Selasa, 21 Agustus 2012

Mantra dan Cawat

Di zaman dulu, konon, orang bisa saling mengirim mantra sihir lewat berbagai media. Tapi jangan inklusikan fb, twitter, blog, messenger, sms, dan telepon. Di masa itu, para dukun hanya mengenal angin, binatang, air, bulan, dan celana dalam.

Angin, air, binatang, dan bulan, semua hal tersebut mungkin masuk akal untuk dijadikan media sihir. Karena banyak buku dan film yang sudah mendokumentasikannya. Narnia, Harry Potter, Werewolf, dkk. Tapi celana dalam?

Di beberapa daerah Indonesia, celana dalam, cawat, atau apapun padanannya, merupakan benda yang dianggap sakral. Karena mereka percaya bahwa celana dalam merupakan benda yang terdekat dengan intisari kelahiran, dan sumber kehidupan. Sehingga, orang-orang di daerah itu, terutama yang perawan atau masih gadis, selalu berhati-hati saat menyimpan celana dalam. Mereka selalu menjemur dan menyimpan benda tersebut di tempat khusus, yang sulit dicapai oleh orang lain.

Karena kesakralan itulah, maka para penyihir lebih suka mencuri saja celana dalam, ketika hendak memantrai seorang wanita. Lebih manjur, langsung ke titik sasaran.

Oleh sebab itu, apabila seorang wanita kehilangan celana dalam, maka mereka akan langsung melakukan berbagai ritual penyucian diri, memanjatkan do'a tolak bala, shalat hajat, shalat tahajud, dan shalat-shalat lainnya. Untuk mencegah serangan sihir.

Tapi untunglah itu hanya terjadi di masa lalu. Kalau terjadi juga di masa sekarang, wow. Sudah terlalu banyak celana dalam yang raib dari jemuranku. Jika semua benda itu dimantrai...sulit dibayangkan. Dan lebih baik tidak usah dibayangkan. Anggap saja, semua yang hilang itu, sudah dimakan oleh kucing. Tapi entah, kucing jenis apa yang makan benda seperti itu. Nevermind.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...