Kamis, 12 April 2012

Becak

Hari ini saya naik becak untuk menuju tempatku beraktivitas. Saat mencapai tempat,itu, saya bingung harus memilih becak yang mana, karena mereka semua menawarkan diri untuk mengantar. Tidak terorganisir.  Para tukang becak yang ada di Makassar kebanyakan merupakan single fighter. Di beberapa pangkalan lain, saya pernah melihat ada kongsi tukang becak. Mereka lebih terorganisir dalam menawarkan jasa. Namun kongsi-kongsi seperti itu tidak bisa berdiri jika tidak didukung oleh lingkungan pasar yang memadai. Di pangkalan becak dekat lokasi rutinitasku, pasar seperti itu sulit ditemukan. Makanya para Daeng becak di daerah tersebut, lebih memilih menjadi single fighter dengan mengandalkan kemampuan marketing pribadi, dibanding harus berbagi keuntungan dalam kongsi-kongsi.

Para Daeng becak, baik itu yang single fighter maupun yang berada dalam kongsi, merupakan sasaran yang empuk bagi para politikus untuk dimanfaatkan sebagai mesin politik. Sebab dalam hierarki Maslow, para Daeng becak ini kebanyakan masih berada di strata Maslow fisiologis, yang penting bisa bertahan hidup saja dulu, sehingga dengan sedikit "hadiah" saja dari para politisi, mereka sudah bisa dimobilisasi hingga ke ujung dunia.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...