Rabu, 06 Juni 2012

FPI dan Organisasi Sejenisnya Tidak Akan Pernah Bisa Berjaya, Kau Tahu Kenapa?

Cakap-cakap Singkat yang Tidak Perlu Ditanggapi Secara Serius

Hanya menduga-duga dan memperturutkan perasaan. Saya merasa bahwa masalah utama dunia saat ini adalah ada terlalu banyak hukum dan aturan yang berlaku. Dan yang memperparah masalah itu adalah masing-masing aturan tersebut, lebih sering kontradiktif dan diperjuangkan secara fanatik oleh para pengikutnya. Konflik, pertentangan, bahkan perang bukanlah hal yang asing dalam situasi dunia yang seperti itu.

File:Old Bailey Microcosm edited.jpg
A trial at the Old Bailey in London as drawn by Thomas Rowlandson and Augustus Pugin for Ackermann's Microcosm of London (1808-11).
Saat masuk wilayah A, berlaku undang-undang A, kita tidak boleh melakukan B dan harus melakukan A. Namun ketika masuk wilayah B, berlaku undang-undang B, kita tidak boleh melakukan A dan harus melakukan B. Bukan masalah jika orang yang masuk kedua wilayah itu, mengikuti aturan. Yang jadi masalah adalah ketika seseorang sudah nyaman dengan hukum A dan tidak mau mengikuti hukum B ketika pindah ke negara B. Di situ lahir masalah.


Karena itu banyak yang bilang bahwa persoalan benar atau salah, merupakan perihal yang relatif. Selama tidak ada kesepakatan yang mengikat, persoalan benar atau salah tidak akan pernah lahir. Bagaimana mungkin kamu bisa dituduh membunuh jika ternyata di negara yang kau tempati tidak mengenal adanya hukum terhadap perilaku membunuh?
Dulu di Amerika, hubungan sejenis adalah suatu kesalahan, namun sejak Obama melegalkan hukum pernikahan sejenis, tidak ada lagi yang berani bilang hubungan sejenis adalah suatu kesalahan. Apa di dunia ini masih ada yang percaya bahwa kebenaran itu bersifat absolut? Think again. Mungkin Anda hidup di zaman yang berbeda.

Paham mengenai kebenaran yang bersifat absolut itu lahir ketika negara dan agama masih berkuasa secara penuh terhadap perilaku rakyat. Semua yang menentang aturan agama dan negara, pasti dianggap bersalah. Tapi masa-masa seperti itu telah berlalu.

Peradaban berevolusi, hukum pun berevolusi. Jika dulu banyak yang akan bangga dengan tindakan FPI menggrebek bisnis pelacuran dan minuman keras, sekarang tidak lagi. Paham keagamaan yang diyakini oleh FPI tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai kebebasan dan birokrasi negara ini. Para pelacur dan pembuat minuman keras telah membayar pajak, di mata hukum negara, tidak ada yang salah dengan usaha mereka. Justru itu ikut membantu membangun negara. Dan mereka pantas dilindungi oleh negara. Sehingga tindakan FPI yang melakukan penggrebekan merupakan suatu pelanggaran hukum.

Kontroversi


Seperti yang sudah saya singgung di awal. Perbedaan isi aturan dan hukum diperparah oleh tindakan para pendukungnya yang, boleh dikatakan, terlalu berlebihan dalam memperjuangkan aturan yang mereka junjung. Mereka bersusah payah berdebat untuk menunjukkan bahwa aturan yang mereka dukung adalah aturan yang paling benar. Tapi itu perdebatan yang tidak ada gunanya. Tidak ada dewan juri yang bisa menentukan siapa yang akan memenangkan perdebatan itu. Tidak ada standar yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan pemenang. Oleh karena itu, nilai kebenaran hanya bisa ditentukan oleh keyakinan pribadi. Keyakinan kolektif seperti yang terjadi di zaman Nabi-Nabi hanya tinggal sejarah, namun itu tidak benar-benar mati karena kita masih bisa menemukannya ketika perang berkecamuk, atau ketika terjadi pertandingan sepakbola antara Indonesia vs Malaysia.

Meskipun secara arbitrase, sulit untuk menentukan pemenang debat kusir antara berbagai aturan dan hukum. Toh pada akhirnya secara seleksi alam, yang akan menang adalah kelompok yang paling kuat. Yang memiliki kekuasaan untuk mengintimidasi dan merepresi kelompok lain.

Dan yang saat ini saya lihat punya kekuasaan seperti itu hanyalah pemerintah, negara, atau apapun istilah yang bisa digunakan untuk menyatakan suatu kelompok yang punya tentara, polisi dan senjata guna menangkapi dan memukuli orang-orang yang membangkang.

Kesimpulannya, hukum negara akan selalu menang atas hukum yang dijunjung oleh FPI atau organisasi-organisasi lain yang memiliki hukum yang berbeda dengan hukum negara. Kecuali, mereka punya kekuatan dan persenjataan yang bisa mengalahkan angkatan bersenjata negara.

nb: ini hanya catatan yang tidak penting. tidak perlu menanggapinya secara serius. saya tidak butuh itu.

8 komentar:

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

halo kang.. sudah lama tidak ngeblog saya.. :D

gimana kabar..?

Skydrugz mengatakan...

alhamdulillah masih hidup

Ratasoe mengatakan...

halo sob, gmn kabarx...lama dh ga mampir hehe, sukses sll ya

Skydrugz mengatakan...

untunglah masih hidup

kontraktor bangunan mengatakan...

nice posting...:)

Syam mengatakan...

Agak sinis *sotta :p

Syam mengatakan...

Seperti orang-orang yang terlalu berfikiran rumit pada umumnya, mempertanyakan, agak sinis kemudian menjawab sendiri dan berakhir pd wise conclution :D

Kebenaran yah kebenaran, tidak bisa diganggu gugat...

YeN mengatakan...

kebenaran itu relatif? think again

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...