Minggu, 23 Oktober 2011

Salah

Untuk semua penderitaan yang kita rasakan, harus ada sesuatu yang dipersalahkan. Sesuatu yang bukan berasal dari golongan kita, sesuatu yang tak gaib, sesuatu yang kita semua mengenalnya, dan yang pasti, sesuatu yang memang bertanggung jawab langsung atas semua kemelaratan yang kita alami saat ini.

Dengan mempersalahkan sesuatu itu, kita tidak perlu lagi berselisih mengenai apa yang sudah saya lakukan sehingga penderitaan ini datang, kita tak usah lagi mempermasalahkan dirimu yang terlalu gegabah dalam mengambil keputusan sehingga penderitaan ini timbul. Kita tidak harus mencari pembenaran atau pun kesalahan atas semua yang telah terjadi di antara kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah membebankan semua kebrengsekan, kejahanaman, dan kelaknatan pada satu pihak, pengeringtah.

Merekalah golongan yang harus bertanggungjawab atas semua penderitaan yang terjadi di sekitar kita. Merekalah yang dengan seenak hati menawarkan berjuta mimpi yang harus ditukar dengan pajak dan tanah yang kita miliki. Merekalah yang telah menjual semua hal yang kita telah peroleh dengan susah payah kepada pihak luar dengan harga yang sangat murah. Merekalah yang membuat berbagai jenis peraturan dan pintu birokrasi hingga kita harus dipimpong kiri-kanan ketika membutuhkan bantuan. Merekalah yang selalu meminta dihormati meskipun sudah jelas, kita lah yang harus dihormati karena terus-menerus memberikan subsidi pada mereka. Intinya, mereka itu kurang ajar sehingga pantas dipersalahkan.

Mereka telah membuat kita kering hingga tak ada lagi yang tersisa untuk diperjuangkan. We hate you pengeringtah.


12 komentar:

  1. didoakan saja supaya mereka mendapat hidayah nt toh perbuatan mereka dipertanggung jawabkan di akhirat

    BalasHapus
  2. ini semua emang salah saiia kang saiia akui.. loh?!??!*

    BalasHapus
  3. semoga mereka diberi balasan yg setimpal...

    BalasHapus
  4. saat ini saya memilih dulu utk memperbaiki kesalahan diri sendiri dgn mencari solusi permasalahan lalu menyelesaikannya :)

    BalasHapus
  5. susah kalo mikir pemerintah
    kekayaan alam dikeruk tapi tak pernah sampai kepada kata sebesar besar kemakmuran rakyat...

    BalasHapus
  6. Optimis dan Pesimis itu ternyata sama, sama imis-nya.. :p

    tapi wotever is det, saya yakin masih ada secercah harapan buat nusantara kita.. :D

    Oke, lanjutkaann.. [apanya yg dilanjutkan? :lol]

    BalasHapus
  7. pemerintah?capeee dech,love,peace and gaul.

    BalasHapus
  8. Hhahah...pengeringtah :))
    Tapi gak bisa disalahkan ke pemerintahnya smua sih.
    Masyarakat kita kadang juga suka bandel sih :D

    BalasHapus
  9. ketika kita masih saja mencari siapa yang salah itu berarti kita belum paham dengan ilmu "ikhlas" dan ini masalah terbesar dalam hidup saya jug, belum bisa Ikhlas :)

    Ikhlas bukan berarti menyerah dan kalah... hehehe, saya suka deh postingannya :)

    BalasHapus
  10. well...
    artikel dan ulasan tnntng slahny bagus :D
    jdulnya bwat gw mrinding! :)
    kunjungi saya balik yah!

    BalasHapus
  11. kalau kita selalu mencari salah, sepertinya tidak akan pernah habisnya,sobat. Bersyukur mungkin lebih baik

    BalasHapus
  12. wah, pemerintah yang kurang bertanggung jawab tuh.

    BalasHapus

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut