Selasa, 21 Agustus 2012

Ant War

Berperang melawan semut di pondokan. Perang mungkin bukan kata yang tepat. Karena menurut konvensi, perang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Saya tidak mengerti bahasa semut, begitu pula sebaliknya. Jadi tak pernah ada kesepakatan. Yang ada hanyalah semut membuat mars menuju makananku. Itu sudah cukup menjadi pengumuman pernyataan perang. Sebagai orang yang membeli dan memasak makanan, dan yang terpenting, sedang menderita kelaparan, maka aku wajib melakukan serangan balik pada pabrik asam formiat mini tersebut.

Mereka boleh saja menang jumlah. Tapi mereka tidak pernah menyangka kalau aku punya senjata kimia yang sangat mematikan, kapur ajaib bagus. Hanya dengan beberapa coretan kecil di sekitar makanan, semua semut itu langsung berkalang tanah. Benar-benar mematikan.

Pantas saja penggunaan senjata kimia dan biologis adalah hal terlarang dalam perang antara manusia. Efeknya terlalu mengerikan untuk dibayangkan.

2 komentar:

Syam Matahari mengatakan...

haha, kau di segala semut diparutusu'
eh tapi ada permainan yg namanya "ant smasher" wow, entah kenapa naluri membunuh tersalurkan lewat itu game #hahaha

Anonim mengatakan...

Lebaran bersama semut?=_= ckckfk...kw ini...=_=

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...