Minggu, 09 Oktober 2011

Bosan Jadi Mahasiswa Kedokteran

Jika Anda pernah melihat mahasiswa kedokteran bosan kuliah atau bosan menjalani hidup, tidak perlu kaget karena dengan sistem pendidikan sekarang, hal seperti itu lazim terjadi. Apalagi dengan berlakunya peraturan mentri kesehatan tentang internship (magang) yang mewajibkan semua lulusan magang di tempat terpencil dengan gaji 1,2 juta/bulan <potong pajak penghasilan 30% jadi 800ribu/bulan>, praktis, profesi dokter menjadi profesi yang paling banyak ujiannya selama masa pendidikan. Mulai dari ujian masuk universitas yang berlangsung secara nasional=1 kali, ujian tiap bulan selama kuliah pre-klinik=3 tahun x 12 bulan= 36 kali, ujian untuk masuk klinik= 1 kali, ujian di tiap akhir stase selama klinik=15 bagian=15 kali, ujian naik tingkat 1=1 kali, ujian naik tingkat 2=1 kali, ujian UKDI=1 kali, lalu ujian kesabaran menjalani internship selama 2 tahun. Total pendidikan 7 tahun, dan harus menghadapi lebih dari 40 ujian, dengan sistem pendidikan, fasilitas, dan tenaga pengajar yang masih minim, menjadikan kuliah di Fakultas Kedokteran menuntut stamina dan kapasitas mental yang besar.

Kalau bisa berkeluh kesah, ada ratusan ribu keluhan yang bisa diungkapkan oleh ribuan mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia. Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka lebih memilih bungkam dan menjalani semua pendidikan persis seperti robot. Mereka terlalu capek jaga siang-malam di rumah sakit dan mengerjakan tugas hingga lupa bagaimana caranya memprotes dan melawan status quo.

Nb:
semua kesalahan ini harus ditimpakan ke pemerintah yang tidak menjamin kehidupan sosial rakyatnya yang tiap bulan dipotong penghasilannya oleh pajak.
(9 Oktober 2011)

Pasca-note:
Tulisan di atas dibuat 4 tahun lalu ketika saya belum menjalani internship. Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi. Yang pertama, soal penghasilan internship, pada akhirnya setelah melakukan perjuangan keras, itu bisa naik. Yang kedua, potongan pajak, tidak sampai sih 30%, itu informasi yang menyesatkan. Yang ketiga, durasi internship, terakhir saya menjalaninya masih 1 tahun, entah nanti. Terakhir, internship bukanlah pengalaman hidup yang buruk. Ada beberapa hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari kejadian itu.
Pesan bagi diri sendiri, menulis ketika naif memang indah tapi jangan pernah melupakan fakta.  

Dan yang terakhir, jangan terlalu mudah menyalahkan pemerintah. Mereka juga lelah. :D

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut