Kamis, 12 Juli 2012

Lupa Itu yang Lain

Saya sudah lupa bagaimana rasanya terlibat dalam hiruk pikuk penyambutan mahasiswa baru, entah itu sebagai pendatang maupun penyambutnya. Saya sudah lupa bagaimana asyiknya terlibat dalam perdebatan tentang kemahasiswaan. Saya juga sudah lupa dengan rasa rindu pulang kampung, ketika akhir semester genap telah menjelang. Saya benar-benar sudah lupa dengan semua perasaan menyenangkan seperti itu.
Ada seseorang yang pernah bilang kalau dilupakan adalah hal yang paling menyakitkan. Tapi saya justru merasa bahwa melupakan hal-hal yang menyenangkan justru lebih menyakitkan.
Saya baru menyadari kelupaan itu ketika salah seorang teman pondokan bertanya,"tidak pulang kampung?"
Saya baru menyadari kelupaan itu ketika salah satu teman salah menelepon saya, dan menanyakan tentang konsep penerimaan mahasiswa baru, namun setelah berpanjang lebar bicara, teman itu baru menyadari kalau dia salah sambung. Hanya karena beda satu huruf dengan nama orang yang akan diteleponnya.

Ada yang bilang, lupa adalah salah satu cara untuk mengingat hal-hal baru. Sayangnya, itu tidak berlaku untuk saya. Lupa justru membuatku terkunci di suatu momen yang membuatku tidak bisa mundur ke masa lalu, ataupun maju ke masa depan. 

1 komentar:

aboutilm mengatakan...

kayaknya saya pernah baca tulisan di blog ini yang bertolak belakang sama tulisan ini..
change of view,eh?

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...