Selasa, 06 Maret 2012

Dunia Baru: Inflasi. Sebuah Tinjauan Nostalgia

Dulu waktu masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, barang termahal yang melekat di tubuhku hanyalah sepasang sepatu seharga 10.000 rupiah. Dengan uang segitu, saya bisa membeli satu kardus indomie yang isinya 40 bungkus mi kaldu ayam. Kalau dikonversi jadi uang sekarang (2012:harga indomie eceran 1200 rupiah), kira-kira harganya 48.000 rupiah. Murah sekali.

Sepertinya sulit untuk menemukan lagi sepatu dengan harga seperti itu di zaman yang penuh inflasi seperti saat ini.


Apalagi kalau sampai pemerintah menaikan lagi harga BBM. Kita hanya bisa bernostalgia dengan barang-barang murah meriah.

Saya tidak akan kaget kalau beberapa tahun ke depan, bakal banyak lagi klinik pengobatan alternatif, bisnis scam, dan jumlah pemulung atau pun pengemis. Karena semua itu, masuk dalam entitas imbas pada siklus inflasi.

Mayoritas rakyat telah menggantungkan harapan pada presiden, menteri, dan wakil rakyat yang gajinya selangit. Mari kita lihat, apa yang bisa mereka lakukan setelah mendapat gaji sebesar itu. Semakin tamak dan gila hormat, atau menciptakan inovasi baru.
Yang pasti, kami tidak membayar pajak hanya agar bapak presiden bisa membeli pesawat jet. Kami mau kepastian, bukan sejuta mawar di bibir.

Nb:
ide awalnya, mau mengomentari gaya hidup anak sd zaman sekarang. Yang merengek-rengek pada orang tuanya agar bisa dibelikan gadget canggih. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah, hanyalah saya. Yang belum terbiasa dalam menghadapi dunia baru.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut