Senin, 28 Mei 2012

SMS yang Dinanti

Kebencian itu Ada

Sejumlah orang boleh saja berkomentar kalau jenis SMS yang paling mereka benci adalah SMS yang berasal dari operator, content provider, dan penipu. Semua pemilik ponsel entah yang tipe smart atau yang kurang smart, pasti pernah mendapat SMS dari mereka. Hal itu membuktikan bahwa sumber kebencian tidak selalu berhubungan dengan tingkat ke-smart-an ponsel.


Saya sebagai representasi pemilik ponsel yang kurang smart, merupakan contoh orang yang kontra dengan pendapat jumhur yang membenci SMS yang berasal dari operator, content provider dan penipu. Saya justru selalu menanti SMS dari mereka.

Membaca teks pendek yang mereka kirimkan selalu berhasil memercikkan kebahagiaan. Mencermati cara mereka merangkai kata, agar para pelanggan dan korban yang ditipu bisa tertipu, sungguh merupakan suatu pengalaman yang berharga.

"Selamat Anda berhasil memenangkan....bla...bla...bla..." atau
"Selamat, Anda mendapatkan bonus...bla..bla..bla.. *syarat dan ketentuan berlaku"   

Kalau kita meneliti SMS yang mereka kirimkan, akan terlihat jelas betapa efisiennya orang-orang itu menyusun kata. Sehingga mudah dimengerti dan isi pesannya tersampaikan dengan sempurna. Tapi sayangnya, mayoritas orang tidak menyadari hal ini. Karena sejak awal, mereka sudah punya preferensi, apapun yang berasal dari TELKOM$EL, atau nomor tak dikenal yang menawarkan hadiah, hanyalah gangguan, dan wajib dihapus. Mereka tidak mau mengalokasikan waktu itu hal sepele macam itu. Sungguh stigmatisasi yang cenderung berlebihan.

Most-Wanted

Namun tidak semua content provider dibenci. Karena ada juga jenis content provider yang hingga saat ini selalu dinanti dan menjadi idaman semua pengguna ponsel, terutama content provider yang berasal dari suku M-Tronik, M-Kios dan yang sejenisnya. Tidak ada yang pernah menolak ketika mendapat SMS dari mereka. 


Jadi Apa Pentingnya Artikel Ini?

Tidak ada unsur pentingnya sama sekali.

Dalam menjalani hidup, manusia akan selalu dikuasai oleh naluri untuk mendapatkan yang terbaik, menyingkirkan yang terburuk. Begitu juga dalam perilaku komunikasi seperti ber-SMS. Mayoritas manusia tidak ingin mendapat SMS dari operator, content provider dan penipu karena semua pesan pendek tersebut tidak memberikan manfaat materil. Mereka tidak ingin melihat atau menanggapi SMS-SMS tersebut dari sudut pandang yang lain, seperti "untunglah ada yang SMS saya, berarti saya masih dianggap hidup."

4 komentar:

elvy mengatakan...

hahaha... bersyukur untuk hidup. bisa menikmati penderitaan & kebahagiaan (jika ada) :)

Skydrugz mengatakan...

Amiin...

outbound malang mengatakan...

kunjungan gan .,.
Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

Skydrugz mengatakan...

ya..anggap saja begitu

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...