Minggu, 17 Juni 2012

Seminggu Untuk Sebuah Koma

Seminggu sudah aku terdampar di dunia yang tidak berkoma. Meski orang bilang, tidur itu adalah koma. Tapi dua jam tidur, itu bukan koma. Itu hanya sebuah spasi untuk membuat beberapa kata baru di dunia yang baru saja kulewati.
Tiap teriakan punya makna sendiri di dunia tersebut. Ada teriakan yang sebaiknya diabaikan, ada juga jeritan yang sebaiknya segera ditanggapi. Tiap bebunyian adalah kode, simbol, dan pertanda untuk setiap peristiwa yang semestinya dipahami.

Saya mengimajinasikan sebuah dunia baru terbentuk di luar sana ketika diriku asyik di dunia yang tanpa koma itu. Berharap saat keluar nanti saya bisa melihat Nou Camp pindah ke Makassar, kereta api bawah tanah di Jalan Perintis, dan rambutku berubah jadi lurus. Namun nampaknya waktu seminggu tidak cukup untuk membuat perubahan-perubahan ekstrim seperti itu. Bukti jika yang instan itu hanya ada dalam mie kemasan.

Selamat datang dunia baru...sambut diriku yang tak terkendali ini.

6 komentar:

NERDina mengatakan...

"Berharap saat keluar nanti ... , dan rambutku berubah jadi lurus"

tuuu kaaaan rambutnyaa kriwil :P

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

carilah perbedaan signifikansi perubahan dengan perhitungan statistik.. anova kah..? non parametrik kah..??

*apaan sih

Rawins mengatakan...

ya koma dulu lah, sebelum titik

Skydrugz mengatakan...

ide bagis

Skydrugz mengatakan...

perasaanmu ji itu

Skydrugz mengatakan...

begitulah

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...