Kamis, 23 Agustus 2012

Gorila dan Monogami yang Berkali-kali

Salah satu teman wanitaku pernah mengatakan bahwa pria adalah mahluk yang punya kecenderungan untuk selingkuh. Aku katakan padanya bahwa saya tidak seperti itu (begini-begini, saya juga pria. Jadi buat blogger yang panggil saya, Mbak. Perlu saya tekankan bahwa, rambut yang ada di foto profil blogku bukanlah wig). Dia pun tersenyum, setelah mendengar pernyataanku. Mungkin, dia berpikir bahwa aku adalah pria yang telah ditunggunya sejak jabang bayi, sang pemilik tulang rusuk (puih, onta juga punya tulang rusuk), pria yang tepat untuk diajak ke kebun binatang, menggantikan gorila di sana.

Ya, pria sepertiku memang tidak punya kecenderungan untuk selingkuh, tapi poligami. Selingkuh dengan poligami kan beda, kalau selingkuh haram, poligami halal. Mendengar pernyataan seperti itu, teman wanitaku itu, yang sekarang lebih baik dipanggil saja sebagai mantan teman wanita, langsung pulang ke rumahnya tanpa pamit ataupun menghabiskan makanan yang telah dihidangkan di meja. Syukurlah, masih bisa dihidangkan untuk tamu yang lain.

Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi mendengar kabar dari mantan-teman-wanita tersebut. Terakhir yang kudengar, dia tinggal di Afrika, menjadi instruktur gorila. Saya tahu itu, karena dia memamerkan foto gorilanya di grup facebook, disandingkan bersama fotoku, dengan keterangan gambar, "mana yang lebih bajingan, gorila atau bajingan ini?"
Dia pasti mulai gila karena tidak pernah mendengar suara manusia.

Nb:
Tulisan di atas fiksi belaka. Tokoh saya, teman wanita, dan gorila di atas adalah rekayasa belaka. Tidak ada hubungannya tetangga, atau pun keluarga Anda.

Oh ya, kemarin 22/Agust/2012, saya baru keluar kandang dan menyalakan ponsel. Cuma ada 3 sms masuk, dari ummu wasiat: ucapan lebaran, dr. Aris: ucapan lebaran, dan sebuah nomor baru, tapi dari gayanya menulis, saya tahu, itu pasti Ira Ulil Inayah: bertanya, apa saya sudah mati? (semua nama-nama di atas adalah rekayasa belaka)

Hari baru, rutinitas baru. Kembali masuk UGD. Dari 10 mahasiswa yang mestinya masuk, hanya saya, haikal, dan angel yang nongol. Yang lain mungkin masih berenang di lautan opor dan ketupat.

UGD penuh gila. Tidak ada brankar kosong yang tersisa. Pasien sampai harus dibaringkan di kursi. Pasien-pasien yang tidak terlalu gawat dan sudah dapat penanganan langsung dipulangkan atau dikirim ke bangsal. Untunglah semua aktif bergerak, sehingga semua tugas terselesaikan dengan sempurna.

Mau 3 atau 10, tidak ada bedanya.

5 komentar:

Syam Matahari mengatakan...

Skyyyyyyyy...

emailku nd dibalas!
btw, ini kali kedua sa kirim paket ke tempatmu dan baru2 dpt sms dr tiki kl tempatmu nd ditemukan, ededeh ko tinggal di Planet manakah???

well, kl mmg susah untuk sa antarkan sendiri
bisa nd ko yg jemput itu barang di Tiki Ahmad yani???
jamuran mi itu paketku disana nah, untuk kw!
dan ko harus ambil!

Syam Matahari mengatakan...

eh! kogilaka...
selingkuh poligami cuman soalan kata ji nah, mau halal kek haram kek tetap itu menyakiti hati "seseorang", tetap itu penghianatan --"

Rawins mengatakan...

monogami berkali kali dan poligami hanya sekali beda ya, bro..?

Skydrugz mengatakan...

Tidak gaulnya itu TIKI.
Pak Pos sering ji antar paket ke pndkanku.
Email yg mana? Perasaan tdk ada email masuk.

Syam Matahari mengatakan...

jadi bemana? ato diantar ke tempat dinasmu mo saja, di RS mana bgitue yg lebih gampang didapat? jd sa tinggal ganti alamat?

atau ada usulan lain?

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...