Selasa, 20 Desember 2011

Refarat Mola Hidatidosa

MOLA HIDATIDOSA
Mola Hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar, dimana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perubahan berupa degenerasi hidropobik.
Secara makroskopik, mola hidatidosa berupa gelembung-gelembung putih, tebus pandang, berisi cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa millimeter sampai 1 atau 2 cm.
Gambaran histopatologik/Trias mola hidatidosa
·       Proliferasi sel-sel tropoblast.
·       Degenerasi hidropobik stroma vili.
·       Hilangnya vaskularisasi stroma vili.
Keluhan utama biasa berupa perdarahan pervaginam. Biasa terjadi antara bulan 1-7 dengan rata-rata 12-14 minggu. Sifat perdarahannya intermitten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga dapat menyebabkan syok atau kematian.
            Mola hidatidosa biasa juga disertai preeklamsia atau eklamsia. Perbedaannya bahwa preeklamsia pada mola hidatidosa terjadinya lebih muda daripada kehamilan biasa.
Diagnosis Mola hidatidosa :
·       Anamnesa    : Perdarahan pervaginam dan amenore.
·       Pemfis         : TFU tidak sesuai dengan umur kehamilan, tidak ditemukan balotemen dan DJJ.
  OUE/OUI = terbuka/terbuka.
·       Laboratorium   : Kadar β-hCG tinggi, terutama dari hari ke-100.
·       Radiologi     : Dari pemeriksaan USG : Uterus membesar dan di dalamnya tampak lesi-lesi kistik berupa badai salju (snow flake pattern) dan dan sarang lebah, tidak tampak gambaran janin di dalamnya.
·       Keluarnya jaringan mola.
Pengelolaan Mola hidatidosa :
·       Perbaikan Keadaan Umum.
Pemberian transfusi darah bila terjadi anemia atau syok, dan menghilangkan atau mengurangi penyulit seperti preeklamsia atau tirotoksikosis.
·       Pengeluaran Jaringan Mola.
Ada 2 cara yaitu :
1.   Vakum Kuretase.
2.   Histerektomi.
Tindakan ini dilakukan pada perempuan ≥ 35 tahun dan cukup mempunyai anak. Karena umur tua dan paritas tinggi merupakan factor predisposisi untuk terjadinya keganasan. Biasanya pada sediaan histerektomi bila dilakukan pemeriksaan histopatologik sudah tampak adanya tanda-tanda keganasan berupa mola invasive/koriokarsinoma.
·      Pemeriksaan Tindak Lanjut
Hal ini dilakukan mengingat adanya kemungkinan keganasan setelah mola hidatidosa. Tes β-hCG harus mencapai nilai normal 8 minggu setelah evakuasi. Lama pengawasan berkisar satu tahun. Pasien dianjurkan untuk tidak hamil selama 1 tahun agar tidak mengacaukan pemeriksaan β-hCG.
PROGNOSIS
Kematian pada Mola hidatidosa disebabkan perdarahan, infeksi, payah jantung atau tirotoksikosis. Sebagian dari pasien mola hidatidosa akan sehat kembali setelah jaringannya dikeluarkan. Tetapi ada sekelompok perempuan yang kemudian menderita degenerasi keganasan menjadi koriokarsinoma.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...