Selasa, 27 September 2011

Scribd

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menengok akun Scribd. Pas ku tengok kemarin ternyata dokumen-dokumen yang kusimpan di situ sudah banyak yang berkarat. Semoga saja mereka yang membaca tugas-tugas di masa kuliahku dulu tidak sampai tersesat. Karena sebenarnya semua dokumen itu kuupload mentah-mentah tanpa dikoreksi sama sekali.

Lucu sekali rasanya melihat kembali tugas-tugas kuliah. Jadi teringat lagi kisah-kisah yang terjadi di balik setiap periode pembuatan tugas. Terbayang semua kesusahan, kegregetan, dan kebosanan yang mengiringi pembuatan tugas-tugas itu.

Tiap kata yang terketik di papan keyboard memiliki kisahnya masing-masing, karena itu hargailah karya-karyamu. Jangan langsung membuangnya di tempat sampah begitu sudah dinilai oleh dosen atau guru. Simpan dan bagikan ke orang lain yang membutuhkan.

nb:
Scribd adalah suatu situs web berbagi dokumen dimana pengguna terdaftar dapat mengirimkan dokumennya dengan berbagai format, dan menyimpan dokumen mereka ke situs tersebut dalam format iPaper. Scribd sekarang telah mempunyai lebih dari 50 juta pengguna dan lebih dari 50.000 dokumen dimuat setiap hari. (Source:Wikipedia)

Abdomen: Bab III Vasa Abdominis

BAB III

VASA ABDOMINIS

oleh: Prof. dr. Razak Datu, Ph.D, PAK


1. AORTA ABDOMINALIS
Dimulai  sejak aorta thoracalis melewati hiatus aorticus diaphragmatic setinggi vertebra thoracalis 12 – lumbalis 1.
Aorta abdominalis berjalan disebelah ventral columna vertebralis di sebelah sinister vena cava inferior. Makin ke arah caudal makin oblique ke sinister dan berakhir setinggi vertebra lumbalis 4, bercabang dua menjadi arteria iliaca communis sinistra dan arteria iliaca communis dextra.
Berada di sebelah dorsal pancreas, vena lienalis, vena renalis sinister, pars horizontalis duodeni dan intestinum tenue. Ganglion coeliacum dan plexus coeliacus berada di sebelah ventral pangkal aorta abdominis. Pada anak-anak dan orang dewasa yang kurus aorta abdominalis dapat dipalpasi pulsasinya pada dinding ventral abdomen setinggi vertebra lumbalis 4.
Percabangan :
I.              Cabang parietalis
II.            Cabang visceralis

Abdomen: Bab IV Innervasi Viscera

BAB IV

INNERVASI VISCERA

               Serabut saraf yang mempersarafi dinding cavum abdominis dan viscera abdominis terdiri dari :
1.    nervus thoraco abdominalis
2.    nervus phrecus
3.    nervus vagus
4.    nn.splanchnici [ = thoracis splanchnic nerves ]
5.    truncus sympathicus
6.    plexus otonom
7.    plexus lumbalis.

Ad.1. NERVUS THORACO ABDOMINALIS
            Nervus intercostalis 7 – 11 memberikan innervasi kepada dinding thorax dan dinding abdomen. Serabut-serabut saraf ini berjalan dalam ruang intercostalis, selanjutnya berjalan di antara m.transversus abdominis dan m.obliquus internus abdominis, lalu di antara m.rectus abdominis dan lamina posterior vagina musculi recti.
Dari setiap nervus intercostalis dipercabangkan ramus cutaneus anterior dan ramus cutaneus lateralis. Ramus cutaneus anterior menembusi m.rectus abdominis dan mempersarafi kulit pada dinding ventral abdomen. Ramus cutaneus lateralis menembusi m.obliquus externus abdominis, kemudian bercabang dua menjadi ramus anterior dan ramus posterior yang mempersarafi kulit di bagian dorsal, lateral dan ventral dinding abdomen.
Nervus thoracalis yang ke-12 berjalan di sebelah caudal costa XII dan disebut nervus subcostalis.

Abdomen: Bab II Viscera Abdominis


BAB II
VISCERA ABDOMINIS

Bab I Abdomen
BabII Viscera Abdominis

Bab III Vasa Abdominis

Bab IV Innervasi Abdominis
oleh: Prof. dr. Razak Datu, Ph.D, PAK

Yang dimaksud dengan Viscera abdominis adalah viscera dari sistema digestivus yang terdapat di dalam cavum abdominis, seperti gaster, interstinum tenue, intestinum crassum, hepar dan pancreas, serta lien yang merupakan organ tersendiri [ ontogeni sama denagn hepar dan pancreas ].

1.    GASTER
[ Griek, Latin = VENTRICULUS, Inggeris = STOMACH ]
Di klinik ada istilah Gastritis dan Ulcus Ventriculi.

MORFOLOGI
            Pada umumnya berbentuk huruf “ L “ terbalik, huruf “ J “ atau berbentuk silinder. Bagian-bagian dari Gaster adalah :
q  Cardia
q  Fundus
q  Corpus
q  Pylorus
Antara bagian yang satu dengan yang lainnya tidak ada batas yang tegas secara makroskopis. Pembagian ini lebih bersifat mikroskopis, yaitu keadaan mucosa dan kelenjar.
            Cardia adalah bagian dari gaster di mana oesophagus bermuara. Fundus ventriculi merupakan bagian sesudah cardia, yang menonjol dan terletak lebih tinggi dari cardia. Bagian yang terbesar adalah corpus ventriculi, yang merupakan lanjutan dari fundus ventriculi. Bagian paling caudal disebut pylorus, yang melanjutkan diri menjadi duodenus. Batas antara corpus ventriculi dengan pylorus disebut antrum pyloricum. Ujung distal dari pylorus berbentuk kecil, disebut canalis pyloricum. Muara pylorus ke dalam duodenum disebut orificium pyloricum, dilengkapi oleh sphincter pyloricum, yang dibentuk oleh penebalan stratum circulare pars muscularis. Antara corpus dan pylorus terbentuk suatu lekukan di bagian kanan, disebut incisura angularis.
            Facies [ = paries ] ventralis ventriculus menghadap ke arah ventro-cranial, tertutup oleh peritoneum viscerale. Facies dorsalis menghadap ke arah caudo- dorsal, tertutup oleh peritoneum viscerale, kecuali sebagian kecil dari cardia yang langsung menempel pada diaphragma thoracis.
Facies ventralis dan facies dorsalis bertemu pada curvatura minor, di sebelah kanan, berbentuk konkaf; pertemuan kedua permukaan di sebelah kiri membentuk curvatura major, yang berbentuk konveks.
Gaster dibungkus oleh peritoneum viscerale, jadi letak intraperitoneal, dan difiksasi oleh omentum minus dan omentum majus. Omentum minus pada satu sisi melekat pada curvatura minor dan pada sisi lain melekat pada hepar dan diaphragma thoracis. Omentum majus melekat pada curvatura major dan pada sisi lain melekat pada colon transversum. Selain itu gaster juga difiksasi oleh ligamentum gastrolienale dan ligamentum gastrophrenicum.

Abdomen: Bab I Pendahuluan

ABDOMEN

PENDAHULUAN
            Materi mata kuliah Abdomen terdiri dari dinding cavum abdominis dan viscera abdominis. Cavum abdominis merupakan bagian dari cavum abdominopelvicum. Viscera abdominis terdiri dari organ-organ dari sistema digestivus dan sistema uropoetica. Pada wanita gravidarum uterus membesar dan masuk ke dalam cavum abdominis, demikian pula dalam keadaan retinsi urinae vesica urinaria bisa masuk ke dalam cavum abdominis. Lien adalah viscera abdominis, yang tidak termasuk sistema digestivus, dan juga tidak dalam system cardiovascular. Di klinik lien bisa memberi kelainan berupa ruptura lienalis dan spelenomegalli.
            Dengan membagi cavum abdominis menjadi beberapa regiones maka lokalisasi viscera dapat ditentukan dari luar [ anamnestis dan palpasi ].
            Antara cavum abdominis dengan cavum thoracis ada batas yang tegas, yakni deaphragma thoracis, sedangkan antara cavum abdominis dengan cavum pelvicum tidak ada batas yang tegas, hanya sebuah batas imaginer [ Apertura Pelvis Superior ].


Refarat BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)

BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
I. PENDAHULUAN
    Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram. Dulu bayi baru lahir yang berat badannya kurang atau sama dengan 2500 gram disebut bayi prematur. Tetapi ternyata morbiditas dan mortalitas neonatus tidak hanya bergantung pada berat badannya, tetapi juga pada maturitas bayi itu.1

Refarat Hepatitis

HEPATITIS

PENDAHULUAN
Hepatitis adalah penyakit infeksi oleh virus yang menyerang organ hati dan bersifat akut (tiba-tiba). Paling sedikit ada 6 jenis virus penyebab hepatitis dan masing-masing menyebabkan tipe hepatitis yang berbeda yaitu virus hepatitis A, B, C, D, E dan G. Yang umum menyerang anak-anak adalah hepatitis jenis A, B, dan C. Penyakit akibat virus yang merusak hati ini ditularkan melalui berbagai cara. Pada hepatitis A, penularan yang utama melalui fekal oral (kotoran) akibat kontak erat individu dan melalui makanan serta minuman yang terkontaminasi. Misal, dari makanan yang sudah tercemar oleh virus.

Refarat Imunisasi

IMUNISASI

I. Pendahuluan
    Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan tubuh bayi dan anak terhadap penyakit tertentu, sedangkan vaksin adalah kuman atau racun kuman yang dimasukkan kedalam tubuh bayi/anak yang disebut antigen. Imunisasi ialah tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) di dalam tubuh bayi dan anak.1
    Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentuk zat anti yang dimasukkan kedalam tubuh melalui mulut seperti vaksin polio.2

Refarat Hirschprung

PENYAKIT HIRSCHSPRUNG (Hirschprung Disease)

I.      PENDAHULUAN
Penyakit Hirschsprung adalah kelainan kongenital pada usus besar (kolon) bagian distal yang disebabkan oleh ketidakadaan enteric nervous system (ENS). ENS ini mengandung sel-sel ganglion pada pleksus mienterik dan submukosa yang berfungsi mengatur pergerakan makanan sehingga akibat dari kelainan ini  menyebabkan sumbatan (konstipasi).1,2
Kelainan ini telah dikemukakan oleh Ruysch pada 1961 dan dipopulerkan oleh Hirschsprung pada 1886. Akan tetapi, patofisiologi bahwa penyakit ini disebabkan oleh ketidakadaan sel ganglion pada kolon yang menyebabkan sumbatan, baru dikemukakan pada pertengahan abad ke-20 oleh Whitehouse dan Kernohan.3

Sabtu, 24 September 2011

Tubingen

Meskipun orang-orang selalu mengatakan ada banyak jalan menuju Roma, pada kenyataannya, hanya ada 1 jalan menuju ke sana, setapak obsesi. Itulah yang menjadi masalahku saat ini. Aku ingin ke Roma, meninggalkan Tubingen sialan ini. Namun hingga kini, setapak obsesi itu belum juga kutemukan. Terlalu banyak lorong dan perempatan jalan yang membuatku sulit menemukan setapak itu. Dulu kupikir hanya masalah waktu untuk menemukannya, tinggal mempelajari dan mencari informasi tentang Roma, maka setapak obsesi akan ketemu dengan sendirinya. Seperti yang terjadi pada temanku, Franke. Baru saja tahu sedikit tentang dunia malam sebulan yang lalu, tiba-tiba saja dia beralih profesi menjadi mucikari dan terobsesi mencari wanita untuk dijadikan pelacur dan om-om sebagai pelanggannya. Malah dia berencana mengekstensifikasi usahanya agar dapat dinikmati segala macam usia. Mulai dari kelompok usia anak-anak yang sudah mengenal beda morfologi alat tempur antara pria dan wanita, hingga kelompok usia yang sudah semestinya memesan peti mati. Sungguh beruntung, dia berhasil menemukan setapak itu meskipun harus melanggar banyak rambu. Mungkin penemuan setapak obsesi butuh lebih banyak pengorbanan. Kadang kita harus menanggalkan akal sehat untuk menemukannya.

Aku tak mau menanggalkan akal sehatku hanya untuk meninggalkan Tubingen sialan ini.

Selasa, 20 September 2011

Mylo Xyloto's Paradise

Mungkin saya hanyalah satu dari sekian juta manusia yang ketika bocah dulu, pernah punya bongkahan isi kepala yang berisi impian tentang mengubah dunia, membentuknya menjadi surga yang indah bagi semua orang yang menghuninya. Hingga tak perlu lagi ada kesusahan dan kesedihan yang mengambang di atmosfer dunia.

Dalam kacamata kebocahan, mengubah dunia menjadi surga merupakan sebuah mimpi agung yang nampak mudah diraih, nyaris tak ada kesusahan dan kegundahan untuk mewujudkannya. Seiring dengan bertambahnya usia, perspektifku tentang dunia perlahan-lahan mulai berubah. Hingga akhirnya kenyataan menghantamku dan menjatuhkanku pada situasi yang mengharuskan diriku menerima realitas bahwa mengubah dunia merupakan variabel yang mustahil terjangkau.

Pengubahan dunia adalah urusan ilahiah. Tugas manusia hanyalah bermimpi tentang dunia yang berubah jadi surga.

Nb:
inspired by Coldplay - Paradise

Minggu, 18 September 2011

Mini

Entahlah apa yang salah dengan bangsa ini. Padahal bangsa ini tidak jauh beda dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Sama-sama manusia. Sama-sama bisa salah dan benar. Sama-sama bisa gila dan bloon. Hanya saja yang tak dapat kumengerti adalah tingkat kebloonan bangsa ini sudah mencapai taraf yang sulit disembuhkan. Hingga semua kesalahan yang sama di masa lalu terus saja terulang.

Bukan lagi rahasia kalau tingkat kriminalitas di negara ini cukup tinggi. Angka pencurian, perampokan, pemerkosaan dan kejahatan berawalan huruf  P lainnya mulai berada di luar batas rasionalitas hingga nyaris tiap hari, berita di TV hanya diisi oleh kabar-kabar miris yang bergenre sama, kriminalitas. Tidak cecunguk kecilnya, tidak elitnya, kelakuannya nyaris identik, sama-sama suka meresahkan.

Bukan lagi hal langka kalau banyak rakyat negeri ini yang tidak percaya lagi pada para penegak hukum, penjaga keamanan maupun pemimpin di negaranya sendiri. Padahal tiap bulan, para rakyat sudah yang tak memiliki lagi rasa percaya ini masih mau mengocek kantung untuk membayari semua aparat penegak hukum dan pemimpin negaranya lewat pajak. Walaupun mereka tahu kalau semua pajak yang telah mereka keluarkan hanya akan berakhir sia-sia pada program-program yang sarat korupsi.

Saya yakin, wanita yang baru-baru ini diperkosa di atas angkutan umum merupakan warga negara yang baik. Taat membayar pajak dan mengikuti aturan yang berlaku. Tapi apa yang diperolehnya karena ketaatan itu? Nothing. Malahan dia justru disalahkan oleh pejabat pemerintah karena pakaian yang dipakainya. Di mana kebenaran logika macam itu? Sebagai seorang pejabat pemerintahan, mestinya logika yang berjalan di otaknya ketika menemukan kejadian seperti ini adalah introspeksi. Ada sesuatu yang salah dalam pemerintahan sehingga kriminalitas merajalela.


Sabtu, 17 September 2011

SARA

Ini bukan postingan tentang seorang wanita. Karena isu wanita jadi hal yang tidak menarik semenjak para wanita sendiri mulai tidak peduli dengan segala macam ekploitasi terhadap diri mereka oleh media.

Saat ini isu yang lebih menarik untuk dibahas adalah isu agama dan kesukuan. Entah kenapa segala keburukan di Indonesia memiliki sifat sangat menular, tiap ada kerusuhan di suatu daerah, pasti akan diikuti oleh daerah lain. Lihat saja baru-baru ini isu rasialis di hembuskan di Kendari, Sulawesi Tenggara, seiring sejalan kacaunya dengan kerusuhan di Ambon. Bahkan hampir saja Makassar ikut rusuh juga karena isu rasialis. Hampir semua orang Indonesia mudah tersulut emosinya karena persoalan SARA. Sedangkan untuk persoalan penegakkan hukum, pemberantasan korupsi, masalah kesehatan, dan traficking nyaris tidak pernah mendapat tempat yang layak untuk dibahas dan ditindaki secara kilat. Karena kasus penikaman di Makassar baru-baru ini, hampir saja terjadi perang suku. Untung saja polisi segera turun tangan dengan cepat. Tapi lihat saja di kasus-kasus lain seperti korupsi dan pemalakan liar, mana polisi?

Setiap masyarakat yang masih terkunkung isi pikirannya dengan kesempitan isu friksi ras dan agama merupakan cerminan keprimitifan dan kebiadaban yang masih terjaga. Dan yang lebih parah lagi adalah penegakan hukum yang pilih-pilih bukanlah cerminan sikap suatu negara hukum.

Refarat Chancroid

ETIOLOGI
Chancroid disebabkan oleh bakteri gram negatif Haemophilus ducreyi. Bakteri ini merupakan bakteri berbentuk batang pendek, ramping, dengan ujung membulat (coccobasilus), anaerob fakultatif, non-motile, tidak membentuk spora, mereduksi nitrat menjadi nitrit, dan berukuran sekitar 1,5 μm (panjang) da 0,2 μm (lebar). Basil seringkali berkelompok, berderet membentuk rantai (Streptobacillus) pada pewarnaan Gram.
(buku kulit merah, habif, adrew, Rook, Holmes, Filtzpatrick, Bolognia, ABC of STD, pediatric dermatology, jurnal IJDVL, jurnal tropical medicine series, Bolognia, pediatric dermatology, tropical dermatology, Tropical dermatopathology)

Jumat, 16 September 2011

Pagi Frustrasi

Pagi hari bisa jadi salah satu momen paling membosankan dalam hidup. Bahkan bagi para zombie dan vampir, pagi adalah saat-saat yang bisa membunuh kematian mereka.

Coba bayangkan bila pagimu harus melewati jalan macet yang penuh asap dan lengkingan klakson. Terus begitu sampai di tempat tujuan, kamu harus bertemu orang-orang yang ndak banget, tempat tugas yang suram, dan sebagainya, dan sebagainya. Tidakkah itu membosankan? Apalagi bila harus melalui pagi seperti itu selama bertahun-tahun tanpa variasi hidup. Oleh karena itu jangan salahkan mereka yang selalu terlambat datang di pagi hari. Mereka hanyalah orang-orang yang frustasi dalam menerima kenyataan bahwa pagi hari itu membosankan. Sehingga mereka lebih suka melewatkan pagi dengan tidur lebih sebagai kompensasi untuk mencegah menyeruaknya gangguan mental yang dapat timbul sewaktu-waktu akibat frustasi.

Cegahlah peningkatan jumlah orang frustasi dengan beberapa cara berikut:
1. Hilangkan absen pagi.
2. Jangan naik motor, mobil, atau becak saat pagi hari. Naik saja helikopter bila ingin ke tempat kerja.
3. Cari tempat kerja yang asyik.
4. Pilih teman-teman yang keren.
5. Cari bos yang baik hati.
6. Tinggal saja di kantor selama-lamanya, jadi tidak akan pernah cerita terjebak macet.
7. Ganti negaramu.

Kamis, 15 September 2011

Pasangan

Jangan berburu pasangan hidup ketika malam menjelang. Karena gelapnya malam menciptakan ilusi optik yang mampu memperdayakan mata. Hingga kau tak bisa membedakan Brad Pitt dengan seekor kadal.

Jangan pula mencari pasangan hidup saat tengah hari, terlalu panas.

Mencoba peruntungan jodoh di pagi hari juga jangan dilakukan, kebanyakan manusia masih bertampang seperti sapi.

Bagaimana dengan sore hari? Entahlah. Statistik belum pernah bicara soal ini.

Profesi

Seandainya nanti saya memiliki anak, saya tidak akan menyuruh atau memaksanya memilih jalan yang akan membawanya menuju profesi dokter. Saya akan memberinya kebebasan memilih profesi apapun selama dia mencintai profesi tersebut dan yang pasti, profesi yang dipilihnya tersebut bukanlah profesi patologis (profesi yang melanggar aturan hukum langit). Jadi guru, teknisi, atau apapun itu, tidak masalah, yang penting dengan profesi tersebut, dia bisa menemukan kebahagiaan dan membahagiakan orang lain dalam jalan yang benar. Bukankah itu tujuan utama hidup di dunia ini?

Tidak ada yang salah dengan menjadi dokter. Hanya saja, untuk wilayah geospasial Indonesia, saya merasa profesi ini berada di lingkungan yang salah. Fondasi hukum dan pendidikan untuk menempuh profesi ini begitu rapuh sehingga hampir semua orang yang menjalaninya harus menahan banyak tekanan untuk memastikan bangunan profesi dokter di negara ini tetap berdiri. Oleh karena itu, biarlah orang lain saja yang merasakan tekanan tersebut. Anakku harus bebas dari segala tekanan seperti itu.

Saat menempuh pendidikan dokter, ada 3 garis yang berperan dalam menentukan kesuseksan. Pertama, garis keturunan. Kedua, garis tangan (keberuntungan dan usaha). Ketiga, garis-garis gyrus dan sulcus di otakmu (kecerdasan). Saya berharap, anakku tidak akan pernah bergantung pada garis pertama ketika akan meraih mimpinya.

Rabu, 14 September 2011

Cahaya

Ilmu pengetahuan telah mengungkapkan hampir semua misteri di muka bumi ini. Ibarat cahaya yang diceploskan ke sumur gelap dunia, ilmu mampu mencerahkan segala penjuru sumur dunia hingga nyaris tak ada lagi misteri yang tak terungkap dan teka-teki yang tak terjawab. Hanya saja, hingga kini kita masih belum bisa memahami, mengapa cahaya ilmu itu harus jatuh ke sumur milik manusia? Bukan ke kambing. Dan kita juga tidak pernah tahu, sampai kapan cahaya itu akan terus bersinar. Dan kapan manusia akan bosan pada cahaya ilmu, seperti bosannya manusia pada matahari yang bersinar selama 12 jam?

Understand

Janganlah membenci situasi yang mengharuskanmu berurusan dengan orang-orang egois yang selalu ingin dimengerti.
Sebab implikasi dari tindakan itu adalah kamu juga harus membenci dirimu sendiri.
Karena semua orang, termasuk dirimu, pasti ingin dimengerti. Tidak ada satu pun manusia yang mengharapkan dirinya dianggap sebagai alien berbahasa asing ataupun berperilaku aneh oleh orang sekitarnya. Karena dibalik semua kata dan tindakan, pasti ada alasan yang melandasinya. Tidak peduli entah nantinya alasan itu logis atau inkoheren, semua kata dan tindakan dari tiap manusia hanya butuh pengertian. Ketika kau tak ingin mengerti, pastikan dirimu sudah siap menghadapi konflik

Nb: catatan lama dari jiwa

Senin, 12 September 2011

Wilayahku

Secara arbitrase teritorial, wilayah hidupku tidak lebih dari sepetak objek geografi sempit. Hanya sebuah kamar sewa berukuran 2x3 meter yang disesaki sebuah meja, kursi, lemari, dan beberapa perabot lain yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Penjelajahan spasial hidupku pun hanya terbatas pada jalan-jalan yang kulalui untuk menuju tempat tugas dan warung kelontong yang kadang-kadang diselingi oleh transisi sejenak, bermeditasi dalam ruang pete-pete, ojek, atau becak.
Dan masa-masa hidupku lebih banyak habis dalam kamar sewa. Membaca buku yang itu-itu saja, mendengarkan musik yang juga itu-itu terus, menulis hal yang tidak jauh dari topik yang itu-itu juga, lalu kemudian terlelap hingga hari berganti dengan kegiatan yang itu-itu lagi. Sungguh kehidupan yang sederhana.

Saya tidak terlalu suka bersosialisasi dengan manusia lain karena keberadaan mereka tidak lebih dari gangguan yang mengesalkan. Kebanyakan orang di sekitarku cenderung manipulatif. Mereka suka sekali memanfaatkan orang lain demi kepentingan mereka sendiri. Kucoba untuk bertoleransi dengan kelakuan-kelakuan macam itu, tapi rasanya sulit. Semakin diberikan toleransi, perilaku manipulatif tersebut justru makin menjadi-jadi. Karena itu kuputuskan untuk membatasi pergaulan dengan manusia lain. Untuk mencegah pertemuan dengan orang-orang manipulatif lainnya.

Hanya segelintir orang yang kukenal tidak manipulatif dan semua orang ini memiliki ciri yang sama. Mereka tahu benar, seluas apa wilayah personal mereka. Mereka tidak pernah mau mencaplok wilayah orang lain, atau pun meminta agar wilayahnya digarapkan.

Semua orang punya wilayah pribadinya masing-masing. Jangan pernah melangkah atau meminta masuk ke wilayah orang lain hingga pemiliknya sendiri yang menawarkan.

Sabtu, 10 September 2011

Pengutil

Dulu sering sekali saya nonton di tv, tayangan tentang para pengutil yang melakukan aksi di supermarket. Mereka melakukannya dengan sigap, cepat, dan senyap, mirip-mirip tim kopassus yang lagi menjalankan misi.

Tapi sekarang acara para pengutil itu mulai naik level, latar tempat syutingnya bukan lagi di supermarket atau swalayan melulu. Tapi di kantor-kantor pemerintah.

Nb:catatan lama tentang budaya negara ini.

May I

Tanggal 1 Mei, hari buruh sedunia. Hari di mana, buruh bebas berdemo (sebetulnya istilah sedunia kurang tepat, karena banyak negara tidak punya serikat buruh. Kalau pun ada, mereka tidak berani demo karena tindakan preventif pemerintah dan perusahaan yang represif, selalu berhasil mencegah agregasi buruh. Tindakan-tindakan macam pemukulan, penolakan membayar gaji hingga ancaman pemecatan, sudah biasa dilakukan. Persis seperti menyemprot pestisida di kue untuk mencegah semut berkumpul), guna merayakan hari kebesaran mereka.

Kalau buruh menggelar demonstrasi besar-besaran di 1 Mei. Maka anggota dewan perwakilan rakyat dan perusahaan-perusahaan besar sudah siap sedia menghadapi gelombang protes tersebut dengan memajang polisi di depan gedung mereka untuk menyambut para demonstran, seperti pagar ayu di pesta pernikahan. Hanya saja para demonstran tidak bakal mendapat jabat tangan ketika berdemo, paling banter monyong bibir tergetok moncong senapan. Rutinitas tahunan.

Selamat berdemo bagi yang mau demo.

Nb: catatan di malam menjelang May Day 1 Mei 2011

Satpam

Jika anda ingin tahu bagaimana rasanya jadi satpam yang tiap malam harus patroli,
bila anda ingin bertenggang rasa dengan penjual pulsa di counter-counter mall, atau mau sekedar menikmati pegalnya otot untuk sebuah penantian di malam yang mampu menidurkan segala mahluk, cobalah menjadi perawat atau dokter di rumah sakit. Rasanya tidak jauh beda.

Selalu akan ada persamaan dalam setiap perbedaan yang ekstrim. Tidak ada profesi yang mulia ataupun hina di dalam isi kepala tiap manusia materialis. Yang ada hanyalah profesi berpenghasilan tinggi atau rendah.

Nb:catatan ketika sedang terjaga di pagi buta 26 April 2011

Jiwa Lagi

Saat ini saya sedang bertamasya di rumah sakit jiwa. Di tempat ini, saya bertemu banyak pengusaha, jagoan kampung, presiden, nabi, hingga tuhan. Meskipun ada begitu banyak tokoh supraordinat di sini, kedamaian selalu terjaga dengan baik. Antara tuhan yang satu dengan tuhan yang lain tidak pernah terlibat dalam pertarungan memperebutkan kekuasaan atas manusia dan wilayah teritorial. Tidak ada kata tersinggung dan terpinggirkan. Yang ada hanyalah kegilaan.

Nb:catatan lama ketika berada di jiwa

Atlantic

I need a place that's hidden in the deep
Where lonely angels sing you to your sleep
Though all the world is broken
I need a place where I can make my bed
A lover's lap where I can lay my head
Because now the room is spinning
The day is beginning
-keane-

Refarat Kelainan Refraksi

PEMBAHASAN
I.    PENDAHULUAN
Hampir setiap saat kita menjumpai kasus kelainan refraksi di lingkungan kita dan angka ini secara teoritis meningkat terus tiap tahunnya. Di negara maju angka-angka yang menunjukkkan kasus-kasus kelainan refraksi mudah didapatkan, akan tetapi di negara-negara berkembang penelitian tentang kelainan refraksi masih dalam tahap awal. Peningkatan angka kejadian kelainan refraksi ini dipicu oleh deteksi dini kelainan refraksi seiring berkembangnya teknologi kedokteran sehingga kasus yang dulu tidak terdeteksi dapat ditemukan, dan makin canggihnya teknologi visual yang merangsang penggunaan indera penglihatan terus-menerus dan gaya hidup masyarakat yang menuntut penggunaan penglihatan secara terus-menerus.1

II.    ANATOMI MATA


Refarat Katarak Senil Matur

KATARAK SENIL MATUR

I.    PENDAHULUAN
Katarak berasal dari bahasa yunani “Katarrhakies”, dari bahasa inggris “Cataract”, dan bahasa latin “cataracta” yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti air terjun akibat lensa yang keruh. 1
Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa yang dapat terjadi akibat kedua-duanya. Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital, atau penyulit mata local menahun. Bermacam-macam penyakit mata dapat mengakibatkan katarak seperti glaucoma, ablasi, uveitis, dan retinitis pigmentosa. Katarak dapat berhubungan proses penyakit intraokuler lainnya. 1

Refarat Ulkus Kornea

ULKUS KORNEA

PENDAHULUAN

Ulkus kornea merupakan hilangnya sebagian permukaan kornea sampai lapisan stroma akibat kematian jaringan kornea. Terbentuknya ulkus pada kornea mungkin banyak ditemukan oleh adanya kolagenase yang dibentuk oleh sel epitel baru dan sel radang. Dikenal dua bentuk ulkus pada kornea yaitu ulkus kornea sentral dan ulkus kornea marginal atau perifer. 1,2

Pembentukan parut akibat ulserasi kornea adalah penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di seluruh dunia dan merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia. Kebanyakan gangguan penglihatan ini dapat dicegah, namun hanya bila diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai. Penyebab ulkus kornea adalah bakteri, jamur, akantamuba dan herpes simpleks. 1,2

Ulkus kornea biasanya terjadi sesudah terdapatnya trauma yang merusak epitel kornea. riwayat trauma bisa saja hanya berupa trauma kecil seperti abrasi oleh karena benda asing, atau akibat insufisiensi air mata, malnutrisi, ataupun oleh karena penggunaan lensa kontak. Peningkatan penggunaan lensa kontak beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang dramatis terhadap angka kejadian ulkus kornea, terutama oleh Pseudomonas Aeroginosa. Sebagai tambahan, penggunaan obat kortikosteroid topikal yang mula diperkenalkan dalam pengobatan penyakit mata penyebabkan kasus ulkus kornea lebih sering ditemukan. .Perjalanan penyakit ulkus kornea dapat progresif, regresi atau membentuk jaringan parut. 1,2

Ulkus kornea akan memberikan gejala mata merah, sakit mata ringan hingga berat, fotofobia, penglihatan menurun dan kadang kotor. Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan klinis yang baik dibantu slit lamp. Pemeriksaan laboratorium seperti mikroskopik dan kultur sangat berguna untuk membantu membuat diagnosis kausa. Pemeriksaan jamur dilakukan dengan sediaan hapus yang memakai larutan KOH. 1,

EPIDEMIOLOGI

Insidensi ulkus kornea tahun 1993 adalah 5,3 per 100.000 penduduk di Indonesia, sedangkan predisposisi terjadinya ulkus kornea antara lain terjadi karena trauma, pemakaian lensa kontak terutama yang dipakai hingga keesokan harinya, dan kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya. 4

Penelitian di United Kingdom melaporkan beberapa faktor yang berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya invasi pada kornea; penggunaan lensa kontak yang lama, laki-laki, merokok dan akhir musim sejuk (Maret-Juli). Dari penelitian juga didapatkan insidens terjadinya ulkus kornea meningkat sehingga 8 kali ganda pada mereka yang tidur sambil memakai lensa kontak berbanding dengan mereka yang memakai lensa kontak ketika jaga. 4,5,6,7

Ulkus kornea dapat mengenai semua umur. Kelompok dengan prevalensi penyakit yang lebih tinggi adalah mereka dengan faktor resiko. Kelompok pertama yang berusia di bawah 30 tahun adalah mereka yang memakai lensa ontak dan/atau dengan trauma okuler, manakala kelompok kedua yang berusia di atas 50 tahun adalah mereka yang mungkin menjalani operasi mata. 4,5

ANATOMI DAN FISIOLOGI 1,5,6,7

Gambar 3. Anatomi mata

Secara garis besar mata di bagi tiga bagian:

•    Tunika fibrosa

Tunika fibrosa terdiri dari sklera dan kornea. Sklera berwarna putih merupakan lapisan luar yang sangat kuat dengan ketebalan 0,3-0,6 mm. Sklera juga merupakan tempat insersi otot-otot akstraocular. Sementara itu, kornea adalah lapisan yang berwarna bening dan berfungsi untuk menerima cahaya masuk dan sebagai media refrakta. Pada bagian tengah, ketebalan kornea 0,52 mm dan  pada bagian perifer 0,65 mm. Diameter horizontal kornea berukuran 11,75 mm dan diameter vertikalnya 10,6 mm. Dari anterior ke posterior tersusun atas lapisan epitel, membrana Bowman’s, stroma, membrana Descement’s, dan endothel. Untuk melindungi kornea ini, maka disekresikan air mata sehingga keadaannya selalu basah dan dapat membersihkan dari debu.4

•    Tunika Vaskulosa

Tunika vaskulosa merupakan bagian tengah bola mata, urutan dari tengah kebelakang terdiri dari iris, corpus siliaris, dan koroid. Koroid merupakan lapisan tengah yang kaya akan pembuluh darah, lapisan ini juga kaya akan pigmen warna. Daerah ini disebut iris. Bagian depan dari iris ini disebut pupil yang terletak di belakang kornea tengah. Pengaruh kerja dari otot iris adalah untuk melebarkan atau menyempitkan bagian pupil. Ini diibaratkan diafragma yang dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk pada sebuah kamera. Disebelah dalam pupil terdapat lensa yang berbentuk cakram dan terdapat otot siliaris. Otot ini sangat kuat dalam mendukung fungsi lensa mata, yang selalu berkerja untuk memfokuskan penglihatan. Seseorang yang melihat benda dengan jarak yang jauh tidak mengakibatkan otot lensa mata berkerja, tetapi apabila seseorang melihat benda dengan jarak yang dekat maka akan memaksa otot lensa bekerja lebih berat karena otot lensa harus menegang untuk membuat lensa mata lebih tebal sehingga dapat memfokuskan penglihatan pada benda-benda tersebut. Pada bagian belakang dan depan lensa ini terdapat rongga yang terisi cairan bening yang masing-masing disebut Aqueous Humor dan Vitreous Humor. Adanya cairan ini dapat memperkokoh kedudukan bola mata.4

•    Tunika Nervosa

Tunika nervosa (retina) merupakan bagian dari mata yang terletak pada bagian depan koroid. Bagian ini merupakan bagian terdalam dari mata. Lapisan ini lunak namun tipis. Merupakan suatu struktur sangat kompleks yang terbagi menjadi 10 lapisan terpisah, tediri dari fotoreseptor (sel batang dan sel kerucut) dan neuron, diantaranya adalah sel ganglion yang bersatu membentuk serabut saraf optik. Retina tersusun dari 103 juta sel-sel yang berfungsi untuk menerima cahaya, dan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Sel kerucut bertanggung jawab untuk penglihatan siang hari. Sel kerucut responsive terhadap panjang gelombang pendek, menengah, dan panjang (biru, hijau, merah). Sel-sel ini terkonsentrasi di fovea yang bertanggung jawab untuk penglihatan detail seperti membaca huruf kecil. Sedangkan sel batang berfungsi untuk penglihatan malam. Sel-sel ini sensitif terhadap cahaya redup dan tidak memberikan sinyal informasi panjang gelombang (warna). Sel batang menyusun sebagian besar fotoreseptor di retina daerah perifer.4

Kornea (latin cornum=seperti tanduk) adalah sela put bening mata, bagian selaput mata yang tembus cahaya, merupakan lapisan jaringan yang menutup bola mata sebelah depan. Kornea ini disisipkan ke sklera dilimbus, lekuk melingkar pada persambungan ini disebut sulkus skleralis. Kornea memiliki diameter horizontal 11-12 mm dan berkurang menjadi 9-11 mm secara vertikal oleh adanya limbus. Kornea dewasa rata-rata mempunyai tebal 0,54 mm di tengah, sekitar 0,65 mm di tepi. Kornea memiliki tiga fungsi utama: 1,6

    Sebagai media refraksi cahaya terutama antara udara dengan lapisan air mata prekornea.

    Transmisi cahaya dengan minimal distorsi, penghamburan dan absorbsi.

    Sebagai struktur penyokong dan proteksi bola mata tanpa mengganggu penampilan optikal.

Dari anterior ke posterior, kornea mempunyai lima lapisan yang terdiri atas: 1

1.    Epitel

-    Tebalnya 50 um, terdiri atas lima lapis sel epitel tidak bertanduk yang saling tumpang tindih; satu lapis sel basal, sel poligonal dan sel gepeng. Pada sel basal sering terlihat mitosis sel, dan sel muda mi terdorong ke depan menjadi lapis sel sayap dan semakin maju ke depan menjadi sel gepeng. Sel basal berkaitan erat dengan sel basal di sampingnya dan sel polygonal di depannya melalui desmosom dan macula okluden; ikatan ini menghambat pengaliran air, elektrolit, dan glukosa yang merupakan barrier.

-    Sel basal menghasilkan membrane basal yang melekat erat kepadanya. Bila terjadi gangguan akan mengakibatkan erosi rekuren.

-    Epitel berasal dari ectoderm permukaan.

2.    Membrana Bowman

-    Terletak di bawah membran basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma.

-    Lapisan ini tidak mempunyai daya regenerasi.

3.    Stroma

-    Terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan lainnya, pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sedang di bagian perifer serat kolagen ini bercabang; terbentuknya kembali serat kolagen memakan waktu lama yang kadang-kadang sampai 15 bulan. keratosit merupakan sel stroma kornea yang merupakan fibroblast terletak di antara serat kolagen stroma. Diduga keratosit membentuk bahan dasar dan serat kolagen dalam perkembangan embrio atau sesudah trauma.

4.    Membrana Descemet

-    Membrane aselular; merupakan batas belakang stroma kornea dihasilkan sel endotel dan merupakan membran basalnya.

-    Bersifat sangat elastis dan berkembang terus seumur hidup, tebal 40 um.

5.    Endotel

-    Berasal dari mesotehum, berlapis satu, bentuk heksagonal, tebal 20-40 um. Endotel melekat pada membran descemet melalui hemidesmosom dan zonula okluden.

Gambar 4. Anatomi koraea

Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensorik terutama berasal dari saraf siliar longus, saraf nasosiliar, saraf V saraf siliar longus berjalan suprakoroid, masuk ke dalam stroma kornea, menembus membrana Bowman melepaskan selubung Schwannya. Seluruh lapis epitel dipersarafi sampai pada kedua lapis terdepan tanpa ada akhir saraf. Bulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerah limbus. Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam waktu 3 bulan.

Kornea bersifat avaskuler, mendapat nutrisi secara difus dari humor aqous dan dari tepi kapiler. Bagian sentral dari kornea menerima oksigen secara tidak langsung dari udara, melalui oksigen yang larut dalam lapisan air mata, sedangkan bagian perifer menerima oksigen secara difus dari pembuluh darah siliaris anterior. 1,5

Trauma atau penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi endotel dan terjadi edema kornea. Endotel tidak mempunyai daya regenerasi.

Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata di sebelah depan. Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea, di mana 40 dioptri dari 50 dioptri pembiasan sinar masuk kornea dilakukan oleh kornea. Transparansi kornea disebabkan oleh strukturnya yang seragam, avaskularitasnya dan deturgensinya.4,5,6 Secara klinis, kornea dibagi dalam beberapa zona yang mengelilingi dan menyatu satu dengan yang lain, seperti pada gambar di bawah ini: 7

Figure 2-16 Topographic zones of the cornea, (Illustration  Christine Gralapp.)

Gambar 5. Topografi dari komea7

ETIOPATOGENESIS

Ulkus kornea terjadi akibat organisme yang memproduksi toksin yang menyebabkan nekrosis dan pembentukan pus di jaringan kornea. Ulkus kornea biasanya terbentuk akibat Infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus), jamur, virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba. Penyebab lain adalah aberasi atau benda asing, penutupan kelopak mata yang tidak cukup, mata yang sangat kering, defisiensi vitamin A, penyakit alergi mata yang berat atau pelbagai kelainan inflamasi yang lain.1,2,6,8

Pengguna lensa kontak, terutamanya mereka yang memakainya waktu tidur, bisa menyebabkan ulkus kornea. Infeksi oleh Protozoa, infeksi dengan Achanthamoeba berkaitan dengan kebiasaan kebersihan lensa kontak yang buruk (menggunakan air yang tidak steril), berenang atau berendam di air panas dengan menggunakan lensa kontak. Organisme ini menyebabkan peradangan yang serius dan seringkali di salah diagnosis dengan virus herpes simpleks. Keratitis herpes simpleks merupakan infeksi viral yang serius. Ia bisa menyebabkan serangan berulang yang dipicu oleh stress, paparan kepada sinar matahari, atau keadaan yang menurunkan sistem imun. 4,7. Pengguna lensa kontak dapat memiliki komplikasi baik secara langsung atau akibat dari permasalahan yang ada yang diperburuk dengan pemakaian lensa kontak. Lensa kontak secara langsung bersentuhan dengan mata dan memicu komplikasi melalui: trauma,  mengganggu kelembaban kornea dan konjungtiva, penurunan oksigenasi kornea, stimulasi respon alergi dan inflamasi, dan infeksi.12

Hipoksia Dan Hiperkapnia

Akibat kondisi kornea yang avaskular, untuk metabolisme aerobik kornea bergantung pada pertukaran gas pada air mata. Mata tiap individu memiliki kondisi oksigenasi yang bervariasi untuk menghindari komplikasi hipoksia. Baik dengan menutup mata maupun memakai lensa kontak keduanya dapat mengurangi proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida pada permukaan kornea. Transmisibilitas oksigen (dK / L), yaitu permeabilitas bahan lensa (dK) dibagi dengan ketebalan lensa (L), merupakan variabel yang paling penting dalam menentukan pengantaran relatif oksigen terhadap permukaan kornea pada penggunaan lensa kontak. Pertukaran air mata di bawah lensa kontak juga mempengaruhi tekanan oksigen kornea. Pada lensa kontak kaku dengan diameter yang lebih kecil dengan transmissibilitas oksigen yang sama atau lebih rendah dapat mengakibatkan edema kornea lebih sedikit jika dibandingkan dengan lensa kontak lunak yang diameternya lebih besar karena pertukaran air mata yang lebih baik. Hipoksia dan hiperkapnia sedikit pengaruhnya pada lapisan stroma bagian dalam dan endotelium, dimana mereka memperoleh oksigen dan menghasilkan karbon dioksida ke dalam humor aquous.12

Akibat oksigenasi yang tidak memadai, proses mitosis epitel kornea yang menurun, menyebabkan ketebalannya berkurang, mikrosis, dan peningkatan fragilitas. Akibat pada  sel-sel epitel ini dapat menyebabkan keratopati pungtat epitel, abrasi epitel, dan meningkatkan resiko keratitis mikroba. Akumulasi asam laktat pada stroma akibat metabolisme anaerob menyebabkan meningkatnya ketebalan stroma dan mengganggu pola teratur dari lamellae kolagen, menyebabkan striae, lipatan pada posterior stroma, dan meningkatnya hamburan balik cahaya. Hipoksia dan hiperkapnia stroma yang lama mengakibatkan asidosis stroma, yang dalam waktu singkat akan menimbulkan edema endotel dan blebs dan dalam waktu yang lama akan mengakibatkan polymegethism sel endotel. Efek lebih lanjut dari hipoksia adalah hypoesthesia kornea dan neovaskularisasi baik pada epitel dan stroma. Vaskularisasi stroma dapat berevolusi menjadi keratitis interstisial, kekeruhan yang dalam, atau kadang-kadang perdarahan intrastromal. Pada beberapa kasus pemakaian lensa kontak yang lama, kornea menjadi terbiasa dengan tegangan oksigen baru, dan edema stroma berubah menjadi lapisan stroma yang tipis.12

Alergi Dan Toksisitas

Para pemakai lensa kontak menghadapi berbagai potensial alergen. Lensa kontak mendorong adhesi dari debris, sehingga tetap bersentuhan dengan jaringan okular. Larutan lensa kontak dan terutama pengawet di dalamnya menginduksi respon alergi pada individu-individu yang sensitif. Hipersensitifitas thimerosal khususnya dapat menyebabkan konjungtivitis, infiltrat epitel kornea, dan superior limbus keratokonjunktivitis. Reaksi terhadap deposit protein pada lensa kontak ini dapat mengakibatkan konjungtivitis giant papiler. Toksisitas yang dicetus oleh lensa kontak yang tidak bergerak berhubungan dengan akumulasi yang cepat dari metabolik pada lapisan kornea anterior, yang dapat mengakibatkan hiperemis pada limbus, infiltrat kornea perifer, dan keratik presipitat. Komplikasi yang lebih berat akibat toksisitas larutan mengakibatkan keratopati pungtat epitel.12

Kekuatan Mekanik

Kekuatan mekanik memicu komplikasi pada pengguna lensa kontak termasuk abrasi akibat pemakaian atau pelepasan lensa yang tidak tepat, atau akibat fitting dan pemakaian lensa kontak. Lensa kontak kaku yang tajam dapat menyebabkan distorsi kornea atau abrasi. Pada kasus yang berat, permukaan kornea menjadi bengkok. Keratokonus dapat timbul akibat kekuatan mekanik kronis dari pemakaian lensa kontak. Permukaan yang terlipat dapat diakibatkan oleh lensa kontak lunak yang terlalu ketat. Kerusakan epitel dapat terjadi secara sekunder akibat debris yang terperangkap di bawah lensa. Komplikasi ini sangat penting mengingat dominannya pemakaian lensa kontak kosmetik pada perempuan.12

Efek Osmotik

Lensa kontak meningkatkan penguapan air mata dan menurunkan refleks air mata, sehingga kejadian keratopati pungtat epitel meningkat. Permukaan yang kering akibat rusaknya lubrikasi mata oleh lapisan air mata, sehingga epitel beresiko terjadi cedera mekanis seperti abrasi dan erosi. 12

Keratitis jamur bisa terjadi setelah trauma kornea yang disebabkan oleh tumbuh-tumbuhan atau pada mereka dengan imunosuppressi. Keratitis acanthamoeba terjadi pada pengguna lensa kontak, terutama pada mereka yang coba membuat solusi pembersih sendiri. 12

Faktor resiko terjadinya ulkus kornea adalah mata kering, alergi berat, riwayat kelainan inflamasi, penggunaan lensa kontak, immunosuppresi, trauma dan infeksi umum. 4,7

Dikenal dua bentuk ulkus pada kornea, yaitu sentral dan perifer. Ulkus biasanya disebabkan oleh reaksi toksik, alergi, autoimun, dan infeksi. Beratnya penyakit juga ditentukan oleh keadaan fisik pasien, besar, dan virulensi inokulum. Infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri, jamur, amuba dan virus. 1,2,5

Ulkus Kornea Tipe Sentral

Ulkus kornea tipe sentral biasanya merupakan ulkus infeksi akibat kerusakan pada epitel. Lesi terletak di sentral, jauh dari limbus vaskuler. Etiologi ulkus kornea sentral biasanya bakteri (pseudomonas, pneumokok, moraxela liquefaciens, streptokok beta hemolitik, klebsiela pneumoni, e.coli, proteous), virus (herpes simpleks, herpes zoster), jamur (Candida albican, fusarium solani, spesies nokardia, sefalosporium dan aspergilus). 1,2

Mikroorganisme ini tidak mudah masuk ke dalam kornea dengan epitel yang sehat. Terdapat faktor predisposisi untuk terjadinya ulkus kornea seperti erosi pada kornea, keratitis neurotrofik, pemakaian kortikosteroid atau imunosupresif, pemakaian obat anestetika lokal, pemakaian Idoxyuridine (IDU), pasien diabetes melitus dan ketuaan. 1

Hipopion biasanya (tidak selalu menyertai ulkus). Hipopion adalah penggumpalan sel-sel radang yang tampak sebagai lapisan pucat di bagian bawah kamera anterior dan khas untuk ulkus kornea bakteri dan jamur. Meskipun hipopion itu steril pada ulkus kornea bakteri, kecuali terjadi robekan pada membrane Descemet, pada ulkus fungi lesi ini mungkin mengandung unsur fungus.2

Gambar 6. Ulkus kornea sentral pneumococcal dengan hipopion (pus di bilik mata depan) 9

Ulkus Kornea Tipe Perifer (marginal)

Kebanyakan ulkus kornea marginal bersifat jinak namun sangat sakit. Ulkus ini timbul akibat konjungtivitis bakteri akut atau menahun, khususnya blefarokonjungtivitis stafilokok dan lebih jarang konjungtivitis Koch-Weeks. Ulkus ini timbul akibat sensitisasi terhadap produk bakteri; antibodi dari pembuluh limbus bereaksi dengan antigen yang telah berdifusi melalui epitel kornea. 2

Ulkus kornea marginal merupakan peradangan kornea bagian perifer berbentuk khas yang biasanya terdapat daerah jernih antara limbus kornea dengan tempat kelainannya. Sumbu memanjang daerah peradangan biasanya sejajar dengan limbus kornea. Diduga dasar kelainannya ialah suatu reaksi hipersensitivitas terhadap eksotoksin Stqfilokokus. Ulkus yang terdapat terutama di bagian perifer kornea, yang biasanya terjadi akibat alergi, toksik, infeksi dan penyakit kolagen vaskuler. Infiltrat dan ulkus marginal mulai berupa infiltrat linear atau lonjong, terpisah dari limbus oleh interval bening, dan hanya pada akhirnya menjadi ulkus dan mengalami vaskularisasi. Biasanya bersifat rekuren, dengan kemungkinan terdapatnya Streptococcus pneumonic, Hemophilus aegepty, Moraxella lacunata dan Esrichia. l,2

Gambar 7. Ulkus kornea perifer

Penyebab dari ulkus kornea adalah: 7,13

    Ulkus kornea akibat jamur, yang pernah banyak dijumpai pada para pekerja petanian, kini makin banyak dijumpai di antara penduduk perkotaan, dengan dipakainya obat kortikosteroid dalam pengobatan mata. Kebanyakan ulkus jamur disebabkan organisme oportunis seperti Candida, Fusarium, Aspergillus, Penicillium, Cephalosporium dan lain-lain. Tidak ada ciri khas yang membedakan macam-macam ulkus jamur ini. Ulkus fungi ini indolen, dengan infiltrate kelabu, sering dengan hipopion, peradangan nyata pada bola mata, ulserasi superficial dan lesi-lesi satelit (umumnya infiltrate di tempat-tempat yang lebih jauh dari daerah utama ulserasi). Lesi utama, dan sering juga lesi satelit, merupakan plak endotel dengan tepian tidak teratur di bawah lesi komea utama, disertai reaksi kamera anterior yang hebat dan abses kornea. Terdapat juga kongesti siliaris dan konjungtiva yang nyata, tetapi gejala nyeri, mata berair dan fotofobia biasanya lebih ringan dibandingkan dengan ulkus kornea akibat bakteri. Kerokan dari ulkus kornea jamur, kecuali yang disebabkan Candida, mengandung unsur-unsur hifa; kerokan dari ulkus Candida umumnya mengandung pseudohifa atau bentuk ragi, yang menampakkan kuncup-kuncup khas. 2,6,7

    Bakteri merupakan penyebab paling banyak ulkus kornea. Organisme yang biasanya terlibat yaitu Pseudomonas aeroginosa, staphylococcus aureus, S. epidermidis. Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenza dan Moraxella catarrhalis. Neiseria species, Corynebacterium dhiptheriae, K. aegyptus dan Listeria merupakan agen berbahaya oleh karena dapat berpenetrasi ke dalam epitel kornea yang intak. Karakteritik klinik ulkus kornea oleh karena bakteri sulit untuk menentukan jenis bakteri sebagai penyebabnya, walaupun demikian sekret yang berwarna kehijauan dan bersifat mukopurulen khas untuk infeksi oleh karena P aerogenosa. Kebanyakan ulkus kornea terletak di sentral, namun beberapa terjadi di perifer. Meskipun awalmnya superficial, ulkus ini dapat mengenai seluruh kornea terutama jenis Pseudomonas aeroginosa. Batas yang maju menampakkan ulserasi aktif dan infiltrasi, sementara batas yang ditinggalkan mulai sembuh. Biasanya kokus gram positif, Staphylococcus aureus, S. epidermidis. Streptococcus pneumonia akan memberikan gambaran tukak yang terbatas, berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih abu-abu pada anak tukak yang supuratif, daerah kornea yang terkena yang tidak terkena akan tetap berwarna jernih dan tidak terlihat infiltrasi sel radang. Bila tukak disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa maka tukak akan terlihat melebar secara cepat, bahan purulen berwarna kuning hijau terlihat melekat pada permukaan tukak. 1,2,7,9,10

Gambar 8. Ulkus kornea bakteri 6,10

KET:     (a)    Ulkus Kornea Pneumococcus

    (b)    Ulkus kornea Pseudomonas aeroginosa

(c)    Ulkus kornea yang kecil yang disebabkan oleh infeksi Staphylococcus, akibat penggunaan kontak lensa.

(d)    Ulkus kornea berat yang disebabkan oleh infeksi Pseudomonas Pyocyaneus

    Oleh virus, ulkus lebih sering disebabkan oleh virus Herpes simpleks, Herpes Zoster, Adenovirus. Herpes virus menyebabkan ulkus dendritik, yang bersifat rekuren pada tiap individu, akibat reaktivasi virus laten di ganglion Gasserian, serta unilateral. Pada virus Hepes simpleks, biasanya gejala dini dimulai dengan injeksi siliar yang kuat disertai terdapatnya suatu dataran sel di permukaan epitel kornea, kemudian keadaan ini disusul dengan bentuk dendritik serta terjadi penurunan sensitivitas dari kornea. Biasanya juga disertai dengan pembesaran kelenjar preaurikuler.1'2'9'10

  

Gambar 9. Tukak kornea disebabkan oleh infeksi herpes simplex (ulkus dendritik) 9,10

    Infeksi oleh Protozoa, infeksi dengan Achanthamoeba berkaitan dengan kebiasaan kebersihan lensa kontak yang buruk (menggunakan air yang tidak steril), berenang atau berendam di air panas dengan menggunakan lensa kontak. Organisme ini menyebabkan peradangan yang serius dan seringkali di salah diagnosis dengan virus herpes simpleks. Pasien umumnya mengeluh nyeri. Mulanya berupa keratopati pungtata atau pseudodendrit. Tanda klasik berupa infiltrat cincin dan perineural timbul kemudian.

Gambar 10. Infiltrat berbentuk ring pada ulkus kornea oleh infeksi Achanthamoeba 9,10

Kornea perifer memilki karakteristik morfologi dan imunologi yang berbeda yang memungkinkan terjadinya suatu reaksi inflamasi. Tidak seperti bagian sentral kornea yang avaskuler, kornea perifer sangat dekat dengan konjungtiva limbal sebagai sumber nutrisi melalui kapilernya, sumber sel imunokompeten seperti makrofag, sel Langerhans, limfosit dan sel plasma. Beberapa stimulus inflamasi pada kornea perifer yang disebabkan oleh invasi organisme mikroba (bakteri, virus, jamur, parasit), deposit imun kompleks (penyakit imun sistemik), trauma, keganasan, atau kondisi dermatologi yang menghasilkan respon imun lokal maupun sistemik, mengakibatkan pengerahan neutropil dan aktivasi komplemen (baik klasik maupun jalur alternatif) pada jaringan maupun pembuluh darah. Aktivasi komponen komplemen dapat meningkatkan permeabilitas vaskuler dan menggerakan faktor kemotaktik untuk neutrofil (C3a, C5a). Neutrofil, menginfiltrasi kornea perifer dan melepaskan enzim proteolitik dan kolagenolitik, metabolit oksigen reaktif, dan substansi proinflamasi (platelet-activating-faktor, leukotrin, prostaglandin), menyebabkan disolusi dan degradasi stroma kornea. Di samping itu, konjungtiva limbal yang mengalami inflamasi memproduksi kolagenase yang memperberat terjadinya degradasi stroma. Penyakit sistemik dapat menyebabkan deposit kompleks imun terjadi oleh karena enzim degradatif yang dilepaskan terutama oleh neutrofil.

GEJALA KLINIS 1,2,6,7,10,11

Gejala klinis pada pasien dengan ulkus kornea sangat bervariasi, tergantung dari penyebab dari ulkus itu sendiri. Gejala dari ulkus kornea yaitu nyeri yang ekstrirn oleh karena paparan terhadap nervus, oleh karena kornea memiliki banyak serabut nyeri, kebanyakan lesi kornea menimbulkan rasa sakit dan fotopobia. Rasa sakit mi diperhebat oleh gesekan palpebra (terutama palpebra superior) pada kornea dan menetap sampai sembuh. Karena kornea berfungsi sebagai jendela bagi mata dan membiaskan berkas cahaya, lesi kornea umumnya agak mengaburkan penglihatan terutama jika letaknya di pusat. Fotopobia pada penyakit kornea adalah akibat kontraksi iris beradang yang sakit. Dilatasi pembuluh darah Ms adalah fenomena refleks yang disebabkan iritasi pada ujung saraf kornea. Fotopobia yang berat pada kebanyakan penyakit kornea, minimal pada keratitis herpes karena hipestesi terjadi pada penyakit ini, yang juga merupakan tanda diagnostik berharga. Meskipun berairmata dan fotopobia umunnya menyertai penyakit kornea, umumnya tidak ada tahi mata kecuali pada ulkus bakteri purulen. 2

Tanda penting ulkus kornea yaitu penipisan kornea dengan defek pada epitel yang nampak pada pewarnaan fluoresen. Biasanya juga terdapat tanda-tanda uveitis anterior seperti miosis, aqueus flare (protein pada humor aqueus) dan kemerahan pada mata. Refleks axon berperan terhadap pembentukan uveitis, stimulasi reseptor nyeri pada kornea menyebabkan pelepasan mediator inflamasi seperti prostaglandin, histamine dan asetilkolin. Pemeriksaan terhadap bola mata biasanya eritema, dan tanda-tanda inflamasi pada kelopak mata dan konjungtiva, injeksi siliaris biasanya juga ada. Eksudat purulen dapat terlihat pada sakus konjungtiva dan pada permukaan ulkus, dan infiltrasi stroma dapat menunjukkan opasitas kornea berwarna krem. Ulkus biasanya berbentuk bulat atau oval, dengan batas yang tegas. Pemeriksaan dengan slit lamp dapat ditemukan tanda-tanda iritis dan hipopion. 1,2,6,10

DIAGNOSIS 7,11

Diagnosis ulkus kornea ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang. Keberhasilan penanganan ulkus kornea tergantung pada ketepatan diagnosis, penyebab infeksi, dan besarnya kerusakan yang terjadi. Adapun jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu penegakan diagnosis adalah:

    Anamnesis

Dari riwayat anamnesis, didapatkan adanya gejala subjektif yang dikeluhkan oleh pasien, dapat berupa mata nyeri, kemerahan, penglihatan kabur, silau jika melihat cahaya, kelopak terasa berat. Yang juga harus digali ialah adanya riwayat trauma, kemasukan benda asing, pemakaian lensa kontak, adanya penyakit vaskulitis atau autoimun, dan penggunaan kortikosteroid jangka panjang.

    Pemeriksaan fisis

-    Visus

•    Didapatkan adanya penurunan visus pada mata yang mengalami infeksi oleh karena adanya defek pada kornea sehingga menghalangi refleksi cahaya yang masuk ke dalam media refrakta.

-    Slit lamp

•    Seringkali iris, pupil, dan lensa sulit dinilai oleh karena adanya kekeruhan pada kornea.

•    Hiperemis didapatkan oleh karena adanya injeksi konjungtiva ataupun perikornea.

    Pemeriksaan penunjang

-    Tes fluoresein

Pada ulkus kornea, didapatkan hilangnya sebagian permukaan kornea. Untuk melihat adanya daerah yang defek pada kornea. (warna hijau menunjukkan daerah yang defek pada kornea, sedangkan warna biru menunjukkan daerah yang intak).

-    Pewarnaan gram dan KOH

Untuk menentukan mikroorganisme penyebab ulkus, oleh jamur.

-    Kultur

Kadangkala dibutuhkan untuk mengisolasi organisme kausatif pada beberapa kasus.

DIAGNOSIS BANDING 1

    Konjungtitivitis    Keratitis/ulkus kornea    Iritis akut    Glaukoma akut

Sakit

Kotoran

Fotofobia

Kornea

Iris

Penglihatan

Sekret

Tekanan

Injeksi

Uji    Kesat

Sering purulen

Ringan

Jernih

Normal

N

(+)

N

Konjungtival

Bakteri    Sedang

Hanya reflex epifora

Flouresein (+++)


(-)
N
Siliar
Sensibilitas
    Sedang sampai hebat
Ringan

Hebat
Presipitat

Muddy


(-)

Siliar
Infeksi local    Hebat dan menyebar

tidak ada

Sedang
Edema

Abu-abu kehijauan

(-)

Episkelara
Tonometri


PENATALAKSANAAN 7,11
Pengobatan pada ulkus kornea bertujuan menghalangi hidupnya bakteri dengan antibiotika, dan mengurangi reaksi radang dengan steroid. Sampai saat ini pengobatan dengan steroid masih kontroversi.6 Secara umum ulkus diobati sebagai berikut :
    Bila terdapat ulkus yang disertai dengan pembentukan secret yang banyak, jangan dibalut karena dapat menghalangi pengaliran secret infeksi dan memberikan media yang baik untuk perkembangbiakan kuman penyebabnya.
    Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali sehari
    Antisipasi kemungkinan terjadinya glaucoma sekunder
    Diberi antibiotika yang sesuai dengan kausa. Biasanya cukup diberi lokal kecuali pada kasus yang berat.
Terapi kortikosteroid pada peradangan kornea masih kontroversi. Telah diketahui bahwa pada keratitis telah terjadi kerusakan jaringan baik oleh karena efek langsung enzim litik dan toksin yang dihasilkan oleh organisme pathogen serta kerusakan yang disebabkan oleh reaksi inflamasi oleh karena mikroorganisme. Reaksi inflamasi supuratif terutama banyak sel polimorfonuklear leukosit. Neutrofil mampu menyebabkan destruksi jaringan oleh metabolit radikal bebasnya maupun enzim proteolitiknya. Alasan yang masuk akal penggunaan kortikosteroid yaitu untuk mencegah destruksi jaringan yang disebabkan oleh neutrofil tersebut. Berikut adalah kriteria pemberian kortikosteroid yang direkomendasikan : 3,7,8
    Kortikosteroid tidak boleh diberikan pada fase awal pengobatan hingga organisme penyebab diketahui dan organisme tersebut secara in vitro sensitif terhadap antibiotik yang telah digunakan.
    Pasien harus sanggup datang kembali untuk kontrol untuk melihat respon pengobatan.
    Tidak ada kesulitan untuk eradikasi kuman dan tidak berkaitan dengan virulensi lain.
Di samping itu, adanya respon yang memuaskan terhadap pemberian antibiotik sangat dianjurkan sebelum memulai pemberian kortikosteroid. Kortikosteroid tetes dapat dimulai dengan dosis sedang (prednisolon asetat atau fosfat 1% setiap 4-6 jam), dan pasien harus dimonitor selama 24-48 jam setelah terapi awal. Jika pasien tidak menunjukkan efek samping, frekuensi pemberian dapat ditingkatkan dengan periode waktu yang pendek kemudian dapat di tapering sesuai dengan gejala klinik. 3,8
Pengobatan dihentikan bila sudah terjadi epitelisasi dan mata terlihat tenang, kecuali bila penyebabnya pseudomonas yang memerlukan pengobatan tambahan 1-2 minggu. Pada tukak kornea dilakukan pembedahan atau keratoplasti apabila dengan pengobatan tidak sembuh atau terjadinya jaringan parut yang mengganggu penglihatan. l

KOMPLIKASI
Ulkus kornea dapat berkomplikasi dengan terjadinya perforasi kornea walaupun jarang. Hal ini dikarenakan lapisan kornea semakin tipis dibanding dengan normal sehingga dapat mencetuskan terjadinya peningkatan tekanan intraokuler. Jaringan parut kornea dapat berkembang yang pada akhirnya menyebabkan penurunan parsial maupun kompleks juga dapat terjadi, glaukoma dan katarak. Terjadinya neovaskularisasi dan endoftalmitis11, penipisan kornea yang akan menjadi perforasi,  uveitis, sinekia anterior, sinekia posterior, glaucoma dan katarak juga bisa menjadi salah satu komplikasi dari penyakit ini.2,3,6

PROGNOSIS
Prognosis dari ulkus kornea tergantung dari cepat lambannya pasien mendapat pengobatan, jenis mikroorganisme penyebab, dan adanya penyulit maupun komplikasi. Ulkus kornea biasanya mengalami perbaikan tiap hari dan sembuh dengan terapi yang sesuai. Jika penyembuhan tidak terjadi atau ulkus bertambah berat, disgnosis dan terapi alternatif harus dipertimbangkan. 3,4
DAFTAR PUSTAKA

1.    Biswell R. Cornea In Vaughn D, Asbury T, Eva PR, eds. General Ophtalmology 17th ed. USA Appleton Lange; 2008. p. 126-49
2.    Mills TJ, Corneal Ulceration and Ulcerative Keratitis in Emergency Medicine.
    Citied on August 9, 2011. Avaible from: http://www.emedicine.com/emerg/topic 115.htm.
3.    Netter Atlas of Human Anatomy.
4.    Ilyas S. Anatomi dan Fisiologi Mata. Dalam : Ilyas S. Ilmu Penyakit mata Edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI ; 2008. H.l-13.
5.    Riordan P. Anatomy & Embriology of the Eye. In: Vaughan DG, Asbury T, Riordan-Eve P. General Ophtalmology. 17th ed. USA: Appleton & Lange; 2008. P.8-10
6.    Lange Gerhard K.Ophtalmology. 2000. New York: Thieme. P. 117-44
7.    Basic and Clinical Science Course. External Disease and Cornea, part 1, Section 8, American Academy of Ophthalmology, USA 2008-2009 P.38-9
8.    Basic and Clinical Science Course. External Disease and Cornea, part 1, Section 8, American Academy of Ophthalmology, USA 2008-2009 P.179-92
9.    Basic and Clinical Science Course. Fundamental and principles of ophthalmology, section 2, American Academy of Ophthalmology, USA 2008-2009. P. 45-9
10.    Ilyas S. Mata Merah dengan penglihatan Turun Mendadak. In: Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata. 3rd ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2004. P.147-67
11.     Farouqui SZ, Central Sterile Co  rnea Ulceration. Citied on August 9 th, 2011. Available from: www.emedicine.com
12.  Boles, SF, MD. Lens Complication & Management QEI Winter 2009 Newsletter. Citied on August 9 th, 2011.

Novelier

Saya justru lebih suka membaca karya para penulis di awal karir kepenulisan mereka dibanding membaca karya yang mereka hasilkan ketika sudah tenar.

Biasanya pada awal karir, karya yang mereka ciptakan lebih jujur, berani, dan terkesan ideal.
Saya selalu bersemangat ketika membaca karya-karya seperti itu. Membuatku lebih optimis memandang kehidupan yang sudah sesak dipenuhi politisasi dan kepalsuan kronis.

Jumat, 09 September 2011

Konsep Penyebab Dan Proses Terjadinya Penyakit

KONSEP PENYEBAB DAN PROSES TERJADINYA PENYAKIT

Perkembangan teori penyebab penyakit:
1.    Konsep terjadinya penyakit didasarkan karena adanya gangguan makhluk halus.
2.    Hipocrates: timbulnya penyakit karena adanya pengaruh lingkungan yang meliputi air, udara, tanah cuaca, dan lain-lain.
3.    Pada masyarakat China adanya teori humoral yaitu teori penyakit tentang adanya keseimbangan cairan dalam tubuh manusia.

Pengertian penyebab penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat ke suatu proses kejadian penyakit, yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis, fisiologis, psikologis, sosiologis, antropologis) dengan penyebab (agent) serta dengan lingkungan (environment).
    Agen: Suatu faktor yang harus hadir untuk suatu penyakit agar penyakit itu terjadi, contoh: Virus influensa adalah agen influenza.
    Keadaan lingkungan (environment) juga menentukan apakah transmisi efektif penyakit dapat terjadi dalam situasi tertentu.

Bahagia

Aku tak percaya pada pepatah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Buat apa kebahagiaan yang harus diraih dengan menghabiskan sebagian hidup dalam kesusahan kalau ternyata kebahagiaan yang didapat itu tidak jauh beda dengan kebahagiaan yang bisa kita peroleh kapan pun tanpa harus bersusah payah.

Berbahagialah kapan pun kau menginginkannya.

Kamis, 08 September 2011

Aortic

Menjadi keran yang mengalirkan kebaikan pada seluruh pihak yang membutuhkannya.
Tidak peduli pada pamrih dan penghargaan.

-mencoba menjadi aorta-

Senin, 05 September 2011

Jantung

Mungkin benar kata statistik, penyakit pembunuh nomor satu adalah penyakit jantung koroner. Tiap hari silih berganti pasien gangguan jantung koroner mengisi ruang perawatan intensif. Beberapa pasien bisa bertahan hidup tapi lebih banyak yang mati karena mereka datang sudah dalam status gagal jantung dan syok.
Mereka jarang melakukan medical check up secara rutin. Padahal bagi orang-orang yang memiliki jaminan kesehatan seperti askes, jamkesmas, jamkesda, jamsostek, atau askes swasta, medical check up bisa dilakukan secara gratis.

Hanya persoalan birokrasi, yang membuat penggunaan jaminan kesehatan terlihat begitu rumit. Untuk memanfaatkan jaminan kesehatan, kita tidak perlu tunggu sampai sakit parah menghantam badan. Karena makin parah penyakit, makin banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk mengobatinya. Apalagi buat para pegawai negeri yang tiap bulan gajinya dipotong untuk bayar askes, gunakan jaminan kesehatan itu untuk rajin memeriksakan diri secara lengkap, minimal 2 kali setahun. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati.

Minggu, 04 September 2011

Rotasi

Dan dunia pondokan Unhas pun berputar ketika cuti bersama berakhir. Setelah 2 minggu lebih wilayah pondokan Unhas lumpuh total karena mayoritas penjual dan penghuni mudik, akhirnya denyut kehidupan mulai tampak mengaliri jalan-jalan pondokan dengan nyala lampu kamar dan warung kaki lima. Aura sesak mulai terasa memenuhi setapak-setapak yang sempat tak berjejak selama berhari-hari. Celotehan tentang kampung halaman, acara maaf-maafan, dan pesta-pesta kecil tampak meramaikan akhir periode cuti bersama hari lebaran tahun ini.

Saya yang tidak mudik tahun ini hanya bisa tersenyum memandangi kembalinya keriuhan rotasi dunia pondokan. Seminggu yang lalu, ingin rasanya bertemu seseorang untuk membicarakan banyak hal, meskipun hal paling sepele sekali pun. Namun anehnya, ketika ada begitu banyak orang di sekitarku, saya justru merindukan sunyi yang kemarin. Sunyi yang mengajarkanku tentang betapa indahnya hidup bersama orang lain.

Aneh Lagi

Sindrom mendekati ujian menyerang lagi. Gejalanya:
Kriteria Mayor:
-intensitas buka teksbuk berkurang
-intensitas online meningkat
-mudah mengantuk
-mudah lapar
-onset kejadian: 1 minggu menjelang ujian

Kriteria Minor:
-panik
-mudah cemas

Untung saja ada ada obat yang selalu sedia menghabisi semua gejala itu ketika datang menyerang.
Puyer ikhlas, sirup ngotot, dan pil keberuntungan.

Topografi Bab III - Ekstremitas Inferior



BAB III
EXTREMITAS INFERIOR


Topografi Bab I - Pendahuluan Topografi Umum
Topografi Bab II - Ekstremitas Superior
Topografi Bab III - Ekstremitas Inferior


REGIO GLUTEA
Kulit di regio glutea dipersarafi oleh :
1.    r.cutaneus n.intercostalis XII
2.    r.cutaneus lateralis n.iliohypogastrici
3.    nn.clunium superiores
4.    nn.clunium medii
5.    nn.clunium inferiores mediales
6.    nn.clunium inferiores lateralis.

Ad.1. R.cutaneus n.intercostalis XII
    Ramus anterior nervus spinalis Thoracalis XII berjalan sepanjang tepi caudal costa XII, sehingga saraf ini disebut n.subcostalis, menyilang permukaan ventral m.quadratus lumborum, menembusi m.transversus abdominis, berjalan ke arah ventral, memberi cabang ke m.pyramidalis. Sekalipun ramus cutaneus lateralis dari saraf ini bentuknya besar, namun ujung terminalnya tidak mempercabangkan ramus anterior dan ramus posterior. Selanjutnya saraf tersebut tadi berjalan menembusi m.obliguus interni et externi abdominis di sebelah cranialis crista iliaca, berjalan ke arah caudal untuk mempersarafi kulit di bagian anterior regio glutea sampai pada trochanter major.

Ad.2. R.cutaneus lateralis nervi iliohypogastrici.
    Ramus ini menampakkan diri di sebelah posterior dari r.cutaneus n.intercostalis XII, setelah menembusi m.obliquus internus abdominis dan m.obliquus externus abdominis, melayani kulit pada regio glutea.

Ad.3. Nn.clunium superiores.
    Saraf ini ada tiga buah yang dibentuk oleh ramus lateralis (sensibel) dari ramus posterior n.spinalis L 1 – 3, menampakkan diri di bagian posterior r.cutaneus lateralis n.hypogastrici, melayani kulit di bagian medial regio glutea.

Ad.4. Nn.clunium medii.
    Saraf ini adalah ramus lateralis (sensibel) dari ramus posterior n.spinalis  S 1 – 3, mempersarafi regio glutea di bagian medial.

Ad.5. Nn.clunium inferiores mediales.
    Merupakan cabang dari plexus sacralis, tepatnya berasal dari n.spinalis S 2 – 3. Saraf ini berjalan dengan menembusi ligamentum sacrotuberosum, menampakkan diri pada tepi medial m.gluteus maximus, melayani kulit di bagian medial dan inferior regio glutea.

Ad.6. Nn.clunium inferiores laterales.
    Berjumlah 3 – 4 buah saraf yang dipercabangkan oleh n.cutaneus femoris posterior, menampakkan diri pada tepi caudal m.gluteus maximus, berjalan ascendens dan melayani kulit di bagian caudal dan lateral regio glutea.

Topografi Bab II - Ekstremitas Superior

BAB II
EXTREMITAS SUPERIOR


Topografi Bab I - Pendahuluan Topografi Umum
Topografi Bab II - Ekstremitas Superior
Topografi Bab III - Ekstremitas Inferior



A.SUBCLAVIA
    A.subclavia dextra dipercabangkan oleh arteria anonyma (= truncus brachiocephalicus), yang sinistra dipercabangkan langsung dari acus aortae. A.subclavia dextra, berjalan melangkung ke laterocranial, mula-mula berada di sebelah dorsal vena subclavia dextra, masuk ke dalam fissura scaleni posterior, dan berada di dalam sulcus arteria xubclaviae (costa I), lalu masuk ke dalam fossa axillaris, menjadi a.axillaris (di sebelah caudal dari clavicula).
Arteria subclavia dibagi menjadi:
1.    di sebelah medial m.scalenus anterior
2.    di sebelah dorsal m.scalenus anterior
3.    di sebelah lateral m.scalenus anterior.
Dari bagian yang (1) dipercabangkan:
§    vertebralis
§    a.mammaria interna
§    truncus thyreocervicalis
Dari bagian ke-(2), dipercabangkan truncus costocervicalis, yaitu dari dinding dorsal a.subclavia.
Dari bagian ke-(3), dipercabangkan arteria transversa colli.

TRUNCUS THYREOCERVICALIS
    Dipercabangkan dari dinding ventral a.subclavia, berbentuk pendek dan besar, segera memberi 4 buah cabang, antara lain a.transversa scapulae (= a.supra scapularis), yang berjalan ke caudal,  ke arah ventro-lateral melalui fissura scaleni anterior, menyilang plexus brachialis dan a.brachialis, berada di sebelah dorsal clavicula, ditutupi oleh venter inferior m.omohyoideus, tiba pada margo superior scapulae, berada di sebelah cranial ligamentum transversum scapulae superior, masuk ke dalam fossa supraspinata. Arteri ini meninggalkan fossa supraspinata melalui collum scapulae di sebelah ventral ligamentum transversum scapulae inferius, masuk ke dalam fossa infraspinata. Di dalam fossa supra spinata et infraspinata dipercabangkan beberapa cabang kecil.
Arteri ini mengadakan anastomose di bagian medial dengan ramus descendens a.transversa colli, dan di bagian lateral dengan a.circumflexa scapulae.

A.TRANSVERSA COLLI
    Berada di sebelah lateral fissura scaleni posterior, berjalan ke dorsal menembus plexus brachialis di antara cabang C 6 – 7, tiba di bagian ventral m.levator scapulae, dan bercabang dua menjadi ramus ascendens dan ramus descendens. Ramus ascendens berjalan ascendens di sebelah ventral m.levator scapulae; ramus descendens berjalan turun ke caudal, di sebelah medial margo vertebralis scapulae, di antara mm.rhomboidei dan m.serratus posterior superior, mengadakan anastomose dengan cabang-cabang dari a.transversa scapulae.

Vena subclavia berada di sebelah superficial arteria subclavia, dan berjalan melalui fissura scaleni anterior, bermuara ke dalam vena anonyma.

A. AXILLARIS
    Merupakan lanjutan dari a.subclavia, dimulai pada tepi lateral costa I sampai di tepi caudal m.teres major, dan berada di dalam fossa axillaris. A.axillaris berada di sebelah profunda vena axillaris.
Oleh m.pectoralis minor, a.axillaris dibagi menjadi tiga bagian, sebagi berikut:
1.    di sebelah cranial [proximal]
2.    di sebelah dorsal
3.    di sebelah lateral [distal] dari otot tersebut tadi.
Dari bagian (1) dipercabangkan a.thoracalis suprema dan a.thoraco acromialis.
Dari bagian (2) dipercabangkan a.thoracalis lateralis
Dari bagian (3) dipercabangkan a.subscapularis, a.circumflexa humeri anterior dan a.circumflexa humeri posterior.

Blogger Baru

Dashboard blogger berubah total. Saya hampir tidak mengenalinya. Saya harus mengutak-atik banyak hal untuk dapat menyesuaikannya dengan keinginanku. Karena beberapa fitur baru blogger membuat banyak widget tidak berfungsi dengan baik. Salah satu widget yang bermasalah adalah LinkWithin. Terlalu show off di tampilan blogger baru. Untunglah setelah membaca beberapa tutorial, akhirnya saya bisa membuat LinkWithin tidak tampil di beranda namun hanya halaman postingan.

Sejak tahun 2008, baru kali ini kulihat blogger membuat perubahan revolusioner dalam tampilan dashboard. Untuk orang lama sepertiku, tampilan macam ini agak membingungkan. Namun keadaan memaksaku untuk beradaptasi. Jadi mau diapalagi...nikmati saja.

Jumat, 02 September 2011

Sunyi

Sunyi mengajarkan diriku betapa indahnya hidup di alam yang bersuara, ditemani orang-orang yang hampir di setiap waktunya meresonansikan kasih sayang melimpah yang menghablurkan batas-batas kesendirian dalam kebersamaan.
Mungkin kasih sayang bukanlah jawaban akhir dari kedamaian jiwa yang rigid, namun tidak ada salahnya terus menggenggamnya hingga dunia terbenam di lautan yang tak kembali.

Kamis, 01 September 2011

Kedok 2

Salah satu faktor yang membuat dunia kedokteran tak lagi ideal di mataku adalah persoalan pembiayaan kesehatan. Sistem yang ada saat ini memaksa dunia kedokteran menjadi barang komersil. Seandainya saja pemerintah mampu membuat jaminan sosial yang tangguh dan memperketat regulasi pendirian, perizinan, serta pengembangan institusi pendidikan dokter, mungkin saja cerita dunia kedokteran di negara ini bisa lain.

Saya mendambakan suatu pelayanan kesehatan yang dapat menjangkau semua kalangan dan tidak membeda-bedakan kelas sosial karena hal macam itulah yang semestinya terjadi. Sehingga saat ada pasien masuk, kita tidak perlu lagi mendengar pertanyaan, "apa jaminannya pasien ini? Jamkesda, jamkesmas, askes, jamsostek, atau umum? Mau dirawat di bangsal atau vip?" Bosan rasanya mengucapkan dan mendengarkan pertanyaan macam itu di rumah sakit.
Tapi apa hendak dikata, dunia kesehatan masih tidak menjadi prioritas. Dengan porsi anggaran yang tidak sampai 4% dari apbn, apa yang bisa dilakukan?

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...