Kamis, 22 Desember 2011

Zombie dan John Lennon

Untuk orang-orang bergolongan darah A seperti diriku, kekerasan bukanlah pilihan hidup yang tepat (jika Anda tidak mengerti kalimat ini, coba baca buku diet golongan darah atau karakteristik manusia berdasarkan golongan darah. Mungkin itu bisa membantu Anda memahami topik yang sedang saya bahas di postingan ini). Orang bergolongan darah A semestinya berkarakter vegetarian, peacemaker, pacifist, atau semacamnya.
Makanya beberapa teman menganggap diriku sebagai anomali ketika kukatakan pada mereka saya lebih menyukai zombie dibanding vampir. Dalam anggapan mereka vampir lebih anggun dan lembut dibanding zombie yang kelihatan brutal. Well, anggapan seperti itu mungkin ada benarnya. Sebab, film Twilight, New Moon, Breaking Dawn atau apalah namanya itu yang penuh dengan aktor dan aktris yang tampak selalu mandi, terlihat lebih bersahabat bila harus dibandingkan dengan zombie yang diwajibkan harus tampil berdarah-darah, dengan perut terburai atau anggota tubuh yang tidak lengkap, serta berpotongan wajah yang tak lagi menyerupai wajah.


Zombie hanya makan otak. Jadi kamu aman. Dikutip dari 29.media.tumblr.com
Tapi menurut saya, zombie bukanlah ikon yang tepat untuk merepresentasikan kekerasan. Malah profil vampir lebih tepat untuk mewakili sisi kekerasan dunia. Zombie, meskipun tampak garang ketika menghadapi manusia, mereka justru selalu akur ketika berada di kelompoknya. Dalam film, mereka tidak pernah saling mengganggu ataupun berselisih paham mengenai suatu permasalahan. Selain itu, mereka bebas dari intrik dan tipu daya. Bandingkan dengan vampir. Mahluk ini secara kasat mata, sangat menyerupai manusia. Secara karakter pun, manusia dan vampir tidak jauh beda. Sama-sama punya hasrat dan ambisi terpendam yang bisa diwujudkan dalam trik dan intrik kotor. Penuh konspirasi. Dan selalu punya kecenderungan untuk mencelakakan mahluk sejenisnya agar kepentingannya terpenuhi. Tidak ada zombie yang makan teman sendiri. Sedangkan vampir dan manusia? Tiap hari kita bisa melihat mereka saling makan di TV.

John Lennon dan Zombie
Seorang pecinta damai dan pengupaya perdamaian pasti pernah mendengar lagu John Lennon mengenai perdamaian yang berjudul Imagine. Dalam lagu itu, John Lennon mengajak kita berimajinasi mengenai sebuah dunia yang tanpa negara, agama, maupun rasa kepemilikan yang selama ini dianggapnya sebagai akar dari pertikaian dunia. Sebuah dunia yang utopis. Dan tak mungkin terwujud selama masih ada manusia yang selalu suka bertikai.

John Lennon dan Yoko Ono. Dikutip dari Dailymail.co.uk

Pertikaian itulah yang selalu membuat film zombie dan dunia yang kita huni ini jadi hal yang menarik untuk diikuti. Seandainya zombie sudah menguasai dunia, kita tidak mungkin lagi bercakap-cakap seperti ini, kita tidak perlu lagi menonton TV, kita tidak usah lagi memikirkan apa yang terjadi besok, tak akan ada lagi tangisan, penderitaan. Yang ada hanyalah dunia dan zombie.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...