Selasa, 24 April 2012

e-ktp di Muna

Bulan depan saya terancam tidak lagi menjadi warga negara Indonesia. Semua ahli hukum sudah tahu kan, syarat untuk menjadi warga negara di suatu negara adalah harus tercatat di kantor catatan sipil. Dan bukti pencatatan tersebut dapat diketahui dari adanya kepemilikan KTP (kartu tanda penduduk). Nah, dalam satu tahun terakhir, pemerintah mulai menggalakkan pencatatan penduduk secara elektronik dengan merilis suatu KTP generasi baru yang dikenal dengan e-KTP (elektronik-KTP).

Awalnya saya sangat antusias dengan peluncuran e-KTP. Namun setelah melihat kenyataan di lapangan, *jleb*, antusiasme itu lenyap tertiup angin ribut. Implementasi e-KTP di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, tempatku lahir, terkendala oleh kurangnya tenaga ahli dalam mengoperasikan peralatan pembuat e-KTP. Miris. Sampai sekarang, belum ada satu pun warga di kelurahanku yang memiliki ataupun tercatat dalam program e-KTP.

Program pencatatan e-KTP secara gratis akan berakhir di penghujung Maret. Sedangkan di Kabupaten Muna, belum ada pergerakan sama sekali. Entah kenapa, saya mencium aroma konspirasi di udara Barakhati Witeno Wuna, meskipun saya berada di sini, Manggasa.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut