Senin, 05 September 2011

Jantung

Mungkin benar kata statistik, penyakit pembunuh nomor satu adalah penyakit jantung koroner. Tiap hari silih berganti pasien gangguan jantung koroner mengisi ruang perawatan intensif. Beberapa pasien bisa bertahan hidup tapi lebih banyak yang mati karena mereka datang sudah dalam status gagal jantung dan syok.
Mereka jarang melakukan medical check up secara rutin. Padahal bagi orang-orang yang memiliki jaminan kesehatan seperti askes, jamkesmas, jamkesda, jamsostek, atau askes swasta, medical check up bisa dilakukan secara gratis.

Hanya persoalan birokrasi, yang membuat penggunaan jaminan kesehatan terlihat begitu rumit. Untuk memanfaatkan jaminan kesehatan, kita tidak perlu tunggu sampai sakit parah menghantam badan. Karena makin parah penyakit, makin banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk mengobatinya. Apalagi buat para pegawai negeri yang tiap bulan gajinya dipotong untuk bayar askes, gunakan jaminan kesehatan itu untuk rajin memeriksakan diri secara lengkap, minimal 2 kali setahun. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati.

5 komentar:

  1. Hiks... bahkan orang yang tampak luarnya sehat pun bisa jadi ada turunan sakit jantung... :(

    BalasHapus
  2. bagi orang kaya saya yang tak dijamin siapapun kecuali oleh Tuhan, gimana dong?

    BalasHapus
  3. ak juga belum pernah deh medical check up ;(

    BalasHapus
  4. oh saya baru tau ini, miris : "Untuk memanfaatkan jaminan kesehatan, kita tidak perlu tunggu sampai sakit parah menghantam badan."

    BalasHapus
  5. Mas...

    ssat ini banyak org indonesia jadi tambah bangkrut setelah sakit krn jarang medical check up.

    pas sakit...gila2an biayanya...

    BalasHapus

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut