Rabu, 21 Desember 2011

Makalah Pengaruh Musik terhadap Kecerdasan


PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Musik merupakan hal yang tidak asing di telinga masyarakat dunia. Ternyata, meskipun masyarakat menganggap bahwa musik itu sangat sederhana asalkan bisa dinikmati, musik memendam banyak misteri yang nyaris tak terpecahkan. Banyak jenis musik dan komposisi yang beredar di kalangan masyarakat.
Masyarakat Indonesia, khususnya pelajar cenderung gemar mendengarkan musik yang nyaring dan memilki tempo cepat. Kebanyakan dari mereka juga mendengarkan musik-musik dan lagu beraliran heavy rock yang penuh dentuman dan suara yang memekakkan telinga.
Masyarakat awam lebih minat mendengarkan musik-musik dengan komposisi yang sederhana seperti musik pop apalagi jika liriknya mudah dihafal dan enak di telinga. Mereka tidak terlalu memikirkan dampak apa saja yang bisa diperoleh dengan genre yang demikian. Sedangkan musik yang sukar untuk dinikmati karena sentuhan seninya lebih murni hanya kerap dinikmati oleh masyarakat elit atau mungkin yang berjiwa seni tinggi saja.
Padahal belakangan diketahui bahwa salah satu genre musik memiliki kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan IQ. Mengingat penelitian bahwa mendengar lebih efektif untuk belajar daripada membaca, dan budaya baca masyarakat yang rendah, nampaknya hal ini patut untuk diperhitungkan sebagai alternatif.
B.  Rumusan Masalah
  1. Bagaimanakah awal atau sejarah dikenalnya pengaruh musik klasik ini?
  2. Apakah hal ini sesuai dengan perkembangan teknologi kedokteran?
  3. Apa bedanya dengan musik aliran lain?
  4. Benarkah ada pengaruh dari musik klasik atau hal ini hanya sugesti yang menjadi strategi pemasaran musik klasik di seluruh penjuru bumi?
  5. Mengapa diberi nama efek Mozart? Bukan efek Bach, efek Beethoven, atau efek The Beatles? Apakah Mozart dihargai lebih tinggi ketimbang musikus jenius seperti Beethoven, Gershwin, dan Louis Armstrong?
  6. Apakah hanya musik klasik saja yang memberi pengaruh positif bagi aktivitas non musikal manusia?
  7. Adakah bukti atau referensi yang relevan untuk menguatkan argumen mengenai efek musik klasik tersebut?
  8. Adakah penjelasan yang lebih rinci yang sanggup meyakinkan masyarakat?
  9. Apa maksud atau hakikat dari efek Mozart?
  10. Apa tindakan yang bisa masyarakat luas ambil setelah mendapat kesimpulan dari segala penjelasan yang telah dipaparkan?
B.  Tujuan Penelitian
1. Banyak pelajar di Indonesia yang minat bacanya kurang sehingga malas belajar.
2. Remaja pada umumnya memiliki emosi yang labil karena sedang dalam masa pertumbuhan dan pencarian jati diri.
3. Masyarakat pada umumnya senang dengan musik, baik instrumental mau pun yang terdapat vokal.
Dengan beberapa pertimbangan di atas, Penulis tedorong untuk menyingkapkan sebuah fakta dari sebuah penelitian yang diharapkan meampu menjadi jalan keluarnya, yakni penelitian mengenai pengaruh musik klasik terhadap IQ dan EQ bahkan SQ. Penulis akan menyertakan beberapa hasil riset dan bukti-bukti peneltian yang akurat dan relevan agar dapat lebih dipercaya. Pasalnya, dalam setiap kasus atau dugaan akan ditemukan banyak dukungan dan sanggahan yang akan mengguncang kepercayaan masyarakat. Dengan karya ilmiah ini, Penulis berharap dapat memberikan inspirasi dan kontribusi yang baik bagi masyarakat mengenai hal-hal berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kinerja otak. Diharapkan pula agar pembacanya mendapat satu kepastian mengenai pengaruh musik klasik terhadap kecerdasan intelektual.
C.   Manfaat Penelitian
  • Masyarakat khususnya para pembaca dapat memperluas wawasan dan menggali salah satu misteri di balik musik yang mungkin belum pernah terdengar.
  • Pembaca mendapat satu alternatif baru untuk meningkatkan kecerdasannya.
  • Pembaca memperoleh pengetahuan baru.
  • Membangun masyarakat yang modern dan pandai menggunakan cara sederhana, pasti serta yang biasa dijumpai untuk mendapat manfaat yang luar biasa.
  • Menarik pembaca untuk mulai menggemari musik yang lebih baik daripada musik-musik aliran cadas seperti heavy metal ataupun underground.
  • Membawa solusi bagi beberapa masalah masyarakat.
  • Meringankan beban bagi yang mungkin ingin mencari narasumber mengenai hal berkenaan dengan isi karya ilmiah ini.
  • Dapat memberikan contoh bagi adik-adik kelas yang perlu membuat karya ilmiah.

BAB II
TINJUAN PUSTAKA
A.TINJAUAN PUSTAKA
1. PENGERTIAN PENGARUH
Dalam KBBI, pengaruh memilki arti daya yang ada dari sesuatu (orang,benda, dsb) yang ikut membentuk kepercayaan, watak atau perbuatan seseorang.
2. PENGERTIAN MUSIK
Dari beberapa sumber di internet, musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
  • Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
Dalam buku pembelajaran seni musik kelas IX, kata musik mengandung arti seni penataan bunyi secara cermat yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas.
3.  PENGERTIAN KLASIK
Menurut KBBI edisi terbaru, kata klasik memiliki arti yakni memiliki mutu yang tinggi dan diakui kesempurnaannya sebagai tolok ukur kesempurnaan yang abadi; tertinggi; karya sastra zaman kuno; bersifat sederhana; serasi dan tidak berlebihan; termasyur dan bersejarah.
4. PENGERTIAN TERHADAP
Terhadap yang berkata dasar hadap yang artinya adalah sisi/bidang sebelah muka, muka, arah ke (KBBI edisi 3); kemudian diberi imbuhan ter- yang menjadikan kata terhadap dengan beberapa pengertian, yakni kepada; tentang; berkenaan; kata depan untuk menandai arah; lawan (KBBI edisi 3 dan Kamus Umum Bahasa Indonesia tahun 2003).
5. PENGERTIAN KECERDASAN INTELEKTUAL
Kecerdasan Intelektual sejatinya merupakan sebuah frase kata dari penggabungan kata kecerdasan dan intelektual. Namun, apabila kata ini didefinisikan sepenggal-sepenggal, maksud dari karya ilmiah ini menjadi kurang tersamapikan. Kata intelektual menunjuk kepada kaum yang terpelajar, cendekiawan. Sedangkan kata yang dimaksud adalah yang bermakna daya atau proses pemikiran yang lebih tinggi yang berkenaan dengan pengetahuan, daya pikiran, daya akal budi, kecerdasan berpikir; kata yang memiliki makna tersebut adalah kata intelek. Maka, penulis memutuskan untuk memberikan definisi dari kata kecerdasan dan kecerdasan intelektual.
Kecerdasan berasal dari kata cerdas yang menurut KBBI berarti tajam pikiran, sempurna akal dan pikirannya (mudah mengerti dan memahami, dsb), sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat). Kata kecerdasan sendiri memiliki makna kesempurnaan perkembangan akal (kepandaian, dsb), dituliskan pula dalam KBBI edisi 3 bahwa kata kecerdasan memiliki.
Frase kata kecerdasan intelektual menurut KBBI edisi 3 memiliki arti kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifkan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain.
a). Pengaruh musik klasik adalah daya yang ada dari seni penataan bunyi secara cermat yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas berupa karya yang memiliki mutu yang tinggi dan diakui kesempurnaannya sebagai tolok ukur kesempurnaan yang abadi yang ikut membentuk suatu kepercayaan.
b). Terhadap kecerdasan intelektual adalah kepada kesempuraan perkembangan akal/ kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifkan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain.
c). Pengaruh musik klasik terhadap kecerdasan intelektual adalah daya yang ada dari seni penataan bunyi secara cermat yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas berupa karya yang memiliki mutu yang tinggi dan diakui kesempurnaannya sebagai tolok ukur kesempurnaan yang abadi yang ikut membentuk suatu kepercayaan yang membawa individu kepada kesempuraan perkembangan akal/ kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifkan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain.
B. HIPOTESIS
Menurut pandangan dan dugaan Penulis, musik klasik dapat meningkatkan kemampuan otak orang-orang yang gemar mendengarkannya. Bahkan efeknya bisa menunjukkan perbedaan yang mencolok antara kecerdasan orang-orang yang gemar mendengarkannya dengan yang tidak sama sekali.
Musik klasik jauh lebih bermanfaat dan mampu mengatur gejolak emosi pendengarnya ke
arah yang lebih santai dan sesuai dengan kinerja sistem organ manusia.
Bahkan, kerjanya sama dengan gelombang suara ibu kepada janin dalam kandungannya, sehingga pada umumnya banyak ibu yang memperdengarkan musik klasik kepada janin yang dikandungnya.
Meskipun musik pop adalah jenis yang paling akrab di telinga masyarakat (awam) namun, pada kesempatan kali ini, Penulis tidak akan membahas jenis musik tersebut. Penulis akan memberikan bahasan mengenai musik klasik yang sangat fenomenal. Sebagian dari masyarakat memang jarang memiliki selera musik tersebut. Tapi siapa sangka, di balik kerumitan dalam menikmati musik ini, terdapat suatu efek yang berguna bagi kehidupan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Metode Pengamatan
Mengamati suatu hal adalah langkah yang tepat ketika memnjumpai sesuatu yang menggugah rasa penasaran dan keingintahuan yang besar. Mengamati dengan seksama kemudian memahami hal tersebut merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan.
Dengan metode ini, Penulis dapat mengetahui hal apa yang sebenarnya akan dibahas.
B.     Metode Pencarian
Penulis menggunakan metode pencarian untuk mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk analisis data.
Penulis mencari bahan-bahan penulisan karya ilmiah dari situs internet yang bersangkutan dan dari buku-buku yang relevan.
C.    Metode Pengumpulan Data
Penulis menggunakan metode ini dengan melakukan pengumpulan data dan memilah-milah data mana saja yang akan dicantumkan dalam karya tulis ini.
Metode ini digunakan agar dalam menyusun urutan informasi yang akan ditampilkan menjadi lebih mudah.
Berdasarkan uraian mengenai pengertian dan maksud penggunaan metode-metode di atas, Penulis memberikan uraian singkat dan lebih detail mengenai metode yang Penulis ambil.
Metode yang diambil Penulis adalah melalui pengamatan yang diperoleh dari browsing (mencari-cari) melalui internet dan memindai atau mencuplik dari beberapa sumber tertulis. Materi-materi diambil dari buku-buku yang sesuai termasuk buku pelajaran seni musik.
Definisi tema atau judul diperoleh dari berbagai sumber, yakni opini masyarakat awam yang dicantumkan melalui internet, Kamus Besar Bahasa Indonesia serta buku pelajaran seni musik kelas IX.
Isi bahasan dicuplik dari situs internet. Materi yang diambil berupa opini pendukung serta beberapa fakta yang ada di lapangan yang didapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan yang kemudian telah dicantumkan dalam internet atau dunia maya. Setelah materi dirasa cukup, Penulis menghentikan pencarian data dan bahan-bahan. Penulis memilah-milah data-data yang telah didapat, data yang sedikit menyimpang dari tema Penulis ambil sedikit, kemudian yang menyimpang jauh dari tema, tidak dicantumkan dalam karya ilmiah ini.
Data yang diperoleh Penulis memang bukan data yang diperoleh dari wawancara maupun survey secara langsung, namun setidaknya sumber-sumber materi yang diambil dapat dipercaya dan mewakili kondisi sesungguhnya. Beberapa bahan di antaranya diperoleh dari berbagai sumber yang menjadi motivasi dan inspirasi bagi Penulis.

BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.    Penyajian Hasil Analisis Data
GloriaNet menyebutkan bahwa hampir tiga tahun terakhir ini, para ibu dan calon ibu di kota-kota besar di tanah air menyelipkan rekaman musik klasik dalam daftar belanja mereka. Mereka memborong mulai dari rekaman Mozart for mothers to-be hingga Simfony Baroque Collection. Hal itu seiring dengan tren efek Mozart.
Riset terhadap manfaat musik (klasik) bagi kemampuan non-musikal sebenarnya sudah berkembang lebih dari setengah abad. Terapi musik modern berkembang pada akhir tahun 1940-an ubtuk mengobati kelelahan perang yang diderita para prajurit setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Meski Army Surgeon General, Chief of Navy Bureau of Medicine and Surgery, dan Veterans Administration Chief of Medical Services mengatakan bahwa musik tidak dapat digolongkan sebagai terapi seperti halnya penicilin, kinine atau radiasi. Jelaslah, musik masuk dalam daftar obat-obatan Angkatan Darat. Bahkan sejumlah rumah sakit, klinik dan panti jompo di seluruh negeri membuat program menghadirkan pertunjukan musisi setempat.
Alasan efek sedemikian yang ditimbulkan dari musik khususnya musik klasik itu dinamai efek Mozart itu sempat menggugah Alfred Tomatis, dokter Prancis yang melakukan gebrakan besar untuk penyembuhan oleh musik lewat riset selama 30 tahun.
Berdasarkan pengujian yang dilakukannya terhadap lebih dari 100.000 pasien di Listening Centers (pusat pelatihan bagi penyandang cacat pendengaran dan orang yang terganggu dalam hal vokal dan pendengaran di Paris) berulangkali didapati apa pun cita rasa si pendengar terhadap komponis, musik karya Mozart mau tidak mau memberikan ketenangan. Selain itu memperbaiki persepsi spasilannya dan memungkinkan mereka untuk berkomunikasi baik dengan hati maupun pikiran.
Dibuktikan juga bahwa irama, melodi dan frekuensi tinggi dari komposisi musik Mozart merangsang dan menguatkan wilayah kreatif dan motivasi di otak. Hal itu bersumber dari karya yang murni dan sederhana. Mozart tidak membuat jalinan yang memukau seperti jenius besar matematik, Bach. Dia juga tidak membangkitkan gelombang pasang emosi seperti Beethoven. Karyanya juga tidak membuat tubuh jadi rileks seperti musik rakyat, atau membuat tubuh bergoyang seperti lagu rock.
Sebaliknya musik Mozart itu misterius, namun sekaligus mudah dipahami, tanpa ada trik yang membingungkan. Meskipun sang komponis memiliki ciri yang dekat dengan Haydn dan komponis lain sezamannya, Tomatis menegaskan dalam tulisan Pourquoi Mozart, “Dia memiliki efek, suatu pengaruh yang tidak dimiliki komponis lain. Mozart mempunyai kekuatan yang membebaskan, mengobati, dan bahkan menyembuhkan. Keampuhannya jauh melampaui apa yang kita amati di antara para pendahulu, rekan semasanya ataupun penggantinya.” (sebagaimana dikutip dalam buku Efek Mozart, Memanfaatkan Musik untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas, dan Menyehatkan Tubuh karangan Don Campbell).

Teori di atas telah banyak terbukti kebenarannya. Journal of the American Medical Association melaporkan pada tahun 1996 hasil studi terapi musik di Austin, Texas. Terbukti sejumlah ibu hamil yang mendengarkan musik selama kelahiran anaknya tidak membutuhkan anestasi.
Menurut penjelasan dari seorang peneliti, rangsangan musik meningkatkan pelepasan endorfin dan menurunkan kebutuhan akan obat-obatan. Pelepasan tersebut juga memberikan suatu pengalihan perhatian dari rasa sakit dan mengurangi kecemasan.
Namun pengaruh musik terhadap aktivitas nonmusikal tidak saja bersumber dari karya Mozart. Secara misterius, musik menjangkau kedalaman otak dan tubuh kita. Hal ini mengubah banyak system tak sadar menjadi ekspresi.
Lagu-lagu yang menggunakan ritme pernapasan alamiah seperti lagu-lagu Gregorian dapat menciptakan perasaan lapang dan santai. Sebaliknya jazz, blues, dixieland, soul, calypso, reggae dan jenis musik dansa lain memberi ilham yang membawa pada kecerdasan sekaligus melepaskan rasa gembira maupun sedih yang mendalam.
Musik rock dari Elvis Presley, Rolling Stone, dan Michael Jackson dapat menggugah nafsu, merangsang gerakan aktif, melepas ketegangan dan menutupi rasa sakit. Namun musik itu juga dapat menciptakan ketegangan, stres dan rasa sakit di dalam tubuh apabila kita tidak dalam suasana batin untuk dihibur secara energik. Sedangkan musik heavy metal, punk, rap, hip hop, dan grunge dapat menggugah sistem saraf, menjurus pada perilaku dinamis maupun pengungkapan diri.
Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelektualnya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada “miring”. Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik menyatakan bahwa dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia.
Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik di sekelilingnya.
Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Berdasarkan hasil penelitian dari Harvard Medical School di Boston (USA), ternyata para pemain musik professional pada umunya jauh lebih cerdas daripada orang awam [“Journal of Neuroscience”- Edisi 23 ].
Telah terbukti secara kasat mata sebagai bukti empiris bahwa musik dapat mempengaruhi pertumbuhan yakni melalui percobaan pada hewan maupun tumbuhan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Athen-Yunani ternyata ikan-ikan dalam aquarium yang dierdengarkan alunan musik Mozart bisa tumbuh lebih cepat dan lebih baik, bukan hanya berdasarkan besarnya saja, melainkan juga tampak dari warna ikan yang menjadi semakin cerah.
Setiap orang tua ingin mempunyai anak yang pandai, cerdas, dan tidak mengalami kesulitan dalam perkembangan emosionalnya. Menurut penelitian pada tahun 1980-an yang dilakukan dr. Alfred Tomatis, ahli psikolog, dan pendidikan dari Perancis untuk mendapatkan hal itu, tidak hanya diperlukan gizi yang baik tetapi rupanya stimulasi memadai sejak anak masih dalam kandungan. Stimulasi yang baik adalah dari suara ibu dan musik klasik yang menimbulkan respons dari janin. Disebutkan juga bahwa merangsang otak sehingga menimbulkan gerakan motorik tertentu pada janin dan bayi yang baru lahir. Ketukan musik juga mempunyai efek terhadap kepandaian anak dalam matematika.
Musik klasik dapat memberikan rangsangan pada bayi karena kaya komponen suara atau beragam alat musik yang tergabung di dalamnya. Stimulasi musik klasik ini bisa mulai diberkan sejak janin berusia empat bulan. Pada usia itu janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin maka janin sudah bisa memberikan respons pada stimulasi suara.
Dr. Gordon Shaw telah mengadakan penelitian terhadap anak-anak sekolah SD di slums kota Los Angeles, yang mana sebelum mereka memulai pelajaran, mereka diminta untuk bermeditasi atau duduk dengan tenang sambil mendengarkan alunan musik klasik Mozart selama 20 sampai dengan 30 menit. Hasilnya, setelah bermeditasi, anak-anak sekolah tersebut bisa lebih mudah diatur, dan lebih konsentrasi terhadap pelajarannya.
Di Berlin, Jerman telah terbukti bahwa anak-anak yang belajar dengan naungan musik mengalami peningkatan nilai IQ mereka dari 6 sampai 10%, di samping itu kecerdasan mereka dalam matematika dan ilmu ukur pun semakin bertambah. Begitu juga dengan orang dewasa, tidak ada salahnya apabila Anda melakukan “Fitnes” atau “Joging Otak”, setiap harinya dalam perjalanan menuju ke tempat pekerjaan dengan selalu memutar lagu-lagu klasik, sebab telah terbukti bahwa musik dapat merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, membangun kecerdasan emosional dan membuat orang menjadi lebih pintar.
Mendengarkan musik sebelum tidur juga sangat bermanfaat, sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Tzu-Chi di Taiwan mereka yang mendengarkan musik selama 20 sampai dengan 30 menit sebelum tidur, ternyata bisa tidur lebih mudah dan kualitas tidurnya pun lebih baik. Hal ini penting bagi kecerdasan otak, sebab apabila kurang tidur daya pikir manusia akan berkurang. (Sumber: “Journal of Advanced Nursing”- Edisi 49, halaman 234).
EFEK MOZART
Efek dari karya-karya Mozart selain tidak surut selama jangka lama, malah telah melampaui wilayah menikmati muasik secara murni dan memilki efek penyembuhan ajaib aneka ragam. Mulai dari penyakit pikun hingga epilepsy, dari meningkatkan IQ hingga peningkatan produksi susu sapi, banyak laporan penelitian ilmu kedokteran kerap menyinggung musik dari Mozart paling memiliki efek penyembuhan.
Berdasarkan analisa ilmuwan, efek Mozart berawal dari melodi dalam musik Mozart yang sesuai dengan model pergerakan otak manusia.
Efek Mozart paling awal dipublikasikan pada tahun 1993 lewat otoritas majalah iptek [NATURE]. Percobaan dari dua orang professor Universitas California membuktikan bahwa dengan mendengarkan sonata Mozart selama 10 menit bisa menumbuhkan IQ. Namun, rupanya tidak hanya itu, bahkan musik klasik dapat meningkatkan Spiritual Quotient.
Bahkan, dalam buku Efek Mozart karya Campbell, dituliskan bahwa musik romantik (Schubert, Schuman Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan simpati.
BAB V
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Berdasarkan penjabaran dan bukti-bukti di atas telah terbukti bahwa musik klasik khususnya musik karya Mozart dapat memberikan efek yang baik bagi kehidupan. Dapat disimpulkan bahwa musik klasik dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual ke arah yang lebih baik. Tidak hanya itu, musik klasik memiliki dampak lain yakni berkhasiat dalam penyembuhan beragam penyakit. Jenis musik ini telah mengalami perkembangan selama setengah abad. Musik klasik pun mampu menjadi obat penenang bagi hati yang galau, meredakan rasa lelah serta meningkatkan EQ dan SQ.
Ternyata efek dari musik klasik ini bukan sekedar sugesti untuk pemasaran lagu-lagu Mozart, melainkan sebuah fakta yang telah dibuktikan melalui berbagai bentuk penelitian. Karena ternyata apa pun cita rasa si pendengar terhadap komponis, musik karya Mozart mau tidak mau memberikan ketenangan.
Selain itu juga memperbaiki persepsi spasilannya dan memungkinkan mereka untuk berkomunikasi baik dengan hati maupun pikiran.
Terbukti juga bahwa irama, melodi dan frekuensi tinggi dari komposisi musik Mozart merangsang dan menguatkan wilayah kreatif dan motivasi di otak.
Malahan, musik yang dianjurkan untuk didengar karena manfaatnya bukan hanya musik klasik, melainkan musik-musik atau lagu-lagu yang menggunakan ritme pernapasan alamiah.
Kini, masyarakat tidak perlu ragu dan bisa mulai mencoba mendengarkan musik klasik dan memperdengarkan kepada janin yang dikandung serta kepada anak-anak didik di seluruh sekolah di mana saja. Kalau kurang senang dengan lagu-lagu klasik sepert Mozart, Bach, Beethoven mulailah dahulu dengan lagu-lagu semi klasik seperti musik dari Richard Clayderman ataupun dari Andre Rieu.
Masyarakat yang kurang gemar mendengarkan musik klasik pun masih bisa mengambil alternatif lain yakni mendengarkan musik-musik yang menggunakan ritme pernapasan alami seperti tertera pada pembahasan dalam karya ilmiah ini.
B.      Saran                                                            
Bagi masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan kegiatan tinggi Penulis anjurkan melakukan “Fitnes” atau “Joging Otak”, setiap harinya dalam perjalanan menuju ke tempat pekerjaan dengan selalu memutar lagu-lagu klasik atau mendengarkan musik sebelum tidur agar mendapatkan konsentrasi dalam beraktivitas dan juga memperoleh istirahat atau tidur yang berkualitas sehingga hari esok dijelang semangat.
Bagi dunia pendidikan di Indonesia khususnya, Penulis menyarankan untuk metode mendengarkan musik klasik sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar.
Oleh sebab itulah apabila hari ini merasa tertekan, stress berat ,dan otak ini rasanya capai sekali, usahakanlah untuk istirahat sejenak sambil mendengarkan musik dan bernyanyi, Penulis yakin, pasti membantu.
Pesan-pesan ini pun tersurat dalam opini Wulaningrum Wibisono, S.Psi yang berkata,”Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi.”

DAFTAR PUSTAKA
  • Subagyo, Fasih.2007. Terampil Bermain Musik 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs. Solo: PT. Tiga Serangkai.
  • Poerwadarminta, W.J.S.2003. KamusUmum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Tim.2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Prima Pena, Tim. Kamus Bahasa Indonesia Edisi Terbaru. Gita Media Press.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...