Sabtu, 04 Agustus 2012

Berjalan ke Arah yang Tidak Perlu Dimengerti

Dr. Seuss pernah bilang, "kau bisa punya otak di kepalamu, atau malah di kakimu. Karena kamu punya pilihan untuk pergi ke mana pun kau suka".

Saya sering berjalan tanpa tujuan. Seolah-olah otakku tidak mampu menganalisa, menentukan arah dan tujuan untuk berjalan. Hanya kakiku yang terus melangkah, melangkah, dan melangkah. Hingga kusadari, saya sudah terlalu jauh dari rumah, jauh dari sekolah, jauh dari tempat-tempat yang kukenali. Mungkinkah aku tersesat, mungkinkah aku salah  jalan, atau mungkinkah ini adalah arah yang tepat? Dalam kondisi seperti itu, pertanyaan-pertanyaan itu justru tidak pernah terlintas di pikiranku. Karena aku tahu selalu ada angkutan umum yang dapat mengarahkanku pulang.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...