Kamis, 05 Juli 2012

Menjadi Manusia

Kita terlalu sibuk mencari makna. Sampai lupa bahwa hidup ini harus dijalani dan dibiarkan mengalir hingga mencapai samudera yang bernama mati. Kita mencari makna hanya untuk atribut-atribut kecil yang disebut dengan perbedaan, unik, istimewa. Padahal, atribut-atribut seperti itu justru tidak bermakna sama sekali. Memangnya kenapa kalau kita punya gelar berlapis-lapis di depan dan belakang nama? Memangnya kenapa kalau kita memiliki uang yang jumlahnya tidak mampu tertampung oleh Gelora Bung Karno? Memangnya kenapa kalau kita selalu bisa menjadikan orang lain sebagai budak hasrat? Semua hal itu tidak bermakna apa-apa selama benda yang keluar dari lubang belakang badanmu masih berwarna kuning dan memancarkan aroma yang sama dengan gelandangan di bawah Fly Over Jakarta.

Tidak ada yang istimewa dengan menjadi manusia. Tidak ada maknanya sama sekali. Tidak perlu berlebih-lebihan menyanjung manusia.

9 komentar:

Inayah Mangkulla mengatakan...

manusia-sia belaka

affanibnu mengatakan...

tidak ada manusia yang sempurna.. :)

Skydrugz mengatakan...

ndak ngerti....iya kan saja

Skydrugz mengatakan...

hu-uh

Rumah Al Banna mengatakan...

kita hidup di Dunia yg Fana ini ibarat seorang pengembara yg sedang mempersiapkan bekal menuju ketempat tujuannya yakni Akhirat (entah Surga atau Neraka)

karyakuumy mengatakan...

menjadi manusia tidak akan pernah puas..hehehe

Skydrugz mengatakan...

terlalu spiritual

Syam mengatakan...

Terlalu sinis, ramuan katanya antara pesimis kecewa dan angkuh. ahahaha #sotoy

Skydrugz mengatakan...

sotta...

tp benar juga sih...kentara sekali klo sy sombong di :D

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...