengalir menuju l.n.inguinalis superficialis. Aliran lymphe yang berada di sebelah cranial umbilicus mengalir menuju ke l.n.axillaris.

INNERVASI
  1. Nervus intercostalis 7 – 11 berjalan ke ventro-caudal di antara m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis, memberikan rr.musculares untuk m.transversus abdominis, m.obliquus internus abdominis dan  m.obliquus externus abdominis, serta m.rectus abdominis.
N.intercostalis mempercabangkan :
q  Ramus cutaneus anterior yang berjalan tembus fascia m.rectus abdominis dekat linea mediana anterior ;
q  Ramus cutaneus lateralis yang menampakkan diri pada origo m.obliquus externus abdominis, selanjutnya bercabang dua menjadi ramus anterior dan ramus posterior.
2.    Nervus subcostalis, merupakan n.thoracalis ke-12, tembus m.transversus abdominis, berjalan di antara m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis, lalu tembus vagina mm.recti, menampakkan diri kurang lebih pada pertengahan jarak antara umbilicus dan symphysis osseum pubis. Saraf ini memberikan rr.musculares untuk m.transversus abdominis, m.obliquus internus abdominis, m.abliquus externus abdominis, m.rectus abdominis dan m.pyramidalis. Juga mempersarafi peritoneum.
3.    Nervus iliohypogastricus [ L 1 ]
4.    Nervus ilioinguinalis [ L 1 ].

Kedua saraf terakhir ini selain bersifat motoris untuk otot-otot dinding ventral abdomen juga bersifat sensible untuk kulit [ komponen motoris dan sensibel.]


REGIONES
            Cavum abdominis dibagi oleh bidang subcostalis dan bidang intertubercularis menjadi tiga zona, yaitu :
  1. zona costalis
  2. zona umbilicalis
  3. zona hypogastrica.
Masing-masing zona tersebut dibagi oleh sepasang bidang vertikal yang melalui pertengahan ligamentum inguinale menjadi tiga regio :
  1. zona costalis dibagi menjadi regio hypochondrium dexter, epigastrium dan regio hypochondrium sinister ;
  2. zona umbilicalis dibagi menjadi regio lumbalis dexter, regio umbilicalis dan regio lumbalis sinister ;
  3. zona hypogastrica dibagi menjadi regio inguinalis [ = iliaca ] dexter, regio suprapubis [ = hypogastrium ] dan regio inguinalis sinister.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut