Rabu, 29 Februari 2012

Vaksin Varicella


Vaksin Varicella Tunggal
Insidensi kejadian varicella di Amerika Serikat sangat rendah. Hal tersebut disebabkan oleh gencarnya program vaksinasi varicella yang dilaksanakan sejak usia dini. Dari data Antelope Valley Surveillance, diketahui bahwa sejak tahun 1995 hingga 2000, terjadi penurunan  insidensi varicella sebesar 71% pada semua kelompok umur. Data dari penelitian lain yang dilakukan pada tahun 1995 hingga 2003-2004, ditemukan bahwa insidensi varicella justru mengalami penurunan hingga mencapai 85%. Namun penurunan insidensi tersebut membawa konsekuensi lain yakni terjadi meningkatkan resiko varicella serta komplikasinya pada anak-anak dan remaja yang belum tervaksinasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perlindungan yang diberikan oleh penggunaan varicella dosis tunggal akan mengalami penurunan yang seiring dengan bertambahnya usia. Penurunan khasiat vaksin tersebut berkisar antara 44 hingga 100%. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa resiko penurunan perlindungan vaksin varicella berkaitan erat dengan riwayat asma atau dermatitis, pemberian vaksin varicella yang jarak waktunya dengan vaksinasi MMR kurang dari 28 hari, pemberian kortikosteroid oral dalam 3 bulan sebelum terjadinya onset varicella, dan vaksinasi pada usia yang terlalu dini. Namun hubungan natara semua faktor tersebut terhadap penurunan proteksi vaksin varicella tidak konsisten ditemukan pada semua penelitian.

Pemberian vaksin varicella sebanyak dua dosis lebih dianjurkan. Karena hal tersebut dapat meningkatkan imunitas seluler, dan titrasi antibodi. Direkomendasikan agar pemberian vaksinasi dosis kedua dilakukan pada usia 4 hingga 6 tahun.   

Vaksin Varicella yang Dikombinasikan dengan Vaksin MMR (MMRV)
Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa vaksin varicella tunggal dan vaksin kombinasi (MMRV) memiliki khasiat, efektivitas, imunogenitas, dan tingkat pencegahan yang hampir sama besarnya, bila diberikan dalam dosis tunggal.
Namun banyak ahli yang beranggapan bahwa vaksin MMRV memiliki lebih banyak manfaat karena dengan sekali injeksi, vaksin ini dapat memberikan perlindungan yang hampir sama besarnya dengan kombinasi dua buah vaksin. Namun salah satu kelemahan dari vaksin ini adalah resiko kejang demam yang bisa terjadi setelah pemberian dosis pertama lebih tinggi dari resiko yang ada pada pemberian vaksin MMR atau varicella secara tunggal, meskipun sebenarnya kemungkinan timbulnya resiko ini sangat kecil.

Rekomendasi Penggunaan Vaksin MMRV
MMRV dapat diberikan secara silmutan dengan vaksin lain pada anak-anak yang berusia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Jika pemberian secara simultan tidak memungkinkan, maka vaksin MMRV dapat diberikan kapanpun sebelum atau sesudah pemberian vaksin lain. Namun pemberian tersebut sebaiknya diberikan jarak sekurang-kurangnya 28 hari sebelum atau sesudah dilakukan vaksinasi lain yang menggunakan virus hidup yang dilemahkan.

Kontraindikasi Penggunaan Vaksin MMRV
Adapun kontraindikasi penggunaan vaksin MMRV antara lain:
·        Riwayat reaksi anafilaksis terhadap neomisin
·   Reaksi alergi terhadap gelatin, komponen vaksin, atau baru saja mendapat vaksin MMRV, vaksin varicella atau vaksin MMR
·      Terdapat gangguan sistem imunitas (seperti diskrasia darah, leukimia, limfoma, atau keganasan lain yang dapat menyerang sumsum tulang atau sistem limfatika)
· Imunodefisiensi seperti AIDS, hipogamaglobulinemia, dan disgamaglobulinemia
·        Terdapat riwayat keluarga yang mengalami imunodefisiensi
·        Menggunakan terapi imunosupresi, seperti kortikosteroid oral ≥2 mg/kgBB atau prednisone ≥20 mg/hari atau ekuivalennya pada orang-orang yang berat badannya lebih dari 10 kg, yang diberikan selama lebih dari 2 minggu
·        Hamil

Meskipun bukan kontraindikasi, namun kita harus berhati-hati dalam memberikan vaksin pada seseorang yang baru saja menerima donor produk darah yang mengandung antibodi dalam jangka waktu ≤11bulan, pada seseorang yang memiliki riwayat trombositopenia, pada seseorang yang sedang sakit akut dengan atau tanpa demam, serta pada orang-orang yang memiliki riwayat keluarga kejang demam.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...