Minggu, 29 Juli 2012

A

Kita semua mengerti bahwa dunia di luar sana merupakan tempat yang kompetitif dan terkadang sangat kejam. Sejak masih TK hingga kuliah, atmosfer seperti itu telah diajarkan oleh para pendidik kita. Mereka menentukan ke-brilian-an seorang anak hanya berdasarkan nilai-nilai akademik. Ini mungkin terdengar basi bagi kebanyakan orang, terutama bagi mereka yang sudah sering membaca mengenai perdebatan mengenai, mana yang lebih hebat, orang yang tidak sekolah atau yang sekolah. Namun topik seperti ini masih relevan dengan konteks kekinian.

Saya melihat banyak sekali mahasiswa yang benar-benar berorientasi pada nilai yang diberikan oleh dosen. Sehingga beberapa oknum rela melakukan apapun demi mendapatkan nilai yang bagus, bahkan kabarnya, ada yang sampai rela menjual diri pada dosen. Beberapa orang lainnya, merasa sangat bangga ketika mendapat nilai A dari dosen, sehingga mereka merasa dirinya adalah pusat perputaran dunia, dan tidak ada lagi manusia yang lebih hebat dari mereka. Padahal nilai yang mereka dapatkan itu tidak lebih dari kumpulan garis-garis di atas kertas, tidak bernilai apa-apa bagi kemaslahatan umat. Jadi kenapa mi kalau ko dapat A, ces? Jadi kojago mi itu?


1 komentar:

a.i.r mengatakan...

nilai A hasil curian = kemampuan 0 besar.. :)

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...