Jumat, 01 Juni 2012

Homoseksualitas: Sebuah Kasus dan Diskursus Singkat

Gambar Hari Kematian Bebek. Sumber: Improbable
Pendahuluan

5 Juni nanti, para ahli burung di Eropa akan memperingati Hari Kematian Itik. Peringatan ini sengaja diciptakan oleh para ahli burung guna mengenang salah satu kejadian paling bersejarah dalam dunia ilmu perburungan, khususnya ilmu ke-itik-an. Di tanggal itu, pada tahun 1995, untuk pertama kalinya manusia menyaksikan disorientasi seksual pada itik. Dan manusia yang menyaksikan kejadian itu, Kees Moeliker, baru sempat mempublikasikan peristiwa tersebut di jurnal Deinsea pada tahun 2001.


Menurut pengakuan Kees Moeliker, pada tanggal 5 Juni 1995 pukul 17.55, dia mendengar ada suara berdentum di lantai bawah kantornya.Saat dia memeriksa sumber bunyi dentuman, dia melihat seekor itik terbaring tak bergerak di tanah. Mati. Sepertinya baru saja menabrak kaca jendela. Di dekat pembaringan itik mati tersebut, tiba-tiba saja ada seekor itik lain yang mendekat lalu melakukan hal yang tak terduga. Itik hidup itu menggagahi itik mati yang sedang terbaring di tanah selama 75 menit! Menurut saksi mata (Kees Moliker), itik hidup itu hanya sempat istirahat sebanyak dua kali ketika menggagahi itik mati tersebut. Bahkan kalau tidak diusir oleh Moeliker, itik hidup itu mungkin akan melakukan tindakannya lebih dari 75 menit.



Artikel jurnal yang ditulis oleh Kees Moeliker itu, menjadi literatur ilmiah pertama yang berhasil mendokumentasikan perilakua homoseksual dan nekrofilia pada spesies itik (Anas
platyrhynchos LINNAEUS, 1758). Dan karena originalitas-nya, maka artikel itu dianugerahi Ig Nobel dalam bidang biologi pada tahun 2003.

Diskursus


Artikel jurnal tersebut memiliki potensi dan implikasi yang bisa berdampak besar terhadap kehidupan bermasyarakat. Bagi para pendukung hubungan sejenis, artikel ini bisa dijadikan senjata untuk membenarkan fenomena yang terjadi pada diri mereka. Bahwa apa yang terjadi pada mereka, merupakan suatu peristiwa yang alami, bukan artifisial seperti yang sering dituduhkan selama ini. Para pendukung hubungan sejenis selalu beranggapan bahwa kehomo-an mereka adalah kodrat, bukan atas kemauan mereka sendiri. Karena itu mereka bisa saja menggunakan artikel ini sebagai alat untuk memperkuat pernyataan mereka. "Binatang yang tidak punya akal dan pikiran saja ada yang homo, bahkan nekrofilia (melakukan hubungan seks dengan mayat)".

Tapi para pendukung hubungan sejenis pasti sudah punya counter-statement guna mematahkan pernyataan para pendukung hubungan sejenis.Apapun itu.

Saat ini para pendukung hubungan sejenis telah memiliki landasan ilmiah, seperti jurnal Kees Moliker, dan hukum sekuler yang semakin memperkuat posisi mereka. Satu-satunya kelemahan para pendukung hubungan sejenis adalah, tidak ada satu pun landasan agama yang mendukung mereka. Di luar itu, mereka berjaya, apalagi terakhir, Obama dan negaranya juga telah mendukung mereka.

Kita lihat saja, sampai di mana pertarungan ini akan berlanjut.

9 komentar:

.syam mengatakan...

hmmm... pentingkah hubungan sejenis itu dimatamu? sampai harus dibuatkan postingan khusus seperti ini?

dan tentang itik-itik itu, paragraf kedua dari tulisan ini, hihi... *garuk2 kepala*

Skydrugz mengatakan...

ini topik yg sangat penting...

krena pelegalan hubungan sejenis bakal berdampak besar terhadap norma dan aturan yg berlaku di masyarakat

.syam mengatakan...

ooooowww... :D

Skydrugz mengatakan...

jd sy hrs blg ow jg bgt?:D

BlogS of Hariyanto mengatakan...

maka bersiap-siaplah akan datang-nya azab seperti sodom dan gomorah bagi pendukung homoseksual

Skydrugz mengatakan...

tenang sj...mereka sdh siap2 kok...dgn lbh bnk bersenang-senang

.syam mengatakan...

*dejavu*

Inayah Mangkulla mengatakan...

Sayangnya nda ada psikologi itik, coba ada, yang mungkin berpihak ke 'agama', mungkin dia akan menyanggah "itik itu gila" :P

Skydrugz mengatakan...

:D

mungkin saja...

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...