Minggu, 31 Juli 2011

Liburan dan Uang 2

Sekarang ada banyak acara di tv yang dengan vulgar mendeskripsikan betapa menyenangkannya hidup mereka ketika berjalan-jalan di daerah lain, berwisata kuliner, dan bla...bla...bla. Saya tidak yakin kalau acara jalan-jalan seperti itu tidak butuh uang. Membuat orang yang tidak punya uang jadi ngiler saja. :D

Buat kawan-kawan yang tidak punya uang, tidak perlu berkecil hati dengan keadaan dunia yang selalu menempatkan mereka ke dalam posisi sebagai penonton, penyorak, dan penggembira untuk memberikan semangat pada mereka yang beruang agar terus-menerus memamerkan betapa menyenangkan hidup ini ketika uang berada di dalam genggaman. Show off mereka yang berduit bisa dijadikan motivasi bagi mereka yang tak berduit agar bekerja lebih keras dan berdarah-darah supaya bisa menghasilkan uang lebih banyak lagi. Kalau pun ternyata usaha keras itu tak membuahkan hasil, cukuplah semua tontonan dan bacaan tentang indahnya hidup dengan uang banyak menjadi suplemen untuk memperkaya khasanah imajinasi. Einstein pernah bilang, kalau imajinasi lebih berharga dari ilmu pengetahuan. Semoga saja Einstein benar.

Liburan dan Uang

Siapa bilang uang adalah segala-galanya?
Mereka salah. Karena nilai uang bisa lebih dari itu. :D

*dengan uang liburan bisa jadi lebih menyenangkan.
Bisa sewa banana boat lebih lama. Bisa makan cumi-cumi bakar lebih banyak. Bisa sewa boat untuk keliling pulau. Bisa menginap di resort mewah. Bisa bahagia lebih lama. :D
<Tapi sebenarnya sih, yang lebih menyenangkan dari itu semua adalah kalau bisa melakukan segala kesenangan di atas tanpa uang aka gratis. Kapan ya, dunia ini bisa jadi tempat yang penuh dengan gratisan? :D>

Selamat liburan semua.
*Hari ini dunia terlihat lebih cerah. Mungkin karena ada kamu di sini. Ya, kamu, uang di dompet. :D

Sabtu, 30 Juli 2011

Au Revoir

Pada semua yang sudah berbuat baik padaku, terimakasih banyak. Entah bagaimana caranya nanti aku membalas semua kebaikan itu.

Kamis, 28 Juli 2011

Prognosis Gangguan Anxietas (Cemas) Menyeluruh

PROGNOSIS GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH
Oleh M. Ikhwan

I.    PENDAHULUAN
Sensasi anxietas sering dialami oleh hampir semua manusia. Perasaan tersebut ditandai oleh ketakutan yang difus, tidak menyenangkan, seringkali disertai oleh gejala otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, gelisah, dan sebagainya. Anxietas merupakan gejala yang umum tetapi non-spesifik yang sering merupakan satu fungsi emosi. Kumpulan gejala tertentu yang ditemui selama kecemasan cenderung bervariasi, pada setiap orang tidak sama. Anxietas yang patologik biasanya merupakan kondisi yang melampaui batas normal terhadap satu ancaman yang sungguh-sungguh dan maladaptif. [1,2]
Anxietas sendiri dapat sebagai gejala saja yang terdapat pada gangguan psikiatrik, dapat sebagai sindroma pada neurosis cemas dan dapat juga sebagai kondisi normal. Anxietas normal sebenarnya suatu hal yang sehat, karena merupakan tanda bahaya tentang keadaan jiwa dan tubuh manusia supaya dapat mempertahankan diri dan anxietas juga dapat bersifat konstruktif, misalnya seorang pelajar yang akan menghadapi ujian, merasa cemas, maka ia akan belajar secara giat supaya kecemasannya dapat berkurang. [2]
Gangguan anxietas memiliki beberapa bentuk, antara lain gangguan anxietas fobik, gangguan panik, gangguan anxietas menyeluruh, gangguan campuran anxietas dan depresi, gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan stress pasca trauma. Angka prevalensi untuk gangguan anxietas menyeluruh 3-8% dan rasio antara perempuan dan laki-laki sekitar 2:1. Pasien gangguan anxietas menyeluruh sering mengalami komorbiditas dengan gangguan mental lainnya seperti Gangguan Panik, Gangguan Obsesif Kompulsif, Gangguan Stres Pasca Trauma, dan Gangguan Depresi Berat. [1]
Dalam referat ini, akan dibahas lebih mendetail mengenai gangguan anxieta menyeluruh, yakni mencakup definisi, epidemiologi, etiologi, gambaran klinis, diagnosis,diagnosis banding, penatalaksanaan, serta prognosis.

II.    DEFINISI
Gangguan anxietas menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder, GAD) merupakan kondisi gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dialami hampir sepanjang hari, berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 bulan. Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan berhubungan dengan gejala-gejala somatik seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur, dan kegelisahan sehingga menyebabkan penderitaan yang jelas dan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan. [3]
GAD ditandai dengan kecemasan yang berlebihan dan khawatir yang berlebihan tentang peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-harinya tanpa alasan yang jelas untuk khawatir. Kecemasan ini tidak dapat dikontrol sehingga dapat menyebabkan timbulnya stres dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan dan kehidupan sosial. [3]
Pasien dengan GAD biasanya mempunyai rasa risau dan cemas yang berlanjut dengan ketegangan motorik, kegiatan autonomik yang berlebihan, dan selalu dalam keadaan siaga. Beberapa pasien mengalami serangan panik dan depresi. [3]

III.    EPIDEMIOLOGI
Angka prevalensi untuk gangguan anxietas menyeluruh 3-8% , dengan prevalensi pada wanita > 40 tahun sekitar 10%. Rasio antara perempuan dan laki-laki sekitar 2:1. Onset penyakit biasanya muncul pada usia pertengahan hingga dewasa akhir, dengan insidens yang cukup tinggi pada usia 35-45 tahun. GAD  merupakan gangguan kecemasan yang paling sering ditemukan pada usia tua. [4,5]

IV.    ETIOLOGI
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan faktor yang diduga menyebabkan terjadinya gangguan anxietas menyeluruh. Teori-teori tersebut antara lain :
a.    Teori Biologi
Area otak yang diduga terlibat pada timbulnya GAD adalah lobus oksipitalis yang mempunyai reseptor benzodiazepine tertinggi di otak. Basal ganglia, sistem limbik, dan korteks frontal juga dihipotesiskan terlibat pada etiologi timbulnya GAD. Pada pasien GAD juga ditemukan sistem serotonergik yang abnormal. Neurotransmiter yang berkaitan dengan GAD adalah GABA, serotonin, norepinefrin, glutamate, dan kolesistokinin. Pemeriksaan PET (Positron Emision Tomography) pada pasien GAD ditemukan penurunan metabolisme di ganglia basal dan massa putih otak. [3,6]
b.    Teori Genetik
Pada sebuah studi didapatkan bahwa terdapat hubungan genetik pasien GAD dan gangguan Depresi Mayor pada pasien wanita. Sekitar 25% dari keluarga tingkat pertama penderita GAD juga menderita gangguan yang sama. Sedangkan penelitian pada pasangan kembar didapatkan angka 50% pada kembar monozigotik dan 15% pada kembar dizigotik. [3,6]
c.    Teori Psikoanalitik
Teori ini menghipotesiskan bahwa anxietas adalah gejala dari konflik bawah sadar yang tidak terselesaikan. Pada tingkat yang paling primitif, anxietas dihubungkan dengan perpisahan dengan objek cinta. Pada tingkat yang lebih matang lagi, anxietas dihubungkan dengan kehilangan cinta dari objek yang penting. Anxietas kastrasi berhubungan dengan fase oedipal, sedangkan anxietas superego merupakan ketakutan seseorang untuk mengecewakan nilai dan pandangannya sendiri (merupakan anxietas yang paling matang). [3,6]
d.    Teori kognitif-perilaku
Penderita GAD berespon secara salah dan tidak tepat terhadap ancaman, disebabkan oleh perhatian yang selektif terhadap hal-hal yang negative pada lingkungan, adanya distorsi pada pemrosesan informasi dan pandangan yang sangat negative terhadap kemampuan diri untuk menghadapi ancaman. [3,6]

V.    GAMBARAN KLINIS
Gambaran klinis dinilai dari 2 hal, yaitu gejala somatik dan gejala psikologik.
1.    Gejala somatik [3,6]
•    Gemetar
•    Nyeri punggung dan nyeri kepala
•    Ketegangan otot
•    Napas pendek, hiperventilasi
•    Mudah lelah, sering kaget
•    Hiperaktivitas otonomik (wajah merah dan pucat, takikardia, palpitasi, tangan rasa dingin, diare, mulut kering, sering kencing)
•    Parestesia
•    Sulit menelan
2.    Gejala psikologik [3,6]
•    Rasa takut yang berlebihan  dan sulit untuk dikontrol
•    Sulit konsentrasi
•    Insomnia
•    Libido menurun
•    Rasa mual di perut
•    Hipervigilance (siaga berlebih)
    Gangguan anxietas menyeluruh juga memiliki pengaruh terhadap tekanan darah. Ada dua faktor yang paling berpengaruh pada tekanan darah, yaitu curah jantung (cardiac output) dan tahanan perifer (peripheral resistance). Anxietas akan merangsang respon hormonal dari hipotalamus yang akan mengsekresi CRF ( Cortisocoprin- Releasing Factor) yang menyebabkan sekresi hormon-hormon hipofise. Salah satu dari hormon tersebut adalah ACTH (Adreno- Corticotropin Hormon). Hormon tersebut akan merangsang  korteks adrenal untuk mengsekresi kortisol kedalam sirkulasi darah. Peningkatan kadar kortisol dalam darah akan mengakibatkan peningkatan renin plasma, angiotensin II dan peningkatan kepekaan pembuluh darah terhadap katekolamin, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Selain itu hipotalamus juga berfungsi sebagi pusat dari system saraf otonom. Sistem ini terbagi atas sistem simpatis dan sistem parasimpatis. Pada anxietas terjadi sekresi adrenalin berlebihan yang menyebabkan peningkatan tekanan darah, sedanngkan pada anxietas yang sangat berat dapat terjadi reaksi yang dipengaruhi oleh komponen parasimpatis sehingga akan mengakibatkan penurunan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung. Pada kecemasan yang kronis, kadar adrenalin  terus meninggi, sehingga kepekaan terhadap rangsangan yang lain berkurang dan akan terlihat tekanan darah meninggi.Pada gangguan anxietas menyeluruh  yang terutama berperan adalah neurotransmiter serotonin. Pada saat ini telah diidentifikasi tiga reseptor serotonin, yaitu : 5-HT1, 5-HT2 dan 5-HT3 . Menurut Kabo  reseptor 5-HT1 bersifat sebagai inhibitor, sedangkan reseptor 5-HT2 dan reseptor 5-HT3 bersifat sebagai eksitator. Menurut Gothert, aktivasi reseptor 5-HT1 akan mengurangi kecemasan sedangkan aktivasi reseptor  5-HT2 akan meningkatkan tekanan darah. [7]
   
VI.    DIAGNOSIS
Kriteria diagnostik gangguan anxietas menyeluruh menurut DSM IV-TR : [8]
a.    Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan yang timbul hampir setiap hari, sepanjang hari, terjadi selama sekurangnya 6 bulan, tentang sejumlah aktivitas atau kejadian (seperti pekerjaan atau aktivitas sekolah)
b.    Penderita merasa sulit mengendalikan kekhawatirannya
c.    Kecemasan atau kekhawatiran disertai tiga atau lebih dari enam gejala berikut ini (dengan sekurangnya beberapa gejala lebih banyak terjadi dibandingkan tidak terjadi selama enam bulan terakhir). Catatan : hanya satu nomor yang diperlukan pada anak :
1.    Kegelisahan
2.    Merasa mudah lelah
3.    Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong
4.    Iritabilitas
5.    Ketegangan otot
6.    Gangguan tidur (sulit tertidur atau tetap tidur, atau tidur gelisah, dan tidak memuaskan)
d.    Fokus kecemasan dan kekhawatiran tidak terbatas pada gangguan aksis I, misalnya kecemasan atau ketakutan adalah bukan tentang menderita suatu serangan panik (seperti pada gangguan panik), merasa malu pada situasi umum (seperti pada fobia sosial), terkontaminasi (seperti pada gangguan obsesif kompulsif), merasa jauh dari rumah atau sanak saudara dekat (seperti gangguan anxietas perpisahan), penambahan berat badan (seperti pada anoreksia nervosa), menderita keluhan fisik berganda (seperti pada gangguan somatisasi), atau menderita penyakit serius (seperti pada hipokondriasis) serta kecemasan dan kekhawatiran tidak terjadi semata-mata selama gangguan stres pasca trauma.
e.    Kecemasan, kekhawatiran, atau gejala fisik menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis, atau gangguan pada fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain.
f.    Gangguan yang terjadi adalah bukan karena efek  fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya penyalahgunaan zat, medikasi) atau kondisi medis umum (misalnya hipertiroidisme), dan tidak terjadi semata-mata selama suatu gangguan mood, gangguan psikotik, atau gangguan perkembangan pervasif.

Penegakan diagnosis gangguan anxietas menyeluruh berdasarkan PPDGJ-III sebagai berikut [9] :
•    Pasien harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (sifatnya “free floating” atau “mengambang”)
•    Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut :
(a)     Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit konsentrasi, dan sebagainya);
(b)    Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai); dan
(c)     Overaktivitas  otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebar-debar, seska napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering dan sebagainya).
•    Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan (reassurance) serta keluhan-keluhan somatic berulang yang menonjol
•    Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak membatalkan diagnosis utama Gangguan Anxietas Menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif (F32.-), gangguan anxietas fobik (F40.-), gangguan panik (F41.0), atau gangguan obsesif-kompulsif (F42.-).


VII.    DIAGNOSIS BANDING
Gangguan anxietas menyeluruh perlu dibedakan dari kecemasan akibat kondisi medis umum maupun gangguan yang berhubungan dengan penggunaan zat. Diperlukan pemeriksaan medis termasuk tes kimia darah, elektrokardiografi, dan tes fungsi tiroid. Klinisi harus menyingkirkan adanya intoksikasi kafein, penyalahgunaan stimulansia, kondisi putus zat atau obat seperti alkohol, hipnotik-sedatif dan anxiolitik. [3]
Kelainan neurologis, endokrin, metabolik dan efek samping pengobatan pada gangguan panik harus dapat dibedakan dengan kelainan yang terjadi pada gangguan anxietas menyeluruh. Selain itu, gangguan anxietas menyeluruh juga dapat didiagnosis banding dengan fobia, gangguan obsesif-kompulsif, hipokondriasis, gangguan somatisasi, dan gangguan stres post-trauma. [3]

•    Fobia
    Pada fobia, kecemasan terjadi terhadap objek/hal tertentu sehingga pasien berusaha untuk menghindarinya, sedangkan pada GAD, tidak terdapat objek tertentu yang menimbulkan kecemasan. [3]
•    Gangguan obsesif kompulsif
    Pada gangguan obsesif kompulsif, pasien melakukan tindakan berulang-ulang (kompulsi) untuk menghilangkan kecemasannya, sedangkan pada GAD, pasien sulit untuk menghilangkan kecemasannya, kecuali pada saat tidur. [3]
•    Hipokondriasis
    Pada hipokondriasis maupun somatisasi, pasien merasa cemas terhadap penyakit serius ataupun gejala-gejala fisik yang menurut pasien dirasakannya dan berusaha datang ke dokter untuk mengobatinya, sedangkan pada GAD, pasien merasakan gejala-gejala hiperaktivitas otonomik sebagai akibat dari kecemasan yang dirasakannya. [3]
•    Gangguan stres pasca trauma
    Pada gangguan stres pasca trauma, kecemasan berhubungan dengan sutau peristiwa ataupun trauma yang sebelumnya dialami oleh pasien, sedangkan pada GAD kecemasan berlebihan berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. [3]

VIII.    PENATALAKSANAAN
1.    Farmakoterapi
a.    Benzodiazepin
    Merupakan pilihan obat pertama. Pemberian benzodiazepine dimulai dengan dosis terendah dan ditingkatkan sampai mencapai respons terapi. Pengguanaan sediaan dengan waktu paruh menengah dan dosis terbagi dapat mencegah terjadinya efek yang tidak diinginkan. Lama pengobatan rata-rata 2-6 minggu, dilanjutkan dengan masa tapering off selama 1-2 minggu. Spektrum klinis Benzodiazepin meliputi efek anti-anxietas, antikonvulsan, anti-insomnia, dan premedikasi tindakan operatif. Adapun obat-obat yang termasuk dalam golongan Benzodiazepin antara lain : [10]
•    Diazepam, dosis anjuran oral = 2-3 x 2-5 mg/hari; injeksi = 5-10 mg 9im/iv), broadspectrum
•    Chlordiazepoxide, dosis anjuran 2-3x 5-10 mg/hari, broadspectrum
•    Lorazepam, dosis anjuran 2-3x 1 mg/hari, dosis anti-anxietas dan anti-insomnia berjauhan (dose-related), lebih efektif sebagai anti-anxietas, untuk pasien-pasien dengan kelainan hati dan ginjal
•    Clobazam, dosis anjuran 2-3 x 10 mg/hari, , dosis anti-anxietas dan anti-insomnia berjauhan (dose-related), lebih efektif sebagai anti-anxietas, psychomotor performance paling kurang terpengaruh, untuk pasien dewasa dan usia lanjut yang masih ingin tetap aktif
•    Bromazepam, dosis anjuran 3x 1,5 mg/hari, , dosis anti-anxietas dan anti-insomnia berjauhan (dose-related), lebih efektif sebagai anti-anxietas.
•    Alprazolam, dosis anjuran 3 x 0,25 – 0,5 mg/hari, efektif untuk anxietas tipe antisipatorik, “onset of action” lebih cepat dan mempunyai komponen efek anti-depresi

b.    Non-benzodoazepin (Buspiron)
    Buspiron efektif pada 60-80% penderita GAD. Buspiron lebih efektif dalam  memperbaiki gejala kognitif disbanding gejala somatik. Tidak menyebabkan withdrawal. Dosis anjuran 2-3x 10 mg/hari. Kekurangannya adalah, efek klinisnya baru terasa setelah 2-3 minggu. Terdapat bukti bahwa penderita GAD yang sudah menggunakan Benzodiazepin tidak akan memberikan respon yang baik dengan Buspiron. Dapat dilakukan penggunaan bersama antara Benzodiazepin dengan Buspiron kemudian dilakukan tapering Benzodiazepin setelah 2-3 minggu, disaat efek terapi Buspiron sudah mencapai maksimal.[10]

2.    Psikoterapi
a.    Terapi kognitif perilaku
    Teori Cognitive Behavior pada dasarnya meyakini bahwa pola pemikiran manusia terbentuk melalui proses rangkaian stimulus-kognisi-respon, dimana proses kognisi akan menjadi faktor penentu dalam menjelaskan bagaimana manusia berpikir, merasa dan bertindak. Terapi kognitif perilaku diarahkan kepada modifikasi fungsi berpikir, merasa dan bertindak, dengan menekankan peran otak dalam menganalisa, memutuskan, bertanya,  berbuat dan memutuskan kembali. Dengan mengubah arus pikiran dan perasaan, klien diharapkan dapat mengubah tingkah lakunya, dari negatif menjadi positif. Tujuan terapi kognitif perilaku ini adalah untuk mengajak pasien menentang pikiran (dan emosi) yang salah dengan menampilkan bukti-bukti yang bertentangan dengan keyakinan mereka tentang masalah yang dihadapi.  Pendekatan kognitif mengajak pasien secara kangsung mengenali distorsi kognitif dan pendekatan perilaku, mengenali gejala somatik secara langsung. Teknik utama yang digunakan pada pendekatan behavioral adalah relaksasi dan biofeedback. [5,10]
b.    Terapi suportif
    Pasien diberikan re-assurance dan kenyamanan, digali potensi-potensi yang ada dan belum tampak, didukung egonya, agar lebih bisa beradaptasi optimal dalam fungsi sosial dan pekerjaannya. [5]
c.    Psikoterapi Berorientasi Tilikan
    Terapi ini mengajak pasien ini untuk mencapai penyingkapan konflik bawah sadar, menilik egostrength, relasi objek, serta keutuhan self pasien. Dari pemahaman akan komponen-komponen tersebut, kita sebagai terapis dapat memperkirakan sejauh mana pasien dapat diubah untuk menjadi lebih matur, bila tidak tercapai, minimal kita memfasilitasi agar pasien dapat beradaptasi dalam fungsi sosial dan pekerjaannya. [5]

IX.    PROGNOSIS
    Gangguan anxietas menyeluruh merupakan suatu keadaan kronis yang mungkin berlangsung seumur hidup. Prognosis dipengaruhi oleh usia, onset, durasi gejala dan perkembangan komorbiditas gangguan cemas dan depresi. Karena tingginya insidensi gangguan mental komorbid pada pasien dengan gangguan kecemasan menyeluruh, perjalanan klinis dan prognosis gangguan cemas menyeluruh sukar untuk ditentukan. Namun demikian, beberapa data menyatakan bahwa peristiwa kehidupan berhubungan dengan onset gangguan kecemasan umum. Terjadinya beberapa peristiwa kehidupan yang negatif secara jelas meningkatkan kemungkinan akan terjadinya gangguan cemas menyeluruh. Menurut definisinya, gangguan kecemasan umum adalah suatu keadaan kronis yang mungkin seumur hidup. Sebanyak 25% penderita akhirnya mengalami gangguan panik, juga dapat mengalami gangguan depresi mayor. [3]
    Dalam menentukan prognosis dari gangguan cemas menyeluruh, perlu diingat bahwa banyak segi yang harus dipertimbangkan. Hal ini berhubung dengan dinamika terjadinya gangguan cemas serta terapinya yang begitu kompleks. Keadaan penderita, lingkungan penderita, dan dokter yang mengobatinya ikut mengambil peran dalam menentukan prognosis gangguan cemas menyeluruh. [11]
    Ditinjau dari kepribadian premorbid, jika penderita sebelumnya telah menunjukkan kepribadian yang baik di sekolah, di tempat kerja atau dalam interaksi sosialnya, maka prognosisnya lebih baik daripada penderita yang sebelumnya banyak menemui kesulitan dalam pergaulan, kurang percaya diri, dan mempunyai sifat tergantung pada orang lain. Kematangan kepribadian juga dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam menanggapi kenyataan-kenyataan, keseimbangan dalam memadukan keinginan-keinginan pribadi dengan tuntutan-tuntutan masyarakat, integrasi perasaan dengan perbuatan, kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan lain sebagainya. Semakin matang kepribadian premorbidnya, maka prognosis gangguan cemas menyeluruh juga semakin baik. [11]
    Mengenai hubungan dengan terapi, semakin cepat dilakukan terapi pada gangguan kecemasan menyeluruh, maka prognosisnya menjadi lebih baik. Demikian pula dengan situasi tempat pengobatan, semakin pasien merasa nyaman dan cocok dengan situasinya, maka hasilnya akan lebih baik dan akan mempengaruhi prognosisnya. Pengobatan sebaiknya dilakukan sebelum gejala-gejala menjadi alat untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan sampingan misalnya untuk mendapatkan simpati, perhatian, uang, dan peringanan dari tanggung jawabnya. Jika gejala-gejala sudah merupakan alat untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tersebut, maka kemauan pasien untuk sembuh berkurang dan prognosis akan menjadi lebih jelek. [11]
    Faktor stres juga ikut menentukan prognosis dari gangguan cemas menyeluruh. Jika stres yang menjadi penyebab timbulnya gangguan cemas menyeluruh relatif ringan, maka prognosis akan lebih baik karena penderita akan lebih mampu mengatasinya. Kalau dilihat dari lingkungan hidup penderita, sikap orang-orang di sekitarnya juga berpengaruh terhadap prognosis. Sikap yang mengejek akan memperberat penyakitnya, sedangkan sikap yang membangun akan meringankan penderita. Demikian juga peristiwa atau masalah yang menimpa penderita misalnya kehilangan orang yang dicintai, rumah tangga yang kacau, kemunduran finansial yang besar akan memperjelek prognosisnya. [11]


X.    KESIMPULAN
•    Gangguan anxietas menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder, GAD) merupakan kondisi gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dialami hampir sepanjang hari, berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 bulan. Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan berhubungan dengan gejala-gejala somatik seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur, dan kegelisahan sehingga menyebabkan penderitaan yang jelas dan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan
•    Penyebab terjadinya GAD dapat dijelaskan melalui beberapa teori, antara lain teori biologi, teori genetik, teori psikoanalitik dan teori kognitif-perilaku.
•    Gambaran klinis yang dapat muncul antara lain anxietas berlebihan, ketegangan motorik bermanifestasi sebagai bergetar, kelelahan, dan sakit kepala, hiperaktivitas otonom timbul dalam bentuk napas pendek, berkeringat, palpitasi, dan disertai gejala pencernaan.
•    Gangguan psikiatrik lain yang merupakan diagnosis banding GAD adalah gangguan panik, fobia, gangguan obsesif-kompulsif, hipokondriasis, gangguan somatisasi, gangguan penyesuaian dengan kecemasan, dan gangguan kepribadian.
•    Penatalaksanaan GAD meliputi farmakoterapi, golongan Benzodiazepin merupakan drug of choice sebab mempunyai efek anti-anxietas, spesifitas, potensi dan keamanan yang paling baik. Selain itu, pasien juga diberikan psikoterapi, berupa terapi kognitif-perilaku (CBT), terapi suportif  dan psikoterapi berorientasi tilikan
•    Gangguan anxietas menyeluruh merupakan suatu keadaan kronis yang mungkin berlangsung seumur hidup. Sebanyak 25% penderita akhirnya mengalami gangguan panik, juga dapat mengalami gangguan depresi mayor.
•    Dalam menentukan prognosis dari gangguan cemas menyeluruh, perlu diingat bahwa banyak segi yang harus dipertimbangkan. Hal ini berhubung dengan dinamika terjadinya gangguan cemas serta terapinya yang begitu kompleks. Keadaan penderita, lingkungan penderita, dan dokter yang mengobatinya ikut mengambil peran dalam menentukan prognosis gangguan cemas menyeluruh.
•    Hal lain yang juga memegang peranan penting dalam menentukan baik tidaknya prognosis gangguan cemas menyeluruh antara lain kepribadian premorbid pasien, efektifitas terapi, faktor stres, serta dukungan lingkungan dan orang-orang sekitar pasien.

 DAFTAR PUSTAKA
1.    Kaplan HI, Saddock BJ. Gangguan Kecemasan. In : Wiguna M, editor. Sinopsis Psikiatri. Edisi ketujuh Jilid Satu : Phyladelphia. Hal. 1-8.
2.    Hutagalung, Evalina Asnawi. Tatalaksana Diagnosis dan Terapi Gangguan Anxietas. [Internet] 2007 [cited 2011 Juni 05]. Available from : http://gangguan_anxietas.htm
3.    Kaplan HI, Saddock BJ. Gangguan Kecemasan. In : Wiguna M, editor. Sinopsis Psikiatri. Edisi ketujuh Jilid Dua : Phyladelphia. Hal. 60-66.
4.    American Psychological Association. Generalized Anxiety Disorder. [Internet]. [cited 2011, May 18]. Available from : http://www.Helpguide.org
5.    Shear, Katherine M. Anxiety Disorders “Generalized Anxiety Disorder” in : Dale DC, Federman DD, editors. ACP Medicine. 3rd Edition. Washington: WebMD Inc. : 2007.
6.    Sadock, Benjamin James; Sadock, Virginia Alcott. Generalized Anxiety Disorder in : Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry : Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition. New York: Lippincott Williams & Wilkins: 2007. p. 623-7
7.    Idrus, Faisal. Pola Tekanan Darah pada Gangguan Cemas Menyeluruh. [Internet]. [cited 2011, Juni 05]. Available from : http://www.artikelkedokteran.com/304/pola-tekanan-darah-pada-gangguan-cemas-menyeluruh.html.
8.    Stevens V. Anxiety Disorders. In : Goljan EF, editor. Behavioral Science. Elsevier Science. Page 114-117.
9.    Maslim, Rusdi. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya: 2003. Hal. 70-5
10.    Maslim, Rusdi. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik Edisi Ketiga. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya: 2007. Hal. 23-41.
11.    Kurnen I. Neurosa cemas. Majalah Kesehatan Jiwa. Vol V No. I. Yayasan Kesehatan Jiwa Aditama. 1979 : 31-45.

Refarat Gangguan Depresif Berulang

GANGGUAN DEPRESIF BERULANG (F33)

oleh Indira Pratiwi

A.    PENDAHULUAN
Mood adalah suasana hati dan perasaan yang menetap, yang merupakan pengalaman internal dan mempengaruhi sikap dan persepsi seseorang. Afek adalah ekspresi eksternal dari mood. Mood bisa saja normal, meningkat atau menurun (depresi). Orang sehat mengalami berbagai macam mood dan memiliki ekspresi afektif yang sama luasnya; mereka merasa mengendalikan, kurang lebih, mood dan afeknya.1
Gangguan mood adalah kumpulan keadaan klinis yang ditandai dengan hilangnya perasaan kendali dan timbulnya pengalaman subjektif akan adanya penderitaan berat. Pasien dengan peningkatan mood (mania) menunjukkan sikap yang meluap-luap, flight of idea, penurunan kebutuhan tidur, peninggian harga diri dan gagasan kebesaran. Pasien dengan penurunan mood (depresi) akan kehilangan semangat dan minat, timbul perasaan bersalah, sulit konsentrasi, kehilangan nafsu makan, dan adanya pikiran tentang kematian atau bunuh diri. Perubahan ini hampir selalu menimbulkan gangguan fungsi interpersonal, sosial, dan pekerjaan. Pasien yang hanya menderita episode depresi dikatakan memiliki gangguan depresi berat atau depresi unipolar. 1

Selasa, 26 Juli 2011

Profesional

Profesional itu menepati janji atau tidak perlu berjanji sama sekali.

Tidak melakukan tindakan yang bukan kompetensinya.

Adrenergik

Adrenergik disebut juga sebagai simpatomimetik, karena kerjanya mirip dengan mekanisme kerja sistem saraf otonom simpatik.
Secara garis besar, adrenergik dibagi dua jenis:
-golongan katekolamin: epinefrin, norepinefrin, dobutamin, dopamin, isoproterenol
-golongan non-katekolamin: fenilpinefrin

Semua golongan adrenergik bekerja di reseptor alfa dan beta adrenergik, serta reseptor dopamin. Normalnya, semua reseptor alfa memiliki sifat eksitasi kecuali di saluran pencernaan. Dan semua reseptor beta memiliki sifat inhibisi, kecuali di sel-sel jantung. Sehingga, akibat kesamaan struktur kimia, maka semua katekolamin dapat menstimulasi sistem saraf, mengontriksi pembuluh darah perifer, meningkatkan denyut jantung, dan mendilatasi bronkus. Khusus untuk golongan katekolamin:
-norepinefrin hanya bekerja di reseptor alfa
-dobutamin dan isoprotenerol bekerja di reseptor beta
-epinefrin menstimulasi reseptor alfa dan beta
-dopamin mengaktifasi terutama reseptor dopamin.

Biasanya katekolamin reseptor alfa digunakan untuk mengatasi hipotensi akibat dilatasi pembuluh darah yang berlebihan seperti pada syok anafilaktik dan hipotensi akibat hilangnya banyak cairan seperti pada perdarahan.

Katekolamin beta reseptor digunakan untuk mengatasi bradikardi, blok jantung, dan penurunan cardiac output.

Jangan pernah menggunakan katekolamin bersamaan dengan MAOI seperti phenelzine dan tranylcypromine karena dapat mengakibatkan krisis hipertensi hingga kematian.

Adrenergik golongan non-katekolamin pada umumnya bekerja selektif pada salah satu reseptor alfa atau beta. Seperti salmeterol dan salbutamol hanya bekerja pada reseptor beta 2.

Sabtu, 23 Juli 2011

Reminder

"Strawberry Swing" always remind me about your silly face.

Pramoedya

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Karena itu menulislah, agar tak hilang. (Kecuali seluruh server di dunia ini down dan akun blogmu dihapus)

Selasa, 19 Juli 2011

Mengharumkan Nama Negara

Mungkin hampir semua rekan blogger sudah baca berita ini


Ironis! Peraih Dua Medali Emas Jadi Pengemis
AFP
Zhang Shangwu, peraih dua medali emas cabang senam Universiade, menjadi pengemis di Beijing.
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Zhang Shangwu (27), peraih dua medali emas cabang senam Universiade, olimpiade untuk mahasiswa, pada 2001, menjadi pengemis di Beijing.

Atlet kenamaan Cina itu terpaksa menjadi pengemis di jalanan akibat cedera serius yang memaksanya berhenti berkarier sebagai atlet senam. Rendahnya kualifikasi pendidikan membuatnya hanya bisa menjadi pelayan restoran.
Ia sempat bekerja di panti jompo namun cedera menghalanginya melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Tuntutan kebutuhan hidup memaksanya mencuri dan ia sempat mendekam di penjara selama lima tahun sebelum bebas April lalu. Sejak itu ia mengemis di jalan-jalan di Beijing.
Peruntungan Zhang berubah pekan lalu. Saat sedang memamerkan gerakan senam, seorang penggemar mengenali Zhang.
Sejak itu, kisah Zhang dimuat di berbagai media di Cina. Banyak pihak menawarinya pekerjaan, termasuk dari salah satu pengusaha terkaya di Cina.
"Di Cina banyak atlet yang bernasib seperti saya. Saya beruntung karena saya ditemukan anggota masyarakat dan cerita saya dimuat di media," kata Zhang kepada kantor berita AFP di Beijing, Senin (18/7/2011).
"Ada banyak atlet yang bernasib mengenaskan setelah pensiun. Pendidikan mereka rendah dan mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak," tutur Zhang, seperti dilansir BBC.
Dia mengatakan, Pemerintah Cina tidak membantu atlet-atlet yang memasuki masa pensiun. Zhang berharap kisah hidupnya ini membuka mata masyarakat bahwa para atlet tersebut memerlukan bantuan.
Zhang bukan atlet top pertama yang mengalami kesulitan hidup. Cai Li, peraih medali emas angkat besi Asian Games 1990 terpaksa menjadi satpam setelah tak lagi berlomba.
Ia meninggal pada 2003 silam, dan diduga akibat latihan berat yang harus ia ikuti ketika menjadi atlet dulu.
Zou Chunlan, juara nasional angkat besi, menjadi penjaga WC umum sebelum satu LSM membantunya membuka usaha pencucian pakaian.
Zhang Shangwu sendiri saat ini belum memikirkan pekerjaan karena masih sibuk melayani wawancara berbagai media.
Namun, Zhang berhasrat membantu rekan-rekannya sesama atlet yang bernasib mengenaskan setelah tidak bisa turun ke lapangan.(*)


Editor: Juang Naibaho 
Saya cuma mau berkomentar, hal seperti di atas sudah sering dilihat di negara ini.
China memang menjadi negara yang digdaya dalam bidang olahraga. Namun mereka tidak menghargai jasa orang-orang yang telah mengharumkan negara mereka. Persis seperti negara ini. Jadi pertanyaannya adalah, buat apa mengharumkan nama negara? Damn....pemerintah di mana pun mereka berada, di China atau pun Indonesia, won't care about mengharumkan nama negara. They just care about their pocket. That's all.

Minggu, 17 Juli 2011

Cerpen: Anarkis

Saya bukan orang yang suka dengan SYB dan segala macam presiden yang ada di dunia ini. Saya juga tidak suka sama pejabat dan anggota parlemen dari mana pun asalnya. Menurut saya, mereka adalah jabatan yang tidak perlu ada di dunia ini. Sejak pertama kali mengenal dunia ini hingga sekarang, saya tidak pernah melihat pemerintah mempunyai fungsi yang efisien dalam menciptakan kesejahtraan. Hampir semua pemerintahan selalu berkata kalau mereka melakukan segala hal untuk mensejahtrakan rakyat. Is that true? I don't think so.

Utang negara yang banyaknya minta ampun, siapa yang membuatnya? Rakyat? Bukan. Tapi pemerintah. Dengan dalih yang sama, mensejahtrakan rakyat. Tapi nyatanya hal itu tidak benar. Banyak uang yang dipinjam justru masuk ke kantong sejumlah oknum. Yang sampai pada rakyat hanya ampas-ampasnya. Jalan raya dan fasilitas umum rusak semua. Padahal tugas pemerintah kan itu, menciptakan infrastruktur. Sederhana sekali. Yang membuat mutakhir adalah para individu dan swasta. Untuk menjalankan tugas sederhana seperti itu saja, pemerintah tidak mampu melakukannya, padahal sudah utang sana-sini. Tarik pajak dan menaikan inflasi hingga rakyat berteriak. Yang parahnya, setelah mengutang banyak hal, dan memasukan uang-uang dalam kantung sendiri, rakyat kemudian diperas untuk membayar utang yang dibuat pemerintah. Di mana adilnya hidup?

Terus orang pemerintah kebanyakan pada belagu. Maunya dihormati, disanjung, minta dihargai melalui segala acara protokoler, padahal siapa mereka? Apa hak yang mereka punya sampai harus mendapat perlakuan macam itu? Apa yang sudah mereka lakukan sehingga rakyat harus menyanjung mereka? Nothing. They just make misery, and we must honor them for that? Crazy.


#catatan seorang anarkis. kita tidak butuh pemerintahan yang protokoler dan birokratis atau malah kita tidak butuh pemerintah sama sekali, bagaimana pun bentuknya.

Sabtu, 16 Juli 2011

Curhatan SYB

Saya sudah sering dengar SYB curhat. Biasanya sih, i don't care to everything he said, apalagi to his song. Temanku bilang, masalahmu itu cowok, jangan ko curhat. Tapi kali ini, beda. Saya kasihan sama curhatnya karena dia kayak diacuhkan sama teman-teman separtai dan sepemerintahannya. Well, tetap semangat SYB. Semoga curhatmu yang ini bisa berbuah karya nyata. Pecat saja semua orang yang merusak negara ini.

Atau sekalian saja pecat juga dirimu sendiri kalau kamu merasa telah ikut merusak negara ini. Kayak di Jepang sana.

Ada satu prinsip di dunia ini yang berlaku umum, yakni: semua pemerintah yang ada di suatu negara pasti korup, seberapa pun sucinya mereka ketika berada di luar sistem. Karena itu tugas orang-orang di pemerintahan hanyalah berupaya meminimalisasinya. Karena itu, jangan pernah percaya pemerintah seperti halnya jangan percaya tulisan ini, karena kami bukan manusia suci.

Nyamuk Pondokan

Nyamuk pondokan beberapa hari terakhir jadi lebih jahanam dari hari-hari sebelumnya. Mereka jadi lebih suka mengisap kaki dan tanganku. Lebih beringas dari para politikus dan birokrat yang suka mengisap sumber daya publik. Gatal dan bentol yang kuderita tak sebanding dengan manfaat yang kudapat dari adanya nyamuk. Mengapa nyamuk harus diciptakan?

Keberingasan dan kejahanaman nyamuk dalam beberapa hari ini pasti ditengarai oleh berkurangnya jumlah penghuni pondokan karena banyak yang pulang kampung sejak liburan kampus. Nyamuk-nyamuk kekurangan korban, dan terpaksalah kami yang tinggal menjadi korban. Cepatlah kembali, wahai kawan yang pulang kampung. Agar nyamuk-nyamuk ini bisa membagi rasanya denganmu.

Jumat, 15 Juli 2011

Twitter

Ada beberapa jenis jejaring sosial yang kuanggap aneh. Beberapa di antaranya sudah kulupakan karena memang tidak penting untuk diingat dan digunakan. Sedangkan beberapa di antaranyatetap melekat di kepala karena pernah digunakan selama beberapa waktu.

Beberapa jejaring sosial yang kuanggap aneh antara lain:
1. Facebook. Kata orang, ini jejaring sosial yang laris manis seperti popcorn di bioskop, malah, banyak yang bilang Facebook lebih laris lagi dari itu karena tidak ada popcorn yang dibeli dan dimakan oleh lebih dari 100 juta orang dalam waktu bersamaan. Namun menurutku ini jejaring sosial yang aneh, karena mayoritas penggunanya merupakan penjudi kelas kakap. Dari 1000an orang yang mengaku sebagai temanku di jejaring sosial ini, nyaris setengahnya pernah mengajakku bermain poker. Selain itu Facebook merupakan jejaring sosial yang tidak realistis. Karena Facebook bisa membuatmu merasa dirimu adalah orang yang populer. Bayangkan, kamu bisa mendapatkan 1000 orang teman dalam waktu 3 hari dengan hanya bermodalkan klik like this. Terus kebanyakan orang berlomba-lomba menciptakan status alay untuk mencari perhatian. Wow...that's crazy.
Dan yang paling aneh dari situs ini adalah....kenapa template warna untuk situsnya hanya ada warna biru dan putih? kenapa tidak ada warna lain coba?
Kata teman yang suka teori konspirasi sih, warna putih dan biru itu identik dengan warna bendera Israel. Dan dicurigai, Facebook merupakan tunggangan politik untuk menyebarkan ajaran bangsa Israel. Tapi kurasa Si Teman itu sudah gila. Dia juga mulai menjadi korban Facebook.
Warna Putih Biru Bendera Israel

Dan ini warna putih biru Facebook?

Apa kalian melihat adanya kemiripan pada kedua gambar itu? Kalau menurut aku sih ndak mirip. Di bendera Israel kan ndak ada tulisan Facebook-nya. Masa mirip. :D


Urusan konspirasi biarlah mereka yang gila urusan yang mengurusinya. Inti dari pembahasan ini adalah Facebook itu aneh.

2. Twitter.
Jejaring sosial lain yang menurutku aneh adalah Twitter. Hanya satu kalimat untuk jejaring sosial yang ini. Pendek amat bu...

Selasa, 12 Juli 2011

Magic

If magic really exists. Then I'm sure if your love is one of them. With your love, Icould be anything.

Thanks for your love, mom.


I love magic

Melt

Your smile make me melt. Just like an ice cream on the hazardous terrain.
:melt:

Done

Dalam 3 hari ke depan, saya akan merayakan berakhirnya salah satu fase kepompong dalam hidupku. Dalam dunia psikologi, metamorfosis kupu-kupu sering digunakan sebagai simbolisasi perkembangan mental seseorang. Dan fase kepompong merupakan tahapan yang paling membutuhkan perjuangan ekstra dalam proses pembentukan mentalitas seorang manusia. Pada fase ini, manusia dihadapkan pada situasi di mana semua pengetahuan dan persepsi yang telah diserap pada fase ulat harus ditransformasikan bahkan kadang harus saling dibenturkan dalam suatu diskursus antara id, ego dan superego. Ketika berada dalam fase ini, manusia terlihat stabil dan nyaris tanpa gejolak. Padahal sesungguhnya perang besar di pikiran dan perasaan selalu terjadi di fase ini. 

Senin, 11 Juli 2011

Add-on Mozilla Anti-Pornografi

Well, bagi Anda yang menyukai pornografi, mungkin Anda tidak perlu program ini. Namun bila Anda adalah orang tua yang tidak menginginkan anak-anaknya melihat hal-hal yang belum saatnya mereka lihat, mungkin Anda perlu program ini.
Program ini tidak ribet diinstalasi cukup klik saja ikon add to firefox, maka programnya akan secara otomatis menginstal dirinya dalam Mozilla.

Program ini hanya berlaku bagi browser mozilla. Bagi pengguna browser lain, mungkin sebaiknya Anda bersabar. Atau sekalian saja uninstall browser yang lain. Supaya jalan masuk anak Anda ke dunia maya hanya satu pintu. Yakni Mozilla.

Kekurangan program ini adalah kadang-kadang program ini memblok juga situs baik. Tapi ini bisa diatur disettingan.

Sedangkan kelebihannya, banyak.

Selamat mencoba.

untuk mendownload silahkan ke link ini

Minggu, 10 Juli 2011

Arctic Monkeys vs Lady Gaga: Just Flourescent Adolescent Dance

Saya baru melihat video ini di youtube. Saya tidak tahu bagaimana cara apa pembuat video ini melakukan mixing musik arctic monkeys dengan lagu lady gaga. Hasil mixingnya, hebat.

Arctic Monkeys - Fluorescent Adolescent (acoustic)

Versi mellow dari lagu nakal Arctic Monkeys tentang kelabilan masa muda dan segala kekonyolannya.
Menurut saya versi akustiknya lebih keren dibanding versi resminya.





Memang sih, versi resminya terlihat lebih tetrikal karena sudah dinonton sebanyak 13 juta kali di youtube. But still, i like acoustic. Terdengar lebih original.

Sabtu, 09 Juli 2011

Prita Lagi

Sepertinya saya harus mulai berhati-hati dalam menulis. Karena ternyata Prita yang dulu sudah dibebaskan setelah ditangkap dan dipenjarakan karena dianggap memfitnah setelah menulis komplainnya pada rumah sakit Omni Internasional, bakal ditahan lagi.
Well, saya sudah sering menulis komplainku pada pemerintah dan anggota DPR. Dan tidak ada satu pun komplainku pada mereka yang beradab.
Mungkin saya harus mulai berhati-hati dalam menulis.

Kamis, 07 Juli 2011

Furiosus Ut

Saya sudah bertemu banyak orang gila. Dengan segala keunikan tingkah laku mereka yang terlihat kacau dan seperti tak berpola.
Ada yang kerjanya diam melulu, ada yang bicara terus tanpa henti, ada yang menyanyi dari pagi hingga malam, ada juga yang kerjanya onani tiap lihat lawan jenis.
Dengan keragaman perilaku seperti itu, banyak orang yang berpikir kalau mereka semua memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Tapi sebenarnya tidak tepat seperti itu. Hampir semua orang gila memiliki pola kepribadian yang identik.
Pada umumnya orang yang berbakat gila selalu merasa dirinya penting, cenderung narsis, dan selalu ingin berkompetisi. Begitu dia mendapati dunia menganggap dirinya tidak lebih penting dari pisang goreng di atas piring, dan melihat orang lain lebih baik dari dirinya, maka mental mereka cenderung goyah lalu gila pun terjadi. Dan saya sudah menemukan kesamaan gejala itu pada hampir semua pasien gila di rumah sakit jiwa. 

Selasa, 05 Juli 2011

Obituari: Penceramah Kaset yang Wafat

KH Zainuddin MZ yang waktu kecil dulu sering sekali kudengarkan ceramahnya telah tiada. Aneh juga mendengar kabar duka tentangnya. Seperti tidak percaya kalau orang seperti dia akan wafat. Kupikir, dia akan panjang umur sepanjang umur ceramah-ceramahnya di kaset pita, tapi well, ajal tidak mengenal panjang pita kaset. Kalau saatnya datang, saya pun mungkin bisa langsung diambilnya biar pun saya tidak pernah sempat ceramah seperti beliau.
Saya sungguh merasa kehilangan salah satu tokoh yang telah mengajarkan ilmu agama Islam dengan sistem ala-ala laboratorium bahasa di Universitas Terbuka waktu kecil dulu. Sayang sekali, saya tidak sempat bertemu beliau untuk bertanya apa kepanjangan kata MZ di belakang namanya itu dan mengucapkan terima kasih atas semua suara yang telah dihamburkannya di tape rumahku.

Well, selamat jalan buat KH Zainuddin MZ...semoga amal ibadahmu dapat diterima di sisi-Nya.



sumber gambar:cherryworlds.blogspot.com

Persona et cetera

Alim dalam persoalan agama, itulah kesan pertama yang selalu orang katakan tentangku ketika bertemu. Padahal saya bukan orang seperti itu. Pengetahuanku tentang agama tidak lebih dari apa yang diajarkan di bangku sekolah selama 2 jam mata pelajaran agama. Malah bisa lebih kurang lagi. Karena banyak hal yang sudah terlupa dan seperti sengaja dilupakan. Terutama yang berkaitan dengan perkara pahala dan dosa, saya mulai tumpul. Realita dan teksbuk selalu tabrak lari dalam perkara itu. Saya jadi merasa agama itu hanya asyik untuk dibahas dan diteorikan di atas teksbuk. Sedangkan untuk diamalkan, itu tergantung suasana hati penganutnya. Dan kalau sudah begitu, apa bedanya agama dong dengan teori atom kuantum dan relativitas umum Einstein yang memang hanya bisa direka-reka dalam imajinasi?

Apa berbohong itu dosa?
Apa menyontek dan memberi contekan itu juga dosa?
Apa membayar uang pelicin masuk kategori dosa?
Apa menyuap bisa dianggap pahala?
Apa pergaulan antara pemuda dan pemudi yang sampai harus grepek sana-sini dan tukaran cairan tubuh itu tidak termasuk dosa?
Apa melindungi teman yang berbuat kesalahan itu bisa diberikan pahala?
Pertanyaan-pertanyaan seputar pahala dan dosa di atas kalau ditanyakan ke aku versi SD mungkin akan mudah kujawab. Namun untuk aku yang sekarang, sebaiknya jangan tanyakan itu. Realita dan kelaziman membuatku bingung.

Tidak bermaksud menyerang agama dan keyakinan mana pun, meskipun orang-orang bilang saya rajin beribadah, selalu shalat di masjid, dan termasuk sering melakukan berbagai ritual yang sejalan dengan agama yang kuanut sejak lahir, tetap saja aku tidak pernah merasa sebagai orang yang taat beragama. Karena biasanya orang yang taat beragama akan rela berlama-lama mendengarkan khutbah dan ceramah. Sedangkan saya bukan orang yang suka mendengar ceramah panjang dan yang diulang-ulang. Tiap hari jum'at ceramah tentang akhlak dan moral dijejalkan, tapi tetap saja korupsi dan penipuan jalan lancar. Oleh karena itu, tiap hari jum'at saya selalu mencari masjid yang penceramahnya tidak suka obral kata. Dan kalau bulan puasa tiba, saya pun mencari masjid yang imamnya tidak terlalu suka membaca ayat-ayat panjang.

Saya selalu heran, kenapa pelaksanaan ritual ibadah selalu diidentikan dengan kerepotan dan kerumitan melalui acara memanjang-manjangkan ceramah dan bacaan saat ibadah berjamaah. Kenapa itu tidak dilakukan saja saat ibadah sendiri di rumah? Kasihan orang yang punya daya tahan rendah kalau harus menunggu ceramah dan bacaan yang berpanjang-panjang ria. Padahal saat berkehidupan sehari-hari, komponen agama itu lenyap. Ceramah dan bacaan tadi tidak pernah hadir ketika orang melakukan korupsi. Saya sendiri biasa meletakannya di saku belakang. Dipakai sekali-sekali itu pun untuk manuver politik. It make me sick.

Agama menurutku tidak lagi memiliki fungsinya dalam kehidupan di era sekarang. Agama saat ini tidak lebih dari produk budaya yang masih tetap bertahan karena sudah terlanjur terinstitusi dalam KTP, akte kelahiran, dan identitas kependudukan lainnya. Agama bukan lagi pencipta nilai, tapi tereduksi menjadi atribut pembeda saja. Persis seperti fungsi alamat tempat tinggal pada identitas seseorang.

Kalau sudah begitu, lalu buat apa beragama? Untuk menciptakan kedamaian dan mencegah "agar anjing tidak memakan anjing lainnya"? Kan, sudah ada undang-undang dan peraturan pemerintah yang dapat mewujudkannya.
Agama dapat menjaga semua orang tetap memiliki moralitas dan kejujuran? Buat apa sih sebenarnya dua hal itu?
Semua orang bisa tetap hidup tanpa dua hal itu. Justru kejujuran dianggap menghambat kemajuan karena dunia ini sudah terlanjur dibangun di atas fondasi kebohongan.

Coba jujur pada bosmu kalau kamu terlambat datang kerja karena memang lagi malas datang kerja. Coba jujur pada bosmu kalau kinerjamu menurun karena bosan mendengar ocehan bosmu yang taunya cuma nyuruh ini itu. Atau coba jujur ketika ada ujian tanpa memberi contekan pada siapa pun. Dan cobalah jujur untuk 1 minggu saja, ungkapkan semua yang harus diungkapkan dan lakukan semua yang harus dilakukan apa adanya. Jangan ada yang disembunyikan dan ditutupi. Kalau setelah melakukan semua kejujuran itu hidupmu makin merekah dalam satu minggu, berarti duniamu memang tercipta untuk kejujuran. Dan ada tempat untuk agama bersemayam di situ.

Namun sayangnya, tidak semua bagian dunia punya tempat seperti itu. Malah parahnya dunia menciptakan kondisi di mana agama hanya dijadikan komoditas saja. Seperti melon, pepaya dan sembako. Dijual dalam iklan dan diobral di kancah politik dengan harga yang betul-betul murah. Lebih murah dari ikan asin kemarin sore.

Jadi buat apa sebenarnya agama diciptakan?
Mereka yang agnostik menelurkan beberapa teori untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban seperti orang zaman dulu menciptakan agama hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Mereka menciptakan takhayul-takhayul, menebarkan teror lewat siksaan setelah mati agar orang-orang mau patuh dan mengikuti perintah penguasa. Sehingga aturan dan moralitas dibuat berdasarkan standar orang-orang yang memiliki kekuasaan.

Sedangkan mereka yang gemar perang, menyatakan agama ciptakan hanya sebagai alasan untuk terus menciptakan peperangan-peperangan baru. Manusia harus terus berperang, mengalahkan semua kompetitor agar dapat mencapai taraf evolusi tertinggi. Karena itu perang terus dipertahankan untuk mencapai tujuan itu. Ada begitu banyak pemicu perang, namun agama merupakan satu-satunya pemicu yang mampu membuat semua orang berperang terus hingga bermilenium lamanya.

Bagi Anda, apa artinya agama? 

Refarat Penatalaksanaan Gangguan Panik

PENATALAKSANAAN GANGGUAN PANIK
Syukri La Ranti

I.    PENDAHULUAN

Gangguan panik merupakan salah satu jenis gangguan cemas kronik yang ditandai oleh serangan panik parah yang berulang dan tak terduga, frekuensi serangannya bervariasi mulai dari beberapa kali serangan dalam setahun hingga beberapa serangan dalam sehari. Serangan panik dapat pula terjadi pada jenis gangguan cemas yang lain, namun hanya pada gangguan panik, serangan terjadi meskipun tidak terdapat  faktor presipitasi yang jelas.1,2,3,4,5

Senin, 04 Juli 2011

User Guide Mendengar Lagu Arctic Monkeys

Arctic Monkeys
Lagu-lagu Arctic Monkeys sebetulnya termasuk dalam golongan lagu yang easy listening. Tidak butuh kepintaran untuk menikmatinya, karena lagu mereka bukan obat tolak angin. Tidak perlu juga analisa mendalam saat mendengarnya karena lirik-lirik mereka selalu menggunakan bahasa pasaran. Bahkan tukang parkir di Afrika Selatan yang pernah dengar kata yes no pun bisa memahaminya karena grammar dalam lagu mereka tidak terlalu ketat diterapkan. Lagipula mereka hanya menciptakan musik untuk didengarkan, bukan untuk didiskusikan dalam mata kuliah sastra. Jadi jangan khawatir terakademisasi saat mendengar karya mereka.

Minggu, 03 Juli 2011

Gila

Setiap hari aku menelusuri 3 jalan raksasa di Makassar yakni Perintis Kemerdekaan, Urip Sumaharjo dan Veteran dengan menumpang pete-pete hanya untuk bertemu sekumpulan orang gila di sebuah rumah sakit jiwa di Makassar. Karena seringnya melakukan kegiatan yang sama setiap hari, aku jadi berpikir, sebenarnya yang gila itu siapa? Aku atau mereka yang kukunjungi?

Insomnia

Malam ini aku tak bisa tidur. Bukan karena efek kopi (saya tidak suka benda-benda yang sebangsa dengan jahanam bernama amfetamin a.k.a shabu2), bukan pula karena efek stress (meskipun stress itu wajar untuk perkembangan mental), dan yang pasti bukan pula karena efek asmara (asmara adalah benda terlarang bagi mahasiswa kere).

Saya bingung, mengapa insomnia ini bisa terjadi? Mungkin kah ini pertanda saya akan gila? Padahal saya tidak pernah berhalusinasi sehingga bisa melihat hantu atau mendengar elvis presley menyanyi di telingaku, dan saya pun tidak pernah berwaham aneh-aneh seperti merasa diri akan diracun orang atau punya kehebatan seperti nabi. Lagipula saya tidak memiliki kesulitan dalam mengekspresikan perasaan seperti yang dialami mereka yang gila sebab saya masih bisa tertawa ketika melihat ironi yang diciptakan pemerintah ketika tidak kunjung terbuka dalam persoalan pajak padahal mereka gencar memalaki rakyat dan menghukum yang tak taat pajak namun membiarkan oknum-oknum tertentu menggunakan hasil palakan itu demi kepentingan pribadi. Saya pun masih bisa tersenyum ketika melihat seorang yang baru berniat mencuri di pondokanku direnggut kemanusiaannya dan nyaris mati digebuk warga pondokan sedangkan para koruptor yang jelas-jelas telah menghilangkan uang negara dibiarkan keliaran di luar negeri.

Selain itu saya merasa kecurigaanku tidak pernah berlebihan, meskipun saya selalu mencurigai manuver semua politikus yang duduk di parlemen. Lagipula kecurigaanku beralasan, sebab mayoritas politikus yang kulihat adalah para penipu ulung yang hanya tahu pamer wajah di baliho, membuat janji dan membagi-bagikan kaos murahan ketika zaman kampanye. Sedangkan ketika menjabat, mereka hilang ditelan bumi, nongol sekali-sekali, itu pun karena kasus korupsi dan berkelahi.

Oleh sebab itu insomniaku causa gila bisa disingkirkan. Jadi kira-kira, kenapa saya bisa insomnia?

Cerek

Tak ada satu pun mahluk yang rela dirinya diinjak berkali-kali tanpa perlawanan. Tapi hal itu tidak berlaku untuk relasi antara orang Indonesia dan koruptor. Berapa kali pun orang Indonesia diinjak-injak koruptor, hal itu tidak akan menimbulkan perlawanan dalam diri mereka. Entah karena orang Indonesia tidak punya otak dan hati hingga dilukai pun takkan merasa sakit atau mungkin orang Indonesia bukanlah mahluk hidup, tapi batu sehingga tidak pernah mengenal rasa sakit. Entahlah. Yang pasti koruptor akan terus menginjak orang Indonesia selama perasaan terluka itu tidak pernah ada.


nb: saya dapat award dari batavusku. Saya tidak tahu mengapa award ini bisa diberikan pada saya. Tapi apapun alasannya, saya ucapkan terimakasih atas award-nya.

Ragu

Aku adalah ragu. Pencampur kebohongan dan kebenaran dengan cara yang manis. Aku adalah batas yang menjembatani kebohongan dan kebenaran terhadap realitas. Aku adalah jawaban bagi mereka yang tak mampu memilih. Aku adalah keputusan yang tak perlu dipilih. Ketika batas antara kebenaran dan kebohongan tak lagi jelas keberadaannya, hingga yang tersisa hanyalah benar semua atau salah semua maka jangan lagi cari diriku. Karena aku yang selalu bermain di perbatasan, pasti telah lenyap bersama batas itu. Karena aku adalah ragu hingga akhir.

Sabtu, 02 Juli 2011

Paranoid

Tempointeraktif pernah memuat suatu artikel ydng menjelaskan tentang pentingnya bersikap paranoid untuk dapat bertahan hidup di dunia ini. Artikel tersebut mengangkat kisah kejatuhan Motorola dan Nokia dalam industri seluler. Padahal kedua perusahaan itu merupakan pionir dalam industri seluler. Artikel itu lalu menyatakan kejatuhan dua pemain besar di dunia seluler disebabkan oleh ketiadaan sikap paranoid pejabat perusahaan dalam menghadapi perkembangan pasar. Motorola lambat berinovasi dalam menciptakan seluler nirantena ketika menguasai pasar di awal dekade 90-an hingga akhirnya Nokia datang menggilas dengan ponsel-ponsel tanpa antena eksternal. sedangkan Nokia melakukan kesalahan yang sama dengan menolak mengganti sistem operasi Symbian ketika mereka merajai pasar diawal tahun 2000-an hingga akhirnya RIM, Apple, dan Android berkolaborasi menghabisi pangsa pasar Nokia.

Berbeda dengan Apple dan Microsoft. Kedua perusahaan ini senantiasa paranoid dalam menghadapi para pesaingnya hingga mereka beberapa kali harus dipidanakan karena masalah hak cipta, dan monopoli. Petinggi mereka senantiasa takut perusahaan lain akan mengambil alih dominasi pasar komputer sehingga mereka terus menciptakan inovasi baru. Dan keparanoidan ini terbukti mampu membuat kedua perusahaan menjadi raja komputer sejak tahun 1980-an.

Jumat, 01 Juli 2011

Glosariumku

Glosarium Skydrugz:

1.Skydrugz = nama situs yang sedang Anda kunjungi. Jangan tanya kenapa namanya seperti itu. Karena pemilik blog asal comot saja kata yang kedengaran enak di telinga(nya) saat memilih nama situs.

2. Stand Asia = Nama pondokan penulis blog skydrugz yang dihuni sejak Agustus 2007. Terletak di kawasan workshop (bengkel fakultas teknik) Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Pondokan ini hanya menerima cowok, tapi itu bukan berarti kalau kami adalah pendukung gerakan homo sedunia, kebijakan itu murni dari pemilik pondokan. Mungkin pemilik sengaja mengambil kebijakan itu untuk mencegah peningkatan jumlah bayi yang dibuang di tong sampah. Who knows. Adapun tarif kamar di pondokan ini adalah 1,2 juta/tahun. Listrik, air, kegilaan dan kebahagiaan sudah masuk dalam tarif tersebut.

3. Universitas Hasanuddin a.k.a unhas = nama kampus tempat kuliah penulis blog skydrugz. Terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Petinggi kampus selalu mengatakan kalau unhas adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia Timur, entah itu benar atau tidak, cukup dikembalikan pada keyakinan masing-masing pembaca blog ini.

Harry Potter dan Arctic Monkey

Your past time
consisted of the strange
twisted and deranged
and i hate the little game you had called crying lightning

-crying lightning-

nb:
potongan lirik dari lagu crying lightning milik arctic monkey di album humbug.

Seperti biasanya, lagu Arctic Monkey selalu memparodikan segala hal sepele yang terjadi di sekitar mereka. Kalau di album pertama kebanyakan lagu mereka memparodikan kehidupan di klub malam, lalu di album kedua memparodikan game center, maka saya yakin kalau beberapa lagu di album humbug terutama lagu crying lightning kemungkinan besar memparodikan Harry Potter.

Mungkin Arctic Monkey bukanlah pecinta Harry Potter meskipun mereka sama-sama berasal dari Inggris, sehingga di lagu crying lightning, mereka mengulang kata hate sampai beberapa kali.

Saya menganggap lagu crying lightning didedikasikan untuk Harry Potter karena Si Harry punya lightning di kepalanya. Bekas luka sihir avada kedavra yang ditenungkan voldemort. Dan di lirik awal lagu ini terdapat kata magic trick yang identik dengan Harry Potter.

Atau mungkin Arctic Monkey justru pecinta Harry Potter sehingga mau bersusah-susah menciptakan lagu untuk memparodikan Harry Potter.

Glosarium bagi yang tak mengenal Harry Potter dan Arctic Monkey:


1. Harry Potter adalah nama tokoh fiktif di novel berseri dengan judul yang sama. Novel bersambung Harry Potter sendiri sudah terjual lebih dari 200 juta kopi dalam satu dekade terakhir dan itu menjadikan JK Rowling, pengarangnya, sebagai novelis biliuner.

2. Arctic Monkey adalah band indie asal inggris yang melejit berkat strategi marketing lewat internet. Banyak yang percaya kalau band ini merupakan pionir artis dadakan lewat internet, jauh sebelum Justin Bieber, Charice dan Briptu Norman. Album pertama band ini, Whatever People Say What I am, That's What I'm Not menjadi salah satu album yang memegang rekor penjualan album tercepat di tanah Inggris.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...