Sabtu, 14 April 2012

Heart Fontanela

Entah mimpi apa saya lima minggu lalu. Tiba-tiba saja salah seorang residen rajin sekali mencurahkan isi hatinya padaku dalam empat minggu terakhir ini. Seandainya residen itu wanita, saya mungkin maklum. Masalahnya, dia adalah seorang pria. Saya jadi mengerti kalau galau itu, bukanlah barang yang dimonopoli oleh kaum hawa. Para pria yang notabene oleh kebudayaan dan tradisi selalu terkesan pantang hancur biar dibanting, ternyata bisa juga galau oleh masalah-masalah yang sebenarnya sepele di mata orang yang jarang menggunakan emosi.

Namun hingga saat ini saya masih merasa aneh kalau mendengar curahan isi hati seorang pria. Karena budaya mendengarkan curahan hati, bukanlah budaya bawaan dari kampung halamanku. Di lingkunganku lahir, para pria jarang sekali bertukar pikiran mengenai kehidupan pribadi masing-masing. Prinsip kami, apa yang ada di ranah pribadi, jangan pernah dibawa ke ranah publik.
Karena itu masih agak terkejut, ketika residen tersebut tiba-tiba saja memanggilku untuk membagi-bagikan masalahnya. Seandainya tidak memiliki tampang nyangar dan berusia lebih tua, mungkin saya akan segera menolak acara bagi-bagi masalah tersebut dengan mengatakan," maaf, segeralah ke psikiater untuk menerima bantuan yang lebih profesional". Apalah arti diriku ini yang tidak tahu cara merespon curahan hati seorang pria, selain diam.

Sebenarnya tidak ada masalah jika saya hanya menjadi pendengar abadi. Yang menjadi masalah adalah ketika Si Pembagi Masalah meminta pendapatku tentang masalahnya. Itu gila. Tidak bisakah sesi curhat itu hanya menjadi sesi monolog saja. Mendengarkan saja sudah melelahkan, apalagi kalau harus memberikan pendapat. Itulah mengapa psikiater dan psikolog dibayar.

Karena kuanggap bahwa sesi curahan hati itu hanya berlangsung sehari, sepertinya tidak masalah meladeni hal-hal di luar kebiasaan seperti ini. Tapi ternyata, saya salah. Sesi tersebut terus berulang hingga beberapa minggu terakhir. Saya baru sadar kalau ternyata di dunia ini ada juga manusia yang memiliki banyak masalah hingga acara curahan hatinya harus berlangsung lebih dari satu hari. Karena itu marilah kita sering-sering bersyukur dan meminta pada Tuhan, agar tidak dimasukan dalam golongan orang-orang yang bermasalah, sebab ketika dirimu bermasalah, bukan cuma dirimu yang susah, tapi juga orang-orang yang mendengarkan keluhanmu.  

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut