Selasa, 31 Mei 2011

Some Unforgetable Moments

Kumpulan foto-foto yang tersisa di komputer. Sebelum dihapus semua, ada baiknya diupload saja.

1. Foto pembangunan Fly Over pertama di Makassar.
UV057

2. Foto teman "seterjebakan" di lift macet
UV046

3.Foto teman waktu lagi baksos
Armin-faguts

4. Foto acara raker BEM
UV010

5. Foto waktu meliput acara launching film Laskar Pelangi di Audiotorium Prof. A. Amiruddin
Kampus Libur004

6, Foto waktu meliput acara LK1  angkatan 2008
Kampus Libur034

Masih ada beberapa foto lain. Tapi nanti saja diupload

Kelana

Aku berkelana di negara para celeng, di mana semua hal dinilai berdasarkan seberapa kotor dirimu, seberapa banyak lumpur yang melekat padamu, seberapa lama kombinasi air dan sabun tak menyentuh kulitmu dan segala parameter tingkat kekotoran lainnya. Makin kotor dirimu, makin hormat orang-orang padamu.

Jangan tanyakan di mana letak pemandian, toko sabun, dan semua hal-hal bersih di sini, karena kau tak kan pernah temukan hal seperti itu kecuali dalam mimpimu dan lukisan purbakala yang menggambarkan kehidupan negara ini ketika para celeng belum menguasai negara ini.


http://bajaguris.files.wordpress.com/2011/03/umbul-celeng.jpg

Celeng di negara ini sebetulnya tidaklah sebanyak yang orang-orang pikirkan ketika pertama kali mendengar kata "Negara Celeng". Kebanyakan orang akan berpikir, karena bernama "Negara Celeng" maka sudah pasti negara ini dipenuhi oleh celeng hingga untuk bernapas pun mungkin hanyalah celeng yang bisa terhirup. Pada kenyataannya, hal tersebut tidaklah benar karena celeng di negara ini hanyalah beberapa ribu orang saja. Kalau dirasiokan dengan total penduduk, maka rasio celeng di negara ini hanyalah 1: 100.000. Dalam seratus ribu penduduk, ada satu celeng yang berkeliaran. Meskipun hanya satu celeng, namun kerusakan yang ditimbulkan satu celeng ini dapat menghancurkan hidup seratus ribu manusia lainnya. Karena begitu hebatnya dampak celeng, maka para pemimpin negara ini kebanyakan celeng dan karena alasan itu pula sehingga negara ini dinamakan negara celeng.

Karena pemimpinnya celeng maka semua peraturan dibuat berdasarkan hukum celeng.
Undang-undang yang para celeng buat meskipun kelihatan bersih dalam teks, tetap saja dalam implikasi, semua hukum itu penuh kekotoran yang berhamburan di mana-mana, persis seperti para celeng yang tengah bergembira di kandang ketika musim hujan berlangsung.

Sebetulnya sudah sejak lama para manusia di negara ini berniat memberontak pada para celeng, namun hal tersebut selalu saja gagal sebab para celeng terlalu kuat. Mereka memegang semua pos-pos strategis. Militer, sandang, pangan, papan, pasar. Semuanya mereka monopoli, sehingga pemberontakan selalu berujung pada derita. Karena itu yang bisa dilakukan para manusia di negara celeng hanyalah menerima kenyataan pahit, menjalani hidup apa adanya, dan menjilati pantat celeng agar para celeng senang.
Kelanaku di negara celeng berakhir di sini. Di sebuah sudut jalan yang tak bernama, yang di persimpangan jalannya terdapat baliho bergambar celeng mati. Di situ tertulis, "suatu hari para celeng akan mati, semua hanya masalah waktu."

Senin, 30 Mei 2011

Frustrasi

Hidup ini penuh dengan frustrasi  yang tiap saat harus dibunuh agar tak membunuh.

Itulah gambaran hidup seseorang yang kita sebut saja Amir. Seorang pasien yang dirawat karena sipilis end stage alias sipilis stadium akhir. Seluruh kulitnya melepuh. Demam tak turun-turun yang disertai penurunan kesadaran. Gangguan ginjal, hati, dan jantung yang nyaris gagal. Lemah, tak berdaya. Tanpa ada seorang pun yang menjaga dan menjenguk. Seluruh harapannya telah musnah dimakan Treponema palidum, bakteri penyebab sipilis. Yang tersisa dari dirinya kini hanyalah nafas, nyawa, dan frustrasi yang menumpuk.

Semua kenalan telah mengucilkannya. Tak ada kekasih dan karib kerabat. Yang dekat dengannya saat ini hanya selang infus dan tiangnya, perawat dan dokter yang tidak dikenalnya, dan pasien lain yang tiap minggu berganti. Terhitung, 2 bulan sudah, dia dirawat. Tak ada perbaikan yang berarti. Dia hanya menunggu mati.

Amir hanyalah satu dari sekian banyak manusia yang di dalam dirinya terdapat frustrasi yang tak pernah mati. Lahir tak diharapkan, setelah berulang kali ibunya frustrasi karena gagal menggugurkannya ketika orok. Dibesarkan dengan siksaan dan kesulitan mencari makan. Dan lagi-lagi harus mati dengan cara yang tersiksa.

Sabtu, 28 Mei 2011

Zoo Land

Pernah nonton film Zombieland? Kalau yang belum, sebaiknya segera cari bioskop yang masih menayangkannya atau incar saja bajakannya (tidak perlu serius mengikutinya). Film yang dibintangi Jesse Eisenberg ini terlalu sayang untuk dilewatkan.

Bagi yang sudah nonton, tentu sudah hafal kan peraturan untuk dapat bertahan hidup di dunia zombieland. Di antara sekian banyak peraturan itu, yang menurutku paling keren adalah peraturan mengenai nikmati hal-hal kecil selagi bisa dan jangan sok pahlawan.

Terlalu banyak manusia yang menyesal karena tidak sempat menikmati indahnya awan, laut, senja dan koreng tikus akibat kesibukan yang tak jelas.

Dan ada begitu banyak pula manusia yang menderita karena selalu sok pahlawan. Mereka hidup sia-sia karena mau jadi pahlawan.

Jumat, 27 Mei 2011

Belajar

Belajarlah dari kesalahan orang lain karena mungkin kita sendiri sudah keburu mati sebelum berhasil melakukan semua kesalahan tersebut.

Kamis, 26 Mei 2011

Watch your Back

Ada seorang mahasiswa masuk IRD karena ditikam dari belakang.

Bocor pinggangnya. Mati.

Apa kesimpulan yang bisa kita ambil dari kejadian ini?

Jangan jadi mahasiswa.

Minggu, 22 Mei 2011

Rabu, 18 Mei 2011

Pesan yang Tak Sempat Dikirim

Ternyata malam ini purnama ya...
Rasanya sudah bertahun lamanya aku tak menyaksikan pemandangan macam ini. Kesibukanku pada rutinitas beraroma karbol di rumah sakit serta pandangan statis pada plang-plang rambu lalu lintas, baliho, dan peminta-minta berjas maupun yang sekedar rombengan tak berbentuk di jalan, membuatku nyaris tak sempat menengadahkan wajah ke langit untuk sekedar melihat perbedaan langit biru dan pekatnya malam.

Terangnya purnama malam ini yang berlatar langit luas tak berawan kembali menyadarkan diriku akan hakikat geospasial yang selama ini secara sempit kupandangi berdasarkan keluasan duniaku. Saya tak yakin kalau dirimu akan menyaksikan pemandangan purnama yang sama dengan yang kulihat saat ini, meskipun anak TK pun tahu kalau hanya ada satu purnama untuk bumi ini.

Suatu Saat di IRD

Kemarin betis seorang manusia lepas dari lututnya yang diiringi rembesan dan muncratan berember-ember darah dari pembuluh nadi yang putus. Yang empunya betis tak sadarkan diri ditandu menuju IRD dengan kepala bonyok seperti mangga yang dilempar cadas berduri. Remuk redam, berdarah-darah. Betis lepasnya disimpan saja di kantong kresek hitam yang mulai lubang di sana-sini karena tertusuk-tusuk potongan tulang. Darah yang mulai menghitam, beraroma amis karat besi, terlihat menetes satu-satu di sepanjang jalur kantung kresek yang membentuk semacam penanda jalan menuju Instalasi Rawat Darurat (ird). Pekik tangis keluarga orang yang terlepas betisnya membahana di koridor ird mengalahkan jeritan pasien-pasien lain yang juga tengah memekik karena sakit yang diderita.

Kecelakaan lalu lintas lagi. IRD sibuk lagi. Tangisan terhambur lagi. Lagi-lagi malaikat maut dapat panggilan kerja.

Selasa, 17 Mei 2011

Orang Baru

Kelihatannya area pondokan mulai kedatangan banyak pendatang baru. Kebanyakan dari mereka adalah para pemuda-pemudi tanggung yang baru lulus SMA. Tampang-tampang labil terpancar dari aura mereka. Masih tercium aroma pylox dan jenis cat semprot lainnya dari rambut dan tubuh yang dihamburkan ketika perayaan kelulusan. Bahkan beberapa di antara mereka masih bertampang mesum, mungkin mereka termasuk pemuda yang punya jenis perayaan kelulusan tersendiri, yang masuk berita kompas karena menghabisi persediaan kondom buat pasutri di apotek.
Tapi selabil apa pun mereka sekarang, toh pada akhirnya mereka lah yang akan menjadi para pengganti generasi tua yang juga mulai rusak dimakan dekadensi moral.

Well, this is us, indonesian.

Kematian

Ketika kematian tidak lagi menjadi misteri, yang tak ubahnya seperti meminum air dari gelas dan memakan nasi di piring. Saat kematian hanya dianggap sebagai terhentinya aktivitas otak dan jantung. Dan bila kematian berlalu begitu saja tanpa sempat menjaring emosi di kalbu. Mungkin di momen-momen seperti itulah jiwa mereka yang hidup yang sebenarnya tengah mati.

Semestinya kematian akan selalu menjadi hal yang luar biasa, berapa kali pun hal itu telah terjadi semenjak zaman Adam hingga sekarang.

Senin, 16 Mei 2011

Komunikasi

Berkomunikasi dengan manusia lain tidaklah semudah bermain Playstation. Suara dan bahasa tubuh saja tidak cukup untuk membuat orang lain bertindak seperti yang dilakukan konsol dan piringan cakram dalam Playstation yan dapat membuat karakter game bergerak.

Terkadang kita butuh emosi dan situasi yang mendukung.

Terlambat

Mungkin sekarang sudah terlambat untuk menyadarinya. Tapi lebih baik terlambat dari pada harus hidup selamanya dalam halusinasi.

Anak

Para ayah, berbuat baiklah pada anak-anakmu karena mereka akan melakukan hal yang sama padamu. Bila suatu saat nanti mereka menemukan pasangan hidup, menikah, lalu punya anak, maka mereka juga akan menjadi orang tua yang akan baik pula sepertimu.

Minggu, 15 Mei 2011

Muntah

Muntah melihat dunia yang penuh kotoran, itu wajar saja sebagai manusia. Kalau ada yang tidak muntah karenanya, kemungkinan besar itu bukanlah manusia, tapi salah satu kotoran yang menghuni dunia ini.

Senin, 09 Mei 2011

Refarat Ventrikel Septal Defek/VENTRICULAR SEPTAL DEFECT (VSD)

VENTRICULAR SEPTAL DEFECT
I.    PENDAHULUAN
Ventricular Septal Defect merupakan kelainan jantung bawaan nonsianotik yang paling sering ditemukan. Ventrikel Septal Defek adalah kelainan jantung bawaan berupa lubang pada septum interventrikuler. Lubang tersebut dapat hanya satu atau lebih yang terjadi akibat kegagalan fusi septum interventrikuler semasa janin dalam kandungan. Kebocoran ini terjadi karena kelambatan dalam pertumbuhannya.1,2
Berdasarkan lokasi defek, VSD terbagi atas empat tipe yaitu defek subpulmonal, membranous, atrioventrikular, dan defek muscular. Sedangkan berdasarkan ukuran defek, VSD terbagi atas tiga yaitu VSD kecil, sedang, dan besar. 2,3
VSD merupakan penyakit jantung bawaan yang paling sering ditemukan yaitu sekitar 30-60%  pada bayi baru lahir dengan penyakit jantung bawaan. Pada sebagian besar kasus penyebabnya tidak diketahui.4
Pada sebagian kasus, diagnosis kelainan ini ditegakkan setelah melewati masa neonatus, karena pada minggu-minggu pertama kehidupan belum terdengar bising yang bermakna karena resistensi vascular paru masih tinggi dan akan menurun setelah 8-10 minggu.4
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisis, elektrokardiografi, dan pemeriksaan radiologi seperti foto rontgen dada, ekokardiografi, dan angiografi jantung.5

Minggu, 01 Mei 2011

Rubish Posting: Belajar

Sudah 1 bulan di interna, belum juga belajar. Damn lazy.

Padahal sudah banyak orang mati yang lewat di depan mata. Tapi tetap saja, unexperienced yet.

Mau jadi apa nanti kalau tidak belajar? Unskilled labour? Damn globalization don't need that.

Selamat hari buruh, pada semua buruh. Jangan mati saat demo May Day. Ada keluarga yang harus diberi makan. Semoga tahun ini kalian semua bisa bersatu. May god bless may day. Saya mau belajar.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...