Jumat, 20 April 2012

Di Udara

Salah satu lagu yang suka saya dengarkan ketika berada di forensik adalah "Di Udara" yang dipopulerkan oleh Efek Rumah Kaca. Dalam liriknya, lagu ini menyinggung mengenai cara-cara kematian yang bisa saja terjadi ketika kita sedang menjalani hidup. Tersiratnya, lagu ini mewakili semangat subversif para penentang kekuasaan yang otoriter. Lirik yang dengan gamblang menyatakan "diracun di udara" jelas-jelas merujuk pada aktivis Munir yang tewas diracun dengan arsen saat sedang melayang di udara Jakarta-Belanda.

Tapi saya suka mendengarkan lagu tersebut bukan karena makna-makna tersirat. Saya bukan pencinta hal-hal tersirat. Karena segala yang tersirat selalu melahirkan banyak interpretasi yang bisa menimbulkan friksi. Dan saya benci friksi, terlalu panas.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut