Minggu, 27 Mei 2012

Hidup: I am Whatever People Say?

Dulu saya pernah menulis suatu artikel yang judulnya agak mirip dengan postingan kali ini, Hidup: Whatever People Say I Am, That's What I'm Not.

Pesan utama postingan lama tersebut adalah jangan biarkan hidupmu berantakan hanya karena adanya stigmatisasi yang berasal dari opini orang lain. Dirimu adalah apa yang kau pikirkan sendiri.

Sayangnya, sekuat apapun kita berusaha untuk mengacuhkan pendapat orang lain mengenai diri kita, selalu saja ada bias pendapat luar yang mempengaruhi penilaian kita terhadap gambaran diri kita sendiri (self-image). Dan parahnya, idealisasi yang kita ciptakan dalam isi kepala kita sendiri, yang kemudian diterjemahkan dalam tindakan di dunia nyata, tidak selalu sesuai dengan gambaran yang ditangkap oleh orang lain. 

Terkadang, saat kita berupaya untuk bersikap lembut dan tidak mau terlalu banyak beromong kosong, orang lain justru menilai kita sebagai orang yang membosankan. Atau saat kita berupaya melakukan tindakan dalam  koridor yang benar, sesuai dengan standar operasional yang berlaku, orang lain justru menganggap kita sebagai orang yang kaku atau mahluk yang sok suci. 

Apa kita harus marah pada orang-orang seperti itu? Atau perlukah kita mengkonfrontasi orang-orang itu, dan berupaya menyamakan persepsi mengenai gambaran diri kita sendiri?

Kalau saya sih, akan tetap bertahan pada prinsip Whatever People Say I Am, That's What I'm Not.

4 komentar:

.syam mengatakan...

saya bagetmi ini keknya postingan, selalu tidak perduli... tapi nyatanya itu masih dalam tataran (usaha) tidak perduli bukan benar2 tidak perduli.

pendapat orang lain selalu punya tempat yg besarrr dipikiran, errr -_-"

Skydrugz mengatakan...

sebenarnya ini incomplete article...msh ada lanjutannya...

pendapat orang lain mmg cukup ptg utk dipertimbangkan...tapi itu tidak berarti pendapat-pendapat tersebut dapat menginjak-nginjak kita...*kasar ya...

.syam mengatakan...

Coba jawab pertanyaanku,

hmm... kira2 knp orang lain selalu merasa punya hak untuk menentukan siapa sebenarnya diri kita?

-tidak rumitji toh?-

Skydrugz mengatakan...

itu naluri manusia.
naluri penonton yang selalu merasa lebih hebat dari pemain bola yang sedang memainkan pertandingan.

Tapi tidak semua manusia punya naluri otoriter seperti itu.

Biasanya orang-orang yang suka mengendalikan hidup orang lain adalah mereka-mereka yang terjebak dalam kompleks kejiwaan superior atau sejak awal menderita megalomania

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...