Sabtu, 08 Oktober 2011

Klub Ocehan

Q: Apa yang kau lakukan ketika mulai bosan mengoceh?

A: dalam situasi seperti itu, aku akan lari keliling kota sambil memakai kostum flintstone lalu begitu sampai di jembatan kota, aku akan melompat dari situ, berputar 540 derajat di udara kemudian meluncur masuk ke dalam air dengan kelopak mata terbuka. Seharusnya, setelah melakukan rutinitas seperti aku akan kembali mengoceh dengan ocehan-ocehan yang lebih mengoceh dari sebelumnya. Tetangga sebelah yang sudah mati pun bisa minta pindah kuburan bila sudah mendengar ocehanku yang freshly new.
Sayangnya, kebosanan macam itu tidak pernah sekali pun hinggap di kepalaku dan memblok semua ocehanku. Jadinya, ritual musykil di atas tidak pernah kulakukan, bahkan dalam tataran imajinasi pun, tidak pernah kupikirkan hal macam itu.

Lagipula sulit bila harus membayangkan tetanggaku yang mati bangkit lagi untuk minta pindah kuburan. Sudah cukup saya melihat mayat hidup berlarian di sekitar rumah penduduk dalam film Resident Evil dan Zombieland. Jangan tambah lagi penampilan mahluk tak berstyle macam itu dalam kehidupan nyata. Kalian tahu kan, kalau adrenalin yang merespon ketakutan dalam tubuh begitu terbatas jumlahnya. Tidak bijak bila harus menghabiskan zat macam itu untuk mengurusi mahluk postmortem. Adrenalin lebih dibutuhkan ketika Anda berada dalam situasi di mana Anda ketahuan selingkuh dan korupsi. Sedikit dosis saja, adrenalin bisa membuatmu berpikir sejernih berlian yang dijilati macan tamil. Meskipun saya tidak pernah melihat macan tamil, saya tahu persis bagaimana rasanya adrenalin membuatmu kreatif dan menciptakan kebohongan-kebohongan cantik agar tubuh terlepas dari bahaya.

2 komentar:

dhila13 mengatakan...

pertanyaannya pendek, sekali jwb panjang benerrrrr

arif mengatakan...

maybe karna yg njawab sekalian curhat :D *eh*

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut