Minggu, 04 September 2011

Topografi Bab III - Ekstremitas Inferior



BAB III
EXTREMITAS INFERIOR


Topografi Bab I - Pendahuluan Topografi Umum
Topografi Bab II - Ekstremitas Superior
Topografi Bab III - Ekstremitas Inferior


REGIO GLUTEA
Kulit di regio glutea dipersarafi oleh :
1.    r.cutaneus n.intercostalis XII
2.    r.cutaneus lateralis n.iliohypogastrici
3.    nn.clunium superiores
4.    nn.clunium medii
5.    nn.clunium inferiores mediales
6.    nn.clunium inferiores lateralis.

Ad.1. R.cutaneus n.intercostalis XII
    Ramus anterior nervus spinalis Thoracalis XII berjalan sepanjang tepi caudal costa XII, sehingga saraf ini disebut n.subcostalis, menyilang permukaan ventral m.quadratus lumborum, menembusi m.transversus abdominis, berjalan ke arah ventral, memberi cabang ke m.pyramidalis. Sekalipun ramus cutaneus lateralis dari saraf ini bentuknya besar, namun ujung terminalnya tidak mempercabangkan ramus anterior dan ramus posterior. Selanjutnya saraf tersebut tadi berjalan menembusi m.obliguus interni et externi abdominis di sebelah cranialis crista iliaca, berjalan ke arah caudal untuk mempersarafi kulit di bagian anterior regio glutea sampai pada trochanter major.

Ad.2. R.cutaneus lateralis nervi iliohypogastrici.
    Ramus ini menampakkan diri di sebelah posterior dari r.cutaneus n.intercostalis XII, setelah menembusi m.obliquus internus abdominis dan m.obliquus externus abdominis, melayani kulit pada regio glutea.

Ad.3. Nn.clunium superiores.
    Saraf ini ada tiga buah yang dibentuk oleh ramus lateralis (sensibel) dari ramus posterior n.spinalis L 1 – 3, menampakkan diri di bagian posterior r.cutaneus lateralis n.hypogastrici, melayani kulit di bagian medial regio glutea.

Ad.4. Nn.clunium medii.
    Saraf ini adalah ramus lateralis (sensibel) dari ramus posterior n.spinalis  S 1 – 3, mempersarafi regio glutea di bagian medial.

Ad.5. Nn.clunium inferiores mediales.
    Merupakan cabang dari plexus sacralis, tepatnya berasal dari n.spinalis S 2 – 3. Saraf ini berjalan dengan menembusi ligamentum sacrotuberosum, menampakkan diri pada tepi medial m.gluteus maximus, melayani kulit di bagian medial dan inferior regio glutea.

Ad.6. Nn.clunium inferiores laterales.
    Berjumlah 3 – 4 buah saraf yang dipercabangkan oleh n.cutaneus femoris posterior, menampakkan diri pada tepi caudal m.gluteus maximus, berjalan ascendens dan melayani kulit di bagian caudal dan lateral regio glutea.



PLEXUS LUMBALIS
    Dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis L 1 – 4, seringkali juga turut dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis thoracalis XII. Plexus ini berada pada dinding dorsal cavum abdominis, ditutupi oleh m.psoas major.
Dari plexus ini dipercabangkan :
1.    n.iliohypogastricus
2.    n.ilioinguinalis
3.    n.genitofemoralis
4.    n.cutaneus femoris lateralis
5.    n.obturatorius
6.    n.femoralis
Percabangan-percabangan tersebut tadi mempersarafi dinding cavum abdominis di bagian caudal, regio femoris bagian anterior dan regio cruralis di bagian medial.

Ad.1. N.iliohypogastricus
    Saraf ini berpusat pada medulla spinalis segmen thoracalis XII – L 1, berjalan di sebelah ventral m.quadratus lumborum, menembusi aponeurosis m.transversus abdominis di bagian posterior di sebelah cranialis crista iliaca. Ketika berada di antara m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis saraf ini mempercabangkan ramus cutaneus lateralis dan ramus cutaneus anterior. Selanjutnya ramus cutaneus anterior berjalan menembusi m.obliquus internus abdominis, menembusi aponeurosis m.obliquus externus abdominis kurang lebih 2 cm di sebelah cranial anulus inguinalis superficialis, melayani kulit pada regio pubica.
Saraf ini memberi cabang motoris untuk m.obliquus internus abdominis dan m.transversus abdominis.

Ad.2. N.ilioinguinalis
    Nervus ini berpusat pada medulla spinalis L 1, berada di sebelah ventral dari m.quadratus lumborum, berjalan sejajar dengan n.iliohypogasticus (di sebelah caudalnya), menembusi aponeurosis m.transversus abdomins, berada di antara m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis, menembusi otot ini dan berada di antara m.obliquus internus abdominis dan m.obliquus externus abdominis. Selanjutnya mengikuti funiculus spermaticus berjalan di dalam canalis inguinalis, dan melayani kulit pada regio femoris di bagian proximal dan medial, radix penis serta scrotum bagian ventral sebagai rami scrotales anteriores pada pria dan pada wanita mempersarafi mons pubis dan labium majus sebagai rami labiales anteriores.
    Saraf ini mempercabangkan serabut motoris untuk m.obliquus internus abdominis dan m.transversus abdominis.
    N.ilioinguinalis kadang-kadang bersatu dengan n.iliohypogastricus.

Ad.3. N.genitofemoralis
    Berpusat pada medulla spinalis L 1 – 2, berjalan ke caudal, menembusi m.psoas major setinggi vertebra lumbalis 3 atau 4, ditutupi oleh fascia transversa abdominis dan peritoneum, dan di sebelah ventral dari m.psoas major saraf ini bercabang dua menjadi ramus genitalis (= n.spermaticus externus) dan ramus femoralis (= n.lumboinguinalis).
N.spermaticus externus berjalan ke distal, di sebelah medial dari nervus lumboinguinalis, masuk ke dalam anulus inguinalis internus, berjalan melalui canalis inguinalis dan berada di bagian dorsal funiculus spermaticus (pada wanita mengikuti ligamentum teres uteri). Saraf ini mempersarafi m.cremaster dan kulit scrotum.
N.lumboinguinalis berjalan ke distal dan berada di sebelah ventral m.psoas major, berada di sebelah lateral n.spermaticus externus, berjalan bersama-sama dengan a.iliaca externa melewati tepi caudal ligamentum inguinale, selanjutnya berada di sebelah lateral a.femoralis dan sebagian menembusi fascia cribriformis (pada fossa ovalis) dan sebagian lagi menembusi fascial lata, mempersarafi kulit regio femoralis cranio-anterior.

Ad.4. Ramus cutaneus femoris lateralis.
    Berasal dari medulla spinalis L 2 – 3, menampakkan diri pada tepi lateral m.psoas major, yaitu kira-kira pada bagian tengah otot tersebut, menyilang m.iliacus secara oblique menuju ke spina iliaca anterior superior, lalu berjalan melalui tepi caudal ligamentum inguinale, menembusi fascia lata di bagian proximal m.sartoris, melayani kulit regio femoris di bagian antero-lateral sampai setinggi patella.
Selain itu terdapat juga cabang-cabang (r.posterior) yang mempersarafi regio femoris di bagian latero-posterior, yaitu mulai dari trochanter major.

Ad.5. N.obturatorius
    Dibentuk oleh nervus spinalis L 2 - 4, bersifat motoris untuk mm.adductores. Menampakkan diri pada tepi medial m.psoas major, menyilang di sebelah dorsal vasa iliaca, berada di sebelah lateral vasa hypogastrica dan ureter, mengikuti dinding lateral pelvis minor menuju ke foramen obturatorium. Selanjutnya berjalan melalui canalis obturatorius dan tiba pada daerah mm.adductores; saraf ini mempercabangkan ramus superficialis n.obturatorius (= ramus anterior) yang berada di sebelah ventral m.adductor brevis dan mempersarafi m.adductor longus, m.gracialis, m.adductor brevis serta kulit di daerah femoris medialis (= n.cutaneus femoris medialis) dan cabang lainnya adalah r.profundus n.obturatorius (= r.posterior) yang terletak di sebelah dorsal m.adductor brevis, mempersarafi m.obturator externus dan m.adductor magnus.

Ad.6. N.Femoralis
    Merupakan cabang yang terbesar dari plexus lumbalis, dibentuk oleh nervus spinalis L 2 - 4, menampakkan diri pada tepi lateral bagian distal m.psoas major, berjalan di antara m.psoas major dan m.iliacus, ditutupi oleh fascia iliaca, berada di bagian caudal dari ligamentum inguinale, di sebelah lateral arteria femoralis yaitu melalui lacuna musculorum, dan memberi cabang-cabang motoris untuk m.iliacus, m.pectineus dan m.sartorius.
    Cabang yang lain adalah rami cutanei femoris anteriores yang menembusi fascia lata di sebelah ventral m.sartorius dan mempersarafi kulit di bagian ventral regio femoris sampai setinggi patella.
    Cabang yang ketiga disebut n.saphenus yang merupakan cabang yang terbesar dan terpanjang dari n.femoralis, mempersarafi regio crunalis di bagian medial, berjalan di sebelah profunda m.sartorius, menyilang di sebelah anterior arteria femoralis, tiba di sebelah medial dari a.femoralis, berjalan di dalam canalis adductorius, lalu menembusi membrana vasto adductoria dan terletak di antara m.sartorius dan m.adductor magnus, menembusi fascia lata di antara tendo m.sartorius dan m.gracialis, berjalan ke caudal bersama-sama dengan vena saphena magna sampai di 1/3 bagian distal crus.


PLEXUS SACRALIS
    Dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis L 4 – S 3 (S 4) dan berada di sebelah ventral m.piriformis, dipisahkan dari vasa iliaca interna serta ureter oleh suatu lembaran fascia (= fascia pelvis parietalis).
Biasanya a.glutea superior berjalan di antara n.spinalis L 5 dan S 1; a.glutea membentuk plexus lumbalis dan juga turut membentuk plexus sacralis).
Plexus sacralis melayani struktur pada pelvis, regio glutea dan extremitas inferior.
    Dari plexus sacralis dipercabangkan :
1.    n.gluteus superior
2.    n.gluteus inferior
3.    n.cutaneus femoris posterior
4.    nn.clunium inferiores mediales

5.    N.ISCHIADICUS (= SCIATIC NERVE)
6.    rr.musculares

Ad.1. N.gluteus superior
    Dibentuk oleh n.spinalis Lumbalis 4 – Sacral 1, berjalan melalui foramen suprapiriformis, di sebelah cranialis m.piriformis bersama-sama dengan vasa glutea superior. Bersifat motoris untuk m.gluteus medius, m.gluteus minimus dan m.tensor fascia latae.

Ad.2. N.gluteus inferior
    Dibentuk oleh n.spinalis L 5 – S 2, meninggalkan pelvis melalui foramen infrapiriformis di sebelah caudalis m.piriformis, berjalan di sebelah profunda m.gluteus maximus, dan memberi innervasi untuk otot tersebut.

Ad.3. N.cutaneus femoris posterior
    Dibentuk oleh n.spinalis Sacralis 1 – 3, berjalan melalui foramen infrapiriformis bersama-sama dengan vasa glutea inferior, berada di sebelah medial dari n.ischiadicus, ditutupi oleh m.gluteus maximus, meninggalkan otot tersebut pada tepi caudalnya, lalu berjalan descendens pada bagian superficial caput longum m.biceps femoris, berada di sebelah profunda fascia lata, dan mencapai regio poplitea. Selanjutnya menampakkan diri bersama-sama dengan vena saphena parva. Saraf ini bersifat sensibel untuk kulit perineum, bagian posterior regio femoris dan regio cruralis.
Dari saraf ini dipercabangkan :
q    nn.clunium inferiores laterales
q    rr.perineales, yang dipercabangkan pada tepi caudal m.gluteus maximus, berjalan ke arah medial menyilang origo otot-otot hamstring menuju ke perineum, dan mempersarafi kulit pada regio femoris bagian medio-cranial serta kulit genitalia externa.

Ad.5. N.ISCHIADICUS.
    Saraf ini adalah saraf yang terbesar dalam tubuh manusia yang mempersarafi kulit regio cruralis dan pedis serta otot-otot di bagian dorsal regio femoris, seluruh otot pada crus dan pedis, serta seluruh persendian pada extremitas inferior. Berasal dari medulla spinalis L 4 – S 3, berjalan melalui foramen infra piriformis, berada di sebelah lateral n.cutaneus femoris posterior, berjalan descendens di sebelah dorsal m.rotator triceps, di sebelah dorsal m.quadratus femoris, di sebelah ventral caput longum m.biceps femoris, selanjutnya berada di antara m.biceps femoris dan m.semimembranosus, masuk ke dalam fossa poplitea. Lalu saraf ini bercabang dua menjadi N.TIBIALIS dan N.PERONAEUS COMMUNIS.
Rami musculares dipercabangkan untuk mempersarafi m.biceps femoris caput longum, m.semitendinosus, m.semimembranosus dan m.adductor magnus.
Rami musculares ini dipercabangkan dari sisi medial n.ischiadicus sehingga bagian di sebelah medial n.ischiadicus disebut danger side dan bagian di sebelah lateral disebut safety side.

Ad.6. Rami musculares
    Cabang-cabang ini berjalan melalui foramen infra piriformis, mempersarafi m.piriformis, mm.gemelli superior et inferior, m.obturator internus, m.quadratus femoris. Sebenarnya plexus sacralis adalah bagian dari plexus lumbosacralis, yang dibentuk oleh rr.anteriores n.spinalis segmental lumbal, sacral dan coccygeus.


PEMBULUH DARAH
    Pada regio glutea terdapat a.glutea superior dan a.glutea inferior.

A.glutea superior.
    Merupakan cabang yang terbesar dari percabangan a.iliaca interna, bentuknya pendek, berjalan ke arah doorsal melalui plexus sacralis, selanjutnya berjalan melalui foramen supra piriformis, berada di sebelah medial n.gluteus superior. Pada tepi caudal m.gluteus medius arteri ini bercabang menjadi ramus superficialis dan ramus profundus.
Ramus superficialis melanjutkan diri di antara m.gluteus maximus dan m.gluteus medius, memberi ramus muscularis dan mengadakan anastomose dengan cabang a.glutea inferior.
Ramus profundus berjalan di antara m.gluteus medius dan m.gluteus minimus, bercabang dua membentuk ramus superior dan ramus inferior. Ramus superior mengadakan anastomose dengan a.circumflexa ilium profunda dan ramus ascendens dan a.circumflexa femoris lateralis. Ramus inferior mengadakan anastomose dengan a.circumflexa femoris lateralis.

A.glutea inferior
    Merupakan salah satu cabang terminal dari a.hypogastrica, dan ujung lainnya disebut a.pudenda interna. Arteri ini berjalan ke dorsal melalui plexus sacralis, melalui foramen infra piriformis, berada di sebelah ventral m.gluteus maximus.

Pembuluh vena berjalan mengikuti arteri bersangkutan.

RAGIO FEMORIS
    Terdapat dua kelompok pembuluh vena, yaitu vena superficialis dan vena profunda (berjalan mengikuti arteri bersangkutan).
Vena superficialis terdiri atas vena saphena magna dan vena saphena parva.

Vena saphena magna
    Merupakan lanjutan dari vena marginalis, tampak di sebelah ventral malleolus medialis, berjalan ascendens di sebelah medial dari crus, tiba di sebelah dorsal condylus medialis tibiae et femoris, selanjutnya berada di sebelah medial crus, masuk ke dalam fossa ovalis dan bermuara ke dalam vena femoralis. Sebelum masuk fossa ovalis vena ini menerima :
q    vena pudenda externa
q    vena epigastrica superficialis
q    vena circumflexa ilium superficialis.

Vena saphena parva.
    Merupakan lanjutan dari vena marginalis lateralis, berada di sebelah dorsal malleolus lateralis, berjalan ascendens pada sisi lateral tendo calcaneus, makin ke cranial vena ini terletak makin ke medial (tengah), menembusi fascia poplitea, dan bermuara ke dalam vena poplitea (di antara kedua caput m.gastrocnemius). Sebelum bermuara ke dalam vena poplitea maka vena saphena parva memberi cabang yang berjalan ascendens ke arah ventral menuju ke vena saphena magna. Pada vena saphena parva terdapat 9 – 12 buah katup.

ARTERIA FEMORALIS
    Adalah lanjutan dari a.iliaca externa setelah arteri ini melewati tepi caudal ligamentum inguinale.
Arteria iliaca commucis setinggi articulus lumbosacralis membentuk bifurcatio menjadi ARTERIA ILIACA INTERNA (= A.HYPOGASTRICA) dan ARTERIA ILIACA EXTERNA.
A.iliaca externa mempunyai bentuk yang lebih besar dari pada a.iliaca interna, berjalan oblique ke arah distal dan lateral mengikuti tepi medial m.psoas major menuju ke bagian pertengahan ligamentum inguinale, berjalan melalui lacuna vasorum sebagai ARTERI FEMORALIS, yang berada di sebelah lateral dari vena femoralis. Sesaat sebelum melewati ligamentum inguinale arteria iliaca externa memberi dua cabang, yaitu :
1.    a.epigastrica inferior
2.    a.circumflexa ilium profunda.

Ad.1. A.epigastrica inferior
    Arteri ini melengkung ke arah ventral, berjalan ascendens dan oblique sepanjang tepi medial anulus inguinalis internus, menembusi fascia transversa abdominis, berada di ventra linea semicircularis, ditutupi oleh m.rectus abdominis. Di sekitar umbilicus terjadi anastomose dengan a.epigastrica superior. Ductus deferens berada di sebelah latero-dorsal dari pangkal a.epigastrica inferior (pada wanita ligamentum teres uteri).

Ad.2. A.circumflexa ilium profunda
    Dipercabangkan dari dinding lateral a,iliaca externa, berhadapan dengan cabang a.epigastrica inferior, berjalan oblique ke arah latero-cranial menuju ke spina iliaca anterior superior, dan mengadakan anastomose dengan r.ascendens a.circumflexa femoris lateralis. Selanjutnya arteri ini menembusi fascia transversa abdominis, berada pada sisi medial crista iliaca, menembusi m.transversus abdominis, berjalan ke dorsal di antara m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis, mengadakan anastomose dengan a.glutea superior. Selain itu ada juga cabang yang mengadakan anastomose dengan a.glutea inferior.

A.femoralis selanjutnya berjalan ke distal, berada pada trigonum femorale, melalui fossa ileopectinea, berjalan melalui canali adductorius hunteri, lalu masuk ke dalam fossa poplitea dan menjadi A.POPLITEA.
Pada trigonum femorale a.femoralis terletak superficial di sebelah profunda subcutis (di sini dapat diraba pulsasinya).
Dari a.femoralis dipercabangkan :
1.    a,epigastrica superficialis
2.    a.circumflexa ilium superficialis
3.    a.pudenda externa superficialis
4.    a.pudenda externa profunda
5.    a.profunda femoris
6.    rr.musculares
7.    a.genus suprema.

Ad.1. A.epigastrica superficialis
    Dipercabangkan kira-kira 1 cm di sebelah caudal ligamentum inguinale, menembusi fascia cribriformis, berjalan ascendens di sebelah superficial ligamentum inguinale menuju ke arah umbilicus; mengadakan anstomose dengan percabangan a.epigastrica inferior dan dengan arteri yang sama dari pihak sebelah.

Ad.2. A.circumflexa ilium superficialis
    Merupakan cabang yang kecil, dipercabangkan dekat pada percabangan a.epigastrica superficialis, menembusi fascia lata dan berjalan ke arah lateral sejajar dengan ligamentum inguinale.

Ad.3. A.pudenda externa superficialis
    Dipercabangkan dari dinding medial berdekatan dengan tempat percabangan kedua arteri tersebut di atas, berjalan ke arah medialis menyilang funiculus spermaticus (lig.teres uteri pada wanita), dan mensuplai darah kepada kulit pada regio pubica, penis dan scrotum (labium majus), mengadakan anastomose dengan percabangan a.pudenda interna.

Ad.4. A.pudenda externa profunda
    Dipercabangkan agak jauh ke caudal, menyilang m.pectineus dan m.adductor longus, ditutupi oleh fascia lata dan menembusi fascia ini di sebelah medial regio femoris, memberi suplai darah kepada kulit scrotum dan perineum, mengadakan anastomose dengan percabangan a.perinealis.

Ad.5. A.profunda femoris
    Suatu cabang yang besar, dipercabangkan dari dinding latero-dorsal kurang lebih 2 – 5 cm di sebelah caudal ligamentum inguinale. Pada mulanya berada di sebelah lateral a.femoralis, lalu berjalan di sebelah dorsal vasa femoralis, tiba di sebelah medial regio cruralis, berada di sebelah dorsal m.adductor longus, berakhir pada sepertiga bagian distal crus sebagai suatu pembuluh arteri kecil yang menembusi m.adductor magnus, dan mensuplai otot-otot hamstring. Bagian terminal arteri ini disebut a.perforans IV.
    A.profunda femoris dan a.femoralis bersama-sama berada di dalam fossa iliopectinea, melanjutkan diri masuk ke dalam canalis adductoris Hunteri. Selain kedua buah arteri tersebut maka di dalam canalis adductorius Hunteri terdapat juga serabut motoris untuk m.vastus medialis dan nervus saphenus (kedua saraf ini adalah cabang dari n.femoralis).
Percabangan a.profunda femoris adalah sebagai berikut :
q    a.circumflexa femoris medialis
q    a.circumflexa femoris lateralis
q    rr.perforantes
q    rr.musculares

A.circumflexa femoris medialis
Dipercabangkan dari dinding medial a.profunda femoris, berjalan ke arah medial (di dorsalis vasa femoralis), dan berada di antara m.pectineus dan m.psoas major, lalu berjalan di antara m.obturator externus dan m.adductor brevis, berjalan ke dorsal dan memberi cabang ramus superficialis dan ramus profundus.
Ramus superficialis berada di antara m.quadratus femoris dan tepi cranial m.adductor magnus, membentuk anastomose dengan a.glutea inferior, a.circumflexa femoris lateralis dan ramus perforans prima (= crucial anastomosis).
Ramus profundus berjalan oblique ke arah cranial di sebelah ventral m.quadratus femoris, membentuk cabang r.ascendens dan r.transversus. Ramus  ascendens mengadakan anastomose dengan a.glutea anferior di sebelah dorsal collum femoris (fossa trochanterica). Ramus transversus berada di antara m.quadratus femoris dan m.adductor magnus, mengadakan anastomose dengan ramus transversus a.circumflexa femoris lateralis.

A.circumflexa femoris lateralis.
Arteri ini dipercabangkan dari sisi lateral, berjalan horizontal ke arah lateral, dan berada di sebelah dorsal m.rectus femoris, memberi tiga buah cabang, yaitu ramus ascendens, ramus transversus dan ramus descendens.
Ramus ascendens berjalan ke arah cranial, ditutupi oleh m.tensor fasciae latae, mengadakan anastomose dengan a.glutea superior dan a.circumflexa profunda.
Ramus transversus berbentuk kecil, seringkali tidak ada, berjalan ke arah lateral, menyilang m.vastus intermedius dan menembusi m.vastus lateralis, melingkari femur di sebelah distal dari trochanter major, mengadakan anastomose dengan r.transversus a.circumflexa femoris medialis, a.glutea inferior dan a.perforans prima.
Ramus descendens berjalan ke distal di antara m.rectus femoris dan m.vastus lateralis, dan turut membentuk rete articulare genus.



Rr.perforantes.
    Ada 3 buah rami perforantes yang berjalan ke dorsal, menembusi m.adductor magnus, yaitu:
Arteri perforans prima berada diantara m.pectineus dan m.adductor brevis, menembusi m.adductor magnus di dekat linea aspera; memberi suplai darah kepada m.adductor brevis et magnus, m.biceps femoris, m.gluteus maximus, membentuk anastomose dengan a.glutea inferior, a.circumflexa femoris medialis, a.circumflexa femoris lateralis dan a.perforants secuda.
Arteria perforans secuda bentuknya lebih besar daripada arteri yang pertama tadi, menembusi tendo m.adductor brevis et magnus, melayani otot-otot pada regio femoris di bagian dorsal. Dari arteri ini dipercabangkan a.nutricia.
Arteria perforans tertia berjalan ke dorsal dengan menembusi m.adductor magnus, melayani otot pada regio femoris di bagian dorsal, mengadakan anastomose dengan a.perforans yang berada di cranialisnya dan dengan r.muscularis dari a.poplitea. Ujung terminal a.profunda femoris sering disebut arteria perforans quartus.

Rr.musculares
Mensuplai mm.adductores dan musculus hamstring.

Ad.6. Rami musculares a.femoralis.
    Cabang ini mensuplai m.sartorius, m.vastus medialis dan mm.adductores.

Ad.7. A.genus suprema
    Dipercabangkan oleh a.femoralis di dalam canalis adductorius, berjalan bersama-sama dengan m.saphenus di dalam canalis adductorius, lalu menembusi membrana vasto adductoria, berjalan descendens ke distal dan turut membentuk rete articulare genus.

Pembuluh vena berjalan bersama-sama dengan arterinya; vena femoralis ketika berada di sebelah distal canalis adductorius terletak di sebelah dorsal a.femoralis, makin ke cranial letaknya semakin ke arah medial sehingga ketika melalui lacuna vasorum vena femoralis berada di sebelah medial, a.femoralis (nervus femoralis berada di sebelah lateral arteria femoralis, tetapi nervus ini berjalan melalui lacuna musculorum bersama-sama dengan m.ilipsoas).

Variasi : a.circumflexa femoris lateralis atau dan a.circumflexa femoris medialis dipercabangkan oleh arteria femoralis.

ARTERIA POPLITEA
    Berada di dalam fossa poplitea, terletak pada lantai fossa tersebut, dan pada tepi cranialis m.soleus arteria poplitea bercabang dua membentuk ARTERIA TIBIALIS ANTERIOR dan ARTERIA TIBIALIS POSTERIOR.
Percabangan a.poplitea adalah sebagai berikut :
1.    a.genus superior medialis
2.    a.genus superior lateralis
3.    a.genus media
4.    a.genus inferior medialis
5.    a.genus inferior lateralis
6.    aa.surales

Ad.1. A.genus superior medialis
    Dipercabangkan dari sisi medial a.poplitea, berjalan ke arah medial di sebelah ventral m.semimembranosus dan m.semitendinosus. berada di sebelah cranial caput medial m.gastrocnemius, dan membentuk rete articulare genus.

Ad.2. A.genus superior lateralis.
    Dipercabangkan dari sisi lateral a.poplitea, berjalan ke arah lateral, berada di sebelah cranial epicondylus lateralis femoris, ditutupi oleh tendo m.biceps femoris. Terbentuk anastomose dengan ramus descendens a.circumflexa femoris lateralis, dan bersama-sama membentuk rete articulare genus.

Ad.3. A.genus media.
    Berjalan menembusi ligamentum popliteum obliquum dan capsula articulare, mensuplai membrana synovialis articulatio genu.

Ad.4. A.genus inferior medialis
    Berjalan menyilang tepi cranialis m.popliteus, berada di sebelah caudal condylus medialis tibiae, ditutupi oleh lig.collaterale tibiale, dan turut membentuk rete articulare genus.

Ad.5. A.genus inferior lateralis
    Berjalan ke arah lateral pada tepi cranialis condylus lateralis tibiae, ditutupi oleh lig.collaterale fibulare, turut membentuk rete articulare genus.

Ad.6. Aa.surales
    Adalah dua buah arteri yang agak besar, dipercabangkan setinggi articulatio genu, berada di antara percabangan a.genus superior dan a.genus inferior, memberi vascularisasi kepada m.gastrocnemius, m.soleus dan m.plantaris.

A.TIBIALIS ANTERIOR
    Pada tepi caudal m.popliteus a.tibialis anterior berjalan ke arah ventral melalui tepi cranialis membrana interossea cruris, lalu berjalan ke arah distal dan berada di antara m.tibialis anterior dan m.extensor digitorum longus. Makin ke distal arteri ini berada di antara m.tibialis anterior dan m.extensor hallucis longus.
Kemudian arteri ini berjalan di sebelah profunda ligamentum transversum cruris dan ligamentum cruciatum cruris, meninggalkan ligamentum tersebut sebagai A.DORSALIS PEDIS.
Percabangan a.tibialis anterior :
1.    a.recurrens tibialis posterior
2.    a.recurrens tibialis anterior
3.    a.malleolaris anterior lateralis
4.    a.malleolaris anterior medialis

Ad.1. A.recurrens anterior posterior
    Dipercabangkan sebelum a.tibialis anterior berjalan melewati bagian proximal membrana interossea cruris, berjalan ke arah cranialis di sebelah ventral m.popliteus, dan turut membentuk rete srticulare genus.

Ad.2. A.recurrens tibialis anterior
    Dipercabangkan ketika a.tibialis anterior berjalan melalui membrana interossea cruris, dan berada di sebelah ventro-lateral articulatio genu, turut membentuk rete articulare genus.

Ad.3. A.malleolaris anterior lateralis
    Berjalan di sebelah profunda tendo m.extensor digitorum longus dan m.peroneus tertius, membentuk anastomose dengan ramus perforans a.peronea.

Ad.4. A.malleolaris anterior medialis
    Berjalan di sebelah dorsal tendo m.extensor hallucis longus dan m.tibialis anterior. Mengadakan anastomose dengan percabangan dari a.tibialis posterior.

    Pada daerah talocruralis terdapat dua buah anyaman arteri, sebagai berikut :
a.    rete malleolare mediale, yang dibentuk oleh a.malleolare anterior medialis, a.tarsea medialis cabang dari a.dorsalis pedis, a.malleolaris posterior medialis, r.calcaneus a.tibialis posterior dan cabang dari a.plantaris medialis ;
b.    rete malleolare laterale, yang dibentuk oleh a.malleolaris anterior lateralis, r.tarsalis a.dorsalis pedis, r.perforans a.peronea, r.calcaneus lateralis a.peronea, dan cabang dari a.plantaris lateralis.

A.malleolaris anterior lateralis dan a.malleolaris anterior medialis banyak kali dipercabangkan oleh a.dorsalis pedis.


A.TIBIALIS POSTERIOR
    Dimulai pada tepi caudal m.popliteus, berjalan turun dengan arah miring, berada di sebelah dorsal m.tibialis posterior, ditutupi oleh fascia cruris lamina profunda, berjalan di antara m.flexor digitorum longus dan m.flexor hallucis longus, tiba di antara malleolus medialis dan calcaneus. Di sebelah dorso-caudal malleolus medialis arteri ini bercabang dua menjadi A.PLANTARIS MEDIALIS dan A.PLANTARIS LATERALIS.
Percabangan a.tibialis posterior :
1.    a.peronea
2.    a.nutricia tibiae
3.    r.muscularis
4.    a.malleolaris posterior medialis
5.    r.communicans
6.    r.calcaneus medialis.

Ad.1. A.peronea
    Berjalan ke arah fibula, berada di antara m.tibialis posterior dan m.flexor hallucis longus. Di bagian proximal arteri ini ditutupi oleh m.soleus, di bagain distal ditutupi oleh m.flexor hallucis longus. Dari arteri ini dipercabangkan :
1.1.    r.muscularis
1.2.    a.nutricia fibulae
1.3.    r.perforans
1.4.    r.communicans
1.5.    a.malleolaris posterior lateralis
1.6.    r.calcaneus lateralis.

Ad.1.1. R.muscularis
    Memberi suplai darah kepada m.soleus, m.tibialis posterior, m.flexor hallucis longus dan mm.peronei.

Ad.1.2. A.nutricia fibulae
    Berjalan descendens dan masuk ke dalam fibula.

Ad.1.3. R.perforans
    Menembusi membrana interossea cruris kira-kira 5 cm di bagian proximal malleolaris lateralis, menuju ke pertengahan crus dan membentuk anastomose dengan a.malleolaris anterior lateralis.

Ad.1.4. Ramus communicans
    Dipercabangkan kira-kira 2,5 cm dari ujung distal a.peronea, mengadakan anastomose dengan r.communicans a.tibialis posterior.

Ad.1.5. A.malleolaris posterior lateralis
    Adalah sebuah arteri yang kecil, yang melingkari malleolaris lateralis, dan turut membentuk rete malleolare laterale.

Ad.1.6. R.calcaneus lateralis
    Adalah ujung terminal dari a.peronea, turut membentuk rete malleolare laterale.

Ad.2. A.nutricia tibiae.
    Dipercabangkan dekat pada pangkal a.tibialis posterior, mensuplai tibia. Berjalan oblique dari cranial ke caudal.

Ad.3. R.muscularis
    Mensuplai m.soleus dan otot lapisan profunda cruralis.

Ad.4. A.malleolaris posterior medialis
    Adalah sebuah arteri kecil yang melingkungi malleolus medialis, turut membentuk rete malleolare mediale.

Ad.5. R.communicans
    Dipercabangkan kira-kira 5 cm dari ujung distal a.tibialis posterior, ditutupi oleh m.flexor hallucis longus, dan mengadakan hubungan dengan r.communicans a.peronea.

Ad.6. R.calcaneus medialis
    Dipercabangkan sebelum a.tibialis posterior membentuk bifurcatio; turut membentuk rete calcaneus bersama-sama dengan r.calcaneus lateralis.

A.PLANTARIS MEDIALIS
    Berjalan ke distal melalui ligamentum laciniatum, berada di sebelah lateral m.abductor hallucis, bercabang dua membentuk r.superficialis dan r.profundus.
Ramus superficialis menembusi m.abductor hallucis, berada pada sisi medial pedis, dan melanjutkan diri sampai basis jari I.
Ramus profundus berjalan ke distal, mula-mula berada di antara m.abductor hallucis dan m.flexor digitorum longus, lalu berada di antara m.abductor hallucis dan m.flexor digitorum brevis, bermuara ke dalam a.metatarsea plantaris I. Sebelum bermuara kadang-kadang memberi cabang a.plantaris medialis proprii, berada di sebelah medial jari I.

A.PLANTARIS LATERALIS
    Berjalan melalui ligamentum laciniatum menuju ke arah lateral, berada di sebelah lateral m.adductor hallucis, terus ke distal di antara m.flexor digitorum brevis dan m.quadratus plantae, lalu berada di antara m.flexor digitorum longus dan m.abductor digiti V, setinggi basis os matatarsal V membelok ke medial dan membentuk arcus plantaris, ditutupi oleh m.adductor hallucis, berada di antara m.adductor hallucis dan mm.interossei. Cabang lainnya menuju ke tepi lateral jari V, disebut a.plantaris superficialis lateralis.
    Dari arcus plantaris dipercabangkan aa.metatarseae plantares II – III – IV. Setiap a.metatarsea plantaris mempercabangkan dua buah aa.digitales plantares.


A.DORSALIS PEDIS
    Merupakan lanjutan dari a.tibialis anterior. Berjalan ke arah anterior pada dorsum pedis, berada di sebelah dorsal talus, os naviculare, menuju ke spatium intermetatarsalia I, lalu bercabang dua membentuk A.dorsalis hallucis [ = a.metatarsea dorsalis I ] dan  ramus plantaris profundus. Cabang-cabang yang lain adalah :
1.    a.tarsea lateralis
2.    aa.tarsea mediales
3.    a.arcuata

Ad.1. A.tarsea lateralis
    Dipercabangkan di sebelah dorsal os naviculare, berjalan ke arah latero-anterior, dan berada di sebelah dorsal ossa tarsalia, ditutupi oleh m.extensor  digitorum brevis. Mengadakan anastomose dengan a.arcuata, a.malleolaris anterior lateralis, a.plantaris lateralis dan r.perforans a.peronea, membentuk rete dorsale pedis dan rete malleolare laterale.

Ad.2. Aa.tarseae mediales
    Berjumlah 2 – 3 buah, berjalan ke arah medial, turut membentuk rete malleolare mediale.

Ad.3. A.arcuata
    Dipercabangkan di sebelah anterior dari a.tarsea lateralis, berjalan ke arah lateral, menyilang basis ossis metatarsalis, ditutupi oleh tendo m.extensor digitorum brevis. Mengadakan anastomose dengan a.tarsea lateralis membentuk rete dorsale pedis.
    Dari a.arcuata dipercabangkan aa.metatarseae dorsales II – IV yang berjalan ke distal, dan setiap cabang tersebut mempercabangkan dua buah aa.digitales dorsales. Percabangan lainnya adalah rami perforantes posteriores.

A.metatarseae dorsalis I berjalan ke distal menuju celah antara jari I dan jari ke II, mensuplai sisi lateral jari I dan sisi medial jari II. Arteri ini ditutupi oleh tendo m.extensor hallucis brevis.

A.plantaris profundus berjalan ke arah planta pedis dengan menembusi m.interosseus dorsalis I, mengadakan hubungan dengan ujung terminal arcus plantaris.

NERVUS TIBIALIS
    Saraf ini mempunyai bentuk yang lebih besar daripada nervus peroneus communis [= n.fibularis communis]. Berasal dari medulla spinalis segmen lumbal 4 – 5 dan sacral 1 – 3. Ditutupi oleh caput longum m.biceps femoris, berjalan di tengah-tengah fossa poplitea, ditutupi oleh jaringan lemak dan fascia. Sealnjutnya menyilang m.popliteus, berjalan di antara kedua caput m.gastrocnemius, ditutupi oleh m.soleus. Kemudian berjalan descendens ke distal, berada tetap pada facies ventralis m.soleus, menuju ke tepi medial tendo calcaneus, ditutupi oleh retinaculum musculorum flexorum, membentuk bifurcatio menjadi nervus plantaris medialis dan nervus plantaris lateralis.
    Pangkal n.tibialis berada di sebelah lateral vasa poplitea. Ketika berada di dalam fossa poplitea saraf ini berada pada facies superficialis arteri dan vena poplitea, lalu berjalan di sebelah medialnya, melanjutkan diri dengan melewati arcus tendineus musculi solei.
    N.tibialis meninggalkan fossa poplitea dengan berjalan bersama dengan arteria tibialis posterior, mula-mula berada di sebelah medialnya, lalu menyilang arteri tersebut dan tiba di bagian lateralnya, mencapai pergelangan kaki.

Memberi percabangan :
1.    rami articulares yang mempersarafi articulatio genu dan articulatio talocruralis;
2.    rami musculares yang mempersarafi m.gastrocnemius, m.plantaris, m.soleus, m.popliteus, m.tibialis posterior, m.flexor digitorum longus dan m flexor hallucis longus ;
3.    n.cutaneus surae medialis yang tetap berada superficial di antara kedua caput m.gastrocnemius, berjalan bersama-sama dengan vena saphena parva, dan pada pertengahan facies dorsalis crus saraf ini berjalan menembusi fascia profunda, dan bergabung dengan ramus communicans yang dipercabangkan oleh n.cutaneus surae lateralis, yakni suatu cabang dari n.peroneus communis; gabungan kedua serabut tersebut membentuk nervus suralis. Nervus suralis berjalan pada sisi lateral tendo calcaneus, turun ke distal, berada di antara malleolus lateralis dan calcaneus, mempersarafi kulit pada bagian dorsal crus, mengadakan hubungan dengan n.cutaneus femoris posterior. Selanjutnya n.suralis membelok ke anterior di sebelah caudal malleolus lateralis, dan menjadi nervus cutaneus dorsalis lateralis, yang berjalan sepanjang sisi lateral pedis, termasuk jari V. membentuk hubungan dengan n.cutaneus dorsalis intermedius pada dorsum pedis, yang merupakan cabang dari n.peroneus superficilais ;
4.    n.plantaris medialis, bentuknya lebih besar daripada n.plantaris lateralis, berjalan bersama-sama dengan arteria plantaris medialis. Saraf ini berjalan di sebelah profunda m.abductor hallucis, menampakkan diri di antara m.abductor hallucis dan m.flexor digitorum brevis, memberi cabang nervus digitalis plantaris proprius untuk jari I. Dari n.plantaris medialis dipercabangkan tiga buah nervi digitales plantares communes; masing-masing bercabang dua membentuk nervi digitales plantares proprii, yang mempersarafi permukaan-permukaan yang saling berhadapan  dari jari I, II, III dan IV ;
5.    n.plantaris lateralis, mempersarafi kulit pada jari V dan seperdua lateral jari IV, dan juga otot-otot lapisan profunda. Saraf ini berjalan ke distal bersama-sama dengan arteria plantaris lateralis menuju ke sisi lateral pedis, terletak di antara m.flexor digitorum brevis dan m.quadratus plantae, bercabang mejadi ramus superficialis dan ramus profundus.

NERVUS PERONEUS COMMUNIS = N.FIBULARIS COMMUNIS
    Dibentuk oleh saraf-saraf yang membentuk pars dorsalis plexus sacralis, berpusat pada medulla spinalis segmen lumbalis 4 – sacralis 2.
Berjalan oblique sepanjang sisi lateral fossa poplitea, dekat pada tepi medial m.biceps femoris, lalu berada di antara m.biceps femoris dan caput lateral m.gastrocnemius, berjalan menuju ke caput fibulae. Kemudian saraf ini berjalan berputar mengelilingi collum fibulae, berada di sebelah profunda m.peroneus longus, bercabang dua membentuk nervus peroneus [ fibularis ] superficialis dan nervus peroneus [ fibularis ] profundus.
Memberi percabangan sebagai berikut :
1.    rami articulares yang memberi innervasi kepada articulatio genu ;
2.    nervus cutaneus surae lateralis, mempersarafi kulit pada facies posterior dan lateral crus ;
3.    N.peroneus [ fibularis ] profundus, berjalan ke arah distal ditutupi oleh m.extensor digitorum longus, berjalan menuju ke facies ventral membrana interossea cruris. Pada sepertiga bagian cranial crus saraf ini berjalan bersama-sama dengan arteria tibialis anterior, lalu berjalan di sebelah profunda ligamentum cruciatum cruris, dan berakhir pada pertengahan pedis sebagai ramus medialis dan ramus lateralis.
N.peroneus profundus mempercabangkan ;
q    Rami musculares, mempersarafi m.tibialis anterior, m.extensor digitorum longus, m.peroneus tertius dan m.extensor hallucis longus ;
q    Ramus articularis, mempersarafi articulatio talocruralis ;
q    Ramus lateralis, berjalan ke distal dan ditutupi oleh m.extensor digitorum brevis, bersifat motoris untuk otot ini ;
q    Ramus medialis, berjalan bersama-sama dengan arteria dorsalis pedis pada dorsum pedis, pada ruang interosseus I bercabang dua membentuk nn.digitales dorsales yang mempersarafi kedua permukaan yang saling berhadapan dari jari I dan jari II; membentuk hubungan dengan nervus cutaneus dorsalis medialis [suatu cabang dari nervus peroneus superficialis].

4.    nervus peroneus [ fibularis ] superficialis, berjalan ke arah distal di antara mm.peronei dan m.extensor digitorum longus, menembusi fascia profunda cruris pada sepertiga bagian distal cruris, dan bercabang dua membentuk nervus cutaneus dorsalis medialis dan nervus cutaneus dorsalis intermedius. Membawa komponen motoris untuk otot-otot tersebut tadi, dan komponen sensibel yang mempersarafi kulit crus bagian caudal.
q    Nervus cutaneus dorsalis medialis, berjalan di sebelah ventral ankle joint, bercabang dua membentuk n.digitalis dorsalis pars medialis dan n.digitalis dorsalis pars lateralis. N.digitalis dorsalis pars medialis mempersarafi sisi medialis jari I, mengadakan hubungan dengan n.peroneus profundus, juga melayani permukaan berhadapan jari I dan jari II ; n.digitalis dorsalis pars lateralis mempersarafi permukaan yang saling berhadapan jari II dan jari III, mempersarafi kulit pada sisi medialis pedis dan pergelangan kaki, mengadakan hubungan dengan n.saphenus.
q    Nervus cutaneus dorsalis intermedius, berjalan sepanjang sisi lateral pedis, mempersarafi kulit pada daerah ini, mengadakan hubungan dengan n.saphenus. Ujung terminalnya bercabang dua membentuk n.digitalis dorsalis yang mempersarafi permukaan yang saling berhadapan antara jari III dan jari IV, dan antara jari IV dan jari V.

SISTEMA LYMPHATICA
    Terdiri dari gugusan profundus dan gugusan superficialis. Pembuluh lymphe dari gugusan profundus berjalan mengikuti pembuluh darah menuju ke lymphonodus popliteus. Pembuluh lymphe dari gugusan superficial, bersama-sama dengan pembuluh lymphe dari regio glutea, dari dinding abdomen bagian anterior dan lateral dan organa genitalia externa [ kecuali dari glans penis, glans clitoridis ] menuju ke lymphonodus inguinalis.
    Lymphonodus popliteus berjumlah 1 – 5 buah, kecil, berada di sebelah profunda fascia pada fossa poplitea. Pembuluh afferen mengikuti vasa tibialis. Pembuluh afferen berjalan mengikuti vasa femoralis menuju ke lymphonodus inguinalis profundus.
    Lymphonodus inguinalis berjumlah 3 –  4 buah. Pada umumnya terletak subcutan, pada tempat perjumpaan vena saphena magna dan vena femoralis.
Terbagi menjadi lymphonodus inguinalis superficialis dan lymphonodus inguinalis profundus, yang tidak mempunyai arti fisiologis dan klinis. Beberapa buah lymphonodus inguinalis profundus terletak di sebelah profunda fascia lata.
Pembuluh efferen dari l.n.inguinalis membawa lymphe menuju ke l.n.iliacus externus, selanjutnya ke l.n.lumbalis [ aorticus ].


Topografi Bab I - Pendahuluan Topografi Umum
Topografi Bab II - Ekstremitas Superior
Topografi Bab III - Ekstremitas Inferior


oleh: Prof. dr. H. Razak Datu, Ph.D, PAK (Staf Pengajar Mata Kuliah Anatomi FK Universitas Hasanuddin, Makassar)

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...