Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...

Senin, 17 Oktober 2011

Makalah Lubang Resapan Biopori

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Banjir adalah peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan ( yang biasanya kering ) karena volume air yang meningkat.

Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan lebat, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai. Dibanyak wilayah di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Peristiwa semacam ini disebut Banjir Bandang.

Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengangkat sebuah topik yang sedang ramai dibicarakan tentang program lubang resapan biopori (LRB) dimana teknologi ini terbukti dapat mengurangi genangan air.

1. 2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penulisan, rumusan masalah yang diajukan oleh penulis adalah sebagai berikut

1.      Apa yang dimaksud dengan teknologi lubang resapan biopori ?

2.      Apa peranan lubang resapan Biopori (LRB) dalam mengatasi masalah banjir ?

3.      Bagaimana proses pembuatan lubang resapan air Biopori (LRB) ?

1. 3  Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini bertujuan :

1.      Untuk mengetahui tentang  teknologi lubang resapan biopori dan proses pembuatannya ?

2.      Untuk mengetahui bagaimana peranan lubang resapan Biopori (LRB) dalam mengatasi masalah banjir ?

1. 4  Manfaat Penulisan

1.      Memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang apa itu teknologi lubang resapan Biopori (LRB) dan peranan teknologi tersebut dalam mengatasi masalah banjir.

2.      Sebagai media pembelajaran bagi penulis.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian Lubang Resapan Biopori (LRB)

           Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme didalamnya seperti, cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

Gambar 1. Foto Mikroskop Elektron dari Lubang Cacing dan Akar pada Matriks Tanah (dalam lingkaran kuning)

Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah berupa lubang yang dibuat secara tegak lurus (vertikal) kedalam tanah, dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 80-100 cm. Lubang tersebut diisi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir disekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan disekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk tumbuh-tumbuhan dan dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya dapat meningkatkan aktifitas mereka sehingga mampu menciptakan pori-pori didalam tanah. Teknologi sederhana inilah yang dikenal dengan nama Lubang Resapan Biopori (LRB).

2. 2  Peranan Lubang Resapan Biopori dalam mengatasi masalah banjir

Gambar 1 menunjukkan foto melalui mikroskop elektron yang menggambarkan dua buah lubang yang terbentuk oleh cacing (pada lingkaran kuning bagian atas) dan lubang yang terbentuk oleh aktifitas akar tanaman (pada lingkaran kuning bagian bawah).

Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dalam jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah atau dengan kata lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi.

Kondisi kota besar seperti Makassar yang memiliki lahan resapan air yang sedikit disertai dengan penggunaan air tanah yang sangat berlebihan menyebabkan penurunan permukaan tanah serta mengakibatkan kawasan tersebut rentan dilanda banjir. Dengan demikian keseimbangan lingkungan yang harus terus menerus dilestarikan dan dijaga pun semakin rusak dan tidak terkendali. Untuk itulah diperlukan adanya gerakan pelestarian alam secara bersama-sama oleh semua pihak.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi resiko banjir sekaligus mencegah mengalirnya air hujan ke selokan yang kemudian terbuang percuma ke laut lepas adalah dengan pembuatan lubang resapan biopori (LRB). LRB berperan memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan, mengurangi genangan air, yang selanjutnya mengurangi limpahan air hujan turun ke sungai. Dengan demikian, mengurangi juga aliran dan volume air sungai ke tempat yang lebih rendah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...