Kamis, 26 April 2012

Sekemplang Kisah Tentang Asian Film Award 6th: Prestasi Sineas Indonesia

Pasti banyak orang yang tidak tahu mengenai Asian Film Award (AFA). Saya sendiri baru tahu ini dari timeline twitter seorang user. Di timeline tersebut, dia menyatakan bahwa Donny Damara baru saja didaulat menjadi aktor terbaik di Asian Film Award (AFA) 6th. Terus terang saya tidak tahu siapa Donny Damara, nanti setelah search di Wikipedia baru saya dapat sedikit gambaran tentang beliau. Nampaknya Donny bukanlah sosok yang suka mencari sensasi, makanya berita tentang dia sangat jarang diekspos media. Dia telah membuktikan bahwa kemampuan dan pencapaian hidup tidak semata-mata diukur dari besarnya popularitas. Buktinya, dalam ajang penghargaan tersebut, Donny berhasil menyisihkan beberapa tokoh populer di negara lain seperti Chen Kun (The Flying Swords of Dragon Gate), Park Hae Il (War of the Arrows), Yakusho Koji (Chronicle of My Mother) dan mega-bintang China, Andy Lau (A Simple Life). What an achievement. 

Donny Damara di "Lovely Man". Dikutip dari AFA 6th

Donny Damara mendapat penghargaan tersebut karena perannya sebagai waria di film "Lovely Man" 
Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa untuk ukuran Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir, jagat layar lebarnya dijajah oleh hantu dan ekploitasi lekuk tubuh wanita. Dalam ajang penghargaan tersebut, Edwin, salah satu sutradara asal Indonesia yang mengarahkan film "Postcard from Zoo" juga berhasil meraih penghargaan khusus "The Edward Yang New Talent Award" karena dianggap memiliki potensi yang besar dalam perfilman. Sedangkan Rachmat Syaiful yang menjadi kameramen film "The Mirror Never Lies" harus puas menjadi nominee saja dalam ajang penghargaan itu, karena kalah bersaing dari Jake Pollock dan Lai Yiu-fai dari film "Wu Xia".

Selamat buat sineas Indonesia.

 

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut