Sabtu, 07 April 2012

Sosialista

Sebagai manusia, saya termasuk tipikal orang yang jarang bersosialisasi. Dalam penilaianku, sosialisasi lebih bersifat sebagai suatu peristiwa yang tidak disengaja. Dan saya selalu berusaha membuatnya seperti itu. Dengan membuatnya menjadi suatu ketidaksengajaan, saya bermaksud untuk menghindari aliran sosialisasi yang senantiasa bermuara pada hilir yang sama, mempergunjingkan orang lain.

Saya merasa bukan orang yang pantas untuk mempergunjingkan orang lain. Karena saya bukanlah manusia yang sempurna secara budi dan perilaku. Bahkan mendekati kesempurnaan pun tidak pernah. Jadi, saya tidak punya legitimasi untuk bergunjing.

Sosialisasi merupakan suatu peristiwa yang membutuhkan banyak empati, baik yang alami maupun artifisial. Secara alami, empati bukanlah sumber daya utama pada diriku dan saya pun bukan pabrik emosi yang bisa menciptakan empati dari kekosongan. Saya tidak punya banyak empati yang bisa dibagikan ke orang lain, apalagi kalau harus membaginya untuk waktu yang lama. Sosialisasi semestinya merupakan suatu proses yang berkelanjutan/continue. Namun saya membuatnya diskrit, agar bisa menutupi keterbatasanku dalam empati.

Dibanding sosialisasi yang menguras emosi, waktuku lebih banyak tercurah pada hal-hal yang tidak berperasaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut