Selasa, 15 November 2011

Asimetris

Hal-hal sepele bisa jadi bermakna selama kita mau peduli.

Stop Press: Postingan berikut mungkin akan terbaca vulgar namun tidak ada unsur pornografi di sini. Bagi yang tidak suka membaca hal-hal yang berkaitan dengan ini, sebaiknya pergi dari sini sekarang juga.

___________________________________________________________
Skrotum yang Tidak Simetris pada Pria dan Patung
oleh I.C. McManus
Patung David karya Michelangelo (sumber Wikipedia)

Pada umumnya semua mamalia, termasuk manusia, memiliki dua buah kelenjar reproduksi. Dalam hal ini bila itu pria, maka dia pasti memiliki testis kiri dan kanan, sedangkan pada wanita, ovarium kiri dan kanan. Mittowich dan Kirk (1) pernah menyatakan bahwa pada masa pertumbuhan janin (masih dalam kandungan) kedua kelenjar ini biasanya tumbuh dalam bentuk dan ukuran yang tidak jauh berbeda. Kalau pun ada, perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan. Menurut mereka berdua, jarang sekali ada kasus di mana janin yang memiliki ukuran testis kiri lebih besar dari testis kanannya atau sebaliknya.



Namun Chang dan kawan-kawan (2) berhasil menginvestigasi skrotum (kantung yang menampung testis) yang tidak simetris pada pria. Mereka menemukan bahwa seorang pria yang dominan menggunakan tangan kanannya cenderung memiliki posisi testis kanan yang lebih tinggi dari testis kirinya sedangkan pada orang kidal maka testis kirinya yang cenderung lebih tinggi dibanding testis kanannya. Untuk mengetahui apakah perbedaan tinggi ini berkaitan dengan berat dan ukuran, maka mereka pun melakukan pengukuran terhadap berat dan volume testis pada sejumlah mayat (yang diasumsikan semasa hidup dominan menggunakan tangan kanan). Dari hasil pengukuran itu mereka menemukan bahwa testis kanan pada orang yang dominan menggunakan tangan kanan (dalam hal ini yang memiliki testis kanan lebih tinggi posisinya dari testis kiri) justru memiliki berat dan volume lebih besar dibandingkan testis kirinya.


Patung David perbesaran dibagian skrotum. Tampak testis kanan lebih tinggi dari testis kiri. (sumber gambar Flickr)

Pengamatan terhadap ketidaksimetrisan testis telah dilakukan sejak tahun 1764. Pada tahun ini, Winckelmann menyatakan bahwa secara alamiah, testis kiri selalu lebih besar dari testis kanan. Oleh karena itu posisinya selalu lebih di bawah dibanding testis kanan. Yang sayangnya, pernyataan itu tidak tepat.
McManus kemudian melakukan pengamatan terhadap ketidaksimetrisan skrotum pada 107 patung di museum Italia.  Hasil pengamatannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
       



Sisi Testis yang Letaknya Lebih Tinggi

Kiri
Simetris
Kanan
Total
Ukuran testis yang lebih besar
Kiri
2
7
32
41
Simetris
8
19
17
44
Kanan
17
1
4
22

Total
27
27
53
107

Tabel di atas memberikan gambaran yang jelas bahwa para pematung zaman dahulu sudah benar dalam meletakkan posisi testis,  dengan menempatkan testis kanan lebih tinggi dari testis kiri (ini diasumsikan bila mayoritas pria adalah dominan menggunakan tangan kanan). Namun mereka salah memperkirakan ukuran testis yang lebih besar. Kemungkinan besar, kebanyakan dari para pematung ini menggunakan common-sense bahwa semua yang lebih berat selalu berada di bawah. Padahal hal itu tidak terbukti dalam kasus testis.

Referensi:
1.    Mittowich U & Kirk D. Nature, 257, 791-792 (1975)
2.    Chang, K. S. F., et al. J. Anat., 94, 543-548 (1960)
3.    Winckelman, J. J., in History of Ancient Art (transl. by Gode, A.) (Frederick Ungar, New York, 1968)
___________________________________________________________

Jurnal ini, yang kata banyak orang tidak penting, berhasil mendapatkan penghargaan Ig Nobel dari Harvard.

7 komentar:

arif mengatakan...

bro, kykna ada salah ketik di bagian ini : "dengan menempatkan testis kanan lebih tinggi dari testis KANAN? (ini diasumsikan bila mayoritas pria adalah dominan menggunakan tangan kanan)..".
:D. ohiya, saya baru tau lho ternyata klo yg kanan lbh tinggi itu karna aktivitas tangan kiri cenderung kurang kah?
btw,tahun 1700an saja mereka sudah ngeh dan mahir masalah penelitian. keren.

nadiafriza mengatakan...

kalo soal seni, ketidaksimetrisan kadang justru bikin benda seni itu sempurna keindahannya :)

Inayah Mangkulla mengatakan...

mangtrabs, semuanya harus detail di'. nice inpoooo!

bisa jadi inspirasi, misalnya "apakah sering menguap bisa memperlebar bibir nol koma sekian sekian senti" atau "apakah tangan manusia akan semakin kecil karena semakin hari teknologi semakin memanjakan" =P

hesty mengatakan...

ooo... baru tau :D

muamdisini mengatakan...

asimetris itu justru adalah salah satu fungsi penyeimbang....
karena tidak selamanya simetris itu seimbang...

Feby Oktarista Andriawan mengatakan...

Wih gila postingan yg unik. Baru tau gue kalo tuh patung ada hal yang ganjalnya dan memang selalu mengganjal tuh.. :D

Farixsantips mengatakan...

cewek dilarang melihat :P wkowkoww ohhh gitu ya, bisa tidak simetris seperti itu

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...