Kamis, 05 Januari 2012

Deram dan Frans

Ada dua kata yang suka sekali ku ketik ketika hendak menulis blog, deram dan frans. Tidak tahu kenapa dua kata itu selalu saja terketik tanpa kusadari saat sedang memikirkan postingan baru untuk blog ini. Meskipun dua kata itu sudah pernah kujadikan judul di postingan sebelumnya, saya terus saja memikirkan kedua kata itu saat melintasi lorong blog pikiranku sendiri. Padahal tidak ada satu petak dari hidupku yang pernah kujalani bersama dua kata itu.

Kucoba mengingat kembali masa lalu, adakah temanku yang bernama Frans? Tidak ada. Guru bernama Frans? Mungkin ada, tapi tak kukenal. Makanan bernama Frans? Bisa jadi pernah dimasak, tapi tak pernah kumakan. Minuman bernama Frans? Sepertinya ada, tapi tak pernah kulihat. Pacar bernama Frans? Maaf, saya bukan homoseksual. Dalam arti lain, Frans itu mungkin ada, tapi tak sempat dipersepsikan oleh indraku.


Sekarang kita cek kata deram. Apa itu ada dalam kamus besar bahasa indonesia? Baru saja saya cek, tidak ada. Di google, saya hanya menemukan pencarian untuk dream, bukan deram. Di Yahoo, Bing, dan Ask, saya belum coba. Buang-buang bandwidth saja. Dengan kata lain, deram itu tidak pernah ada, tidak pernah nyata, dan tidak usah dipikirkan.

Meskipun Frans tak pernah kupersepsikan, dan deram tidak usah kupikirkan, kedua kata itu masih saja menggantung di otakku. Saat kumenulis ini pun, kedua itu berayun-ayun ke sana ke mari di bawah kolong tengkorakku. Ku menunggu mereka jatuh tanpa merusak struktur lain di kepalaku. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Apa yang jatuh dari atas, pasti akan merusak yang di bawah. Jadi kubiarkan saja mereka tetap begitu. Entah sampai kapan. Deram dan Frans.   

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...