Kamis, 16 Agustus 2012

Apalah Artinya

Saya kenal seorang pria. Punya hidung, mata, rambut, alat gerak, dan menjejak tanah. Persis seperti pria-pria lain yang sering kau temui di pasar, masjid, dan rumah sakit. Dia baru saja menyelesaikan pendidikan strata-2 di salah satu universitas terkemuka di Makassar. Kalau tidak salah, keilmuan yang digelutinya adalah matematika dan statistika. Tapi bukan jenis matematika dan statistika yang biasa kau dapati di bangku sekolah. Studi yang ditelitinya lebih rumit, melibatkan banyak rumus dan notasi, variabel dan koefisien, tentang sintesis formula baru. Cukup untuk membuat keriting segala rambut yang ada di tubuh.
Dia menjalani studinya dengan sangat mulus. Nyaris tanpa cela, dengan nilai-nilai mendekati sempurna. Ya, summa cum laude kita anggap saja nyaris sempurna karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa. Dengan predikat kelulusan macam itu, banyak badan riset yang bersedia menampungnya. Dia terancam kaya dan tenar.

Namun anehnya, tak ada satu pun pinangan badan riset yang dia terima. Dia justru lebih memilih menjadi staf pengajar a.k.a guru. Ya, dia lebih memilih menjadi guru, bukan dosen. Sebenarnya dua istilah itu sama-sama merujuk pada makna yang sama, pengajar. Namun dosen lebih sering digunakan sebagai sebutan untuk pengajar para mahasiswa, sedangkan guru dipakai untuk menyebut pengajar para siswa, manusia-manusia yang belum lulus SMA.

Kini dia telah menjadi guru matematika di sebuah pondok pesantren yang setingkat dengan SMP. Gelar S-2 dan pencapaian yang telah diraihnya dia abaikan. Waktu kutanya, mengapa tidak menjadi dosen atau peneliti saja? Dengan enteng dia menjawab, saya tidak suka dengan pekerjaan yang memiliki banyak tekanan, apalagi kalau harus terlibat dengan para mahasiswa atau peneliti lain yang kritis. Kekritisan hanya membuatnya sakit kepala. Mayoritas orang-orang kritis hanya bisa mengkritik segala kesalahan orang lain, namun tidak pernah sadar pada kelakukan sendiri. Lebih baik terlibat dengan anak-anak SMP yang tidak terlalu banyak menuntut dan lebih patuh pada perintah.

sumber gambar: brainpickings.org/wp-content/uploads/2011/10/studioonfire10.jpg

1 komentar:

Rawins mengatakan...

hidup adalah tentang pilihan
seperti temen disini memilih kembali ke jawa dengan gaji 10jt ketimbang ambil penawaran dari qatar dengan gaji 16ribu usd

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...