Sabtu, 14 April 2012

Lulus

Sebut saja namanya, Asgan. Dia adalah salah seorang alumni jurusan teknik sipil di perguruan tinggi negeri Indonesia. Saat ini sedang berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S-2 di Makassar. Karena masih dianggap sebagai teman, maka dia pun mengunjungiku ketika datang ke Makassar. Saat bertemu, dia curhat mengenai kondisi almamaternya.

Katanya sih, beberapa oknum almamaternya sekarang cenderung materialistis. Mereka cenderung melihat para alumninya sebagai ladang untuk mencari uang. Hampir tiap saat mereka datang mengunjunginya yang baru lulus untuk dimintai "sumbangan". Ya, judul kunjungannya memang permintaan sumbangan, namun berita acara kunjungannya justru jauh dari kesan sumbangan, lebih mendekati pemaksaan malah. Sebenarnya tidak masalah kalau uang yang diberikan tersebut digunakan untuk kegiatan yang memajukan ilmu pengetahuan dan bangsa. Namun, sayangnya uang tersebut ternyata disalahgunakan untuk pergerakan-pergerakan underground. Katanya pergerakan mulia, tapi menurut data yang didapat oleh temanku yang baru jadi alumni tersebut, ternyata pergerakan tersebut hanya terlokalisasi pada pergerakan di daerah selangkangan. Miris.

Dia pun berkomentar, tidak ada kemuliaan dalam pergerakan kemahasiswaan yang sekarang. Terkadang, para tokoh pergerakan mahasiswa justru cenderung oportunis dan lebih bejat dari para politikus yang mereka kritisi. Saya hanya bisa tersenyum ketika mendengar komentar itu.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...